PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
39. Puisi Untuk Ayah


__ADS_3

Calista mengusap air matanya yang sudah mulai menetes. Iapun meminta ijin kepada para tamu undangan untuk membacakan sebuah puisi untuk ayah tercinta.


"Apakah aku boleh membaca puisi untuk ayahku?" Tanya Calista kepada para hadirin yang sudah mulai tersentuh dengan tujuan mulia keempat anak ini.


Para hadirin mengangguk setuju sambil memperlihatkan ibu jari jempol mereka sebagai tanda boleh.


Calista melihat ketiga saudaranya dan mereka mengangguk setuju pada Calista.


"Untukmu yang berstatus Ayah"


Bagimu kehadiran kami adalah pengganggu dan penghalang cita-cita dan impian masa mudamu.


Mungkin saat itu, kamu tidak siap lalu menolak untuk bertanggungjawab untuk membesarkan kami.


Ketahuilah, apakah kamu tidak ingin mendengar tangisan pertama kami saat kami hadir ke dunia ini?" Apakah kamu tidak ingin melihat tubuh mungil tanpa daya berada dalam pelukanmu?"


"Apakah kamu tidak ingin melewatkan setiap tumbuh kembang kami hingga kami sebesar ini?"


"Memang kami punya ibu, tapi dia hanya bisa berperan sebagai kodratnya seorang ibu tanpa bisa menggantikan perannya sebagai ayah, karena sampai kapanpun dia tidak bisa memberikan kasih sayang seorang ayah yang kami butuhkan.


"Ayah...!" Di manapun kamu kini, apapun masalahmu dengan ibu kami, sesungguhnya kami sangat merindukanmu. Membutuhkan perlindunganmu dan mengharapkan kasih sayangmu.


Terimakasih sudah memilih kami menjadi putra putrimu...salam rindu kami untuk hati dan jiwamu ayah... Inilah curahan hati kami untukmu. I love you my Daddy."


"Terimakasih!" Ucap Calista mengakhiri puisinya yang disambut tepuk tangan yang lebih meriah dari para hadirin daripada awal acara.


Diantara mereka ada yang menangis haru. Namun tidak dengan Reza yang menangis sesenggukan karena memikirkan kesalahannya di masa lalu yang telah menolak bertanggungjawab atas perbuatannya pada Andien.


"Ya Allah, kata-kata Calista seperti mewakili kata-kata putraku yang kini tidak aku ketahui keberadaannya." Gumam Reza lirih.


Para wartawan benar-benar terpana dengan puisi milik Calista yang di rekam secara live di setiap media karena acara ini dihadiri oleh presiden.


Selanjutnya presentasi pun di mulai yang pertama adalah Fariz, di ikuti AL, Camilla dan Calista yang lebih mengetahui tujuan aplikasi ini diciptakan.

__ADS_1


Para pengusaha sangat senang dengan adanya aplikasi itu, karena akan membantu bisnis mereka dalam mengawasi kinerja para staffnya yang berhubungan dengan ekspor import yang sering mengalami kerugian karena beberapa oknum yang mengambil keuntungan dalam bisnis ekspor impor itu.


Orang nomor satu di negara itu mulai meresmikan aplikasi itu dan menyalami keempat bocah itu. Ia pun memberikan penghargaan untuk masing-masing keempat anak itu untuk membasmi kejahatan khusus di negaranya.


Iapun tidak lupa memberikan sedikit kata sambutannya yang juga menyentuh para hadirin.


"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan karena kesalahan kita di masa lalu.


Contohnya Anak kembar empat ini yang tumbuh menjadi sosok yang sangat jenius. Bagi ayahnya dan juga untuk kaum Adam yang hadir di sini maupun yang ada di luar sana.


Cobalah kita melihat contoh ke-empat anak ini, apakah kalian tidak menyesal memiliki anak yang awalnya kalian menolak mereka untuk tidak dilahirkan ke dunia ini karena keegoisan kalian?" Mulai sekarang jangan lagi menyia-nyiakan mereka karena bisa jadi sesuatu yang kamu benci justru membawa keberkahan dalam hidupmu.


Terimakasih untuk Alfarizi, Al-Ghifari, Camilla dan Calista. Mohon maaf ibu kalian tidak bisa datang karena dalam perjalanan menuju ke tempat acara, beliau jatuh sakit dan saat ini sedang dirawat di ruang ICU.


Untuk melihat siapa sosok beliau, ibu hebat dari anak ini adalah salah satu staff kami yang memiliki banyak prestasi, tolong tampilkan wajah ibu hebat dari anak kembar empat ini!" Titah Tuan Edgar pada bagian penyunting gambar yang menampilkan sosok wanita hebat itu.


Keempat anak ini seketika tersentak mendengar ibu mereka jatuh sakit saat ini. Mereka menunggu tampilan wajah ibu mereka di depan layar.


"Andieeennnn...! Pekik Reza spontan lalu tanpa sadar berdiri, membuat para tamu yang duduk dekat dengannya memperhatikan tingkahnya yang begitu antusias padahal tuan Edgar tidak menyebutkan nama ibu dari anak-anaknya.


Reza begitu bingung dengan sikapnya saat ini, mengakui keempat anaknya itu didepan panggung di atas sana ataukah menahan diri hingga ia bisa bertemu dengan keempat anaknya secara privasi.


"Ya Allah, ternyata mereka adalah anak-anakku." Ucap Reza sambil mengusap wajahnya yang sudah dibanjiri oleh air matanya.


Belum saja hatinya tenang, wajah Andien terpampang jelas saat ini yang sedang terbaring lemah di atas brangkar dengan banyaknya alat medis yang menempel di tubuhnya.


"Andieeennnn!" Reza menangis sejadi-jadinya melihat wanita yang ia cintai itu berani melewati semua rintangan untuk membesarkan keempat anaknya dan sekarang terkapar tak berdaya menghadapi sakit yang ia derita kini.


Sementara di atas panggung, tiba-tiba Calista meraung-raung sambil menggulingkan badannya membuat para tamu undangan panik. Ketiga saudaranya berusaha menenangkan Calista walaupun mereka juga saat ini sangat sedih. Tapi gadis itu malah makin berontak.


Tuan Leonardo berlari menuju panggung untuk menggendong Calista dan membawanya keluar dari panggung, namun gadis itu makin menjadi gila sambil memanggil nama ibunya.


"Mama ...mama ..mama ...hiks...hiks!" Teriaknya sambil menangis.

__ADS_1


Dalam sekejap Reza menggendong putrinya yang sedang berontak itu membawa dalam pelukannya. Dan Calista pun langsung tenang dalam pelukan ayahnya padahal ia belum melihat wajah Reza karena dalam keadaan tertunduk.


"Paman!" Seru ketiga anaknya yang lain memanggil nama Reza.


Reza merentangkan kedua tangannya untuk merangkul ketiga anaknya sambil menangis tersedu-sedu.


Tempat itu segera diamankan oleh Paspampres dari para wartawan agar tidak mendekati keluarga kecil itu atas perintah tuan Edgar.


Pertemuan yang haru biru itu menunjukkan bahwa keberhasilan anak-anak itu mengundang ayah mereka untuk menemukan mereka tanpa mereka mencarinya di internet karena tidak ada petunjuk.


Tuan Edgar langsung mengetahui jika lelaki tampan dan berkarisma ini adalah ayah kandung dari anak kembar empat ini.


"Berilah mereka ruang tersendiri agar mereka bisa menyesuaikan diri satu sama lain." Ucap tuan Edgar lalu meninggalkan Reza dan keempat anaknya itu yang terlihat masih sangat syok.


"Ternyata darah lebih kental dari pada air. Calista tidak melihat wajah lelaki asing itu, tapi ia langsung merasa nyaman pada lelaki itu yang ternyata adalah ayah kandungnya." Ucap tuan Edgar pada ajudannya.


"Bagaimana anda begitu yakin Tuan, kalau lelaki itu adalah ayah kandung mereka?" Tanya salah satu staffnya.


"Andien selama ini menyembunyikan identitas ayah kandung dari anak-anaknya. Karena kita sudah menampilkan wajah Andien untuk memudahkan lelaki itu menemukan anaknya." Ujar tuan Edgar.


"Bagaimana kalau nyonya Andien tidak menyukai ini semua?"


"Aku telah berjanji pada putrinya Calista kalau aku akan mempertemukan mereka dengan ayah kandung mereka." Ucap tuan Edgar.


"Jadi, aplikasi itu hanya sebagai ajang untuk menemukan ayah kandung mereka?"


"Benar Arnold!" Tuan Edgar masuk ke mobilnya dan langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan Andien.


Sementara di dalam gedung para wartawan sedang menunggu konferensi pers yang akan di gelar oleh anak kembar empat yang telah berhasil menciptakan aplikasi Secret Detektor.


Asistennya Rendy mendekati bosnya yang masih duduk bersama keempat anaknya sambil memangku Calista yang sudah mulai tenang walaupun masih ada sisa-sisa sesenggukan.


Keempatnya masih bingung dengan kehadiran Reza di hadapan mereka dan sudah dua kali ini, mereka melihat Calista lebih tenang saat dipeluk oleh Reza.

__ADS_1


"Tuan!" Apakah anda atau ke-empat anak ini akan melakukan konferensi pers?" Apakah anda sudah siap mengakui mereka adalah anak kandung anda?" Tanya asisten pribadinya Rendy, membuat keempat anaknya menatap wajah tampan Reza dengan mata yang membelo.


__ADS_2