
Zahra terperangah mendengar pertanyaan dari Fariz untuknya. Gadis berjilbab itu menyipitkan matanya sambil memperhatikan wajah Fariz yang terlihat rumit.
"Apakah anda salah minum obat, tuan? Anda sehatkan?" Tanya Zahra memastikan Fariz sedang tidak becanda dengan dirinya.
"Aku sangat sehat lahir batin, nona Zahra. Jika permintaanku dalam melamarmu terdengar konyol, sekali lagi itu bukan pertanyaan konyol.
Aku tidak pandai merayu wanita, apa lagi merangkai kata indah untuk menyampaikan keinginanku dalam mengikat wanita. Aku melakukannya karena Allah. Jadi aku memilihmu menjadi istriku, semata-mata karena Allah. Apakah kamu mau menjadi istriku Zahra?" Ulang Fariz membuat Zahra terpaku.
"Bismillahirrahmanirrahim. Aku terima pinanganmu Tuan Fariz. Datanglah ke rumah sakit dan mintalah kepada ibuku secara formal dengan membawa keluargamu." Ujar Zahra lalu pamit dari hadapan Fariz.
"Tunggu Zahra!"
Zahra tidak peduli dengan perkataan Fariz karena dia harus segera menemui ibunya, walaupun saat ini ibunya sedang menjalani operasi.
"Ya Allah, ibu! Aku meminta rejeki kepada Allah, tapi Allah memberikan aku tidak hanya uang Bu, tapi juga jodoh. Semoga tuan itu serius dengan permintaannya." Ucap Zahra lirih ketika sudah berada lagi di depan kamar operasi.
Tiga hari kemudian, di kediaman Reza sedang berlangsung acara aqiqah untuk ke-tujuh orang cucunya. Itu berarti, Reza harus menyembelih sebelas ekor kambing dalam acara aqiqah tersebut.
Acara itu tidak hanya di hadiri keluarga besar Reza dan Andien, melainkan dua keluarga kerajaan dari dua negara besar yaitu kerajaan Maroko dan juga kerajaan Yunani.
Walaupun raja Nerva dan istrinya berbeda keyakinan dengan besannya Reza dan Andien, namun mereka tampak menikmati proses acara aqiqah tersebut.
Bagi kedua kerajaan itu, mendapatkan cucu kembar tiga maupun empat merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka.
Nyonya Pandora sedang asyik menimang cucu perempuannya yang sangat cantik apa lagi sangat mirip dengannya.
"Matamu sangat biru dengan rambutmu terlihat sangat pirang. Kamu seperti boneka hidup. Kau adalah kesayangan ku, Cyra." Ucap ratu Pandora sambil mencium pipi sang cucu gemas.
Davin sangat senang melihat ibunya yang tidak menginginkan hal lainnnya karena lebih lengket dengan putrinya Cyra.
"Mommy! Acara sudah di mulai, tolong bawa baby ke dalam karena rambutnya akan segera di cukur.
"Kenapa harus dicukur, sayang. Rambut cucuku sangat tebal dan bagus, dia seperti boneka Barbie ku." Keluh nyonya Pandora.
Davin terkekeh melihat sikap ibunya yang sejak tadi tidak mau menggendong cucu yang lain selain Cyra.
__ADS_1
"Ini sudah aturannya ajaran Islam, mommy. Nanti rambut Cyra di timbang, lalu hasil dari timbangannya akan dihargai dengan beratnya emas yang akan di sedekahkan ke fakir miskin.
Insya Allah, tiga bulan lagi rambut Cyra akan tumbuh lebih subur tiga kali lipat dengan rambutnya saat ini." Ujar Davin memberi pengertian kepada ibunya.
"Astaga! Sayang sekali cucuku secantik ini harus digunduli rambutnya."
"Tapi tetap cantik kan seperti Granma?" Goda Davin cekikikan.
Keduanya memasuki tempat acara yang sudah terdengar lantunan ayat suci Alquran. Keluarga Kerajaan khususnya laki-laki mengenakkan baju Koko yang sama dengan pihak keluarga Reza.
Sementara itu bagi perempuan mengenakan baju muslim walaupun jilbab mereka belum rapi seperti muslimah lainnya.
Dari ketiga bayi Camilla, pasangan ini memberikan nama anak mereka yaitu Cyra, David dan Daffa.
Sementara keempat anaknya Calista diberi nama, Celia, Claudia, Farras dan Fahrabby.
Acara itu berlangsung khidmat. Acara yang juga di hadiri anak yatim-piatu dari beberapa panti asuhan dan hampir semua perwakilan kedutaan semua negara yang hadir di acara tersebut.
Dalam dua jam, acara itu akhirnya selesai. Semua tamu undangan kembali ke kediaman mereka masing-masing. Sementara itu, Keluarga Reza berkumpul dengan kedua besannya dari dua negara itu.
"Aku mendapatkan putraku Davin begitu sulit hingga harus mengalami berkali-kali keguguran dan akhirnya menjalani program bayi tabung dan hasilnya adalah putra kami Davin.
Tapi ketika mengetahui Camilla hamil bayi kembar tiga, betapa bahagianya aku dan suami dan sampai saat ini kami sangat bersyukur sudah dikaruniai ketiga cucu kami yang sangat tampan dan cantik." Ucap Ratu Pandora pada besannya Andien.
"Kami juga tidak menyangka, Keluarga ini sangat terpandang. Kami pernah menentang Davin menikahi gadis biasa dan setelah mengetahui siapa menantu kami, Camilla, pandangan kami berubah, bahwa kami tidak butuh status lagi, melainkan kehebatan berpikir dan kecerdasan bertindak." Timpal Raja Nerva memuji menantunya Camilla.
"Justru keberkahan yang tak pernah berhenti sampai saat ini yang kami rasakan sejak kehadirannya menantu kami Calista.
Seorang menantu yang mampu merubah kebobrokan sistem hirarki kerajaan Maroko yang penuh dengan tipu daya para pejabat tinggi yang berasal dari keluarga bangsawan, kini menjadi dinasti kerajaan yang sangat menarik.
Periode Maroko yang lama meninggalkan warisan besar kepada Maroko modern; banyak Kebudayaan Maroko modern yaitu etiket, norma, dan sikap masyarakat terhadap isu-isu politik saat ini, dan bukan hanya bahasa Arab yang menjadi bahasa pengantar namun juga bahasa lainnya di tuntut untuk dipelajari oleh para pelajar dari tingkat bawah hingga tingkat atas agar bisa mensejajarkan pendidikan dengan negara lainnya." Puji raja Hassan.
Walaupun dibanjiri pujian, bukannya membuat Reza merasa bangga, melainkan hatinya makin terasa sempit karena rasa penyesalannya akan masa lalunya menyapanya lagi dirinya kini.
Andai saja saat itu Andien terpengaruh dengan rayuannya dan tidak kuat menahan tekanan sosial saat itu, mungkin ia tidak akan pernah bertemu dengan keempat anaknya dan mendengarkan pujian dari kedua besannya untuk kedua bidadari nya itu.
__ADS_1
Reza tetap bersikap tawadhu di hadapan besannya walaupun mendapatkan banyak pujian. Beruntunglah keluarga besannya sepakat menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi dengan mereka, karena baik Keluarga Andien maupun Reza lebih mengusai bahasa Inggris daripada bahasa lainnya yang hanya dikuasai Andien dan kedelapan anaknya yang kesemuanya memiliki kejeniusan yang sama.
"Terimakasih banyak atas perhatian dan kasih sayang kalian untuk kedua putriku. Semoga kecerdasan yang mereka miliki dapat memberi manfaat untuk kedua kerajaan kalian." Ujar Reza penuh kharismatik.
"Saat ini nama Calista lebih di kenal di Maroko dari pada putraku pangeran Fatih." Timpal ratu Julaikah.
"Hanya Calista yang bisa membungkam para pejabat korup dengan keahliannya dalam mengusut tuntas permainan kotor yang dilakukan para pejabat korup." Ucap pangeran Fatih.
"Mengapa Calista bisa melakukannya?" Tanya raja Nerva.
"Karena Calista adalah seorang pengacara hebat dan seorang ahli forensik. Bukan hanya forensik tubuh manusia, ia bahkan bisa melakukan forensik pada setiap dokumen palsu yang sengaja disisipkan untuk kepentingan pribadi." Jawab pangeran Fatih.
Raja Nerva tercengang mendengar ucapan pangeran Fatih tentang istrinya. Rasa kagumnya makin menjadi pada keluarga besannya.
"Semoga keempat cucuku mewarisi kejeniusan menantuku Calista," Timpal raja Hassan.
"Aku tidak sabar menunggu menantuku Camilla kembali lagi ke Yunani dengan membawa ketiga cucu kembarku." ujar ratu Pandora.
"Kami bersyukur punya Camilla di keluarga kami. Semoga aku diberi panjang umur untuk melihat kehebatan ketiga cucuku " Ujar raja Nerva.
Kedua kerajaan itu sibuk membanggakan kedua menantu mereka yang tak akan pernah habisnya di dengar oleh keluarga besar Reza. Hingga akhirnya Reza berdiri dan meminta perhatian kedua besannya untuk mengumumkan sesuatu.
"Saya minta perhatiannya sebentar saudara-saudaraku. Insya Allah, bulan depan kami akan mengadakan pesta pernikahan untuk kedua putra kami yaitu saudara kembarnya kedua putriku yang bernama Alfarizi dan Al-Ghifari.
Jika berkenan, di mohon kehadirannya dalam acara pernikahan kedua putra kami." Ujar Reza.
"Wah, kapan Fariz mendapatkan jodoh? perasaan kemarin masih dalam pencarian katanya?" Tanya Davin yang duduk bersebelahan dengan Fatih.
"Allah punya kuasa untuk mendatangkan jodohnya lebih cepat dari perkiraan kita.
Kita akan melihat berapa anak kembar yang akan mereka miliki." Ujar Fatih lalu terkekeh bersama dengan Davin.
....
Hari ini crazy up untuk happy ending nya ya say!
__ADS_1