PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
130. Menghentikan


__ADS_3

Davin berhasil menangkap tubuh Camilla yang hampir pingsan karena tidak rela suami adiknya di bawa pergi oleh para prajurit kerajaan.


"Kak Davin, hentikan mereka!"


"Tapi, kondisi kamu saat ini sedang hamil, sayang. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan janin mu." Ucap Davin cemas.


"Hentikan mereka karena Calista saat ini sedang hamil dan usia kandungan kami hampir sama." Ucap Camila sambil menangis.


"Camilla!" Teriak Calista sambil berjalan tertatih-tatih menuju saudaranya yang sedang duduk di lantai.


"Calista!" Sentak Camilla sambil menatap wajah suaminya dengan raut wajah cemas.


"Di mana suamiku?" Tanya Calista sambil cilingak-cilinguk mencari keberadaan suaminya.


"Calista!" Para prajurit Maroko membawa kabur suamimu. Mereka sedang menuju lantai atas, kemungkinan pangeran Fatih di bawa dengan helikopter kerajaan." Ucap Camilla membuat Calista mengepalkan kedua tangannya dengan geram.


Calista mengeluarkan ponselnya dan menghubungi tuan Edgar. Kebetulan selama ini mereka saling berhubungan, walaupun tuan Edgar tidak lagi menjabat sebagai presiden, namun ia masih punya pengaruh besar di negara tersebut.


Tuan Edgar segera menghubungi pihak bandara dan angkatan udara untuk menahan helikopter milik kerajaan Maroko yang membawa pangeran Fatih untuk tidak keluar dari wilayah negara Bogota.


Camilla yang melihat kehebatan saudaranya yang bertindak cepat dengan logikanya daripada perasaannya, menaruh kagum pada pada istri pangeran Fatih ini.


"Kamu pantas menjadi seorang ratu Maroko, saudaraku. Aku tahu hatimu saat ini sedang gusar, tapi kamu tahu cara mempertahankan milikmu dengan kejeniusan mu tanpa harus menangis histeris.


Aku hampir mati di sini karena memikirkan keadaanmu, namun kamu terlihat tenang dan itu sangat elegan." Puji Camilla lirih.


"Seharusnya kamu juga bersikap seperti Calista, sayang! Tidak mudah panik saat suasana dalam keadaan genting seperti ini." Ujar Davin lalu membantu Camilla berdiri.


"Alhamdulillah nya, aku bukan menikah dengan seorang pangeran dan aku tidak perlu tampil sebagai ratu untuk berpikir cepat dalam mencari solusi." Ujar Camilla sambil tersenyum samar.


Deggg...


"Cihh! Belum tahu saja, siapa kamu bagiku, Camilla. Jika kamu tahu aku juga adalah pangeran, maka aku ingin lihat bagaimana reaksi mu nantinya." Batin Davin sambil menarik nafas berat.


Sementara di langit Bogota, kedua pesawat tempur milik angkatan udara Bogota menghentikan helikopter itu.


Pangeran Fatih yang melihat ada pesawat jet tempur milik angkatan udara Bogota langsung tersenyum lega karena dia yakin ini pasti ulah istrinya yang jenius itu.

__ADS_1


"Kalian tidak akan bisa keluar dari sini karena kalian sudah di kepung." Ucap pangeran Fatih membuat pilot dan dua prajurit kerajaan sangat bingung.


Helikopter itu akhirnya turun mencari tanah lapang agar bisa menurunkan pangeran Fatih.


"Kenapa kita dilarang terbang? Bukankah kita sudah mengantongi izin terbang untuk bisa keluar dari wilayah ini menuju negara tetangga." Ucap pilot kerajaan itu.


"Entahlah, sebaiknya kita turun, atau kita akan berurusan dengan angkatan udara negara ini." Ucap prajurit kerajaan.


Akhirnya helikopter itu berangsur turun dan di bawahnya sudah dijemput oleh angkatan darat dengan senjata lengkap.


"Angkat tangan kalian saat turun dari helikopter itu!" Titah Komandan militer angkatan darat pada penumpang helikopter itu dengan menggunakan pengeras suara.


Pangeran Fatih ikut angkat kedua tangannya sambil berjalan dengan perlahan menuju para tentara yang sudah siap menjemputnya.


"Siapa diantara kalian pangeran Fatih?" Tanya komandan militer tersebut.


Pangeran Fatih mengacungkan tangannya dengan sikap sempurna.


"Saya komandan!"


"Prince! Anda ditunggu oleh istri anda di mobil sana." Ucap komandan militer tersebut, sambil mengarahkan tangannya ke arah mobil, di mana Calista bersama tuan Edgar sedang menunggu.


"Jangan kencang-kencang, sayang karena saat ini aku sedang hamil kembar empat." Ucap Calista membuat pangeran Fatih makin kesenangan lalu memutar lagi tubuh istrinya.


"Apaaa..? Kamu hamil juga?" Alhamdulillah."


Calista terkekeh geli dalam gendongan suaminya. Tubuh pangeran Fatih yang mencapai tinggi hampir dua meter itu, kini berjalan menuju mobil sambil menggendong istrinya.


Calista menyembunyikan wajahnya di ceruk leher jenjang pangeran Fatih.


Sementara komandan kerajaan berjalan menuju pangeran Fatih dan meminta maaf kepada pangeran Fatih atas kelancangan nya untuk membawa pulang prince atas perintah kerajaan.


"Maafkan saya yang mulia! Hamba pantas mati."


"Aku akan memaafkanmu dengan syarat, kamu harus menyampaikan berita penting ini kepada ayahku, bahwa saat ini istriku sedang hamil anak pertama kami kembar empat." Ucap pangeran Fatih dengan raut wajah bahagia.


"Apaaa..?" Panglima kerajaan seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya, walaupun sangat jelas ucapan pangeran Fatih yang terdengar olehnya.

__ADS_1


"Siap pangeran Fatih!"


"Sekarang kalian pulanglah, insya Allah, tiga hari lagi saya bersama istri akan pulang ke tanah air Maroko." Ucap pangeran Fatih membuat wajah panglima berbinar namun ia tetap bersikap hormat pada calon raja dan ratu Maroko ini.


"Baik yang mulia!" Hormatnya lalu kembali ke helikopter menuju bandara setempat.


Tuan Edgar mengucapkan selamat kepada pasangan ini yang sedang berbahagia karena telah dianugerahi bayi kembar empat dalam rahim Calista.


"Terimakasih Tuan Edgar!" Saya tidak tahu harus berbuat apa, saat mengetahui suami saya dibawa kabur. Hanya wajah anda yang terlintas di dalam pikiran saya, jadi tuan Edgar lah yang saya hubungi untuk meminta bantuan." Ujar Calista memuji tindakan tuan Edgar yang cepat merespon permintaannya.


"Kamu sudah banyak berjasa pada negara ini Calista, jadi sudah kewajibanku memenuhi permintaanmu di saat dilanda kesulitan." Tukas tuan Edgar.


"Terimakasih Tuan Edgar! Kalau Tuan punya waktu, tolong sempatkan kunjungi negaraku dan berikan kesaksian kepada kerajaan ku, bagaimana kiprah istriku dalam memajukan negara anda, sehingga ia bisa diakui menjadi ratu Maroko." Pinta pangeran Fatih.


"Aku tidak perlu mempromosikan istrimu pangeran Fatih karena sejalannya waktu, Calista mampu menarik perhatian rakyatmu dengan kejeniusan yang dimilikinya.


Dia hanya punya Tuhan dan dirimu saat ini sebagai pendukungnya. Jika kamu kuat, aura kepemimpinan yang dimiliki olehnya akan menular kepada anda prince." Ucap tuan Edgar sambil menepuk bahu pangeran Fatih.


Mereka akhirnya pamit dan kembali ke mobil masing-masing. Tuan Edgar meminta beberapa personil angkatan darat mengawal pasangan itu sampai ke mansion milik Andien.


Setibanya di mansion, Andien dan Reza menyambut keduanya dengan penuh haru. Mereka tidak bisa menyusul ke rumah sakit karena dilarang oleh pasukan keamanan yang dikirim presiden negara itu untuk menjaga keluarga Andien dari tindakan brutal prajurit kerajaan Maroko.


"Alhamdulillah terimakasih ya Allah! Akhirnya kalian kembali dengan selamat." Ucap Andien.


"Mama, ayah! Calista hebat, langsung menghubungi orang penting untuk mendapatkan suaminya kembali." Puji Camilla sambil menatap wajah cantik saudaranya yang terlihat tetap tenang.


"Mama yakin Calista sangat cerdas dalam menanggulangi masalah." Ucap Andien.


"Jelas saja semuanya bisa di kendalikan sama Calista, Bukankah dia adalah google berjalan?" Timpal Al.


Semuanya terkekeh di tengah kecemasan mereka sebelumnya.


"Mama, Calista juga hamil kembar empat."


"Hahhhh...?"


Semuanya spontan bengong karena Camilla dan Davin belum menyampaikan berita gembira itu kepada keluarga besar mereka.

__ADS_1


....


like dan vote nya cinta 🙏🤗


__ADS_2