PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
141. Hilangnya Alat Bukti!


__ADS_3

Dengan ditemani oleh dua orang pengawal istana, pelayan Rachel mendatangi tempat laundry di mana ia menyimpan ponselnya.


Namun betapa terkejutnya Rachel, saat melihat ponsel miliknya sudah tidak ada di sana. Ia sampai membongkar tempat itu, namun sayang tidak ditemukan juga benda pipih itu.


"Ya Allah di mana ponselku? sebelumnya aku simpan di sini?" Suara parau bercampur takut Rachel, ketika tidak menemukan ponsel miliknya.


Rachel menceritakan kepada dua pengawal istana itu bahwa ponselnya sudah raib entah ke mana. Dua pengawal itu membawa lagi Rachel menghadap raja Hassan.


"Yang Mulia! Aku sudah mencari ponselku yang aku simpan di ruang laundry, tapi tidak ditemukan juga." Ucap Rachel dengan tubuh gemetar.


"Yang Mulia! gadis ini telah menipu kita yang Mulia. Sebaiknya hukum saja dia karena telah membuat keonaran dalam istana." Ujar penasehat Abdurahman.


"Yang Mulia. Maafkan saya yang mulia. Demi Allah saya berkata sebenarnya. Saya menyaksikan bahwa putri Ruqoya sendiri yang meminta dua orang bagian dapur istana, dayang istana mengantarkan makanan yang berasal dari dapur pribadi miliknya putri Ruqoya untuk diantarkan kepada putri Calista." Ujar pelayan Rachel sangat gugup.


"Yang Mulia! Wanita ini telah memfitnah keluarga kerajaan. Tanpa ada bukti mana mungkin kita menghukum putri Ruqoya hanya dengan kesaksiannya saja." Ucap Menteri Iddar.


"Bawa dia ke ruang tahanan!" Titah raja Hassan.


Raja Hassan terpaksa tega mengeluarkan perintahnya karena gadis itu tidak memiliki bukti, walaupun ia tahu Rachel berkata benar, tapi permainan politik istana sangat menakutkan jika tidak hati-hati saat bertindak, apa lagi bersinggungan dengan seorang keluarga istana.


Ketika Rachel dibawa keluar dari ruang pertemuan istana atas perintah raja Hassan, Calista masuk ke ruang pertemuan itu di temani suaminya pangeran Fatih.


"Lepaskan dia!"


Bentak Calista pada dua pengawal istana yang sedang menyeret tubuh Rachel yang akan dibawa ke ruang tahanan.


Rachel merasa lega saat berhadapan dengan Calista.


"Putri Calista! Apakah Anda baik-baik saja?" Tanya Rachel senang, walaupun nasibnya sendiri berada di ujung tanduk.


"Alhamdulillah, terimakasih Rachel. Berkat pertolonganmu aku masih hidup sampai saat ini." Ucap Calista pada pelayan yang tulus menyelamatkan jiwanya dari maut.


"Putri Calista. Gadis ini hanya cari sensasi saja, sebenarnya dia tidak memiliki bukti apapun tentang makanan beracun itu. Dia sedang memfitnah keluarga kerajaan demi mendapatkan perhatian dari kerajaan saja. Buktinya ponselnya yang di jadikan alat bukti tidak ditemukan di ruang laundry." Ucap Tuan Uqasya.


"Benarkah?" Bagaimana kalau dia punya bukti Tuan?" Apakah anda tidak takut kalau anda juga di tuduh terlibat dalam percobaan pembunuhan atas diriku yang dilakukan oleh keponakan anda sendiri?" Tanya Calista berang.


Wajah tuan Uqasya terlihat pucat, masalahnya dia sendiri yang meminta orang suruhannya mengamankan barang bukti itu untuk menyelamatkan keponakannya putri Ruqoya.


"Bukan seperti itu yang Mulia. Saya hanya tidak ingin seorang pelayan rendahan seperti gadis ini, tega menjatuhkan nama baik keluarga kerajaan." Ucapnya tegas untuk membela diri.

__ADS_1


"Baik. Jika perkataan gadis ini benar, apakah tuan bersedia meminta maaf kepadanya atas tuduhan tuan yang tidak mendasar padanya?" Tantang Calista menatap tajam wajah tuan Uqasya.


Merasa sangat percaya diri dengan perkataannya karena ponsel Rachel sudah di amankan oleh anak buahnya, Tuan Uqasya dengan gagah menyatakan keberaniannya di depan raja Hassan.


"Saya siap meminta maaf kepada pelayan hina ini di depan rakyat Maroko yang saat ini sedang berpesta." Ucap tuan Uqasya angkuh.


"Terimakasih Tuan Uqasya. Saya sangat salut dengan keberanian anda yang rela tundukan kepala anda untuk meminta maaf pada gadis ini di hadapan rakyat Maroko.


Kalau begitu bersiaplah tuan Uqasya karena saya sendiri yang akan membuktikan kebenaran dari kesaksian gadis ini yang yang telah menyelamatkan hidup saya.


Nona Rachel. Sebutkan nama akun milikmu dan ijin aku untuk meretas akun mu agar bisa melihat video persekongkolan kejahatan yang dilakukan oleh putri Ruqoya padaku!" Pinta Calista.


Semua wajah para menteri yang hadir di ruang pertemuan itu tercengang mendengar ucapan Calista yang mampu melakukan apapun demi mengungkapkan sebuah kebenaran untuk menegakkan keadilan. Apa lagi dia harus menyelamatkan Rachel karena gadis itu sudah menyelamatkan hidupnya.


Rachel merasa terharu. Gadis ini menyebutkan nama akunnya pada Calista. Dalam sekejap Calista sudah meretas akun pribadi Rachel dan melihat video dengan kode tertentu yang sudah ditandai Rachel dengan judul nama Calista sendiri di konten video itu.


Calista menyambungkan ke layar in fokus yang ada di ruang pertemuan itu untuk memperlihatkan adegan putri Ruqoya meminta dua pelayan istana untuk mengantar makanan kepada Calista dan ia juga memberikan kalung berlian miliknya sebagai alat pembayaran pada dua dayang istana itu.


Bukan hanya video kejahatan putri Ruqoya saja yang di tampilkan di layar monitor itu, tapi rekaman bukti tuan Uqasya meminta anak buahnya melalui pesan singkat yang terdapat di ponselnya.


Rupanya Calista juga meretas semua akun para menteri dan pejabat lainnya untuk mendapatkan bukti lain orang yang terlibat dalam aksi kejahatan yang dilakukan mereka padanya.


Lagi-lagi, istana menjadi kacau. Tuan Uqasya yang awalnya hanya menyelamatkan keponakannya dari jeratan hukuman istana walaupun dia sendiri tidak terlibat langsung dalam upaya rencana licik keponakannya itu pada putri Calista, namun ia harus terlibat dalam permainan kotor itu.


"Sial! Tau nasibku akan berakhir seperti ini, mungkin aku tidak akan melakukan kegilaan selanjutnya. Ini sama saja masuk ke perangkap sendiri." Gerutu Tuan Uqasya dengan bibir komat kamit menahan kesal atas kebodohannya sendiri.


"Bagaimana Tuan Uqasya?" Tanya Calista saat putaran video itu berakhir.


Tuan Uqasya hanya tertunduk malu. Ia tidak bisa lagi memperlihatkan taringnya karena Calista memiliki segala cara untuk mengungkapkan kebenaran dari setiap kejahatan sekecil apapun yang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat langsung dalam kegiatan istana.


"Maaf saudara-saudara sekalian yang bekerja di istana ini! bersiaplah untuk tidak bermain-main dengan kerajaan karena setiap langkah kalian dan juga ponsel kalian bisa saya retas kapan saja bila kalian terlibat kejahatan dalam istana ini.


Jadi jangan merasa sudah aman dariku karena aku belum sepenuhnya percaya dengan kinerja kalian sampai kalian sendiri melakukan tugas kalian karena Allah bukan karena kerajaan ini." Ucap Calista membuat para menteri baru yang terpilih dan para pejabat lainnya yang ada di dalam ruangan itu harus siap menerima konsekuensi mereka sebagai pejabat istana.


Apa lagi gaji yang diberikan kepada mereka tiga kali lipat dari gaji sebelumnya karena beratnya resiko yang mereka emban kan dalam menjalankan tugas mereka sebagai apapun sesuai dengan keahlian yang mereka miliki.


Hanya hari ini saja mereka baru mengetahui jika Calista tidak serta merta membiarkan mereka begitu saja menjalankan amanahnya dalam dunia pemerintahan di masa kejayaan yang dipegang oleh ayah mertuanya raja Hassan.


Karena gerak gerik mereka masih diawasi oleh gadis itu dengan meretas ponsel mereka agar tidak berbuat curang saat menjalankan tugas.

__ADS_1


"Sial! Gadis ini sudah membuat nafas kita terasa sesak. Kita tidak bisa lagi melakukan pemberontakan untuk menyingkirkan dirinya dari istana ini." Gumam salah satu menteri kerajaan yang masih keluarga bangsawan.


Sementara itu Rachel akhirnya dibebaskan oleh Calista namun gadis ini harus mendengarkan permintaan maaf dari tuan Uqasya di hadapan rakyat Maroko.


Sedangkan di tempat yang berbeda, putri Ruqoya dan dua dayang istana sudah ditangkap oleh prajurit istana dan di bawa ke sel tahanan ruang bawah tanah untuk menerima hukuman mati setelah terbukti ketiganya dengan sengaja ingin membunuh putri Calista.


Lagi-lagi, permainan putri Calista dalam istana ini mengundang decak kagum raja Hasan dan istrinya ratu Julaikah. Mereka sangat bersyukur memiliki menantu hebat seperti Calista.


"Suamiku, jika waktu bisa berputar kembali, ingin rasanya aku sendiri melamar menantu kita Calista secara terhormat kepada orangtuanya." Ucap ratu Julaikah.


Sebaiknya kita mengundang besan kita ke sini istriku karena mereka telah memberikan putri mereka yang hebat itu untuk menjadi ratu masa depan kerajaan Maroko." Timpal raja Hassan penuh kebanggaan.


Usai menyelesaikan permasalahan kerajaan, pangeran Fatih mengajak Calista untuk kembali beristirahat. Karena saat ini Calista terlihat makin lelah dengan serentetan permasalahan yang harus ia hadapi dalam kondisi hamil yang tidak hanya membawa satu bayi dalam rahimnya melainkan empat bayi sekaligus.


Pangeran Fatih mendoakan keselamatan istri dan keempat anaknya agar kuat bertahan sampai menjelang persalinan.


Di halaman istana, teriakan kebanggaan rakyat Maroko pada putri Calista sebagai peri penyelamat kehidupan mereka.


"Hidup ratu Calista!"


"Hidup ratu Maroko!"


...----------------...


Malam akhirnya datang juga. Tubuh-tubuh lelah itu kembali ke kediaman mereka masing-masing untuk mengistirahatkan diri. Wajah puas dan kegembiraan menghiasi hati mereka setelah melewati pesta hari terakhir di alun-alun istana dengan menyaksikan seorang pejabat istana yang meminta maaf kepada Rachel atas tuduhan bodohnya pada gadis pemberani itu menjadi tontonan menarik rakyat Maroko.


Begitu pula pasangan fenomenal calon ratu dan raja Maroko ini sudah berada di atas peraduan empuk milik mereka untuk berkisah kasih di dalam sana. Taburan bintang di angkasa semakin semarak menandakan malam ini langit cerah.


"Sayang, aku meminta maaf karena aku sebagai pangeran dan juga suamimu sudah membuatmu terus terlibat dalam menumpas kejahatan di tubuh istana.


Di tambah lagi aku tidak bisa menjagamu setiap waktu dari marah bahaya yang setiap saat menghadang dirimu." Ucap pangeran Fatih saat keduanya sudah istirahat tenang di malam hari.


"Aku sudah memilih jalanku sendiri menjadi istrimu pangeran suami. Aku sudah mempersiapkan diriku dengan segala resiko yang akan aku hadapi di istana ini.


Aku hanya mengandalkan Allah dalam kehidupanku saat mendampingi dirimu. Jadi jangan terlalu cemaskan aku. Justru aku hanya meminta ridho darimu sebagai suamiku, sayangkuh." Ucap putri Calista tulus.


Pangeran Fatih, memagut bibir istrinya. Ciuman penuh rasa kasih sayang berubah menjadi ciuman panas yang memabukkan. Keduanya melepaskan lelah mereka dengan percintaan panas yang saat ini mereka lalui di malam syahdu ini.


.....

__ADS_1


Terimakasih untuk vote dan like nya cinta 🙏🤗


__ADS_2