PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
145. TAKJUB


__ADS_3

Ratu Pandora yang merupakan ratu Yunani itu menyambut kedatangan putranya dengan pesta kecil. Ia sedikit terhibur saat mengetahui menantunya saat ini sedang hamil tua.


Rupanya ketidak jelasan berita yang didapatkannya tentang usia kehamilan Camilla yang saat ini baru berusia lima bulan dikira mereka sudah memasuki usia sembilan bulan.


Raja Nerva yang tidak begitu antusias menyambut kedatangan putranya karena telah menikahi seorang wanita muslim, membuatnya enggan untuk bersikap manis pada keduanya.


Ia begitu takut kerajaan ini akan terancam dengan sikap putranya yang menikahi seorang gadis biasa saja bukan selevel dengan mereka.


Sementara Davin masih menyembunyikan keyakinannya agar keluarga besarnya tidak mengetahui jika Davin sudah memeluk agama Islam mengikuti keluarga dari nenek moyangnya yang berasal dari Indonesia, yaitu salah satu istri dari kakeknya.


Tiba di istana, bentangan karpet merah sepanjang halaman istana hingga memasuki pintu istana tersebut.


Camilla begitu percaya diri melangkah dengan elegan sambil menggandeng lengan suaminya. Dibandingkan dengan Calista yang pembawaannya tenang, Camilla terlihat lebih berani dengan sifat yang sedikit arogan dan sinis.


Keluarga istana menyalami pasangan ini dengan suka cita. Nyonya Pandora yang sangat kangen dengan putranya memeluk erat Davin dengan penuh haru. Keluarga besar kerajaan berdiri berderet menyambut pasutri tersebut.


"Sayang! Hanya demi seorang wanita kamu tega meninggalkan keluargamu tanpa ada kabar tentang keberadaanmu." Ucap ratu Pandora dengan bahasa setempat.


"Maafkan Devino mommy! dan tolong jaga ucapan mommy karena istriku mengusai bahasa Yunani." Ucap Davin setengah berbisik di kuping ibunya membuat ratu Pandora tercengang.


Iapun sedikit mendorong tubuh putranya dan beralih kepada Camilla yang berdiri santai menunggu gilirannya di sambut oleh ibu mertuanya itu.


"Selamat datang menantuku!"


Sapa ratu Pandora sambil memeluk Camilla dengan kata-kata yang penuh basa-basi.


Camilla tersenyum tulus walaupun hatinya tahu bahwa keberadaannya tidak begitu diharapkan di istana ini.


"Terimakasih mommy. Apa kabar mommy dan Daddy!"


Tanya Camilla terlihat akrab kepada kedua mertuanya setelah mengalami mereka.


"Baik menantu!" Ujar ratu Pandora .


"Ini kelurga besar suamimu, menantu. Kamu bisa berkenalan dengan mereka lain waktu karena kamu masih lelah." Ujar ratu Pandora.


Keluarga itu duduk di ruang khusus untuk keluarga kerajaan saat berkumpul. Keluarga yang lain hanya menyebutkan nama mereka untuk memperkenalkan diri pada Camilla tanpa menyalami ibu hamil itu.


Camilla menghafalkan nama mereka satu persatu dengan tidak lupa menandai wajah mereka dalam ingatannya. Obrolan santai mulai terjadi antara mereka.


"Menantu! mengapa kamu sangat berani menempuh perjalanan jauh dengan usia kandungan yang sudah cukup tua. Apakah kamu tidak takut tiba-tiba melahirkan cucuku diperjalanan dan itu sangat tidak bagus untuk kesehatannya." Tegur raja Nerva dengan wajah datar.

__ADS_1


"Maaf Daddy! Kehamilan Camilla baru berusia lima bulan." Ujar Davin.


Deggg...


"Mana mungkin lima bulan sebesar itu, sayang? apakah gadis ini sedang sakit atau kamu ingin menipu kerajaan dengan menutupi usia kehamilan istrimu?" Sergah ratu Pandora.


"Istriku saat ini sedang mengandung bayi kembar tiga." Ujar Davin membuat semua mata yang hadir di situ sontak melebar.


"Apa..? Kembar tiga?" Ratu Pandora memastikan lagi pendengarannya.


Wajah sinis dengan basa-basi yang awalnya ditampakkan kepada Camilla saat menyambut menantunya itu, kini berubah tiga ratus enam puluh derajat saat mengetahui mereka akan mendapatkan cucu kembar tiga dari Camilla.


Rasa takjub pada Camilla yang bisa memberikan mereka tiga cucu sekaligus membuat wajah kedua orangtuanya Davin berubah bahagia.


Sikap mereka langsung berubah ramah pada sang menantu yang terlihat cuek dan hanya mengikuti arus permainan kedua mertuanya ini.


"Loe jual, gue beli. Aku tergantung kepada mood kalian. Jika kalian baik padaku, aku akan lebih baik lagi pada kalian tapi, jika kalian jahat aku tidak akan menundukkan kepalaku kepada kalian." Batin Camilla.


"Istriku! ajak menantu dan putra kita untuk makan siang bersama keluarga besar." Pinta raja Nerva yang mulai lunak pada Camilla.


Ratu Pandora menggandeng tangan Camilla menuju ruang makan di dampingi oleh putranya Davin yang tetap mengawasi istrinya.


Jenis hidangan yang terdiri dari Keju Feta, Greek salad, roti pita, Tzaziki, sovlaki, Mousakka, Spanakopita, Kourabiedes.


"Camilla! silahkan menyantap makananmu. Apakah kamu mengira kami sedang meracuni mu?" Tanya raja Nerva heran dengan sikap menantunya.


"Jika aku mati karena racun yang ada di makananku itu, mungkin jauh lebih baik ayah mertua, daripada aku harus memasukkan makanan haram dalam perutku yang akan membawaku ke neraka karena melanggar hukum agamaku yang melarang mengkonsumsi makanan haram." Ujar Camilla.


"Kami tidak menyiapkan daging babi di atas meja makan ini menantu." Timpal ratu Pandora.


"Bukan masalah daging haram itu mommy. Tapi cara pengolahannya dengan pemakaian bumbu apa saja yang terkandung didalam makanan ini yang bisa saja ada zat-zat haram yang ikut masuk ke dalam makanan ini yang menjadi berkurang nilai kehalalannya." Timpal Camilla yang masih protes dengan hidangan yang tidak terjamin kehalalannya.


"Camilla." Kami sudah mengetahui kalau kamu adalah seorang muslim sejati. Walaupun keyakinan kita berbeda kami tahu cara memperlakukan seorang tamu muslim jika diundang ke istana ini.


Kamu bukan satu-satunya orang muslim yang duduk makan di sini, tapi sudah banyak tamu negara muslim yang kami sambut dengan menyajikan makanan halal untuk mereka dan kami juga memperlakukan kamu seperti mereka yang sama agamanya denganmu." Ucap raja Nerva.


Camilla melirik suaminya yang sedari tadi melihat dirinya hanya mempertimbangkan halal dan haramnya hidangan di depan mereka.


"Makanlah sayang! Ini aman untuk kita berdua." Pinta Davin lembut.


Akhirnya Camilla membaca doa makan terlebih dahulu dan berlindung diri dari Allah atas makanan yang akan ia santap.

__ADS_1


"Ya Allah. Engkau maha melihat dan mengetahui segalanya. Lindungi aku dari makanan ini jika masih ada unsur haram di dalamnya dan ampunilah aku karena sedang berada di lingkungan yang berbeda." Batin Camilla.


Keluarga itu akhirnya menyantap makan siang mereka dengan tenang. Beruntunglah Camilla, kehadiran ketiga bayinya merubah kebekuan hati kedua mertuanya yang awalnya tidak menyukainya, kini sangat bangga pada dirinya.


Namun belum juga rasa tenang yang ia rasakan usai menikmati makan siang itu. Tantenya Davin yaitu Putri Aura, adik kandung dari ayahnya Davin tapi lain ibu.


"Camilla! Apakah kamu pernah berkunjung sebelumnya di negara ini dan mengapa kamu bisa mengusai bahasa Yunani? apakah karena ingin memiliki seorang pangeran seperti ponakan ku membuatmu ikut kursus bahasa Yunani?" Tanya putri Aura sinis.


"Maaf Tante Aura! bukan hanya negara ini saja yang sudah aku injak tanahnya, tapi hampir semua belahan bumi ini yang sudah aku datangi karena kekayaan kedua orangtuaku dan jabatan ibuku yang pernah menjadi orang kepercayaan penguasa nomor satu di Bogota Columbia karena kejeniusannya. Jika kalian begitu angkuh dengan status sosial yang kalian sandang sebagai keluarga bangsawan, tapi kalian lupa satu hal bahwa uang adalah raja di dunia ini yang bisa di miliki oleh banyak orang tanpa memiliki status raja dan atribut kebangsawanan.


Karena dengan uang dan jabatan orang bisa beli segalanya yang ia sukai dan mendatangi tempat mana saja yang ia kehendaki. Apa lagi memiliki orangtua pejabat dan pengusaha bisa memanjakan aku hingga kedudukan aku dan saudaraku hampir sejajar dengan keluarga bangsawan lainnya. Tapi hanya satu yang tidak bisa di beli dengan uang yaitu iman. Keyakinan bisa di pengaruhi oleh duniawi namun tidak dengan iman seseorang yang sangat kuat pada Tuhannya.


Dan aku tidak perlu berusaha keras belajar bahasa Yunani hanya untuk mendapatkan suamiku ini, karena bahasa yang aku kuasai saat ini adalah sepuluh negara. Mungkin kehebatan mu seorang putri bangsawan tidak mungkin menyaingi aku seorang wanita biasa.


Dan satu hal lagi yang perlu Tante Aura ketahui. Aku tidak pernah bercita-cita akan menikah dengan seorang pangeran manapun bahkan di mimpi ku sekalipun karena tidak ada ambisi untuk itu. Bagiku mendapatkan keponakanmu adalah sebuah anugerah terindah dari Tuhanku.


Glekkkk...


"Sial! Ternyata gadis ini punya taring juga." Umpat putri Aura.


"Bagaimana bisa kamu mengusai sepuluh bahasa dari berbagai negara?" Tanya Raja Nerva yang belum banyak mengetahui sepak terjang menantunya Camilla.


"Di saat usia tujuh tahun aku dan ketiga saudara kembarku sudah mengusai lima bahasa dari berbagai negara dan seiringnya waktu aku mulai belajar bahasa negara lainnya. Di usia tujuh tahun kami berempat sudah menempuh pendidikan perguruan tinggi. Di usia sepuluh tahun kami sudah mendapatkan gelar S2 dan usia 15 tahun sudah meraih gelar doktor.


Di kampus itulah aku pertama kali bertemu dengan putramu Davin yang nekat melamar ku di saat usiaku masih sepuluh tahun saat itu. Tepatnya di perpustakaan universitas ternama di Bogota Kolombia." Ujar Camilla membuat semuanya terpana.


Uhuk..uhuk!


Raja Nerva terbatuk-batuk saat menyicipi wine sambil mendengarkan penjelasan menantunya.


"Pelan-pelan minumnya ayah mertua! Karena masih banyak lagi fakta menarik lainnya tentang menantu mu ini , yang mungkin ayah mertua dan keluarga kerajaan ini yang belum banyak mengetahuinya.


Jika kalian sudah mengetahuinya, mungkin pandangan kalian akan berubah stigma buruk tentangku yang nekat menikah dengan putra kalian yang belakangan aku baru mengetahui bahwa dia adalah seorang putra mahkota.


Itupun baru dua malam yang lalu aku mengetahuinya. Bukankah begitu kenyataannya suamiku?" Tanya Camilla pada Davin yang sedari tadi menikmati ocehan istrinya dengan keluarga besarnya.


Degggg..


.....


Vote dan like nya cinta 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2