
Pagi itu Reza berangkat ke Amerika untuk menghadiri pertemuan dengan para investor asing yang bekerja sama dengan perusahaan miliknya.
Reza berangkat sendiri tanpa ditemani asisten pribadinya Rendy. Banyak hal yang mereka bahas setelah Reza menjelaskan pencapaian apa yang didapat dari investor asing pada perusahaan miliknya dari setiap saham yang mereka miliki saat ini di perusahaan miliknya melalui presentasi.
Usai mencapai kesepakatan, pria tampan ini mengobrol sebentar dengan beberapa pemilik saham yang cukup besar di perusahaan miliknya. Karena room hotel akan dipakai lagi oleh orang lain keduanya sepakat untuk duduk di cafe terbuka yang menyatu dengan lobi hotel sehingga bisa melihat para pengunjung hotel yang lalu lalang di depan mereka.
Reza memesan kopi latte dan dua teman lainnya memesan minuman wine. Reza tidak pernah lagi mengkonsumsi alkohol sejak ia mengetahui Andien hamil.
Ia memilih hidup sehat sampai saat ini agar bisa melihat anaknya yang dipertahankan oleh Andien saat itu untuk tidak menggugurkannya.
Reza mengobrol santai dengan dua temannya hingga dua temannya berhenti bicara ketika melihat seorang wanita yang begitu anggun dan kharismatik sedang memasuki lobi hotel di kawal oleh empat orang perwira belakangnya.
"Wow!" Cantik sekali gadis itu!" Puji Tuan Richard sambil menatap wajah cantik gadis itu.
Reza menengok ke arah gadis yang dibicarakan oleh temannya dan betapa terkejutnya Reza, ketika melihat gadis itu.
"Andieeennnn?" Gumamnya lirih dengan penuh kekaguman pada wanitanya yang sering membuat ia sulit tidur hanya memikirkan gadis itu.
Mata Andien yang begitu jeli melihat kehadiran Reza yang sedang duduk di cafe itu melihat ke arahnya. Andien melewati dirinya dengan wajah datar namun sedikit mengangguk hormat pada Reza.
Deggg....
Bagai terhipnotis ketiga lelaki itu tercengang tanpa kata melihat sosok jenius sedang menyapa mereka dengan anggun.
"Wah! dia mengangguk hormat padaku." Tuan Richard kelihatan GR dengan hormatnya Andien yang ditujukan pada Reza.
"Andien, ternyata kamu makin cantik dan begitu kharismatik membuatku kembali jatuh cinta kepadamu." Gumam Reza yang tetap menatap punggung Andien hingga masuk ke pintu lift.
__ADS_1
Rupanya jantung keduanya saat ini sedang berdetak dengan sangat kencang. Reza senyum-senyum sendiri dan merasa sangat bahagia, hingga dua temannya itu pamit kepadanya.
Reza berdiri untuk melepaskan kepergian dua temannya kembali ke perusahaan mereka. Reza kembali ke kamarnya dengan hati yang berbunga-bunga.
"Andien, tatapanmu begitu dingin tapi tidak mengurangi kecantikanmu sedikitpun. Kapan aku bisa menyentuh wajah cantik itu lagi. Kelihatannya pekerjaanmu penuh banyak resiko, tapi mengapa kamu menjadi orang penting untuk negara ini Andien. Pengawalmu saja adalah orang-orang terlatih. Oh iya, anakku, apakah kalian tinggal di Amerika?" Reza menerka-nerka apa yang ada di isi kepalanya.
Sementara di dalam room meeting, Andien begitu gelisah karena pertemuannya dengan Reza menyita perhatiannya dan saat ini wajah lelaki itu bermuara di hati dan pikirannya.
Reza yang sudah mengetahui pekerjaan wanitanya tidak ingin mengetahui apapun tentang gadis itu. Dia hanya ingin agar bisa bertemu dengan wanita itu lagi.
🌷🌷🌷🌷🌷
Malam itu beberapa perwira mengadakan jamuan makan malam bersama dengan Andien sebagai tamu negara. Mereka. makan malam di restoran hotel itu. Para penghuni hotel juga menyantap makan malam mereka bersama dengan para petinggi negeri tersebut.
Andien yang memakai dress warna hijau metalik terlihat cantik dengan memakai anting dan kalung emas bertahtakan berlian bertengger indah di lehernya yang jenjang. Ia yang baru mau turun ke lantai restoran tidak sengaja berpapasan dengan Reza.
Reza berharap waktu berhenti sesaat bersama dengan lift yang sedang mereka naikin.
Belum sempat keduanya menyapa, pintu lift lantai berikutnya dengan banyak orang di depan lift itu membuat Andien dan Reza terdesak ke belakang.
Kesempatan itu di gunakan Reza untuk menggenggam tangan wanitanya saling menautkan jari-jari keduanya tanpa ada kata atau menatap satu sama lain.
Hanya dengan ini keduanya merasakan cinta yang besar yang masih tersisa untuk mereka hanya sayang Andien yang belum siap memaafkan perbuatan Reza pada dirinya.
Rupanya malam itu penghuni hotel yang satu lift dengan mereka sama-sama menuju lantai restoran bersama mereka. Pintu lift terbuka. Reza mengecup pipi Andien sekilas lalu melepaskan tautan jarinya dari tangan Andien.
Sebenarnya Andien merasa sangat kecewa, dia ingin berharap lebih banyak pada Reza seperti biasanya. Suka memaksa dan merengek. Entah mengapa Andien merindukan perbuatan Reza seperti itu.
__ADS_1
Semua penghuni hotel berjalan menuju meja yang masih kosong. Reza menduduki mejanya dan kursi Andien di tarik oleh salah satu perwira tampan yang memiliki jabatan penting di angkatan udara menyambut Andien dengan ramah. Bukan hanya itu setangkai bunga mawar di berikan kepada Andien.
Raut wajah perwira itu begitu berbinar-binar saat ia menyampaikan perasaannya pada Andien melalui bunga. Andien sebenarnya tidak suka dengan perlakuan itu namun ia tidak tega mempermalukan perwira itu di hadapan teman-temannya.
"Terimakasih!" Ujar Andien dengan wajah datar seperti biasanya.
Reza mengepalkan kedua tangannya melihat adegan itu yang saat ini sedang membakar hatinya. Beginikah rasanya cemburu. Tapi Reza ingat suatu hal melihat dari adegan itu.
"Jika Andien berani menerima bunga itu berarti Andien belum menikah dengan siapapun. Dia masih singel dan oh, itu berarti aku punya kesempatan untuk merebut kembali hatinya dan putraku." Gumam Reza lirih dan tersenyum penuh arti ke arah Andien yang sedang menatapnya juga.
"Nona Andien, apakah kamu mau mencoba stik ini?" Tanya lelaki tampan yang bernama Harry itu.
"Maaf tuan!" Saya seorang muslim makanan untuk saya sudah disediakan oleh pihak hotel sesuai dengan arahan saya yang bebas dari zat haram bukan hanya dagingnya saja tapi alat masuknya juga tidak bercampur dengan daging yang sudah di haramkan oleh agama kami." Andien menjelaskan secara rinci aturan agamanya pada lelaki non muslim yang sedang menawarkan daging sapi untuknya.
"Tapi ini daging sapi, bukankah agamamu memakan ini?" Sanggah tuan Harry.
"Tapi aku tidak tahu, apakah sapi ini disembelih dengan menyebutkan nama Tuhanku atau tidak." Timpal Andien tegas.
Reza yang mendengar penuturan. Andien begitu kagum mempertahankan akidahnya ditengah masyarakat mayoritas non muslim.
Tidak lama makanan untuk Andien di datangkan agak lama karena di masak oleh chef yang beragama Islam yang berasal dari Turki.
"Ini makananku karena ada nasinya. Aku tidak bisa kenyang dengan memakan roti gandum." Ucap Andien lalu menyuapkan makanan miliknya ke mulutnya sambil menatap wajah tampan Reza yang sedang menatapnya.
Reza mengedipkan matanya ke arah Andien untuk menggoda gadis itu. Andien melemparkan pandangannya dengan wajah bersemu merah. Dan para koleganya yang sedang bersamanya saat ini tidak menyadari itu termasuk tuan Harry yang menahan kecewa ketika mengetahui Andien seorang muslim.
Andien pamit untuk ke toilet setelah menyantap makanannya.
__ADS_1