PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
86. Hilangnya Calista


__ADS_3

Kembar empat nampak asyik bermain bangunan rumah di atas pasir pantai. Sementara Adam, Agam dan Jody sedang berselancar di atas ombak pantai yang sangat menakjubkan.


Reza tetap setia menemani sang istri yang duduk bercengkrama dengan keluarga yang lain yang saat ini sedang membuat rujak ulek untuknya.


Sementara Rendy masih sibuk berkoodinasi dengan para pembisnis lain yang ada di luar negeri hingga tidak menyadari Ratih sangat kesal dengannya.


"Saat aku butuh dicuekin, giliran aku cuekin didekati, dasar lelaki payah!" Gerutu Ratih lalu sibuk lagi dengan ponselnya.


Calista yang terlihat bosan dengan permainannya memilih untuk kembali ke kamar resort untuk mengambil bukunya.


Gadis itu tidak pamit pada saudaranya yang tengah asyik membuat bangunan rumah mereka masing-masing.


Setibanya di depan pintu kamarnya, seorang wanita hamil sedang membawa beberapa barangnya yang terlihat sangat merepotkan.


Calista yang melihat itu mencoba mendekati wanita muda itu dan menawarkan diri untuk menolong.


"Apakah mau dibantu, Tante?" Tanya Calista sambil tersenyum pada Tante itu.


"Boleh sayang!" Tolong bantu Tante bawa dua buku ini." Ucapnya lalu memberikan buku tebal pada Calista.


Wanita itupun menarik kopernya berjalan menuju kamarnya yang paling ujung dan Calista mengikutinya.


"Apakah Tante sedang hamil?" Tanya Calista ketika mereka sudah berada di kamar wanita muda itu.


"Iya cantik, ngomong-ngomong siapa namamu?"


"Calista!"


"Nama yang cantik, secantik orangnya. Terimakasih Calista! karena sudah membantu Tante." Ucap wanita itu ramah.


Calista yang sangat tertarik dengan buku mencoba membuka buku itu dan membacanya dengan cepat.


Ketika Calista lengah, wanita itu mulai melancarkan aksinya dengan beberapa orang anak buahnya yang menyamar menjadi housekeeping hotel itu.


Mereka membekap mulutnya Calista dengan obat bius yang dibubuhkan di sapu tangan. Calista langsung pingsan ditempat.


Gadis kecil itu di masukkan ke dalam boks laundry yang biasa digunakan untuk menyimpan seprei kotor dari tiap kamar lalu di dorong keluar oleh petugas hotel menuju tempat laundry hotel.


Camilla mulai menyadari kalau Calista tidak ada bersama mereka. Ia menyapu pandangannya ke sekelilingnya namun tidak ditemukan Calista.


"Apakah kalian melihat Calista?" Tanya Camilla pada kedua saudara lelakinya.


"Tidak!" Jawab Al acuh.

__ADS_1


"Ayahhhhh!" Di mana Calista?" Tanya Camilla sambil menghampiri ayahnya yang sedang duduk menemani mamanya.


"Mungkin ia ada di kamar." Ucap Reza lalu ikut membantu putrinya mencari Calista.


Setibanya di kamar Camilla tidak menemukan Calista dan Reza menghubungi keluarganya yang lain yang masih duduk di tepi pantai, kalau saat ini Calista menghilang.


"Astaga!" Pekik nyonya Yuni ketika tahu Calista tidak ada di manapun.


Rendy langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan hotel untuk mencaritahu keberadaan Calista dengan menyebutkan ciri-ciri fisik putrinya Reza tersebut.


Andien berusaha tenang karena ia sedang menjaga kondisinya yang lagi hamil muda dengan tubuhnya yang masih dalam masa pemulihan agar mengalami drop lagi.


ketiga pamannya berhenti dari berselancar ketika di beri aba-aba oleh Rania dengan tangannya. Ratih menarik tangan Rendy untuk Ikut mencari.


"Berhentilah menghubungi siapapun dan ikutlah mencari keponakanku!" Bentak Ratih.


Keduanya berlari ke arah tempat yang mungkin di lalui Calista.


Pihak keamanan memutar mundur video rekaman CCTV yang mungkin menangkap tubuh Calista.


Sayangnya CCTV sudah dimatikan tepat di menit penculikan itu terjadi dan dinyalakan setelah dinyatakan aman. Ketiga saudara Calista meminta pendapat mamanya untuk menggunakan aplikasi secret Detektor agar bisa menemukan Calista.


"Mama!" Kita sudah mencari keberadaan Calista hampir satu jam tidak ditemukan di manapun. Jika kita melaporkan kepada pihak berwajib, pasti di suruh. menunggu sampai 24 jam." Ucap Al. baru di tetapkan sebagai orang hilang.


"Maksudnya, kalian ingin menggunakan aplikasi Secret Detektor?" Tanya Andien.


"Masalahnya aplikasi kalian belum direkomendasikan di negara ini, atau lebih tepatnya belum di legalkan di sini.


Kecuali kita meminta otoritas pemerintah setempat untuk menggunakan satelit di negara ini." Imbuh Andien.


"Gunakan otoritas mama untuk menyelamatkan Calista!" Pinta Fariz.


"Masalahnya, mama tidak bekerja untuk negara ini sayang." Timpal Andien.


"Hubungi tuan Edgar untuk menghubungi pemerintah sini agar diijinkan untuk masuk ke satelit milik wilayah Indonesia." Ujar Camilla.


"Baiklah sayang. Tunggu sebentar!" Andien segera menghubungi tuan Edgar dan menceritakan kronologi kejadian hilangnya Calista di area resort.


Tuan Edgar yang mengerti kecemasan stafnya itu segera menghubungi departemen yang berwenang dengan menceritakan tentang putri bangsa mereka saat ini sedang mengalami musibah.


Awalnya mereka tercengang karena Andien bekerja untuk negara lain, tapi mereka pun merasa bangga karena seorang putri bangsa ini membawa harum nama bangsa karena prestasinya.


Akhirnya mereka mengijinkan untuk menggunakan satelitnya agar bisa mencari Calista atas ijin orang nomor satu negara ini.

__ADS_1


Reza menghembuskan nafasnya kasar karena tidak menduga bahwa keberadaan mereka menjadi terancam saat ini, terutama keempat anaknya.


Setelah mendapatkan ijin dari pemerintah setempat, akhirnya Andien segera membuka laptop miliknya dan mulai membuka aplikasi Secret Detektor dan melihat pergerakan Calista dari pantai hingga bicara dengan seorang wanita.


"Mas Reza!" Calista diculik." Ucap Andien sambil memperlihatkan layar laptop miliknya ke suaminya.


"Bukankah kamar ini ada di ujung kamar kita?" Ucap Reza sambi menatap kedua wajah adik iparnya.


Adam dan Agam segera ke kamar itu dengan bantuan pihak petugas hotel untuk membuka kamar itu jika tidak ada jawaban.


Andien dan ketiga anaknya masih memperhatikan pergerakan dari kamar itu selanjutnya dan mereka begitu syok, ketika melihat dari kamar itu ada dua orang lelaki yang mendorong kereta laundry seprei kotor dan di curigai kalau Calista ada di dalamnya.


Jody dan Rendy segera ke ruang Loudry hotel dengan petugas keamanan hotel dan di sana tidak ditemukan Calista.


"Mama!" Lihat pergerakan mobil boks itu. Sepertinya itu adalah mobil pengangkut logistik untuk kebutuhan hotel ini.


Ikuti pergerakannya di mana mobil ini berakhir." Pinta Al.


Reza menghubungi beberapa pihak yang berhubungan dengan wilayah keluar masuk kapal, pesawat dan perbatasan wilayah Bali dan Jawa untuk di blokir dan melakukan pemeriksaan pada setiap mobil yang masuk keempat sektor lalulintas angkutan biasa bergerak.


Mobil itu bergerak memasuki wilayah pantai di mana Calista di bawa menggunakan kapal pesiar speed boat yang menuju ke arah pulau komodo.


Melihat itu, Andien tidak mampu lagi menahan diri, tubuhnya langsung lemas dan Reza membawa istrinya ke tempat tidur. Reza begitu bingung dengan keadaan ini, ia ingin mencari sendiri putrinya tapi melihat kondisi Andien, hatinya pun tidak tega.


Tuan Handoyo menggunakan pengaruhnya untuk menghubungi pihak keamanan agar mengejar kapal pesiar yang diklaim menculik cucunya Calista.


Nyonya Susan dan nyonya Yuni saling berpelukan satu sama lain, sementara itu, Ratih dan Rendy sudah tancap gas untuk mengejar kapal pesiar yang membawa keponakannya.


"Kamu harus menemukan keponakanku dalam keadaan hidup dan sehat!" titah Ratih penuh penekanan pada kalimatnya.


"Aku...?" Tanya Rendy dengan wajah bodohnya.


"Ya kamu!" Emang ada lagi selain kita berdua di mobil ini?" Ketus Ratih.


"Bagaimana caranya aku menyelamatkan Calista?" Kita saja belum melihatnya." Ucap Rendy bingung.


Mobil mereka sudah tiba di pelabuhan, keduanya menyewa water sport untuk mengejar kapal pesiar itu berdasarkan petunjuk dari Rania yang terus menghubunginya.


"Kita naik ini berdua?" Tanya Rendy membuat Ratih makin gemas.


"Aku suka lelaki yang berani mengambil resiko untuk orang yang dicintainya. Aku suka lelaki seperti itu. Apakah kamu ingin menjadi lelaki seperti itu?"


Aku mau menikah denganmu jika kamu mau menjadi lelaki seperti yang ku mau." Ucap Ratih lembut sambil menatap dalam manik hitam milik Rendy.

__ADS_1


Deggg...


Rendy seakan sedang bermimpi di siang bolong mendengar ucapan Ratih dan menjadi salah tingkah di depan wanita cantik yang selama ini menjadi impiannya.


__ADS_2