PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
134. Pesta Otak


__ADS_3

Suara kegaduhan tidak bisa lagi di sembunyikan oleh mereka yang memiliki dosa pada kerajaan itu.


Suasana tegang nan mencekam makin terbetik terlihat dari wajah-wajah angkuh dengan segala atribut yang di sandangnya tidak mampu lagi menyelamatkan mereka dari angkara seorang sosok calon ratu yang awalnya mereka tentang kini menjadi ancaman tersendiri bagi mereka.


"Yang Mulia! Kami rasa mungkin saat ini kita bisa berbicara lebih santai karena putri Calista baru tiba di istana ini.


Pasti putri Calista, saat ini sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dalam kondisi hamil muda. Biarkan beliau istirahat untuk memulihkan lagi tenaganya." Ucap Menteri Karim untuk menyelamatkan para sahabatnya dari aib sebelum diungkapkan oleh Calista.


"Diaaaammm!" Bentak raja Hassan yang melihat wajah-wajah ketakutan yang ingin bebas dari istananya itu.


"Tidak ada seorangpun yang boleh keluar dari sini, saat menantuku membacakan setiap jenis kejahatan yang pernah kalian lakukan, namun sulit di selidiki oleh pihak istana.


Jika menantuku memiliki bukti yang sama seperti milik Tuan Hisyam, kalian tidak akan bisa selamat dari hukuman kerajaan ini." Ucap raja Hassan penuh penekanan pada kalimatnya.


Tatapan wajah sangar itu, berubah menjadi redup dengan kepala tertekuk tanpa kata dan terdengar hembusan nafas kesal lagi cemas menanti giliran akan di buka aib mereka satu persatu oleh calon ratu Maroko, Putri Calista.


Ada yang masih mencoba menatap berani pada Calista untuk menunjukkan pengaruhnya pada raja, agar istri dari pangeran Fatih ini segera bungkam.


Tatapan mematikan itu dengan doa yang dimilikinya membuat aura sekitarnya makin mencekam. Calista yang lebih mengusai dirinya dengan persiapan penuh menantang mereka dengan tetap fokuskan batinnya pada pemilik jiwaNya.


Dialah Allah tempat segalanya bergantung. Calista mampu menyingkirkan aura panas itu dari beberapa orang menteri yang ingin menjatuhkannya dengan ilmu hitam yang mereka miliki.


"Sial! Apakah dia juga memiliki ilmu yang sangat tinggi hingga aku tidak bisa menjatuhkannya?" Gerutu Tuan Akmal yang sudah panas dingin menghadapi makhluk lembut namun sangat menakutkan bagi mereka dengan mengirim ilmu hitam yang dimilikinya pada Calista agar gadis ini segera tumbang.


"Dia tidak lebih dari singa betina yang sedang mengaung mencari mangsa untuk di makannya." Gumam tuan Abdul Gani.


"Yang Mulia! Selama ini Ratu Maroko yang kita miliki adalah seorang penghafal Alquran dan juga mengusai hadist.


Mungkin kali ini, putri Calista tidak memiliki syarat dan ketentuan itu." Ucap Tuan Maliq membuat wajah pangeran Fatih terlihat geli.


"Apakah kalian sedang mencari cari kelemahan istriku untuk bisa kalian singkirkan dari sini, hah?" Tanya pangeran Fatih sudah jengah dengan pertanyaan bodoh yang di ajukan menteri kerajaan.


Raja Hassan yang tidak mengetahui semua informasi tentang kehebatan lain menantunya itu nampak cemas karena itu adalah bagian persyaratan yang memang vital di terapkan oleh istana untuk setiap calon ratu Maroko.


Pangeran Fatih tampak tenang karena ia lebih mengenal istrinya tapi berpura-pura merendah untuk menjebak menteri yang ingin menjatuhkan reputasi istrinya di hadapan para menteri lainnya yang mulai memiliki amunisi baru untuk menyusun kekuatan agar Calista bisa hengkang dari hadapan mereka.


"Tuan Maliq! Aku siap menerima tantangan darimu untuk mengujiku hafalan surah apapun yang terdapat di tiga puluh juz Alquran, tapi sebelumnya aku ingin membongkar kejahatanmu terlebih dahulu sebelum kamu ingin mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran sebagai pengusir setan dalam dirimu yang kini sudah berusia uzur tapi masih mengincar dunia." Tantang Callista membuat lawannya kembali terhenyak.


"Apa yang ingin kamu ungkapkan tentangku gadis nakal? Kau ingin menghindari persyaratan berat itu dengan ingin menyingkirkan aku dengan omong kosong mu itu, hah!" Cela tuan Maliq menantang balik Calista.


Belum saja tuan Maliq mengatur duduknya, Calista langsung menyerangnya dengan serentetan kejahatan yang ia miliki.


"Tuan Maliq!"

__ADS_1


Menjabat menteri pertahanan dan keamanan selama tiga periode berturut-turut. Menjual tanah kerajaan Maroko di daerah perbatasan dengan wilayah lainnya yang tidak diketahui oleh kerajaan sejak dua tahun pengangkatannya sebagai menteri pertahanan dan keamanan saat itu.


Bekerja sama dengan mafia senjata, membeli senjata pada mafia dengan menggunakan uang kerajaan dan menyelundupkan lagi senjata itu pada daerah-daerah konflik untuk kepentingan pribadi.


Senjata yang ada di markas kerajaan saat ini jumlahnya tidak sebanding dengan pengeluaran besar-besaran yang dilakukannya. Namun di laporan keuangan, di sini ditemukan adanya harga persenjataan kini sudah mengalami kenaikan tiga puluh persen setiap tahunnya karena sulitnya mendapatkan persenjataan saat ini karena maraknya perdagangan persenjataan di pasar gelap dengan mafia. Itu alasanmu bukan?


Harga yang di klaim oleh tuan Maliq yaitu satu senjata di hargai tiga kali lipat dengan harga sebenarnya. Ini datanya yang Mulia yang sudah saya telusuri harga senjatanya secara resmi di pasar legal dengan kualitas lebih baik dari pada senjata yang kita miliki saat ini sangat buruk kualitasnya.


Dan ini wilayah yang sudah di jual oleh tuan Maliq yang sekarang di jadikan markas angkatan darat negara tetangga yang di katakan tuan Maliq hanya di pinjamkan saja untuk kepentingan umat." Ujar Calista membeberkan kejahatan Tuan Maliq secara gamblang.


"Tidak mungkiiiin!!! Dari mana jala*g ini mendapatkan data itu?" Pekik tuan Maliq yang sangat syok karena dosanya sudah di ungkap oleh Calista.


Menteri yang lain nampak tertegun lagi menggigil kedinginan karena tuan Maliq yang sangat cerdas menyembunyikan aibnya saja mampu diungkapkan Calista dengan mudahnya apa lagi mereka.


Para audit keuangan kerajaan yang jujur di hadirkan oleh pangeran Fatih untuk memeriksa keabsahan laporan Callista mengenai para menteri yang bermain api, dengan uang negara itu, diperiksa satu persatu saat keaslian data yang dimiliki Calista sangat akurat untuk dijadikan bukti kejahatan mereka.


"Yang Mulia, laporan putri Calista dengan penyelidikan kami selama ini adalah benar." Ucap Faruq yang merupakan anak buahnya pangeran Fatih yang ahli ekonomi ini.


Tuan Maliq segera di amankan oleh pengawal istana namun di tahan oleh Calista.


"Tunggu dulu pengawal! Aku masih punya janji dengan tuan Maliq. Tuan Maliq, surah yang mana yang ingin anda dengar dariku sebagai syarat kuat untuk menjadi seorang ratu Maroko?" Tanya Calista dengan tatapan teduh namun cukup menusuk hingga relung hati tuan Maliq.


"Jangan membuatku tertawa putri Calista! Kau bukan apa-apa jika berurusan dengan ayat-ayat Allah." Ledek tuan Maliq yang masih sempat mempermalukan Calista padahal kedua lengannya sedang di cengkram oleh dua prajurit istana yang sangat bengis lagi kasar.


"Sebutkan saja Tuan Maliq. Siapa tahu ayat yang aku bacakan dapat menenangkan jiwamu saat tuan berada di balik tembok beton yang sangat dingin di bawah tanah istana ini." Ucap Calista sambil tersenyum lembut pada tuan Maliq.


Namun ia berubah pikiran karena ia kuatir pasti Calista mampu menghafalkan ayat suci itu. Ia kemudian beralih dengan pertanyaan lain untuk menjebak gadis ini.


"Baiklah jika kamu tetap memaksaku untuk mengujimu, apakah aku boleh meminta satu hal pada raja?" Tanya tuan Maliq yang masih mencari keuntungan untuk dirinya.


Raja Hasan yang melihat keculasan dari menterinya yang biadabnya ini akhirnya memenuhi persyaratan yang diajukan oleh tuan Maliq.


"Katakan, apa yang kamu inginkan!"


"Aku ingin dibebaskan dari hukuman sesuai dengan undang-undang di negara ini." Ucap tuan Maliq buru-buru.


"Tapi tidak dengan mengembalikan hakmu sebagai menteri." Timpal raja Hasan.


"Tidak apa yang Mulia."


"Baiklah. Silahkan ajukan pertanyaan pada menantuku!"


"Aku hanya ingin kamu sebutkan di dalam surah Al-Baqarah apa saja yang terkandung di dalamnya?" Tanya tuan Maliq sambil tersenyum miring pada Calista.

__ADS_1


"Jadi anda tidak ingin mengetes hafalanku, Tuan Maliq."


"Aku bukan lelaki bodoh yang gampang dibodohi olehmu. Melihat wajahmu yang sangat tenang ini, aku yakin kamu seorang Hafizhah.


Jadi aku ingin mengetahui keluasan ilmu agamamu saja kalau kamu memang benar-benar gadis beruntung." Ucap tuan Maliq yang merasa jebakannya kali ini akan mempan.


Calista pura-pura berpikir keras dalam waktu lima menit untuk mengelabui para menteri agar bisa bernafas lega melihat dirinya yang tidak memiliki background pendidikan agama tapi lebih mengusai ilmu dunia.


"Saya yakin kamu pasti tidak bisa menja....?" Belum habis perkataannya tiba-tiba si jenius ini menguraikannya dengan lincah.


"Surat Al Baqarah mengandung penjelasan tentang takwa dan iman, kufur, nifaq, malaikat dan khalifah, dakwah kepada Bani Israil, menyembelih sapi betina, sopan santun dengan Rasulullah SAW, perjuangan Nabi Ibrahim, kiblat, cobaan hidup, sa'i di antara Shafa dan Marwah, mengenal Allah dengan memperhatikan alam, para pengikut, dan soal makanan.


Kemudian, qishash, wasiat, puasa, pengaruh doa, pakaian, harta tak halal, berjuang di jalan Allah, syariat haji dan umrah, kebohongan hidup, perintah berperang, minuman keras dan perjudian, memilih teman hidup, bersumpah, rumah tangga (talak, rujuk, iddah, menyusukan anak), memilih pemimpin, hingga wasiat." Jelas Calista tanpa jeda hingga membuat tuan Maliq langsung pingsan ditempatnya begitu pula teman-teman seperjuangannya tidak kalah syok nya mendengar kehebatan menantunya raja Hassan ini.


Bukan hanya para menteri kerajaan yang syok dengan Calista tapi raja Hassan sendiri dan para pengawal kerajaan sama bergetarnya mendengar penuturan Calista yang begitu lugas seperti air mengalir.


"Masya Allah! Ini tidak mungkin istrimu putraku Fatih, oh, gadis ini hampir membuatku ketakutan. " Ucap raja Hassan yang tidak mampu lagi menyembunyikan rasa kekagumannya yang luar biasa pada menantunya Calista.


"Apakah dia manusia titisan dari langit?" Gumam panglima Khalid yang ikut merasakan kehebatan Calista.


Pangeran Fatih menghampiri istrinya untuk keluar dari pertemuan itu karena tidak sanggup lagi melihat Callista menjatuhkan para menteri istana dengan mudahnya.


"Sayang! sudah cukup permainan hari ini, sebaiknya kita kembali ke kamar." Pinta suaminya.


Calista melihat ke arah raja. Mertuanya itu mengijinkannya dengan memberikan isyarat dengan anggukan kepala.


Keduanya langsung menuju kamar mereka. Sementara menteri yang lainnya bernafas lega saat Calista menghilang dari hadapan mereka namun sayang baru saja bisa menarik udara segar tiba-tiba raja Hassan berseru dengan keras.


"Pengawal! Tangkap mereka semua dan masukkan mereka semua di penjara bawah tanah yang ada di istana ini. Jangan memberikan mereka makan dan siksa mereka hingga mereka di hukum pancung setelah kejahatan mereka di adili." Titah raja Hassan menohok.


"Tapi yang Mulia! Tidak semua di antara kami melakukan kejahatan." Ucap salah satu dari mereka.


"Apa..?" Tidak semua kalian melakukan kejahatan? apa karena menantuku tidak menyibak kejahatan kalian di depanku, kalian kira sudah aman darinya? Dasar menteri bodoh. Menantuku sudah mengirim hasil kejahatan kalian kepadaku melalui email milikku.


Jika di sebut satu persatu kejahatan kalian, tidak butuh waktu sehari untuk mempermalukan kalian di depanku tapi butuh berhari-hari untuk kalian dapat hinaan darinya." Ucap raja Hassan membuat mereka tidak bisa berkutik lagi.


Glekkkk...


Tenggorokan mereka saat ini sudah kering dan tenaga mereka dalam sekejap terkuras karena ketakutan telah menghisap kekuatan itu.


....


Yang tidak suka novel ini silahkan keluar secara teratur tanpa nyinyir dengan menekan satu bintang untukku 😡😡

__ADS_1


Visual Calista



__ADS_2