PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
38. Tidak Bisa Hadir


__ADS_3

Hari yang ditunggu oleh keempat anaknya sebentar lagi akan diadakan oleh orang nomor satu negera itu. Peresmian aplikasi milik mereka mengundang para pejabat negara dan juga para pengusaha hebat dan terpilih.


Setiap negara mengirimkan perwakilannya sekitar lima orang saja karena kapasitas gedung. Andien yang masih berada di belahan dunia Eropa sulit untuk menghadiri acara penting keempat anaknya.


Fariz menghubungi ibunya untuk segera pulang karena dua hari lagi, acara peresmian itu akan diadakan. Persiapan anak-anak sudah matang dengan presentasi yang mereka buat sendiri powerpoint nya.


Fariz menghubungi ibu mereka untuk menanyakan kepastian kehadiran Andien yang sangat berarti mereka harapkan saat ini.


"Hallo mama Andien!"


"Hallo sayang!" Ucap Andien di seberang telepon.


"Kapan mama pulang?" Dua hari lagi acara peresmian akan di gelar?" Tanya Fariz.


"Besok mama sudah tiba di Bogota, Kolombia." Doakan mama agar mama bisa menyelesaikan pekerjaan mama dengan cepat." Ucap Andien.


"Aaamiin!" Semoga mama cepat kembali." Ucap Fariz antusias.


Sementara keempat anaknya masih berlatih untuk persiapan acara peresmian tersebut.


Malam itu Andien tidak ingin tidur agar bisa menyelesaikan pekerjaannya dan bisa kembali lebih cepat ke Bogota sebelum acara di mulai.


"Malam ini aku harus begadang demi menghadiri acara penting untuk mereka." Gumam Andien lirih.


Satu persatu berkas pekerjaannya di selesaikan dengan begitu teliti agar tidak membuat kesalahan. Sekitar jam empat pagi Andien baru bisa terlelap dalam tidurnya di atas meja kerja di hotelnya menginap.


Lima jam kemudian, anak-anak berangkat ke tempat acara bersama paman Leonardo.


Andien meminta pria itu untuk menemani anak-anak karena Leonardo juga merupakan salah satu tamu undangan di acara itu.


Andien menghubungi Al-Ghifari untuk tidak usah kuatir karena ia sudah berada di bandara internasional Bogota.


"Sayang!" Tolong jangan tunggu mama Andien, karena kalian bisa terlambat ke tempat acara. Kita bisa bertemu di sana nanti. Kalian akan didampingi oleh paman Leonardo. Semoga sukses dan jangan lupa baca doa. Salam sayang untuk kalian semua..


muuuaaacchhh." Ujar Andien sambil melambaikan tangannya kearah anak-anaknya.


"Kenapa jantungku ingin meledak ya?" Tanya Calista pada ketiga saudara kembarnya.

__ADS_1


"Itu hal yang biasa Calista, jangan terlalu dipikirkan. Kamu yang lebih mengusai doa apa saja daripada kami. Dengan terus berdoa, hatimu bisa tenang." Ucap Fariz.


Tuan Leo turun dari mobilnya lalu menyambut anak-anak yang sudah siap berangkat ke tempat acara.


"Apakah kalian sudah siap?" Tanya tuan Leo lalu membuka pintu untuk keempat anak Andien.


"Siap paman!" Ucap mereka kompak.


Mobil mewah itu melaju dengan kecepatan standar karena gedung tempat acara tidak begitu jauh dengan rumah mereka.


"Apakah ayah kita akan hadir di acara itu?" Bisik Camilla pada Fariz.


"Doakan saja Camilla karena Tuhan akan mempertemukan kita dengan ayah." Timpal Fariz.


"Rasanya acara ini akan sia-sia tanpa kehadiran ayah." Mata Camilla sudah mulai berkaca-kaca.


"Husst!" Jangan kendor semangatnya, kita hampir mencapai tujuan akhir, jadi jangan terlalu takut sesuatu yang belum terjadi." Ucap Al, menenangkan hati Camilla.


Memasuki gerbang utama di gedung itu dengan tempelan stiker sebagai tamu undangan, mobil itu langsung di kawal oleh orang-orang suruhan tuan Edgar.


Para wartawan sudah siap dengan kamera dan alat wawancara untuk melontarkan beberapa pertanyaan pada keempat anak Andien.


"Pagi!" Ucap keempatnya kompak sambil berjalan memasuki area gedung.


Para bodyguard melindungi anak-anak dari serangan wartawan.


"Jangan memberikan statement apapun sebelum acara di mulai!" Titah paman Leo.


"Baik paman!" Tapi mana mama kami?" Tanya Fariz.


"Lebih baik kalian masuk ke dalam terlebih dahulu, biar paman yang akan menghubungi mama kalian." Ucap tuan Leo.


"Baik!" Kalau begitu kami akan menunggu mama di dalam." Ujar Al.


Para tamu undangan sudah mulai memenuhi kursi kosong di dalam gedung itu. Keempat anak itu sedang bersama orang nomor satu di negara itu sambil membahas apa saja yang akan mereka lakukan nanti di atas panggung.


Tuan Edgar mendengar dengan seksama dari Calista." Jangan sampai kalian membuat kesalahan. Aplikasi kalian sangat beresiko untuk orang-orang yang terancam usahanya. Jadi cukup pada penuntasan masalah pada bahan komoditi ekspor impor dan tidak merambat pada mafia gembong narkoba dan senjata api karena aplikasi itu harus menjadi rahasia milik negara khususnya dan bukan untuk publik." Ucap tuan Edgar.

__ADS_1


"Baiklah tuan penguasa, kami mengerti apa yang anda maksud." Ucap Calista yang tidak ingin ambil resiko lebih jauh.


"Setengah jam lagi acara akan di mulai. Lakukan dengan baik dan awali dengan doa!" Ucap tuan Edgar.


Tidak berapa lama ada ajudan masuk ke ruangan itu lalu membisikkan sesuatu kepada tuan Edgar.


"Tuan!" Nyonya Andien tiba-tiba sakit dan sekarang beliau langsung di bawa ke rumah sakit.


Tolong lakukan sesuatu pada keempat anak ini agar mereka lebih fokus pada acara hari ini." Ucap ajudannya itu.


Wajah tuan Edgar tersentak mendengar berita buruk itu, tapi secepat mungkin ia mengendalikan diri agar keempat anak Andien tidak curiga.


Andien tiba-tiba mengalami mimisan lalu pingsan di mobil, padahal mobilnya sudah memasuki area gedung acara.


Karena kuatir, sopir pribadinya langsung putar balik mobilnya langsung menuju rumah sakit terdekat.


Reza yang baru datang mencari tempat duduknya diantar oleh panitia acara. Semuanya duduk dengan tenang dan sedang mendengar MC bicara di atas podium.


"Selamat pagi untuk para hadirin semuanya. Selamat datang di acara peresmian aplikasi Secret Detektor yang diciptakan oleh anak kembar empat yang sangat jenius.


Dalam visi misi mereka yang ingin memperkenalkan aplikasi hebat ini dalam mengungkapkan berbagai sindikat para penyelundup barang komoditi entah itu ekspor maupun impor." Untuk lebih jelasnya kami undang Keempat anak jenius ini ke atas panggung untuk memberikan presentasi mereka bagaimana cara kerja aplikasi yang mereka ciptakan. Kami akan panggil


Pertama Alfarizi, Al-Ghifari, Camilla dan Calista sebagai pencetus penciptaan aplikasi ini. Tepuk tangan untuk mereka.


Para hadirin menyambut keempat anak jenius itu dengan tepuk tangan yang sangat riuh menggema di gedung itu.


Reza begitu terperanjat mendengar keempat nama anak itu yang tidak tercantum di undangan dan tidak disebutkan usia keempat anak itu.


"Astaga!" Bukankah mereka adalah anak kembar empat yang selama ini aku cari?" Gumam Reza lirih dan memperhatikan wajah mereka di layar utama yang ada di dinding panggung.


Calista yang mulai membuka acara itu dengan memperkenalkan dirinya.


"Assalamualaikum Wt.Wb untuk para hadirin yang muslim dan selamat pagi untuk kalian semua, semoga terus sehat selama mengikuti acara ini.


Sebelum kalian bosan mendengar penjelasan kami tentang cara kerja aplikasi ciptaan kami ini, saya ingin menyampaikan satu hal pada seseorang yang mungkin sudah hadir ditengah kalian.


Aplikasi ini bertujuan untuk kebaikan dalam memberantas kejahatan para penyelundup barang, tapi tujuan utamanya adalah kami berempat sedang mencari ayah kandung kami yang tidak kami ketahui identitasnya karena ibu kami yang begitu pelit memberitahukan informasi ayah kami mungkin karena satu alasan yang tidak kami ketahui."

__ADS_1


Deggg...


Dada Reza tiba-tiba merasa dadanya bergemuruh mendengar pengakuan Calista yang ingin menemukan ayah kandungnya.


__ADS_2