PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
95. Pemuda Kesepian


__ADS_3

Pangeran Fatih terlihat gregetan dengan gadis kecil yang berani menyindirnya tanpa jedah.


"Kamu berani sekali mau menyanggupi permintaan ayahku untuk mengajari aku." ucapan tidak suka pangeran terlihat jelas diwajahnya.


"Aku suka sekali dengan tantangan Tuan. Jika aku menolaknya, rasanya tidak adil untuk bertemu seorang pangeran manja sepertimu yang sedang butuh perhatian banyak orang dengan membuat orang menyerah menghadapimu." Sahut Calista sinis.


"Apakah kamu sanggup mengajariku?" Dan tidak takut dengan caraku untuk bisa melempar tubuh kecilmu itu keluar dari istanaku." Ancam pangeran Fatih.


"Kenapa tidak?" bukankah kamu juga manusia biasa sepertiku yang tercipta dari sari patih tanah?" melalui rahim seorang ibu?"


Yang membedakan kita di dunia ini adalah status sosial. Kau adalah putra mahkota yang selalu dielu-elukan oleh rakyatmu sementara aku hanya putri milik ayahku."


"Ternyata kamu punya nyali juga untuk datang ke sini dengan tubuhmu sekecil itu. Kamu terlihat percaya diri dengan kemampuanmu itu dan mempersiapkan dirimu untuk mengajari aku.


Padahal tanpa diajari kamu, aku sudah mengusai segalanya nona Calista. Hidupku lebih nyaman selama ini karena aku juga mengusai ilmu apa saja yang pernah aku pelajari sejak aku masih kecil, bisa di bilang aku dan kamu tergolong anak jenius." Angkuh pangeran Fatih.


"Maaf Tuan!" Kamu itu memang kelihatan cerdas, hanya saja isi otakmu tidak seimbang dengan ilmu yang kamu pelajari dengan akhlak mu yang masih sangat jauh dengan otak kerdil mu itu.


"Kau...!"


"Kalau tuan mengetahui segalanya, harusnya lebih santun dan menghargai orang lain." Komentar Calista dengan nasehat bijaknya.


"Menurutku, aku jauh lebih beruntung daripadamu karena aku lebih menghargai nilai ku dihadapan Allah dan lingkungan yang menyayangi ku, untuk tetap tampil manis agar bisa memberikan yang terbaik.


Dan itu bukan untuk ajang pamer tapi lebih menghargai hidupku yang hanya memiliki sepenggal usia di alam fana ini.


Siapa tahu aku tiba-tiba mati tapi amal ku masih berantakan dan hisab ku mungkin sangat menegangkan nantinya.


Jadi Anda mau sombong sama siapa, tuan terhormat ?" Debat Calista makin menantang pangeran Fatih yang wajahnya memerah seperti tomat saat ini.


"Itu bukan urusanmu anak kecil!"


"Jelas saja sekarang kamu itu menjadi urusanku yang akan aku taklukkan keangkuhan mu itu.


Nabi Adam saja, salahnya hanya sedikit, tapi langsung diusir oleh Allah dari surgaNya, lalu iblis yang terlalu angkuh seperti dirimu itu, langsung ditempatkan di neraka.


Lantas pangeran angkuh sepertimu itu akan ditempatkan di mana ya?" kalau dirimu sangat sulit diatur oleh orang lain karena posisimu sebagai pangeran, yang terlihat menguntungkan dirimu, sehingga seenaknya saja kamu berbuat sesuka hatimu kepada orang lain.

__ADS_1


Emang Allah mau membedakan kamu dan orang lain nanti di Yaumil akhir?" Untuk mengutamakan seorang pangeran masuk ke dalam surga terlebih dahulu dari pada budak mu itu yang ketakutan setiap saat menghadapimu?" Lanjut Calista.


"Diammm!" Bentak Pangeran Fatih yang tidak kuat lagi diceramahi oleh Calista.


"Kamu bisa begini karena terlahir sebagai putra mahkota pangeran yang terhormat.


Jika saja, kamu berada di luar sana, tanpa para pengawalmu itu, kamu tidak lebih dari debu jalanan dimana orang akan berlalu-lalang menginjakmu tanpa memandang mu ada." Ucap Calista sambil menatap tubuh pangeran dari atas kepala sampai ujung kaki seperti ingin menjatuhkan pemuda tampan yang ada didepannya.


"Apa kamu tidak takut padaku, hah?" Teriak pangeran Fatih untuk membungkam mulut Calista.


"Untuk apa aku takut padamu?" Apakah saat ini, selain jadi pangeran, apa kamu juga sedang menggantikan tugas malaikat pencabut nyawa?" Sinis Calista sarkas.


"kau...?" Geram pangeran Fatih yang sudah tidak tahan dengan ocehan Calista yang terus menyudutkannya.


"Orang sepertimu perlu diberi pelajaran agar bisa menjinakkan manusia seperti mu yang terlihat setengah harimau." Ketus Calista.


"Kamu ini hanya seorang anak kecil dengan tubuhmu yang belum setinggi pinggangku, tapi bicaramu melebihi manusia dewasa yang sibuk menceramahi aku hari ini." Ujar pangeran makin kesal.


"Aku malah bersyukur kepada Tuhanku, yang memberikan aku kelebihan untuk menasehati orang sepertimu, agar lebih mengenal bagaimana bersikap sopan santun pada orang lain."


"Pengawal...!" Teriak pangeran Fatih yang ingin mengusir Calista dari kamarnya.


"Assalamualaikum!"


Calista melangkah tenang dengan menahan gemuruh di dadanya usai berdebat sengit dengan pangeran Fatih.


Belum sempat Calista meninggalkan istana itu, pengawal pribadi pangeran Fatih memanggilnya lagi.


"Maaf nona Calista!"


Tuanku memanggil anda lagi."


"Dia tidak membutuhkan aku atau siapapun. Permisi!"


"Nona Calista!" Teriak pangeran Fatih menghentikan langkah kecil Calista.


Calista membalikkan tubuhnya lalu menatap wajah tampan sang pangeran.

__ADS_1


"Apa yang anda inginkan lagi dariku tuan?"


"Baiklah. Aku mau diajari oleh mu tapi, aku ingin menantang mu dengan satu syarat."


"Apa..?"


"Ikutlah denganku!"


Calista kembali lagi ke kamar pangeran dengan mendengus nafas gusar.


"Huufff!" Tadi mengusirku seperti orang kesetanan. Kamu akan rugi besar kalau kamu menolakku. Akhirnya si buas ini jinak juga." Batin Calista bersorak kegirangan.


Di kamar, pangeran memberikan stick game pada Calista dan ia juga memegang stick yang sama. Ia meminta gadis kecil ini duduk di sampingnya.


"Kalau kamu ingin menjadi guruku, kamu harus mengalahkan aku terlebih dahulu. Jika kamu yang menang aku bersedia diajarkan kamu, tapi jika kamu kalah lupakan mimpimu untuk menjadi guruku!"


"Ternyata kamu masih memikirkan cara klasik untuk menyingkirkan orang lain yang tidak kamu sukai.


Setelah kalah debat denganku, kamu masih memikirkan cara lain untuk menyingkirkanku, apakah kamu tidak malu memperlakukan aku seperti ini?" Sungut Calista.


Pangeran Fatih menarik sudut bibirnya seakan sedang mencemooh gadis ini.


"Kalau ingin menjadi guruku, dia harus menjadi sosok yang sangat istimewa untuk membuatku mengakuinya apakah dia cukup layak untuk menjadi guruku." Tantang pangeran Fatih.


"Baiklah. Aku terima tantangan mu itu. Tapi, jika aku yang menang, tuan harus menuruti semua aturan yang aku terapkan nanti untukmu tanpa membantah, bagaimana deal?"


Calista menyodorkan kelingkingnya sebagai bentuk kesepakatan antara mereka berdua.


Tuan Fatih terlihat meremehkan Calista dan memandang gadis ini tidak akan menyelesaikan permainan PS dengannya.


"Aku memang bukan pencinta game karena itu pekerjaan mubah tapi mendengar persyaratan yang kamu ajukan, aku akan berusaha menenangkannya.


Kapan lagi aku punya kesempatan untuk mengatur pangeran keras kepala sepertimu." Senyum Calista seakan merendahkan pangeran Fatih yang terlihat sudah membayangkan kalau dia bisa menyingkirkan gadis kecil nan bawel ini dengan begitu mudah.


"Kita lihat saja gadis kecil!" Permainan ini sangat sulit untuk aku menangkan hingga aku lupa dengan waktu dan mengabaikan pelajaran ku untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi ternama di Colombia.


Jika kamu bisa memenangkannya, aku akan membaiat kamu sebagai guru jenius yang aku akui kehebatan mu." Batin pangeran sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"Ayo kita mulai Calista!"


"Ok. Siap!" Bismillahirrahmanirrahim!"


__ADS_2