PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
131. Berkunjung ke Maroko


__ADS_3

Panglima kerajaan, Tuan Khalid menyampaikan pesan pangeran Fatih untuk raja Hassan. Walaupun ia pulang dengan tangan hampa, namun pesan yang dibawanya akan menjadi berita besar bagi kerajaan Maroko yang terkenal dengan gurun Sahara nya.


"Yang Mulia! Saya tidak bisa membawa kembali prince ke istana kerajaan ini, namun istri dari prince saat ini sedang mengandung pewaris kerajaan dengan calon janin kembar empat."


"Apaaa...?!" Raja Hassan tersentak mendengar kabar bahagia itu, senyumnya terukir samar lalu menatap wajah cantik ratu Julaikah dengan rasa bangga.


"Alhamdulillah!" Ucap ratu Julaikah sambil menitik air mata haru.


Para menteri kerajaan ada yang menyambut gembira berita besar ini, namun tidak sedikit diantara mereka ada merencanakan hal jahat pada calon pewaris tahta kerajaan Maroko selanjutnya.


"Yang Mulia! selamat atas diri anda dan ratu yang akan mendapatkan cucu kembar empat dari pangeran Fatih.


Sejarah baru untuk kerajaan ini yang melahirkan pewaris kembar empat." Ucap Menteri Ikrimah.


Selanjutnya, panglima kerajaan Maroko tidak menyampaikan pesan berikutnya dari pangeran yang akan pulang kampung, mengingat musuh sedang menanti kehadiran pasangan itu dengan segala rencana jahatnya.


Melihat raut wajah panglimanya yang masih menyimpan rahasia besar, memancing raja Hassan ingin mengetahuinya lebih dalam.


Raja Hassan mengajak panglima Khalid ke halaman belakang agar ia bisa mendengarkan kalimat rahasia tersebut.


"Panglima Khalid, sudah lama saya tidak pernah berlatih memanah, sementara sebentar lagi akan datang musim gugur, di mana hari perburuan akan tiba." Ujar raja Hassan lalu meminta menterinya untuk membubarkan diri.


Mengetahui keinginan raja yang tidak ingin terkecoh saat latihan memanah, para menteri langsung membubarkan diri. Sesampainya di luar, raja Hassan segera memerintahkan panglima Khalid menyampaikan pesan dari putranya Fatih sambil memegang busur panahnya.


"Sekarang sudah aman, katakan kepadaku pesan putraku selanjutnya!" Titah raja Hassan.


"Tiga hari lagi mereka akan ke Maroko yang Mulia."


"Perketat penjagaan istana tiga kali lipat. Sterilkan jalan masuk istana dan pastikan menantuku Calista tetap dalam keadaan aman.


Seleksi kembali para pelayan istana yang bekerja di dapur istana untuk tidak berniat buruk pada makanan menantuku karena aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada keempat cucuku!" Titah Raja Hassan antara bahagia namun tersimpan kecemasan yang begitu mendalam.

__ADS_1


"Siap yang Mulia!"


Raja Hassan melepaskan beberapa kali panahannya tepat di titik yang diinginkannya.


"Ternyata keahlian memanah ku masih terjaga. Aku tidak sabar ingin mengajarkan sendiri keempat cucuku untuk memanah." Ujar raja Hassan dengan senyum penuh arti.


Hari itu, istana heboh dengan acara syukuran penyambutan calon pewaris tahta kerajaan dengan menyiapkan segala jenis makanan dan uang untuk di sedekahkan kepada rakyat yang lebih membutuhkan.


...----------------...


Tiga hari berlalu, sesuai dengan janji pangeran Fatih pada Calista bahwa mereka akan kembali ke negara Maroko. Baik Reza maupun Andien sangat berat melepaskan putri mereka karena memasuki istana sama saja menyerahkan nyawa yang siap mati kapan saja.


Banyak sekali nasehat yang di sampaikan oleh kedua orangtuanya dan juga kakek dan neneknya untuk keselamatan Calista. Pangeran Fatih mendengarkan dengan seksama karena dia harus bertanggungjawab atas istri dan empat calon bayinya yang sekarang sedang mendiami rahim sang istri.


Hingga pesawat jet pribadi sang ayah sudah siap, Andien masih memeluk putrinya yang paling istimewa itu.


"Sayang! Begitu tiba di bandara Maroko langsung hubungi mama. Hati-hati dengan makananmu dan ingat Allah setiap kali kamu ingin bicara dan melakukan apapun agar terhindar dari marabahaya di sana." Ucap Andien lalu memeluk putrinya.


Camilla memeluk saudaranya itu dan saling mendoakan satu sama lain." Kalau bisa aku ingin melahirkan anak-anak kita di waktu yang sama karena selama ini kita selalu mendapatkan kebaikan yang sama." Ucap Camilla sambil mengusap perut saudaranya.


"Sampaikan salam hormat ayah dan mama untuk raja dan ratu Maroko." Ucap Reza pada menantunya.


"Baik ayah, mama! Kami berangkat dulu." Pangeran Fatih mencium punggung tangan kedua mertuanya.


Calista dan pangeran Fatih melambaikan tangannya di pintu pesawat sebelum pintu itu ditutup oleh pramugari.


Setegar apapun seorang Calista, yang namanya perpisahan dengan kedua orangtuanya untuk pertama kalinya, membuat hati gadis jenius ini tidak mampu membendung kesedihannya.


Ia menangis saat pesawat itu meninggalkan tanah kelahirannya Bogota Kolombia menuju negara sang suami. Pangeran Fatih memeluk istrinya dan dan membiarkan istrinya menangis di didadanya.


Pangeran Fatih tidak ingin bicara apapun agar istrinya bisa melepaskan kesedihannya sebagai seorang putri yang harus berpisah dengan keluarganya kala sudah menjadi milik sang suami.

__ADS_1


Puas menangis Calista sempat-sempatnya meminta ruthob pada sang suami.


"Sayang, kalau sudah tiba di Maroko, aku ingin. makan ruthob." Pinta Calista dengan wajah masih terlihat sembab.


"Apa lagi yang kamu inginkan sayang?"


"Mau coba makanan khas Maroko."


"Itu sudah pasti akan di siapkan. Di sana gudangnya kurma terutama kurma Tunisia. Dari yang masih muda seperti ruthob dan juga kurma yang sudah kering untuk di santap."


Kurma muda atau ruthob memiliki ciri yang hampir sama dengan kurma kering. Bedanya, kurma muda punya teksturnya sedikit lebih keras dan daging buahnya yang berwarna putih seperti kelapa.


Calista tersenyum lega walaupun ia harus mempersiapkan mentalnya menghadapi para menteri kerajaan yang siap mengulitinya nanti. Calista sudah mengenakan hijabnya. Pangeran Fatih sangat bangga karena istrinya mampu menyesuaikan diri dengan keadaan istana yang di mana masyarakat sana mayoritas beragama Islam.


Sementara itu raja Hassan dan istrinya menanti kedatangan putra dan menantu mereka dengan perasaan cemas. Apa lagi tidak ada pengumuman resmi yang dikeluarkan olehnya pada bawahan dan rakyatnya dalam menyambut kedatangan putra mahkota dan menantunya Calista.


Jarak tempuh antara Bogota Kolombia dan Maroko sekitar 8 jam 26 menit. Sekitar pukul lima pagi waktu Rabat, pesawat jet pribadi milik Reza sudah tiba di Bandara setempat.


Kini keduanya tiba di ibu kota Rabat di mana waktu sholat subuh sekitar jam 6. 11 menit. Panglima Khalid yang menjemput sendiri calon raja dan ratu itu. pangeran Fatih membantu istrinya menapaki tangga pesawat hingga kaki Calista menyentuh tanah Maroko untuk pertama kalinya.


"Assalamualaikum bumi Allah, tanah Maroko!" Ucapnya di sambut oleh suaminya dengan salam.


"Waalaikumuslam! Selamat datang ratuku Putri Calista." Keduanya tersenyum lalu masuk ke mobil di mana pintu mobil itu sudah di bukakan oleh panglima Khalid.


Sniper siap mengawasi pergerakan musuh yang mencoba menyakiti pasangan itu dari berbagai sudut bandara hingga mobil kerajaan itu bergerak menuju istana.


Calista menikmati kota Rabat dengan suasana subuh yang begitu syahdu di mana setiap mesjid melantunkan ayat suci Alquran sebelum mengumandangkan adzan subuh.


....


Mohon tekan bintang lima

__ADS_1


__ADS_2