
Tuan Handoyo dan putranya Reza langsung menyalami orang nomor satu di negeri ini dikuti dengan yang lain.
Wajah-wajah tegang diperlihatkan oleh mereka dengan keterkejutan yang tidak pernah terlintas di dalam pikiran mereka akan kedatangan sosok hebat ini.
Kecuali Andien dan keempat anaknya yang sudah biasa bertemu dengan para petinggi negara di setiap acara kenegaraan atau di undang oleh negara yang berkaitan dengan keahliannya.
Mereka nampak rileks namun terselip rasa bangga yang amat sangat karena kedatangan orang terhormat di kediaman ayah mertuanya, Tuan Handoyo.
"Silakan masuk Tuan!" Pinta Tuan Handoyo dan istrinya sebagai tuan rumah.
Tuan penguasa beserta istrinya, kini duduk bersama dengan keluarga besar Reza sambil memperhatikan satu persatu wajah anggota keluarga itu.
"Apakah saya bisa bicara dengan ibu Andien?" Tanya tuan penguasa itu.
"Siap!" Saya tuan!" Andien berdiri dengan sikap hormat seperti seorang militer yang sudah dilatih oleh departemennya setiap kali bertemu dengan pejabat tinggi.
"Silakan duduk ibu Andien!" Kedatangan saya ke sini ingin meminang langsung anda,
untuk mendedikasikan diri anda di negara ini, setelah mengetahui banyak hal positif yang kami dengar tentang Anda.
Apa lagi anda sudah menunjukkan prestasi hebat yang anda miliki untuk negara tersebut, apakah anda bersedia?"
"Siap tuan!" Setelah saya melakukan proses pengunduran diri saya dan menyelesaikan terlebih dahulu tugas saya di sana hingga akhir, sesuai dengan batas waktu yang telah negara itu tentukan." Ujar Andien.
"Bagus!" Saya suka dengan putri bangsa seperti ini. Walaupun berada di negara asing, jika negaranya membutuhkannya, maka dia harus siap melayani negaranya." Ucap tuan penguasa penuh kekaguman.
"Terimakasih tuan untuk kepercayaannya!" Sahut Andien dengan memasang lagi wajah datarnya tanpa senyum sama sekali karena mengikuti protokoler kenegaraan dengan sikap sempurna.
Setelah berurusan dengan Andien, kini tuan penguasa beralih pada bocah jenius yang sudah menyita perhatiannya beberapa hari ini saat mendengar kehebatannya.
"Mana yang namanya Calista?" Tanya tuan penguasa langsung tertuju pada putrinya Reza yang sedang duduk di kursi rodanya.
Calista mengangkat tangannya dengan tersenyum hormat pada tuan penguasa itu.
"Apakah kamu sudah sehat Calista?"
"Alhamdulillah, sudah Tuan!" Terimakasih atas bantuan anda." Ujar Calista tenang.
"Apakah kamu juga siap membantuku dalam memajukan negara ini?" Saya dengar anda adalah anak jenius yang menciptakan aplikasi yang dinamakan Secret Detektor, apakah itu benar?"
"Saya hanya putri biasa sebagai anak dari ayah saya tuan Reza. Saya bukan anak jenius tapi saya hanya seorang hamba yang diberikan kelebihan oleh Allah untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat dari hasil belajar dan berpikir keras untuk bisa menciptakan aplikasi canggih itu dibantu oleh ketiga saudara kembar saya, untuk membantu negara dalam mengusut tuntas kejahatan di negaranya, itupun kalau aplikasi itu dianggap penting oleh negara tersebut." Ucap Calista merendah.
Tuan penguasa nampak mengangguk-anggukan kepalanya penuh kekaguman pada Calista.
"Kamu seorang putri ayahmu yang hebat, aku suka dengan cara berpikir mu yang lebih matang dari usiamu. Nah, sekarang tolong jawab pertanyaan ku tadi, Apakah kamu siap berkerja sama denganku?"
__ADS_1
"Tidak!" Ujar Calista tegas.
Jantung semua anggota keluarga ikut berdebar kencang karena mendengar penolakan tegas dari Calista pada seorang Pria hebat ini.
Tuan Handoyo hanya memegang dadanya yang tadi sempat tenang kembali berdegup kencang.
"Apakah ada alasan dari penolakan mu itu nak, Calista?"
"Aku tidak suka terjun di dunia politik karena aku tidak suka tampil di depan publik. Aku akan tetap membatu anda hanya dibelakang layar.
"Menjadikan diri sebagai sutradara itu, jauh lebih menyenangkan karena ia bisa menuntut pemain berdasarkan skenario yang dibuatnya daripada menjadi pemain itu sendiri, yang akan mendulang pujian sekaligus mendapatkan hujatan dari seluruh negeri sekalipun kesalahan itu belum tentu berasal darinya.
Sebuah jabatan akan dimanjakan oleh pujian yang akan membuat kita terlena dan hujatan akan membentuk kepribadian kita menjadi pendendam dan terhina.
Tahta tidak selamanya menjamin kehidupan seseorang akan bahagia. Tapi integritas tinggi yang akan membuat nilai kita lebih mulia dihadapan Tuhannya,
daripada popularitas seseorang yang akan menuntut nya harus selalu tampil baik di depan publik, sekalipun hati kita sedang menderita karena suatu masalah yang belum usai dituntaskannya." Ucap Calista dengan kharismatik membuat tuan penguasa tercenung dengan kalimat indah yang diungkapkan putri pasangan Reza dan Andien ini.
"Hebat!" Kamu memiliki prinsip yang kuat hingga aku tidak pernah berpikir ke arah sana." Puji tuan penguasa.
"Karena anda punya hati yang luas untuk menerima semua pujian dan hujatan sebagai resiko menjadi orang nomor satu di negeri ini.
Aku ingin tetap menjadi putri ayahku dengan kemampuan yang aku miliki." Ucap Calista membuat Reza terharu
"Terimakasih Calista, aku tetap membutuhkan bantuanmu dan juga ketiga saudara kembarmu dengan keahlian yang kalian punya tanpa melibatkanmu ke dalam dunia politik." Ucap tuan penguasa lalu segera pamit karena ada acara lagi ditempat lain.
Reza meminta ijin pada tuan penguasa untuk foto bersama dengan keluarga besarnya sebagai kenang-kenangan.
Mereka melepaskan kepergian tuan penguasa itu dengan mengantarnya sampai mobil yang masih terparkir di depan mansion.
...----------------...
"Wah!" Putri ayah hebat bisa menjawab pertanyaan tuan penguasa dengan tenang." Reza mengecup pipi putrinya.
"Kakek tadi hampir terkena serangan jantung Calista, saat kamu menolak permintaan tuan penguasa. Bukankah itu tawaran yang menggiurkan sayang?" Tanya Tuan Handoyo.
"Jangan pernah terjebak pada sesuatu hal yang menggiurkan, jika tidak bisa menjaga amanah itu, maka akan menjadi bumerang pada diri kita sendiri.
"Cukup realistis memandang hidup ini, jangan terlalu berlebihan dan juga jangan menarik diri terlalu jauh karena akan menghambat mu untuk menunjukkan ekstensi diri sebagai manusia yang berpotensi.
Lagi-lagi, perkataan Calista mengudang decak kagum oleh anggota keluarga yang lain.
Keluarga itu menikmati makan siang mereka dalam suasana hening. Nyonya Susan menyuapi makanan untuk cucunya Calista.
Sementara Reza memotong daging stik untuk Andien agar istrinya tidak kerepotan memakannya.
__ADS_1
Hampir saja dokter Ayu membuka suaranya namun langsung diingatkan oleh sang kekasih.
"Emang kenapa nggak boleh bicara saat makan?" Tanya dokter Ayu saat keduanya sudah menyelesaikan makanan mereka.
"Karena itu aturan kedua orangtuaku yang sekarang diterapkan oleh mbak Andien kepada keluarganya."
"Mengapa begitu?"
"Karena keberkahan akan hilang saat makanan masuk ke dalam perutmu dan juga akan membuatmu tersedak."
"Keluargamu sangat keren, pantas kalian terlihat jenius terutama kembar empat itu."
"Sekarang tambah satu lagi anggota jenius dalam keluarga ini." Ucap Adam.
"Siapa mas Adam?"
"Kamu sayang." Dokter Ayu tersipu malu mendengar pujian dari sang kekasih.
Masing-masing diantara mereka bangkit dari ruang makan itu menuju area ngobrol santai masing-masing.
Calista dijaga oleh Oma Susan sambil menyuapkan gadis itu potongan pepaya.
Reza mengajak istrinya beristirahat ke kamar mereka.
"Andien!" Apakah kamu siap kita tinggal lagi di Indonesia?"
"Hmm!"
"Tapi, tidak secepat itu mereka melepaskan aku. Kita jalani saja dulu, sampai kedua negara itu melakukan negosiasi agar aku bisa mengabdi di negaraku sendiri." Ucap Andien.
"Sayang?" Bagaimana dengan kasus tuan Leo?" Apakah kamu tidak berusaha membantunya untuk mengurangi hukumannya?" Mengapa dia tiba-tiba dieksekusi mati?"
"Aku sudah memohon semampu ku pada tuan Edgar. Rupanya tuan Leo hanya menjadikan aku sebagai alasan untuk melakukan kejahatannya.
Masih banyak kejahatannya yang lain yang tidak terndus oleh pihak berwajib. Seperti pengedar narkoba dan penyelundupan senjata api ke negara-negara konflik.
Aku hanya dijadikan tameng olehnya untuk mendapatkan kebebasannya karena pengaruhku di negara itu.
Jika aku ngotot untuk membelanya, maka aku dianggap komplotan dalam kejahatannya dan aku tidak mau mengambil resiko berat karena dirinya walaupun jasanya begitu besar dalam hidupku." Ujar Andien menjelaskan duduk perkaranya tentang kasus tuan Leonardo sebagai mafia.
"Bagaimana bisa tuan Edgar mengetahui kejahatannya yang lain yang tidak terendus oleh pihak berwajib?"
"Secret Detektor" Ciptaan keempat anakmu yang ingin menemukan ayah kandung mereka. Karena alat itulah putrimu Calista diculik oleh ayah kandung tuan Leonardo.
Deggg....
__ADS_1