
Keseharian ke-dua putrinya Reza sedang menjalani kehamilan mereka yang sudah memasuki usia delapan bulan. Walaupun perut mereka yang makin membesar melebihi kehamilan normal, namun keduanya masih saja bergerak lincah tanpa beban sama sekali.
Kedua pangeran beda negara ini menjadi suami siaga untuk kedua bidadari mereka yang makin terlihat manja karena tidak ingin jauh dari suami mereka. Mereka lebih nyaman jika suami mereka sendiri yang melayani kebutuhan mereka dari pada pelayan istana.
Sementara itu di perusahaan milik Reza, para staffnya sedang membuat kejutan ulang tahun untuk ayah dari delapan anak ini. Keluarga Reza juga di konfirmasi oleh pihak perusahaan untuk ikut berpartisipasi dalam acara spesial tersebut.
Keluarga dan staff perusahaan Reza kompak untuk membuat kejutan ulang tahun yang ke-45 tahun yang bertepatan dengan ulang tahun perusahaan Reza yang ke 80 tahun.
Biasanya selama Reza menikah, pria ini lebih memilih merayakan ulangtahun bersama keluarga besarnya saja tanpa melibatkan pihak perusahaan. Tapi dari staff perusahaan ingin memberikan apresiasi mereka kepada Reza karena selama bekerja dibawah kepemimpinan Reza, kehidupan mereka makin lebih layak.
Lebih tepatnya kehidupan mereka sangat berkah karena Reza memperhatikan semua kebutuhan mereka bukan hanya kehidupan dunia yang perusahaan itu berikan tapi juga kehidupan akhirat juga di perhatikan seperti sholat fardhu tepat waktu di mesjid perusahaan yang sudah di siapkan oleh pihak perusahaan Reza.
Bagi yang suka melakukan sholat Dhuha atau ingin membaca Alquran diberikan kesempatan waktu dua puluh menit. Yang lebih menariknya mereka diberangkatkan umroh secara bertahap jika diantara mereka memberikan kontribusi yang mengagumkan di perusahaan mulai dari jabatan yang terendah di perusahaan itu seperti tukang kebun(taman) perusahaan hingga jabatan tertinggi di perusahaan tersebut seperti manajer.
Hari yang di nantikan akhirnya di gelar juga oleh perusahaan. Namun kehadiran dua orang putrinya seakan kurang lengkap di perayaan spesialnya.
Usai memberikan kata sambutan untuk ulangtahun perusahaannya yang hanya di hadiri dua orang putranya Al dan Fariz serta dua adik iparnya Rendy dan Jordy yang ikut memeriahkan acara ulang tahunnya.
"Andai saja istriku juga hadir di sini mungkin hari ini terasa lebih sempurna, tapi Andien lebih memilih berangkat ke Jogja dari pada merayakan ulangtahun ku. Ya sudahlah, tidak apa yang penting masih ada para staff dan keluargaku yang lain masih hadir di sini bersamaku." Batin Reza.
"Selamat ulang tahun untuk tuan Reza! semoga panjang umur dan sehat selalu." Ucapan secara serentak kala Reza meniup lilin yang berada di atas kue ulang tahun dan nasi tumpeng yang di siapkan di atas meja.
Satu sama lain memberikan ucapan selamat untuk Reza dan di saat yang sama, Istrinya Andien hadir bersama ke empat anaknya yang kembar untuk memberikan kejutan pada orang terpenting dalam kehidupan mereka.
"Tidak ada tempat lain di dunia ini, yang lebih saya sukai selain di sampingmu. Pasangan saya dalam hidupku. Suami saya yang luar biasa. Bersamanya lah aku tumbuh menjadi wanita dewasa dengan membimbingnya dan menjadi imam terbaikku.
Untukmu suamiku yang tercinta! Kamu adalah cinta pertama dalam hidupku dan insya Allah akan menjadi cinta terakhir sampai ku menutup mata. Aku menghargai waktu kita bersama, dan akan selalu begitu. Terima kasih telah ada untukku tahun demi tahun.
Kamu adalah ayah yang penyayang, teman tepercaya, dan yang paling penting dari semuanya, kamu adalah suami yang luar biasa. Pada dasarnya, kau adalah hal terbaik dan Itu benar. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa kamu di dalamnya.
Selamat ulang tahun suamiku! Sudah memilihku menjadi istrimu untuk selamanya. I love so much my hubby. Happy birthday to you!"
Ucapan Andien dengan untaian kata yang mampu menggetarkan hati Reza hingga lelaki ini harus berkaca-kaca.
"Terimakasih baby!"
Kecupan bibir berlangsung sekilas bersama dengan pelukan hangat keduanya menjadi pusat perhatian para karyawan yang ikut meleleh menyaksikan pasangan hebat sepanjang masa ini. Tepuk tangan terdengar riuh dengan siulan yang terdengar nyaring dalam kemeriahan di hari ultah Reza.
Keluarga ini menjadi panutan bagi staff perusahaan Reza dari segi didikan anak-anak yang membuat mereka bangga dengan pasangan ini. Berawal dari kesalahan menjalin hubungan hingga akhirnya mereka mampu memperbaiki kesalahannya hingga bisa membetuk karakter kuat pada jiwa anak-anak mereka dengan kecerdasan yang tidak diragukan lagi kehebatannya ditambah dengan balutan keimanan yang kokoh di awal pertumbuhan mereka.
__ADS_1
"Bukannya tadi kamu bilang mau dinas luar kota, sayang?" Sungut Reza manja.
"Kalau namanya kejutan itu harus terlihat sempurna sayang. Sekarang merasa surprise nggak ?" Ledek Andien.
"Kamu akan mendapatkan hukuman dariku nanti malam sayang, atas perbuatanmu hari ini padaku!" Ancam Reza membuat istrinya tersipu malu.
"Mau bertarung berapa ronde sayang?" Bisik Andien malah menantang suaminya.
"Tak terhingga!" Balas Reza membuat mata Andien melebar dengan mulut setengah terbuka.
"Hahhh....!"
Reza menggerakkan kedua alisnya dengan senyum menyeringai mesum.
"Bukankah kamu sedang menantang ku?" Reza balik bertanya sambil mengulum senyumnya yang nakal.
"Cih! Entar lagi kita punya cucu sayang, kurangin genitnya." Balas Andien malu-malu tapi gemas.
"Kakek dan nenek itu hanya status, tapi untuk urusan ranjang tidak mengenal usia untuk pasangan halal nyonya Andien!"
Goda Reza makin membuat wajah Andien memerah.
Betapa kagetnya keluarga itu kala mendapatkan kejutan luar biasa dari kedua putrinya yang datang sambil membawakan lagu indah untuk dipersembahkan kepada ayah mereka tercinta.
Reza dan Andien makin terpukau dengan surprise dari kedua putri mereka yang berjalan bergandengan tangan sambil memegang mikrofon. Perut besar mereka makin menjadi pusat perhatian para keluarga besar perusahaan Reza.
Dress marun di padu dengan perhiasan berlian yang di kenakan pada bagian tubuh tertentu. Camilla mengenakan kalung berlian sementara Calista hanya mengenakan gelang tangan.
Lagu yang dipersembahkan untuk ayah mereka dengan judul "KAU LAH YANG TERBAIK"
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
__ADS_1
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Reza tidak dapat membendung lagi air mata harunya ketika mendapatkan kejutan yang tidak di sangka-sangka oleh dirinya beserta istrinya Andien. Tangis haru dari para staffnya Reza ikut menyaksikan kejutan dari kedua bidadari nya Reza ini
Yang mengetahui kedatangan Camilla dan Calista hanya Al dan Fariz. Kerena itu keduanya kompak bermain piano dan gitar bersama untuk mengiringi lagu yang bakal dinyanyikan oleh kedua saudara perempuan mereka yang lahir dan besar bersama mereka.
"Selamat ulang tahun untuk ayah kami tercinta Ayah Reza. Terimakasih sudah memilih kami menjadi anak-anakmu. Kami sangat mencintai ayah." Ucap Camilla dan Calista secara bersamaan.
Reza menghampiri keduanya yang masih sedikit jauh berjalan menghampirinya. Pelukan kedua lengannya secara bersamaan pada kedua putrinya yang datang bersama kedua menantunya.
Lagu itu di ulang lagi hingga selesai dalam pelukan ayah mereka.
"Terimakasih sayang kalian sudah datang untuk merayakan ulangtahun ayah. Terimakasih untuk kejutannya dan lagu hebatnya." Ucap Reza sambil berurai air mata.
"Maaf ayah kami sedikit telat tiba di sini karena mencocokkan waktu tibanya pesawat kami bersamaan." Ucap Camilla.
"Ayah tolong lihat ke layar besar itu. Ada hadiah kami untuk ayah!"
Ucap Calista.
Ternyata hadiah untuk Reza berupa rekaman kenangan pertamanya bertemu dengan anak-anaknya pertama kali di ruang transit bandara Changi Singapura, kedua kalinya di salah satu gedung di mana mereka memperkenalkan aplikasi secret Detektor.
Tayangan berikutnya di rumah sakit saat Andien sakit dan saat mereka kemping bersama untuk pertama kalinya di musim salju.
Yang lebih mengharukan saat mereka merayakan hari raya lebaran bersama kedua orangtuanya Reza. Namun yang membuat Reza sempat histeris adalah melihat kedua orangtuanya.
"Ya Allah aku merayakan hari ulang tahunku tapi aku sampai lupa siapa yang telah melahirkan aku dan membuatku ada di bumi ini." Batin Reza yang melihat juga foto-foto kenangan ia dari bayi hingga usianya sekarang ini bersama ibu atau ayahnya.
"Mami, ayah!" lirih Reza sambil mengusap air matanya.
Andien merangkul pundak suaminya erat dan menangis bersama.
Cukup sulit bagi Calista untuk bisa mengumpulkan semua rekaman itu. Ia harus bernegosiasi dengan dua negara yang pernah menyimpan rekaman CCTV yang ada mereka di setiap kenangan bersama ayah mereka.
.....
__ADS_1
Akhir bulan ini kita berpisah ya say!🙏🙏😭😭