PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
105. Kesempatan Kedua


__ADS_3

Tiga bulan berlalu, Andien sudah menentukan sikapnya untuk mengambil keputusan bahwa ia dan keluarganya akan kembali ke Indonesia untuk mengabdi pada tanah air tercinta.


Nampak raut wajah kecewa yang dirasakan oleh tuan Edgar tergambar jelas di matanya saat ini. Ia juga meminta waktu pada Andien, agar mau mengajar selama tiga bulan untuk memberikan bimbingan langsung kepada bawahannya Andien, agar bisa mengusai ilmu yang dimiliki oleh istrinya Reza ini.


"Aku tidak akan memaksamu lagi dengan menawarkan kepadamu kekuasaan dan harta karena kamu tidak akan merubah keputusanmu berdasarkan petunjuk Tuhanmu, nona Andien.


Tapi aku minta waktu hanya tiga bulan saja agar kamu bisa mengajari bawahan mu agar mereka memiliki setengah dari kejeniusan yang kamu miliki." Pinta tuan Edgar.


"Baiklah tuan, tiga bulan waktu yang cukup untuk mendidik mereka supaya siap saat saya sudah tidak ada di sini."


"Andai saja putrimu Calista sudah remaja, aku ingin dia yang menggantikan kamu di sini, nona Andien."


"Sayangnya, anda terlambat untuk memintanya Tuan, karena tuan penguasa di negaraku sudah memintanya terlebih dahulu untuk membantu beliau membangun negara tercinta kami." Ucap Andien makin membuat tuan Edgar kecewa.


"Ternyata aset bangsamu sudah diborong semua oleh tuan penguasa mu nona Andien." Ucap tuan Edgar sambil tersenyum getir.


"Sayangnya keempat bayi kembarku belum terdeteksi kehebatan mereka. Walaupun begitu, jika mereka sudah dewasa, belum tentu anda masih menduduki kekuasaan mu, tuan Edgar." Canda Andien sambil terkekeh.


"Nona Andien!"


"Iya Tuan!"


"Sekarang kamu lebih banyak tertawa dan mau bercanda. Apakah pangeran mu itu yang sudah mengisi kembali ruang hatimu yang pernah hampa?"


"Aku mengenal cinta pertamaku hanya dengannya. Aku disakiti oleh cinta hanya dengannya. Aku tidak bisa mencari tempat lain untuk menemukan cinta yang lain untuk mengisi kekosongan itu, hingga akhirnya aku memilih cinta yang hampir redup itu dan memilih untuk kembali lagi bersamanya."


"Rasanya cinta itu terlalu angkuh untuk ditaklukkan nona Andien, karena yang kulihat luka hatimu yang saat itu, ingin sekali dirawat oleh orang lain, namun tidak kamu ijinkan, hingga orang yang menorehkan luka itu, yang akan menyembuhkan sendiri luka itu." Timpal tuan Edgar.


"Mungkin cintaku yang kumiliki untuknya terdengar terlalu idealis tuan, tapi hatiku tidak bisa dipaksakan untuk menerima cinta yang lain. Aku pergi darinya dengan membawa separuh jiwanya dan bagian jiwaku yang lain tinggal bersamanya.


Bagaimana mungkin aku menggantikan jiwanya dalam diriku dengan jiwa lain sekalipun luka yang ia berikan begitu dalam saat itu."


"Apakah jiwanya yang kau bawa itu adalah keempat anak kembarmu?"


"Iya tuan!" Aku memupuk cintaku padanya melalui keempat anakku, walaupun aku sudah berusaha membangun tembok kebencian padanya selama mengandung keempat anaknya, tetap saja aku tidak bisa.

__ADS_1


Mungkin terlihat bodoh gadis sepertiku yang mudah memaafkan dirinya sehingga harus dibenci oleh banyak netizen yang mengutuk karakterku." Tawa Andien terlihat lega.


"Aku ikut bahagia nona Andien. Aku salut dengan kekuatan cinta kalian tanpa peduli apa kata netizen.


Mencintai itu memang mudah, tapi tidak semua orang bisa mempertahankan cintanya hingga akhir dan tuan Reza sudah membuktikan bahwa ia telah menerima kesempatan kedua darimu untuk menghapus luka itu dan merawatmu dengan segenap jiwanya.


Lupakan perkataan netizen! karena mereka hanya bisa nyinyir tapi tidak bisa membuatmu bahagia, nona Andien karena kamu yang menjalani hidupmu bukan mereka.


Baiklah. Kalau begitu aku mau pergi dulu karena ada urusan negara. Terimakasih sudah mengajarkan aku apa itu nilai kesetiaan." Imbuh tuan Edgar lalu keluar dari ruang kerjanya Andien, bersama dengan Andien yang mengantarnya sampai ke depan pintu lift.


...----------------...


Di kediaman pangeran Fatih, Calista sangat puas dengan perkembangan pembelajaran pangeran Fatih yang makin menunjukkan kemampuannya yang begitu signifikan.


Metode pembelajaran yang diberikan oleh Calista tidak membuat pangeran Fatih menjadi cepat bosan.


Calista sangat paham cara mengatasi kejenuhan pangeran Fatih dan gadis ini cukup tanggap dengan situasi yang sering membuat pangeran Fatih mengeluh tentang guru-gurunya yang dulu.


Metode pembelajaran yang diberikan Calista untuk pangeran Fatih antara lain, metode pembelajaran konvensional atau ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan karya wisata.


Kini keduanya memasuki metode pembelajaran karya wisata. Metode karya wisata itu sendiri adalah


cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari/menyelidiki sesuatu.


Dengan tamasya, orang yang pergi ke suatu tempat hanya mencari kesenangan atau sebagai hiburan.


Keduanya tidak belajar di luar istana, tapi tetap belajar di dalam istana di sekitar taman istana yang memiliki danau kecil yang menjadi tempat belajar mereka saat ini.


"Calista!" Bagaimana penilaianmu tentangku selama proses belajar mengajar kita?" Tanya pangeran Fatih.


"Tuan sudah menunjukan progres yang sangat memuaskan dengan prestasi yang sangat yang gemilang. Tolong dipertahanan kan terus tuan!"


"Terimakasih Calista, berkatmu aku bisa mempelajari banyak hal, yang awalnya hanya terbatas pada buku saja, tapi denganmu semuanya terlihat mudah bagiku, karena aku lebih banyak belajar darimu tanpa harus berpatok pada buku saja."


"Saya hanya berharap agar tuan jangan pernah berhenti belajar. Karena dengan banyaknya kita menyelami lebih dalam ilmu, maka perilaku kita akan terdidik dengan sendirinya, untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk, saat kita melakukan sesuatu.

__ADS_1


Dan mana yang haram dan yang halal saat itu bermanfaat untuk diri kita sendiri agar bisa dipertanggungjawabkan kepada Allah di Yaumil akhir nanti. Tukas Calista.


"Siap ibu guru kecilku!" Ucap pangeran Fatih sambil mencolek hidung mancung Calista.


Calista terkekeh namun terhenti saat melihat sepasang kupu-kupu berterbangan di taman sekitar danau. Merasa penasaran Calista menghampiri sepasang kupu-kupu itu yang hendak menghinggapi kelopak mawar.


Namun sayang, saat hampir mendekati kupu-kupu itu malah terbang dan spontan Calista mengejarnya.


Pangeran Fatih yang melihat Calista menyukai kupu-kupu itu, ikut membantu Calista mengejar kupu-kupu itu. Karena kurang hati-hati Calista akhirnya jatuh.


"Calista!" Pekik pangeran Fatih lalu menghampiri guru kecilnya.


"Auhhght!" Ayahh!" Pekiknya sambil melihat dengkulnya yang lecet dan berdarah.


Pangeran Fatih langsung memeluk gadis kecil itu lalu menggendongnya.


Para pengawal yang ingin mendekati keduanya tapi di cegah oleh pangeran Fatih dengan satu tangannya, seakan ia ingin mengatakan cukup aku saja yang merawat gadis ini.


"Kamu tidak apa Calista?" Tanya pangeran Fatih lalu duduk di bangku taman sambil memangku gadis kecil itu."


Entah mengapa Calista merasakan kenyamanan dalam pelukan pangeran Fatih.


"Coba aku lihat!"


Pangeran Fatih menaikan sedikit rok Calista." Apakah sangat sakit, hmm?"


"Periiih!" Ucap Calista sambil menangis.


Pangeran Fatih mengusap air matanya Calista.


"Baiklah kita kembali ke istana, aku obati lukamu." Ucap pangeran Fatih lalu menggendong lagi Calista.


Lagi-lagi Calista tidak protes dengan perhatian pangeran Fatih, seakan ia sudah menemukan kehangatan kasih sayang yang tulus selain kedua orangtuanya.


...

__ADS_1


"Apakah keduanya akan berjodoh?"


__ADS_2