PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
85. ULTAH Si Kembar


__ADS_3

Tamparan yang cukup keras mengenai pipi Reza membuat Reza terperangah.


"Apa mas mengira aku cukup murahan untuk mengobral perasaanku pada orang lain?"


Jika saat itu, aku tidak menerima kebaikannya tuan Leo, mungkin aku tidak bisa bertahan di negeri orang lain tanpa mengenal siapapun di sana.


Membesarkan satu anak saja cukup sulit bagi seorang ibu muda sepertiku, apa lagi empat sekaligus membuat aku hampir menjerit setiap saat karena merasa terbuang dari keluarga bahkan darimu.


Kau hadir saat semuanya sudah berdiri tegak, tanpa sedikitpun kau lihat lelahku bekerja sambil memikirkan apakah anak-anakku sudah makan apa belum, apakah mereka sudah tidur apa belum?" dan lebih membuatku merasa ibu paling buruk di saat mereka sakit dan di saat yang sama aku dituntut oleh profesiku yang membutuhkan diriku tetap profesional tanpa tahu bagaimana perasaanku saat itu.


Sekarang mas hanya bisa mencurigai arti dari sebuah kesetiaan yang tidak semua dimiliki oleh wanita lain setelah dicampakkan oleh lelaki sepertimu.


Mungkin akulah wanita yang paling bodoh, setelah di tendang masih mau menjual diriku padamu hingga aku lupa sakit ku saat melalui masa kehamilan pertama tanpa orang-orang yang aku cintai bahkan kau sendiri mas Reza!"


Andien meninggalkan suaminya ketika mendengar kumandang adzan Maghrib bergema memanggil umat Islam dari kejauhan pemukiman penduduk yang beragama Islam yang ada di Bali.


Lagi Reza menyesal telah menuduh Andien yang sudah menjaga hatinya demi dirinya.


"Sial!" Kenapa mulut ini tidak bisa dijaga setiap saat hati dilanda cemburu hingga merendahkan harga diri istriku?" Gumam Reza lirih.


Reza mengejar lagi Istrinya yang sudah hampir tiba di kamar resort. Setiap anggota keluarga sudah siap berangkat ke mushola untuk melakukan ibadah magrib kecuali wanita melakukannya di kamar.


Sementara Reza ingin menjadi imam untuk istrinya. Andien mengambil air wudhu untuk meredakan amarahnya sekaligus mempersiapkan diri untuk sholat magrib.


"Kita sholat berdua di kamar ya sayang?"


"Hmm!"


Reza mulai melakukan gerakan takbiratul ihram dengan suara bergetar menahan tangisnya karena sudah membuat ulah ketika baru tiba di tempat peristirahatan di Bali.


Usai menunaikan shalat, Andien tetap menyalami suaminya walaupun perasaannya masih terasa sakit.


"Andien maafkan aku sayang!" Aku sangat cemburu pada tuan Leo hingga tidak bisa mengendalikan lisanku.


Andien mengangguk lalu membuka mukenanya dan melipatnya kembali.


"Andien!" Ku mohon jangan mendiamkan aku seperti itu!" Pinta Reza sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang saat Andien hendak ke kamar anak-anaknya.


"Jangan tinggalkan kamar ini dalam keadaan marah sayang!" Ucapnya dengan rasa sesal.


"Lepaskan tanganmu mas!" Aku ingin melihat Camilla dan Calista.


"Tidak Andien!" Aku tidak akan melepaskanmu sampai kamu memaafkan aku."


Andien sepertinya tidak menggubris dengan permintaan maaf suaminya, membuat Reza membalikkan tubuhnya Andien menghadapnya.


Andien menundukkan wajahnya menghindari kontak mata dengan sang suami. Reza kehilangan kata untuk menyampaikan rasa penyesalannya hingga ia nekat mencium bibir Andien setengah memaksa.


Andien sedikit menolak menjauhi wajahnya dari Reza. Tapi Reza tidak kehilangan cara, ia mengangkat tubuh Andien, menghempasnya pelan di atas kasur empuk.


Tangannya cepat menyusup di segitiga pelindung milik Andien dengan sekali hentak. Andien tidak bisa berkutik lagi ia nampak pasrah saat tubuhnya menginginkan sesuatu dari milik suaminya sudah mulai mencari celah sempit miliknya yang terasa mulai basah karena rangsangan hebat dari lidah sang suami pada bibir bawahnya.

__ADS_1


Dalam sekejap benda keras itu sudah menyesap masuk ke tempatnya yang lembab dalam satu hentakan membuatnya memekik lalu mengigit lengan sang suami yang sedang merasakan cengkraman miliknya mengurut lembut miliknya.


Pinggul Reza mulai mengaduk lembut merasakan sensasi yang luar biasa sambil memagut bibir dan lidah Andien yang sudah dikuasai dalam kungkungan nya.


Bunyi deritan tempat tidur itu menyatu bersama dengan lenguhan dan erangan erotis di kamar itu.


Andien mengigit bahu suaminya karena kenikmatan itu berkali-kali datang menyapanya.


"Mas Reza!" Aku membencimu.. akkkhh!" Pekiknya saat ingin melepaskan sesuatu yang sudah meledak di bawah sana.


"Andien!" Aku tergila-gila kepadamu sayang!" Kamu milikku!" Reza melepaskan semburan lahar panas pada milik sang istri, menyiram benih miliknya didalam sana agar makin kokoh menempel di dinding rahim sang istri.


"Tetap kuat kalian di dalam rahim mama sayang, ayah tetap menjaga kalian agar selalu aman di dalam sana, bisikannya diatas perut istrinya.


Rupanya cara Reza cukup jitu untuk mendapatkan maaf dari Andien.


...****************...


Persiapan ulangtahun kembar empat sudah sempurna yang di gelar di restoran yang menghadap ke arah pantai.


Masing-masing keluarga mengambil tempatnya untuk menyaksikan pemotongan kue bertingkat empat itu dengan hiasan lilin di bawahnya.


Kembar empat membaca doa dan memberikan ucapan cinta mereka pada Andien yang punya jasa besar dalam kehidupan mereka.


Calista membacakan puisi untuk mamanya.


"Untuk Pahlawan Pertamaku"


Bulan bercahaya pada lintasnya..


Waktu bergulir dalam takdirnya...


Kami…


Terlahir dari manusia hebat


Sepertinya…


Merupakan anugerah terbesar Tuhan untuk kami..


Menjadikan kami pelipur lara jiwanya...


Kau…


Perempuan hebat di jiwa lemah kami..


Menyayangi tanpa batas


Mendampingi di semua kisah kami..


Kau…

__ADS_1


Perempuan terbaik dalam kerajaan kami...


Motivasi terbaik di setiap lika-liku hidup kami...


Mama…


Kami mencintaimu


Terima kasih untuk semua waktu dan lelah mu...


Mama…


Kami mencintaimu.


Tetaplah sehat untuk mendoakan kami setiap sujud mu...


Tetaplah kuat untuk mengantar kami hingga dewasa...


Kami bukan apa-apa tanpa kasih sayang tulus mu...


Amarahmu memperbaiki akhlak kami..


Ketegasan mu menyelamatkan kami dari api neraka..


Kedisplinan mu... menjadikan kami bermanfaat untuk banyak orang lain..


Wahai wanita hebat...ayahku begitu cerdas menjadikanmu pilihannya untuk melahirkan kami di dunia fana ini..


Terimakasih untuk segala pengorbananmu... semoga surga tempatmu berada...


Calista mengakhiri puisinya lalu menangis membuat semua keluarga ikut meleleh.


Adam langsung menggendong ponakannya untuk menenangkan Calista sesaat namun Calista tidak suka di gendong oleh yang lain kecuali ayahnya.


Keempatnya menghampiri Andien yang sudah menangis sedari tadi mendengar puisi yang sangat menyentuh perasaannya dari putrinya Calista untuknya.


bunga-bunga segar yang dipesankan mereka diberikan oleh Rania dan Rani saat mereka hampir mendekati ibu mereka lalu menyerahkan dua buket bunga dari Al dan Fariz, dan kalung berlian dengan hiasan bandulan batu safir dari Camilla dan Calista.


Pelukan hangat keempatnya pada Andien ditambah Reza merangkul ke limanya. Momen haru itu sudah di abadikan oleh fotografer hotel.


Andien menyiapkan video dokumentasi darinya mulai usia kandungannya tiga bulan hingga ulang tahun terakhir ke tujuh tahun putra-putrinya.


Keluarga besar itu nampak haru menyaksikan perjuangan Andien seorang diri dari hamil hingga melahirkan dan membesarkan keempat anaknya. Yang paling sedih saat ini adalah tuan Handoyo beserta istri yang masih menyesali perbuatan mereka pada Andien.


Disaat ulang tahun yang ke lima yang dirayakan di hotel pantai Ancol di mana bunyi petasan mengukir setiap nama di udara, Reza begitu kaget dan mengingat kembali tiga tahun lalu ia sedang berada di hotel Ancol mengadakan rapat penting dengan koleganya.


"Astaga!" Jadi saat itu ulangtahun anak-anakku?" Aku ada di tempat yang sama dengan mereka tapi aku tidak mengetahui apapun momen itu." Batin Reza.


Keluarga besar berkumpul dekat dengan kue ulang tahun, yang akan dipotong oleh kembar empat. Calista menarik tangan ayahnya yang sedang melamun untuk mendampingi mereka memotong kue dan meniup lilin bersama.


Setiap anggota keluarga memberikan kado untuk kembar empat.

__ADS_1


Tapi ada yang mereka tidak sadari seseorang yang melihat kebahagiaan mereka sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan keluarga kecil itu...


__ADS_2