PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
143. KEMARAHAN CAMILLA


__ADS_3

Wajah Camilla yang berbinar cantik dengan aura yang memikat berubah redup dengan perasaan yang tak menentu dalam sekejap. Hatinya begitu miris mengetahui kenyataan yang terdengar bagi semua orang adalah keberuntungan.


Namun tidak bagi Camilla yang merasa terancam hidupnya jika hidup bersama dengan seorang putra mahkota yang mengingatkan dirinya pada saudara kembarnya Calista yang harus berjuang sendiri di negara Maroko untuk mendapatkan tempat di hati kedua mertuanya dan juga rakyat Maroko.


Davin merasa serba salah di hadapan istrinya dan juga tuan Adras yang menatapnya penuh tanya dengan kebohongan yang selama ini ia sembunyikan status dirinya.


"Prince, apakah istrimu tidak mengetahui kamu adalah seorang putra mahkota?" Tanya tuan Adras lirih.


Davin hanya menggeleng lemah. Camilla segera beranjak pergi dari hadapan suaminya dan tuan Adras yang masih terlibat obrolan serius. Ia ingin mencari tempat yang bisa ia luapkan kekesalannya saat ini.


Sementara itu Davin segera pamit pada tuan Adras untuk menyusul istrinya. Ia yang berusaha mengejar istrinya malah di hadang oleh beberapa para petinggi negara bagian seperti negara tetangga Yunani yang mengenal Davin, merasa tidak percaya jika pangeran Yunani itu masuk dalam daftar tamu undangan istana.


"Prince Devino!" Sapa diantara mereka membuat Davin kebingungan sendiri.


"Selamat malam Tuan-tuan!"


Sapa Davin dengan wajah datarnya namun tidak mengurangi kharismatik suami dari Camilla ini yang tetap terlihat menawan. Davin harus melayani ocehan basa-basi mereka terlebih dahulu walaupun hatinya saat ini sedang mengumpat kebodohannya sendiri.


Camilla berhasil keluar dari gedung itu dan menangis sendirian di sudut pilar putih yang sangat kokoh menopang gedung istana kebanggaan Indonesia itu.


"Kenapa kak Davin tega padaku?" Kenapa dia harus membohongi aku? Kenapa aku begitu naif selama ini. Pantas saja dia selalu menghindar bila aku ajak untuk pulang ke kampungnya?" Lirih Camilla sambil memegang perutnya seakan sedang mengajak ketiga calon bayinya ikut merasakan kesedihannya saat ini.


"Makanya, kalau jadi perempuan itu jangan hanya terpesona dengan ketampanan lelaki saja.


Punya wajah tampan, tapi sayang, ternyata seorang pengangguran." Tegur Rasya yang tiba-tiba muncul dari balik punggung Camilla yang sedang terisak.


"Kau...!"


"Iya, ini aku Rasya yang calon suamiku sempat kau rebut itu." Sinis Rasya acuh.


"Tutup mulutmu bodoh!" Skak Camilla yang paling benci berhadapan dengan ular berbisa ini.


Camilla menghindari berdebat dengan Raisya karena hatinya saat ini sangat panas. Belum sempat kakinya melangkah, para wartawan sedang mengikuti suaminya dengan serentetan pertanyaan yang mereka ajukan kepada Davin.


Wartawan mancanegara yang di undang oleh pihak istana untuk meliput berita yang berkaitan dengan tema acara kenegaraan tersebut, kini menjadi suatu liputan bersifat pribadi yang mengulik tentang pangeran Yunani yang sempat menghilang selama dua tahun dari negaranya dan ketahuan berada di Indonesia.


Yang lebih menarik lagi, pangeran Davin rela meninggalkan segalanya demi mengejar cintanya, seorang gadis kecil yang ia tunggu sampai dewasa hanya untuk menikah dengan gadis itu.


"Prince Devino! apakah anda sengaja menghilang karena anda ingin mengejar gadis impian anda yang ada di Indonesia?" Tanya wartawan senior dari Yunani sendiri.


Davin tidak menjawab pertanyaan itu. Ia lebih fokus melihat ke arah istrinya yang masih terpaku di tempatnya berdiri sambil menatapnya.

__ADS_1


"Sayang!" Panggil Davin buru-buru menghampiri istrinya yang hendak melangkah pergi.


Davin segera memeluk perut Camilla dari balik punggung gadis itu.


"Maafkan aku sayang! Aku akan menjelaskan semuanya," ucap Davin seraya membalikkan tubuhnya Camilla menghadap dirinya.


Merasa ini adalah momen terbaik dan langka menurut para wartawan, yang membuat mereka bisa membidik kamera ke arah pasangan fenomenal itu.


Dalam sekejap berita keduanya sudah seperti selebriti yang langsung menghiasi wajah media lokal maupun internasional.


"Sayang! Jangan pergi dariku, nafasku rasanya sesak saat ini, jika kamu sudah marah." Ujar Davin sambil mengangkat dagu istrinya dan mengecup bibir ranum itu dengan lembut di hadapan para wartawan yang terlihat malu sendiri menyaksikan adegan kemesraan itu.


Wartawan merasakan keberuntungan yang bertubi-tubi untuk mereka, karena mendapatkan momen romantis dari seorang pangeran Yunani pada istrinya yang berbeda negara ini.


Camilla tidak dapat mengelak, selain pasrah pada keadaan karena saat ini dirinya sedang di ekspos oleh media.


"Aku membencimu Davin."


"Aku sangat mencintaimu sayang."


"Aku...aku ...!"


Lidah Camilla tidak dapat lagi berkata apapun. Rasanya saat ini ia ingin pingsan di hadapan para wartawan. Kilatan kamera yang mengarahkan ke arah mereka membuatnya mulai terganggu.


Davin membuka jasnya dan menutup kepala Camilla. Tanpa canggung, Davin menggendong istrinya di hadapan para wartawan. Camilla melindungi wajahnya di balik ceruk leher jenjang sang suami menuju mobil mereka yang sudah menunggu di depan gedung istana.


Raisya yang melihat kejadian itu rasanya ingin pingsan karena ia tidak menyangka Camilla sangat beruntung mendapatkan pria tampan yang dikiranya pengangguran seperti di katakan suaminya Farhan ternyata adalah seorang pangeran Yunani.


"Haahhh...? Seorang pangeran, mana mungkin."


Raisya membekap mulutnya yang sempat terbuka karena saking kagetnya.


"Wanita sialan! Dia selalu saja beruntung dalam urusan asmara." Umpat Rasya yang merasa dirinya tidak bisa menyaingi pesona seorang Camilla.


Raisa adalah putri kandungnya Monica, mantan tunangannya ayah Camilla. Sementara Farhan mantan kekasih Camilla.


Sementara itu, mobil Lamborghini milik Davin berusaha keluar dari kerumunan wartawan yang masih menghadang mereka dengan berbagai pertanyaan.


Beruntunglah Paspampres presiden berhasil mengamankan mobil putrinya Andien yang merupakan seorang pejabat di negara Indonesia.


Mobil Lamborghini ini di kawal oleh mobil lainnya yang merupakan anak buahnya Davin yang merupakan pengawal pribadi Davin yang berasal dari istana Davin sendiri.

__ADS_1


Di dalam mobil, Davin tetap memangku istrinya walaupun Camilla menolak dan meminta Davin untuk memindahkan tubuhnya disisi sang suami, namun tetap saja pria tampan ini makin mengeratkan pelukannya.


Wajah Camilla sejak tadi menjadi sasaran empuk Davin yang terus-menerus menciumnya. Bahkan bibir gadis itu tidak lepas dari Incarannya.


Davin seakan membungkam istrinya agar tidak ada pertanyaan atau keluhan yang akan dilontarkan oleh gadis itu. Camilla harus mengikuti permainan lidah Davin dalam rongga mulutnya.


"Cih! Kamu pintar sekali membeli hatiku dengan pesona mu. Kita lihat saja nanti di kamar, kau tidak akan bisa menjajah hatiku dan tubuhku lagi." Batin Camilla.


Hingga tiba di mansion ayahnya, Camilla baru bernafas lega. Ia bisa turun dari mobil itu dan berjalan tertatih-tatih menuju kamarnya. Davin segera mengejar istrinya yang ingin meninggalkan lagi dirinya.


Ia sangat hafal adab Camilla kalau sudah ngambek sulit untuk ditaklukkan kecuali mengajak gadis itu bercinta.


"Camilla, sayang, tunggu! Jangan berjalan cepat seperti itu! Kakimu bisa terkilir dengan pum heels itu." Sergah Davin.


Camilla menghentikan langkahnya. Ia membuka pum heelsnya dan melemparkan ke arah suaminya membuat Davin spontan menangkap satu persatu Pum heels milik istrinya itu.


"Jangan mendekatiku! Pergi dari sini! aku tidak mau punya suami pembohong sepertimu." Tolak Camilla.


Davin tidak gentar menghadapi istrinya walaupun ia sangat salah saat ini.


"Aku tidak bisa jujur padamu karena dari usiamu sepuluh tahun kamu sudah membenci pangeran Fatih.


Saat suami saudaramu itu di tangkap oleh pasukannya sendiri, lagi-lagi kamu berkata, untung aku menikahi lelaki biasa karena tidak harus berhadapan dengan para prajurit istana yang ingin memisahkan Fatih dan Calista.


Bukankah itu adalah perkataanmu, sayang?" Tanya Davin yang tidak ingin di salahkan oleh istrinya.


"Kamu bisa berkata seperti itu padaku, tapi tidak berarti kamu selamanya bungkam tentang statusmu. Kita menikah tidak untuk sehari, sebulan atau setahun bukan? Jadi mengapa harus membohongi aku dan keluargaku?" Kamu sangat menyebalkan. Pergiii!" Usir Camilla histeris hingga membangunkan keempat adiknya yang lain.


"Camilla! Ingat kamu saat ini sedang hamil. Tolonglah, aku tidak bermaksud membohongimu selamanya, aku butuh momen yang tepat untuk menjelaskannya kepadamu, tolong percayalah kepadaku, sayang!" Pinta Davin sambil memelas.


"Davin!" Panggil Reza yang baru tiba di mansion.


Degggg...


"Kamu banyak utang penjelasan pada ayah dan mama. Turunlah kita harus membahas identitas pribadimu agar tidak ada kesalahpahaman yang akan terjadi antara kedua negara ini." Pinta Reza bijak.


"Tapi ayah, Camilla masih ngambek dengan Davin. Aku ingin menenangkan istriku dulu." Pinta Davin.


Camilla yang masih sakit hati langsung masuk ke kamarnya dan membanting pintu kamar itu dengan kencang membuat Davin dan ayahnya memegang dada mereka sambil membaca istighfar.


"Astaghfirullah!"

__ADS_1


....


vote dan like nya cinta 🙏🤗


__ADS_2