
Sepuluh tahun berlalu, dua putri cantik milik Reza sudah mulai beranjak dewasa. Usia dua puluh tahun adalah usia emas yang cukup matang untuk mengenal cinta.
Rupanya sejalannya waktu, dua gadis ini sudah melupakan dua pangeran mereka yang sekarang ini kembali lagi ke negara asal mereka masing-masing. Kini Camilla sedang dekat dengan rekan kerjanya di planetarium.
Profesi Camilla yang tidak hanya menjadi kepala bagian di instansi pemerintah di planetarium, tapi ia ingin merangkap menjadi seorang dosen muda di salah satu kampus ternama di kota Bandung.
Dua gadis ini sudah mendapatkan gelar mereka masing-masing. Camilla yang sudah meraih predikat doktor dengan keahliannya sebagai BSc( Bachelor of Science (Ilmu Astronomi dan Luar Angkasa)
Kejeniusan gadis ini ditunjang dengan wajahnya yang makin cantik dan peringainya yang anggun menjadi daya tarik sendiri bagi kaum Adam yang tidak kuat menatapnya lama.
Seperti pagi ini, untuk pertama kalinya Camilla memulai karirnya menjadi seorang dosen dan kini memasuki kelas yang merupakan mahasiswa semester lima.
Mahasiswa dengan jurusan astronomi ini begitu terkejut saat Camilla menapaki kelas mereka dengan melangkah anggun hingga mencapai meja dosen untuk meletakkan barang-barang miliknya.
Decak kagum yang dilontarkan para mahasiswa yang seusia dengannya saat ini, yang awalnya mengira Camilla juga merupakan seorang mahasiswa yang sama seperti mereka.
"Waw!" Apakah si cantik ini akan menjadi dosen kita?" Tanya Dimas yang tidak bisa melepaskan tatapannya pada Camilla.
"Hai bro!" Itu dosen kita bukan mahasiswa, yang seenaknya saja kamu menatapnya seperti itu." Tegas Acep seraya menutup matanya Dimas.
Dimas menepis tangan Acep yang mencoba menghalangi pandangannya pada bidadari nya di depan sana.
"Dia terlalu cantik untuk menjadi seorang dosen. Aku ingin mengurungnya di hatiku Acep. Bagaimana mungkin usia semuda itu sudah menjadi dosen." Kilah Dimas.
Camilla mulai membuka kelasnya dengan salam dan memperlihatkan senyum pelitnya dengan penuh wibawa.
"Selamat pagi semuanya!" Perkenalkan, saya adalah dosen baru kalian yang akan mengajarkan kalian mata kuliah proses astro fisika satu untuk semester lima ini. Harap kerjasamanya selama satu semester ini.
Sebelumnya, perkenalkan nama saya Dr. Ratu Camilla. Saya berasal dari Jakarta. Menempuh pendidikan S1 dan S2 di Bogota Kolombia dan melanjutkan lagi S3 di Amerika.
Sebelum kita mulai mata kuliahnya, perkenalkan nama kalian masing-masing dengan kota asal dan mengapa kalian berminat mengambil jurusan ini!" Pinta Camilla.
Camilla berdiri di tengah kelas sambil memperhatikan satu persatu wajah mahasiswanya sambil mendengarkan pengenalan mereka.
Setelah masing-masing diantara mahasiswanya sudah memperkenalkan nama mereka. Camilla mulai mengajukan pertanyaan.
__ADS_1
"Apakah sampai di sini, ada yang ingin kalian tanyakan pada kakak?" Tanya Camilla.
"Apakah kakak Camilla, sudah punya pacar?" Canda Dimas dengan keisengannya.
Kelas tiba-tiba riuh dengan celoteh nakal namun terdengar serius diantara mereka yang ingin mengetahui latar belakang pendidikan gadis itu.
Mengapa Camilla bisa mendapatkan gelar sarjana tertinggi dalam usia yang masih belia. Camilla menceritakan sedikit riwayat hidupnya membuat mata mereka melebar dengan mulut setengah terbuka seakan tak percaya pada pengakuan Camilla, namun gadis ini bisa membungkam keraguan mahasiswanya dengan tayangan film dokumenter tentang dirinya selama menempuh pendidikan di Bogota Kolombia.
"Astaga!" Seumur dia aku masih sibuk main game dan keluyuran dengan teman-temanku." Ucap Acep.
Rasa kagum mereka pada Camilla hingga berakhir dari candaan berubah rasa salut dan hormat pada gadis cantik ini.
Tepuk tangan mereka berikan pada dosen termuda yang mereka ketahui dengan sejibun prestasi sebagai bentuk apresiasi mereka terhadap Camilla.
...---------------- ...
Usai mengajar, Camilla berjalan cepat menuju tempat parkir di mana mobil sang kekasih sudah menunggunya dengan sabar hati.
Dialah Farhan, pemuda tampan asli Bandung yang saat ini sedang menjalin hubungan dengan Camilla sekitar tiga bulan.
"Hai, cantik!" Kita makan siang sekarang?"
"Siap!"
"Bagaimana dengan hari pertamamu mengajar?" Tanya Farhan sambil mengendarai mobilnya.
"Alhamdulillah, berakhir baik. Walaupun awalnya diantara mereka ada yang bersikap kurang ngajar tapi aku bisa mengatasinya saat memulai memperkenalkan kepada mereka tentang mata kuliah yang aku berikan hari ini.
Awalnya masih meragukan kemampuanku tapi, ketika mengulas pelajaran rumit itu pada mereka dengan penguasaan materi yang sudah aku kuasai membuat nyali mereka cukup ciut untuk tidak meremehkan aku lagi." Ujar Camilla sambil tersenyum geli mengingat kejadian hari ini di kelas pertamanya.
"Kamu hebat sayang!" Aku sangat kagum padamu dan makin mencintaimu." Ucap Farhan sambil meraih tangan Camilla dan hendak diciumnya namun Camilla pura-pura mengambil ponselnya sebagai bentuk penolakan halus pada lelaki tampan di sebelahnya ini.
Farhan terlihat kecewa, namun ia ingat akan peringatan Camilla saat mereka baru jadian, kalau gadis ini tidak ingin disentuh tubuhnya walaupun itu sebatas tangannya saja.
Tidak lama kemudian, mobil mereka tiba di salah satu restoran Sunda yang cukup terkenal yang ada kota Bandung tersebut.
__ADS_1
Restoran yang menawarkan menu makanan khas Sunda yang sekarang menjadi menu kesukaan Camilla.
Di dalam restoran yang di desain cantik berupa saung itu membuat area sekitarnya menjadi lebih cantik dan asri.
Camilla dan Farhan mencari saung yang lebih nyaman untuk makan siang mereka. Dua pelayan datang menemui keduanya dengan membawa dua buku menu dan buku catatan untuk menulis pesanan dari pasangan ini.
Camilla segera menulisnya untuk mereka berdua dan kembali menyerahkan catatan itu pada pelayan.
Sambil menunggu pesanan mereka, keduanya saling bercerita masing-masing kegiatan mereka hari ini.
Senyum dan tawa Camilla makin membuat gadis ini terlihat lebih mempesona membuat sepasang mata yang menatap tajam dirinya dari jarak yang cukup dekat sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sedari tadi pergerakan Camila sudah diikuti oleh pria tampan itu hingga tiba di restoran khas Sunda itu.
Rasanya ia ingin meluluh lantakkan tempat itu karena tidak rela gadisnya bersama dengan seorang pria tampan yang sedang dekat dengan Camilla saat ini.
"Mengapa kamu cepat sekali melupakan aku Camilla?" Bukankah kamu sudah berjanji padaku saat terakhir kalinya kita bertemu?"
Apakah waktu sudah menghilangkan sebagian memori mu untuk kenangan tentang kita?" Gumam pria tampan itu.
Pria tampan yang sedang menggenggam kerinduannya pada pujaan hatinya yang tidak bisa menghapus bayangan wajah Camilla walaupun sedetik saja dalam hidupnya, sekalipun dalam tidurnya, Camilla tetap hadir untuk bersamanya.
"Ragamu memang menghilang dari pandanganku Camilla selama sepuluh tahun ini, tapi tahukah kau bayanganmu sendiri tetap menetap dalam pikiran dan hatiku hingga membuat aku selalu dekat denganmu." Ucap Davin lirih.
Pemuda blasteran indo ini membuat kejutan untuk para pengunjung restoran itu dengan permainan kecilnya yang menarik perhatian Camilla.
Air kolam di bawah saung itu seketika mencuat keatas membentuk air mancur.
Dan parahnya, Davin juga membuat Farhan tiba-tiba tertidur di atas pondok saung itu hingga ia bisa menatap wajah cantik Camilla seorang diri ketika Camilla fokus pada air mancur yang dibuatnya.
"Kamu milikku sayang. Aku akan merebut mu kembali dari buaya darat itu." Lirih pangeran Davin sambil menikmati kecantikan Camilla.
Tampilan Camilla
__ADS_1