PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
121. Rencana Pembunuhan Calista


__ADS_3

Semenjak kedatangan Davin di kediaman Tuan Handoyo untuk melamar cucunya Camilla. Baik kelurga besar Reza maupun Andien berkumpul di kediaman Tuan Handoyo untuk berdiskusi dalam menentukan beberapa tahap acara mulai dari pingitan, siraman, pengajian, midadaremi, ijab kabul dan terakhir resepsi pernikahan.


Keluarga itu berkordinasi dengan Camilla yang ingin mengusung tema adat Jawa dan India karena Tuan Handoyo masih blasteran Jawa dan India. Di malam menjelang pernikahan Camilla ingin mengusung tema India dengan berbagai tarian dan nyanyian.


Semuanya di bahas di acara pertemuan itu. Perlu di ketahui saat ini, sejak Reza mengetahui Rendy telah menyakiti saudara kembarnya Ratih, sejak saat itu Reza memutuskan untuk tidak lagi menjadikan Rendy sebagai asistennya melainkan putranya sendiri Al-Ghifari yang memang memiliki jiwa bisnis seperti ayah kandungnya Reza.


Rendy sendiri mengambil alih perusahaan milik Ratih yang diwariskan ayahnya tuan Handoyo, yang sebelumnya Ratih sendiri mengelolanya semenjak bercerai dengan suami pertamanya tuan Rama.


Entah mengapa Ratih tidak begitu percaya kepada suaminya Rendy yang hanya menjadikan Rendy sebagai asistennya sendiri daripada di angkat CEO oleh Ratih walaupun Rendy sering merayu Ratih agar tampuk kekuasaan perusahaan gadis itu beralih kepadanya.


Melihat gelagat Rendy yang terlihat baik dengan Ratih karena ada maunya dan Ratih sudah memperjelas status Rendy di perusahaannya itu sebagai asisten pribadinya saja tidak lebih.


Ratih cukup trauma dengan pernikahan pertamanya dan pernikahan keduanya dengan Rendy yang pernah membuat dirinya hampir kehilangan nyawanya.


Pernikahan yang cukup dingin yang dijalani Ratih, walaupun Rendy sudah berusaha membuktikan cintanya pada Ratih dengan segala cara, namun hati ibu dari si kembar ini sudah tidak begitu respek dengan segala bentuk perhatian Rendy kepadanya.


Sementara perusahaan Reza makin maju sejak hadirnya si buah hati Al-Ghifari yang merubah setiap manajemen bisnis perusahaan ayahnya di segala sektor entah itu komoditi pangan maupun elektronik.


Sekarang merambah pada komponen kendaraan bermotor dan furniture yang sudah menjadi tanggung jawab putranya Alfarizi.


Perusahaan Reza tidak lagi bergantung pada saham dari perusahaan lain, karena dia sendiri adalah pemilik saham terbesar di perusahaannya sendiri.


Baik Fariz maupun Al, tidak begitu berambisi untuk memiliki segalanya karena mereka ingin membangun perusahaan milik mereka sendiri agar perusahaan milik ayah mereka di alihkan kepada keempat adik mereka yang saat ini sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi ternama di Jakarta dalam usia sembilan tahun. Keempatnya sama jeniusnya dengan kakak-kakak mereka, hingga keluarga itu menjadi sorotan publik.


Atas kehebatan keturunan Andien dan Reza ini, pemerintah melindungi aset bangsa ini sebaik mungkin hanya keempat anak pertamanya saja yang tidak ingin mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah karena ruang gerak mereka menjadi tidak bebas.


Keinginan mereka ini menjadi ancaman tersendiri untuk mereka terutama Calista. Gadis yang hampir berusia 21 tahun ini menjadi target penjahat berdasi.


Calista bisa mengungkapkan beberapa kasus koruptor yang bermain secara terselubung dengan para mafia dalam mengalihkan aset bangsa ini ke negara asing.


Seperti salah satu kasus yang dilakukan oleh oknum petinggi polisi dan kejaksaan yang bekerjasama dengan mafia untuk memperkaya diri sendiri.


Semua yang dilakukan oleh Calista bukan keinginannya sendiri melainkan atas permintaan tuan penguasa.


Kehebatan Calista yang bermain cantik dalam mengungkapkan kasus korupsi yang melibatkan banyak sekali pejabat publik dan juga oknum polisi, hakim serta jaksa, membuat tuan penguasa meminta Calista untuk lebih berhati-hati di luar sana.

__ADS_1


Seperti siang ini, tuan penguasa melakukan pertemuan secara tersembunyi dengan Calista.


"Nona Calista! Saya tahu kamu tidak ingin ada perlindungan istimewa dari negara untukmu, tapi saya orang pertama yang paling menyesal jika terjadi sesuatu kepadamu." Tuan penguasa terlihat cemas.


"Saya bekerja untuk tuan di belakang layar, mana mungkin mereka mengetahui kalau saya pelaku sebenarnya yang telah menghancurkan sindikat mereka satu persatu?" Bukankah tuan punya tim tersendiri untuk memberantas korupsi di negara ini?" Tanya Calista.


"Masalahnya ada laporan dari badan intelijen bahwa kamu adalah orang nomor satu yang menjadi target mereka untuk menghabisi mu." Ucap tuan penguasa.


"Apakah banyak mata-mata di kubu orang-orang Tuan?"


"Entahlah Calista, aku bukan Tuhan yang dapat membedakan mana yang setia dan mana yang pengkhianat, mana teman, mama lawan.


Jika nyawaku saja menjadi target untuk mereka habisi walaupun banyak sekali pengawal yang menjaga aku setiap saat, apa lagi kamu anak muda?" Mereka sudah tahu kamu yang membantu aku selama ini untuk mengungkapkan permainan kotor di kalangan pejabat tinggi, jadi aku mohon turuti permintaanku." Ucap tuan penguasa sedikit memaksa.


"Tidak!" Tolak Calista tegas.


"Apa alasannya nona Calista menolak tawaranku, demi keselamatan mu?"


"Karena aku sudah punya pengawal pribadi yang menjagaku siang dan malam tanpa pernah tidur, jadi pengawal yang disiapkan tuan untukku tidak ada berarti apapun untukku." Tegas Calista.


"Mereka rela mengorbankan nyawa mereka demi melindungi aku?" Bagaimana dengan nasib keluarga mereka yang menanti kepulangan mereka setiap saat? Aku tidak mau mereka mengorbankan nyawa mereka sia-sia demi aku.


Aku tidak mau ada anak yatim piatu, janda, seorang ibu yang menangisi kematian putranya atau seorang kekasih kehilangan belahan jiwanya." Ujar Calista.


"Lalu siapa pengawalmu itu nona Calista?" Apakah aku mengenal pengawal super hebat mu itu, nona Calista?"


"Tentu saja anda mengenalnya dengan baik Tuan penguasa."


"Benarkah?" Bagaimana mungkin kamu bisa menjadikan dia pengawalmu?" Apakah dia memiliki kekuatan yang luar biasa hingga kamu tidak tersentuh oleh musuh?" Berapa bayarannya untuk orang itu?"


Calista tertawa kecil sambil menatap wajah tuan penguasa yang sangat penasaran dengan pengawalnya. Iapun akhirnya menyebutkan nama pengawal pribadinya itu.


"Dialah Allah, Penguasa langit dan bumi, yang tidak pernah tidur dalam mengawasi makhlukNya di setiap apa yang terdapat di bumi maupun langit.


Aku mengandalkanNya melalui lafaz surah Al-fatihah yang aku baca di dalam sholat dengan penuh penghayatan dalam 17 kali sehari. Dialah pemilik kekuatan yang tidak tertandingi oleh makhluk ciptaanNya dan tidak ada sekutu bagiNya di dunia ini.

__ADS_1


Dia melindungi aku setiap saat dan bayaran untukNya adalah rasa syukur ku setiap saat dalam doa dan zikir melalui puncak zikir tertinggi adalah sholat, membaca Alquran dan doa. Praktis bukan? Libatkan Allah dalam setiap aktivitas kita, dengan begitu tidak perlu mencari pengawal handal untuk kita, Tuan penguasa.


Jika ajal ku sudah tiba, kapan saja aku bisa mati di tangan musuhku sendiri dan itu yang aku inginkan. Saat aku jihad pada jalan kebenaran, ada musuh yang membunuhku, itulah sebaik-baiknya kematian yang diharapkan hamba yang beriman. Aku ingin mati syahid demi menegakkan kebenaran, Tuan penguasa, aku ingin kembali kepada Allah dengan rasa bangga ku karena menjadi Khalifah terbaik di muka bumi ini dengan keikhlasan ku mencari keridhaan Nya."


Glekkkk..


Tuan penguasa tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan kalimat Calista yang langsung menyentuh nuraninya. Selama ini hidupnya tidak tenang dengan banyak musuh di lingkaran hidupnya, tapi dia telah lupa pada Allah SWT yang lebih ia butuhkan bukan hanya melindungi dirinya saja tapi juga dapat menenangkan hatinya jika berpegang teguh pada tali Allah.


"Bagaimana tuan penguasa?" Bukankah pengawal ku lebih hebat dari pada pengawal yang Anda tawarkan kepadaku yang sangat banyak itu dan akan mengganggu privasi ku." Ucap Calista mantap.


"Ok, nona Calista. Terimakasih atas diskusi eksklusif siang ini denganmu. Aku banyak belajar padamu untuk mengenal siapa Penciptaku hingga aku lupa bahwa hidup mati kita ada ditanganNya.


Kita hanya di minta untuk beribadah kepada-Nya saja sesuai tujuan awal Allah menciptakan kita" Ucap tuan penguasa.


"Itu terdapat dalam surat Az Zariyat Ayat 56, Tujuan Allah Menciptakan Jin dan Manusia.


Yang artinya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku," Ucap Calista diikuti penjelasan Calista beserta tafsirnya menurut beberapa ahli tafsir.


Keduanya saling berjabat tangan dan Calista segera pamit dan keluar dari tempat pertemuan rahasia itu dalam keadaan matanya ditutup kembali, hingga ia tidak mengetahui tempat di mana ia melakukan pertemuan dengan tuan penguasa dan tiba-tiba saja mobil itu bergerak menuju tempat keramaian dalam waktu dua puluh menit.


Calista sudah tiba di salah satu restoran mewah yang ada di Jakarta. Iapun segera turun dari mobil pribadi tuan penguasa tanpa ada logo orang nomor satu di negeri itu pada plat nomor kendaraannya.


Calista terlihat tenang dan menatap restoran yang ada di hadapannya.


"Apakah aku sengaja di turunkan di sini agar langsung makan siang di restoran itu?


Baiklah kebetulan sekali aku sangat lapar setelah berbincang dengan tuan penguasa." Lirih Calista lalu berjalan ke arah restoran yang bersebrangan dengan tempatnya berdiri.


Saat kaki jenjang itu melangkah menuju restoran, ia tidak melihat mobil mewah sport merah yang tiba-tiba saja datang dari awal berlawanan hendak menabraknya dan Calista hanya termangu di tempatnya berdiri, melihat pergerakan mobil itu yang siap menyambar tubuhnya.


"Aaaaakkkkk!" Pekik orang-orang yang melintas di jalanan, di mana berada di area yang sama dengan Calista melihat mobil itu hampir mendekati gadis jenius itu.


....


"Bagaimana nasib Calista?"

__ADS_1


Mohon vote dan like nya gratis hari ini dari NT..🙏🤗


__ADS_2