PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
80. Balasan Setimpal


__ADS_3

Sekitar sepekan, keluarga kecil Reza menginap di rumah mertuanya, banyak musibah yang terjadi pada tetangga Andien sejak mereka baru tiba dua hari di rumah Andien.


Mulai dari keluarga yang mengalami kecelakaan lalu lintas hingga rumahnya terbakar akibat ketiduran dan lupa mematikan kompor saat sedang menghangatkan masakan untuk sahur dan masih banyak lagi musibah beruntun lainnya dalam satu pekan itu.


Andien dan Reza kompak membantu keluarga itu dengan membangunkan kembali rumah warga yang ikut terbakar dengan uang pribadi mereka. Karena bantuan pemerintah daerah tidak seberapa di tambah lagi mereka tidak punya polis asuransi untuk bisa diklaim.


Adapun kecelakaan lalu lintas, Andien yang mengurus biaya rumah sakitnya hingga rawat jalannya dan ia juga membatu para petani yang gagal panen karena musim kemarau panjang dan terserang hama.


Andien membantu para petani pemilik lahan itu dengan memberikan lagi benih dan mengganti rugi hasil panen yang tidak sesuai dengan target.


Keluarga itu bahu membahu mengembalikan apa yang hilang dari warga karena musibah yang datang secara beruntun. Bahkan Andien dan Reza siap membiayai sekolah putra putri mereka sampai ke perguruan tinggi.


Semenjak itu mereka tidak lagi menggunjing keluarga itu karena Andien tidak sedikitpun menaruh dendam kepada mereka.


"Sayang!" Mengapa kamu mau membantu mereka padahal mereka selalu menggunjing dirimu, bahkan anak-anak kita mereka musuhi." Protes Reza.


Andien tersenyum menatap wajah tampan Reza yang tidak ingin dirinya terlihat bodoh di mata masyarakat.


"Sahabat Rosulullah Umar bin Khattab selalu memberikan Dinar kepada orang-orang yang telah bergunjing tentang dirinya karena dosanya telah berpindah kepada orang itu tanpa mereka duga.


Mungkin dengan melakukan suatu kebaikan kepada musuh, kita akan meringankan setengah beban mereka dan Allah akan menghapus dosa masalalu kita." Ucap Andien.


Reza mengigit bibir bawahnya karena baru mengetahui makna dari semua yang dilakukan oleh istrinya yang memintanya ikut beramal apa lagi ini bulan Ramadhan.


"Maafkan aku sayang!" Akulah yang menyebabkan semua kegaduhan ini sehingga kamu dan keluargamu di dikucilkan oleh tetangga.


"Jangan terlalu mengingatnya mas Reza karena itu sudah bagian dari takdir kita.


Cukup dengan kita beramal setiap saat Insya Allah, kita akan selamat dari api neraka. Kita sama-sama salah, berarti kita harus berjuang bersama meraih magfirah Allah." Ucap Andien penuh kasih sayang.


Tok... tok..!"


Andien segera membuka pintu kamarnya." Ada apa bibi Tatik?"


"Itu non Andien!" Ada tamu mencari nona dan tuan Reza."


"Siapa bibi?"


"Tetangga kita non!"


"Baiklah!"


Andien dan suaminya segera menemui tetangganya yang tidak ia ketahui apa tujuan mereka.

__ADS_1


"Andieeennnn!" hiks...hiks..!" Maafkan bu de karena telah menyakitimu dengan omongan yang tidak berguna." Ucap ibu Nani terlihat menyesali perbuatannya.


"Tidak apa Bu de!" Ucap Andien dengan tenang."


"Saya sebagai ketua RT mewakili tetangga yang telah nak, Andien dan suami sudah banyak menolong warga di sini semenjak terjadi musibah kebakaran dan masih banyak musibah lainnya yang telah menimpa warga.


Mungkin ini adalah teguran bagi kami dari Gusti Allah yang telah menyakiti keluarga ibu Yuni terutama nak Andien.


Untuk itu saya dan warga meminta maaf atas perilaku warga yang telah menghancurkan reputasi keluarga besar mendiang pak Rendra." Ucap Pak Tono dengan tulus.


"Kami juga meminta maaf kalau sikap kami kurang berkenan di hati para tetangga sejak tiba di kampung ini." Timpal Reza.


"Kami hanya bisa bantu apa yang bisa kami lakukan untuk keluarga yang mengalami musibah. Semoga Allah menjaga kita dari musibah lainnya." Ucap Andien.


Semuanya saling berjabat tangan karena sebentar lagi akan lebaran idul Fitri. Nyonya Yuni dan kedua putranya yang baru pulang dari rumah kerabat sedikit kaget melihat rumahnya sudah penuh dengan kedatangan warga hingga sampai ke halaman.


"Ibu Yuni!" Kami datang ke sini ingin silaturahim dengan keluarga ibu Yuni dan sekarang kami mohon pamit." Ucap Bu RT.


"Iya Bu RT, terimakasih atas kunjungannya." Ucap nyonya Yuni dan kedua putranya.


Sepulangnya warga dari kediaman nyonya Yuni, Andien menjelaskan tujuan kedatangan mereka pada ibunya.


"Oma dan paman tampan dari mana?" Tanya Camilla.


"Kenapa kami tidak di ajak?"


"Tadi siang kalian masih tidur jadi Oma dan paman pergi sendiri."


Dretttt...Ponsel Reza berbunyi. Reza segera mengangkatnya karena ada panggilan dari ayahnya.


Keduanya saling memberikan salam dan menanyakan kabar mereka masing-masing.


"Reza, ayah dan mami kamu, kangen sama kembar empat, kami berencana untuk mudik lebaran besok malam.


"Kami ingin merayakan hari kemenangan ini bersama keluarga nak Andien, apakah boleh Reza?" Tanya tuan Handoyo penuh harap.


Degggg.....


Reza terlihat panik, masalahnya ibu mertuanya belum bisa memaafkan perbuatan ayahnya yang menyebabkan ayah mertuanya meninggal Dunia.


"Ya Allah, bagaimana ini?" Kalau aku tolak kasihan ayah dan mami. Kalau aku terima bagaimana dengan perasaan ibu mertua karena aku belum tahu hatinya sudah memaafkan keluarga aku atau belum." Batin Reza.


Andien yang melihat kecemasan di wajah suaminya langsung menghampiri Reza yang menerima telepon di teras rumah seakan menghindar darinya.

__ADS_1


"Ada apa mas Reza?" Siapa yang menelepon?" Tanya Andien.


"Ayah."


"Sini aku juga ingin bicara dengan ayah." Pinta Andien seraya mengambil ponsel dari tangan suaminya.


"Ayah!" Apa kabar!"


"Baik nak Andien!" Kebetulan kamu bicara dengan ayah. Begini nak Andien, apakah kami boleh merayakan lebaran bersama dengan keluarga nak Andien?"


Degggg....


Andien mengusap lehernya yang terasa seketika kaku. Nafasnya pun terasa sesak karena ia tidak berani memutuskan untuk memberi ijin pada mertuanya.


"Bolehkah nak Andien?" Tidak usah kuatir, kami akan menginap di hotel kalau rumah nak Andien tidak cukup menampung kami." Ucap tuan Handoyo yang mengerti kegelisahan menantunya.


"Boleh ayah!" Silahkan!" Kami akan menunggu kedatangan ayah. Nanti mas Reza akan menghubungi pilotnya untuk menjemput ayah dan mami." Ucap Andien.


"Terimakasih nak Andien!" Ayah sangat senang mendengarnya. Baiklah ayah tutup teleponnya." Ucap tuan Handoyo disertai ucapan salam.


Andien menjawabnya dengan santun lalu mengembalikan ponselnya pada suaminya.


"Sayang!" Apakah kamu benar-benar mengijinkan keluargaku merayakan lebaran bersama dengan keluargamu?"


"Bukankah bulan ini penuh berkah?" Cukup mengangkat tanganmu dan memohon lah kepada Sang Pemilik hati karena Dialah yang membolak balikan hati setiap hambaNya dengan mudah." Ucap Andien lalu meninggalkan suaminya yang masih tercengang.


"Kenapa Andien kalau bicara selalu banyak teka teki dan aku harus berpikir sendiri untuk menemukan jawabannya. Mana langsung masuk lagi. Huuuhh ..Reza menghembuskan nafas beratnya.


"Ayah.. ..!" Apakah kami nanti boleh merayakan ulang tahun di pulau Bali?" Kami belum pernah ke sana. Tanya Fariz begitu antusias liburan di Pulau Dewata itu.


"Boleh dong!" Kenapa tidak." Ucap Reza kepada keempat anaknya.


"Horeee!" Tapi kami ingin minta hadiah yang banyak dari ayah." Ucap Camilla semangat.


"Apa sayang?" Katakan saja!" Ucap Reza sambil menangkup kedua pipi putrinya gemas.


"Kami ingin punya adik kembar empat sama seperti kami dan ayah tidak perlu cemas untuk memikirkan biaya perawatan mereka karena kami yang akan mengurusnya." Ucap Calista mulai dengan so dewasanya.


Degggg....


Reza hanya menutupi mulutnya dengan wajah terperanjat tapi hatinya juga geli mendengar ocehan Calista seakan menganggapnya tidak bisa memenuhi kebutuhan adik-adiknya.


Sementara di dalam kamar Andien merasakan sangat mual yang luar biasa hingga ia harus lari ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.

__ADS_1


"Ya Allah!" Ada apa denganku ujar Andien saat sudah duduk di sisi tempat tidur dengan wajah pucat.


__ADS_2