
Setibanya di mansion, Calista tidak ingin Fatih memperkenalkan dirinya hari itu juga karena status Fatih sebagai pangeran Maroko yang baru kabur dari istananya, membuat Calista tidak ingin menambah beban untuk keluarganya.
"Saya mohon maaf tuan Fatih, karena saat ini keluargaku sedang menanti kepulanganku dengan cemas, aku mohon untuk tidak menambah masalah di keluargaku menyangkut dirimu sebagai putra mahkota." Ucap Calista membuat prince Fatih sedikit kecewa.
Pangeran Fatih memaklumi situasi Calista yang baru mengalami tragedi yang hampir merenggut nyawanya siang tadi, memaksanya untuk memaklumi penolakan gadis ini.
"Baiklah aku memaklumi situasi mu. Tapi kapan aku bisa bertandang ke rumahmu untuk mengenal lebih dekat keluarga besar mu?"
"Entahlah tuan Fatih. Keluargaku sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Camilla dan kak Davin."
"Apaaa....?" Jadi Davin sudah berhasil mendapatkan Camilla dan nasib jodohku masih di gantung seperti ini. Astaga! ini tidak adil untukku Calista.
Aku sudah berjuang cukup keras untuk mendapatkan kamu, tapi...?"
"Berhentilah mengeluh tuan Fatih! Jangan biarkan nilai pahalamu akan berkurang kadarnya jika engkau menimang-nimang pengorbananmu untuk sampai ke negaraku demi cintamu padaku.
Aku sangat bangga dan juga takjub atas pengorbananmu itu, tapi ada hal lain yang harus kita lewati bersama untuk menghadap keluargaku tentang statusmu yang bukan orang biasa." Ujar Calista.
Pangeran Fatih menarik nafasnya yang berat lalu menghembusnya dengan gusar karena tidak mudah mendapatkan Calista hanya dengan ia kabur dari negaranya.
"Calista! andai saja kamu tahu bahwa aku bukan saja kabur dari istana, tapi aku juga kabur dari pernikahanku dengan cara yang sangat dramatis. Aku tidak bisa menceritakan semua kepadamu, karena aku juga tidak ingin menambah kecemasan mu." Batin pangeran Fatih.
"Aku pamit dulu tuan Fatih. Jaga dirimu! karena kamu terlalu berharga untukku." Ucap Calista sambil tersenyum getir pada sang kekasih.
"Kamu juga sayang. Semoga jiwa dan ragamu hanya untukku. Aku mencintaimu Calista! ingat itu." Pangeran Fatih mencium punggung tangan Calista sambil menangis.
Calista buru-buru turun dari mobil Fatih lalu berlari masuk ke gerbang mansionnya.
Dua mobil pengawal Fatih masih setia menjaga putra mahkota yang masih belum tenang hatinya karena tidak mudah mendapatkan Calista begitu saja.
Calista di sambut ayahnya yang langsung memeluk putrinya. Semuanya pada histeris melihat Calista pulang dengan selamat.
"Sayang! kamu tidak apa? apakah kamu terluka? tanya Andien sambil memeriksa sekujur tubuh putrinya bersama dengan ibu mertuanya yang sedari tadi menangisi cucunya.
Tuan Handoyo memeluk Calista sambil menangis.
__ADS_1
"Calista, jika sesuatu terjadi kepadamu hari ini, kakek juga ingin mati hari ini juga sayang." Ucap tuan Handoyo yang sangat mencintai Callista dari pada semua cucunya yang lain.
Entah mengapa hatinya lebih condong pada Calista dari pada tiga kembar lainnya.
"Apakah kamu sudah makan? mengapa baru pulang? dari tadi kami hampir mati menunggu kedatangan mu pasca kejadian itu." Tanya Andien yang mulai cerewet.
"Mama, Calista ingin istirahat dulu, bolehkah?" Pamit Calista yang saat ini terlihat sangat galau usai bertemu dengan pangeran jiwanya.
"Baiklah sayang, biar mama mengantarkan kamu ke kamarmu." Ucap Andien sambil merangkul pundak putrinya.
Setibanya di kamar, Andien menemani Calista sebentar dan bertanya kronologi peristiwa yang menimpa putrinya siang tadi.
Calista menceritakan dari pertemuannya dengan tuan penguasa hingga ia hampir ditabrak oleh orang suruhan mafia berdasi di kalangan pejabat tinggi yang korup karena kesenangannya sudah di usik oleh Calista.
Puas bercerita tentang peristiwa yang menimpanya siang hari tadi, Calista tidak sabar ingin bertanya pada ibunya mengenai pangeran Fatih.
"Sayang! sebaiknya kamu istirahat untuk memulihkan kembali pikiran dan tubuhmu. Pasti kamu sangat lelah dan masih syok." Ucap Andien sambil membenahi selimut putrinya.
"Mama! Apakah hanya Camilla berhak untuk bahagia?"
"Masalahnya, kebahagiaan yang ingin aku raih terlalu mahal untuk aku dapatkan mama. Cinta yang aku anggap mudah untuk dirasakan tapi tidak semudah untuk aku miliki."
"Calista, apa yang hendak kamu sampaikan kepada mama? tolong perjelas ucapanmu dan jangan membuat mama sibuk berpikir ke arah mana pembicaraanmu ini."
"Mama, aku mencintai seorang lelaki dan dia satu-satunya lelaki yang pertama dan insya Allah akan menjadi terakhir untukku. Seperti cinta mama pada ayah yang menjadikan ayah pertama dan terakhir untuk mama."
"Itu bagus sayang, lantas masalahnya di mana?"
"Masalahnya, lelaki itu adalah pangeran Maroko, putra mahkota Mohamad Fatih Hassan Al-Banna."
Degggg...
"Calista sayang! Dari semua lelaki di dunia ini, mengapa kamu harus jatuh cinta pada lelaki seperti dia yang akan membawa banyak masalah dalam hidupmu?"
"Karena hanya dia yang terpatri di hatiku mama, seperti cinta mama yang terus-menerus terjaga untuk satu lelaki sekalipun mama pernah di sakiti oleh ayah.
__ADS_1
Mungkin sifat kesetiaan mama sudah menular pada diriku yang ingin mendapatkan satu lelaki yang sama. Sekarang dia datang dari jauh hanya untuk melamarku. Apakah mama ingin menghancurkan perasaanku hanya memikirkan statusnya sebagai putra mahkota?"
"Calista! Antara ayahmu dan pangeran Fatih, keduanya sangat bertolak belakang kehidupannya.
Mama bisa bertahan dengan cinta ayah karena dia hanya milik orangtuanya saja. Tapi pangeran Fatih adalah milik negaranya, itu masalahnya. Pernikahan mereka bukan berdasarkan cinta tapi lebih kepada pertarungan politik.
Dan kamu, tidak bisa melawan tradisi hierarki kerajaan yang sudah terbentuk dari jaman dulu kala. Andaipun cerita tentang putra mahkota meninggalkan kemewahannya demi seorang wanita biasa, itu juga tidak selamanya berakhir bahagia Calista."
"Mama! Aku sangat yakin akan pertolongan Allah untuk mendapatkan pangeran Fatih. Aku tidak memikirkan kekuatan lain di dunia ini sekalipun politik kerajaan yang sudah mendarah daging di setiap kekuasaan istana. Karena kami saling mencintai satu sama lain.
Tolong terimalah pangeran Fatih mama. Aku tidak pernah meminta apapun pada mama selama ini kecuali kebahagiaanku yang sedang aku pertaruhkan. Tolong mama! Aku mencintainya....hiks..hiks..
"Ayah akan memberikan restu ayah pada kalian berdua nak." Ucap Reza membuat ibu dan anak ini tersentak.
Glekkkk....
"Tapi ayah, kita akan menghadapi masalah besar jika menuruti permintaan Calista." Protes Andien.
"Bukankah putriku sama keras kepalanya dengan dirimu? Jika sudah menginginkan sesuatu, akan tetap bertahan hingga akhir? jika Calista sudah mengandalkan kekuatan Allah untuk mendapatkan pangeran Fatih, mengapa kita tidak mendukungnya? Ke mana keberanian dan kepercayaan mu, Andien? tentang cinta itu sendiri. " Ucap Reza membuat Andien memejamkan matanya dan merasakan bahwa ia harus berjuang untuk cinta putrinya walau apapun terjadi.
"Baiklah Calista. Kamu berhak untuk bahagia dengan pangeran Fatih."
Deggggg...
Calista langsung bangkit dan memeluk mamanya.
"Terimakasih mamaaaaaa!" Tangis Calista haru saat mendapatkan restu dari mamanya yang akan berdampak langsung dengan reputasi karir politik yang di bangunnya selama ini.
Andien harus siap di pecat jika ketahuan menikahkan putrinya dengan seorang pangeran Maroko. Andien akan berhadapan dengan gejolak politik internasional yang akan menekan kariernya jika ia nekat menjadikan putra mahkota sebagai menantunya.
"Mama siap menantang resiko apapun di dunia ini, asalkan kamu bahagia putriku Calista. Batin Andien sambil memeluk putrinya.
Reza memeluk dua wanita yang sudah membuat hidupnya menjadi sangat berharga menyandang status suami dan ayah untuk keduanya.
.....
__ADS_1
vote dan like nya cinta 🙏🤗