
Wajah lelah Camila tampak kuyu terlihat jelas saat ia tidak kuat lagi menahan rasa ngantuk untuk terus bertahan berada di hadapan keluarga besar suaminya.
"Kak Davin! Camilla ngantuk."
Rengek manja Camilla di samping Davin yang masih serius mengobrol dengan ayahnya, raja Nerva.
"Iya sayang. Ayo kita ke kamar!"
Davin pamit di hadapan keluarganya untuk beristirahat. Sementara Camilla terlihat seperti orang mabuk berat karena tidak bisa mengusai rasa ngantuknya.
Davin langsung menggendong Camilla dengan entengnya berjalan menuju kamarnya yang sudah disiapkan oleh pelayan.
Lelaki tampan itu melihat lagi kamarnya yang sudah lama ia tinggalkan. Ia membaringkan tubuh istrinya di kasur empuk itu dengan hati-hati. Tapi melihat Camilla yang tiba-tiba tidak sadarkan diri karena mengantuk membuatnya jadi curiga.
"Aneh. Tidak biasanya Camilla mengantuk berat seperti ini? kenapa istriku sampai tidak mengusai dirinya usai makan siang tadi. Apakah ada sesuatu yang mereka berikan pada makanannya Camilla?"
Davin terlihat curiga pada makanan yang dikonsumsi oleh istrinya yang pastinya mengandung obat tidur.
Hampir lima jam Camilla tidur dan tidak mau bangun juga. Rasa kuatir mulai menjalar di hatinya karena ini baru pertama kalinya ia melihat istrinya kelamaan tidur siang. Camilla hanya tidur siang paling lama dua jam.
"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan agar Camilla cepat bangun dari tidurnya." Lirih Davin.
Tok...tok ..
Pangeran Davin segera membuka pintu kamarnya. Ternyata ibunya yang datang.
"Ada apa mommy?"
"Apakah istrimu masih tidur?"
"Iya mom!"
"Apakah dia sangat kelelahan?"
"Tidak juga karena di pesawat Camilla sudah tidur. Apa yang kalian lakukan pada makanan istriku? Dia tidak pernah tidur lama seperti ini walaupun melakukan perjalanan jauh." Ujar Davin mulai gusar.
"Mungkin dia sedang hamil karena itu yang membuatnya tidur pulas." Sanggah ratu Pandora.
"Semoga saja begitu. Tapi jika terjadi sesuatu kepada Camilla dan calon bayiku, aku akan membawa pulang istriku dan meninggalkan negara ini untuk selamanya." Ancam Davin yang mulai gusar.
"Sabar Davin, jangan berpikiran buruk kepada keluargamu sendiri." Ujar ratu Pandora menenangkan putranya.
Karena tidak sabar menunggu, Davin menghubungi dokter pribadi mendiang kakeknya yang sangat jujur diantara dokter istana.
Dalam sepuluh menit dokter Hugo sudah tiba di istana dan langsung menuju ke kamar pangeran Davin.
Keluarga bangsawan terutama nyonya Ariesta terlihat senang saat melihat kedatangan dokter istana untuk memeriksa keadaan Camilla.
__ADS_1
"Aku harap gadis itu tidak akan pernah bangun lagi dan mati bersama calon pewaris agar putriku Clara menikah dengan prince Devino." Batinnya.
Sementara itu dokter Hugo sedang memeriksa keadaan Camilla. Wajah tuanya tersentak saat bisa mendeteksi keadaan Camilla. Dahinya mengkerut ketika mengetahui kalau Camilla sedang mengkonsumsi makanan yang mengandung obat tidur over dosis.
"Permisi prince! Sebaiknya segera bawa istri anda ke rumah sakit karena ia harus di periksa lebih lanjut dengan mengambil sampel darahnya. Dengan begitu kita bisa memastikan di dalam darahnya terkandung obat tidur dalam jumlah yang tidak sedikit." Ujar dokter Hugo membuat Davin tersentak.
"Kurangajar! Istriku baru tiba di istana ini, mereka sudah bermain-main dengan nyawanya." Teriak Davin sambil menggendong istrinya menuju mobil.
Raja Nerva sangat kaget mendengar menantunya sedang sakit. Iapun memanggil pengawalnya untuk menangkap petugas dapur istana untuk mencari tahu siapa yang memberikan obat tidur pada makanannya Camilla.
Istana langsung heboh dengan desas desus sakitnya menantu kerajaan Yunani tersebut. Sementara nyonya Ariesta segera hengkang dari istana menuju ke tanah perkebunan untuk menyelamatkan diri.
"Aku tidak apa dipenjara asalkan gadis angkuh itu mati bersama anak-anaknya." Batin nyonya Ariesta ketika sudah berada di dalam mobil mewahnya.
Sementara di rumah sakit, apa yang dikuatirkan oleh Davin benar adanya bahwa istrinya sedang mengkonsumsi banyak obat tidur.
"Prince! Kami menemukan dalam darah putri Camilla ada obat tidurnya. Kami sudah memberikan penawarnya. Mungkin sebentar lagi istri anda akan siuman. Tapi saat nanti putri Camilla sadar mungkin tubuhnya sangat lemah tapi dengan bantuan cairan infus akan menguatkan dia dan bayinya yang sudah mendapatkan asupan makanan lewat cairan infus. Tidak usah kuatir ketiga janin anda saat ini sangat aman." Ujar dokter kandungan Samantha.
Davin menarik nafas lega. Rasanya ia ingin pulang ke istana dan mengintrogasi keluarganya satu persatu untuk mengetahui siapa dalang dari semua ini.
Tapi ia tidak mau meninggalkan Camilla sedetikpun karena dia begitu takut jika ada kejahatan berikutnya di rumah sakit ini.
Walaupun ada dua orang anak buahnya Sandy dan David yang bisa ia andalkan, tetap saja Davin belum bisa meninggalkan Camilla sampai gadis ini siuman.
Davin menggenggam tangan Camilla yang masih terasa dingin.
Davin menghubungi anak buahnya untuk menyelidiki kasus yang menyangkut istrinya tentang obat tidur itu. Sementara raja Nerva dan ratu Pandora sangat marah saat ini dihadapan keluarga besarnya.
"Aku tahu diantara kalian yang sudah menaburkan serbuk obat tidur dalam makanan menantuku.
Jika aku mendapatkan salah satu dari kalian menjadi dalang dari semua ini, maka aku yang akan menyiksa kalian dengan caraku sendiri. Kalian pasti tahu seperti apa hukuman dariku.
Sudah lama binatang peliharaan ku tidak makan daging manusia. Bersiaplah untuk menerima hukuman dariku, jika aku sudah mengetahui siapa orangnya." Ancam raja Nerva tidak main-main pada keluarganya.
Yang tidak merasa melakukannya hanya diam tanpa ingin menimpali perkataan raja Nerva. Tapi ada beberapa orang diantara mereka yang menanyakan keberadaan nyonya Ariesta.
"Nyonya Amara! Di mana saudaramu Ariesta?" Tanya Tuan Cleo.
"Dia sedang berkunjung ke perkebunan." Ujar nyonya Amara.
"Jika dia tiba-tiba meninggalkan istana berarti dia adalah pelakunya. Aku tidak mau duduk di sini hanya mendengarkan tuduhan Kaisar yang tidak beralasan." Ucap tuan Cleo lalu menghampiri raja Nerva.
"Maaf Kaisar! Sepertinya anda harus menyelidiki Ariesta karena tiba-tiba saja dia menghilang dan saat ini berkunjung ke perkebunan keluarga." Bisik tuan Cleo.
Mendengar ucapan tuan Cleo, raja Nerva memanggil pengawalnya.Dua orang pengawal langsung siap di tempatnya menunggu perintah.
"Pengawal! Kalian jemput kembali nyonya Ariesta kembali ke istana. Jika dia menolak langsung tembak di tempat!" Titah raja Nerva tidak main-main.
__ADS_1
"Siap Kaisar!"
Dua pengawal segera membentuk pasukan khusus untuk menangkap nyonya Ariesta di perkebunan keluarga istana.
Keesokan paginya di rumah sakit, Camilla mulai mengerjapkan matanya. Rasa berat pada kepalanya dengan pandangan sedikit kabur melihat sekitarnya yang terlihat putih dalam pandangannya.
Saat ingin menarik satu tangannya, ternyata Davin menautkan kedua tangan mereka. Merasa ada gerakan dari Camilla. Davin segera membuka matanya dan menatap wajah cantik itu sedang menatapnya dengan tatapan yang masih lemah.
"Camilla! Alhamdulillah, akhirnya kamu sudah sadar sayang." Ujar Davin sangat gembira.
Davin segera menekan tombol nurse call.
"Sayang!" Panggil Camilla.
"Hmm!
"Aku ada di mana?"
"Di rumah sakit!"
"Apa yang terjadi padaku?"
"Kamu hanya pingsan." Ujar Davin berbohong.
Dokter Samantha dan dua Suster menemui Camilla.
"Selamat pagi putri Camilla!" sapa dokter ramah.
"Pagi dokter!"
"Apakah Anda sudah merasa baikan?" Tanya dokter sambil menempelkan stetoskop pada dada dan perut Camilla.
"Sudah dokter."
"Untuk lebih meyakinkan, coba kita memeriksa keadaan janinnya. " Ujar dokter Samantha sambil membuka baju pasien Camila, lalu mengoleskan jeli pada permukaan perut Camilla.
Stik USG mulai bergerak mengitari perut Camilla untuk mendeteksi gerakan tiga bayi Camilla. Ekspresi wajah dokter Samantha tiba-tiba berubah syok.
Davin menangkap perubahan ekspresi wajah dokter itu. Jantungnya saat ini sudah tidak beraturan lagi detakan nya.
"Apakah bayiku baik-baik saja, dokter?" Tanya Camilla penasaran.
"Maaf prince!" Salah satu bayi kalian, jantungnya agak melemah sehingga gerakannya tidak selincah dua saudaranya." Ujar dokter Samantha gugup.
Degggg....!"
.....
__ADS_1
Terimakasih like dan vote nya cinta 🙏🤗