
Davin menerima panggilan dari dokter Samantha tepat di depan pintu gerbang masuk istana kerajaan.
"Hallo dokter!"
"Hallo prince!"
"Ada apa dokter!"
"Sebaiknya anda segera kembali ke rumah sakit prince!"
"Apakah ada masalah dengan istriku?"
Wajah panik kembali menyergap Davin yang hampir membuat jantungnya meledak.
"Putri Camilla tidak mau makan kalau anda tidak muncul juga. Sementara dia harus minum obat dan janinnya harus mendapatkan asupan makanan dari ibunya. Cairan infus hanya membantu bukan menguatkan.
Davin menghembuskan nafas lega mendengar kebiasaan istrinya kalau sudah ngambek pasti mogok makan.
"Baik. Aku akan segera kembali ke rumah sakit."
Ketika Davin hendak menutup teleponnya, Camilla justru bicara di telepon genggam milik dokter Samantha.
"Kak Davin!"
"Iya sayang!"
"Cepat kembali atau Camilla langsung ke bandara dan pulang ke Jakarta!" Ancam Camilla.
"Iya sayang aku akan ikut pulang denganmu." Canda Davin menggoda istrinya.
"Kak Daviiinnn hhmm!"
Rengek manja Camilla makin menjadi.
"Cih! gadis ini, tidak tahu apa rengekannya memancing juniorku makin membengkak di bawah sini." Decih frustasi Davin dengan godaan manja istrinya.
"Iya sayang, cup..cup..sayang, aku segera ke rumah sakit, sekarang. Tadi aku pulang hanya untuk ganti baju saja. Di mana mommy?"
"Katanya istananya hancur karena ulah kak Davin? Apa yang kak Davin lakukan pada istana?"
"Itu tidak penting. Sekarang makanlah. Dalam lima menit aku sudah berada di depanmu."
"Tidak! Aku tidak akan makan sebelum kak Davin muncul di hadapanku."
"Dasar gadis keras kepala!"
"Aku tergantung padamu, suamiku!"
Camilla menutup telepon secara sepihak. Davin hanya menarik nafas berat lalu menyalakan lagi stater motornya dan memilih kembali ke rumah sakit.
Baru saja motor itu hendak meninggalkan istana, Davin melihat rombongan mobil istana mengawali mobil milik nyonya Ariesta. Tentu saja memancing lagi kemarahan Davin yang sempat mereda karena memikirkan keadaan calon bayi dan istrinya.
"Akhirnya kita bertemu juga wanita penyihir, Ariesta." Sinis Davin menyeringai dengan sadis.
Davin kembali memusatkan pikirannya dan memfokuskan pandangannya ke arah mobil milik Ariesta yang berjarak tiga ratus meter tempatnya berdiri.
__ADS_1
Tiba-tiba mobil Ariesta mental ke samping sambil berguling-guling beberapa kali dan akhirnya mobil itu berhenti dalam keadaan terbalik. Tangki bensin mulai bocor. Ariesta merasakan kepalanya berdarah dan pandangannya mulai kabur.
Suaranya terdengar lirih meminta tolong pada sopir yang sedang menyelamatkan nyawanya sendiri. Sopir pribadinya berhasil keluar dari mobil itu lalu segera menjauhi dari mobil mewah majikannya karena terdengar percikan api di mesin mobil karena sambungan kabel dari mesin itu mulai menyundut api kecil.
Pengawal istana yang hendak menolong nyonya Ariesta harus berhenti karena mobil miliknya langsung meledak keras dan terbakar di lokasi tidak jauh dari istana. Akhirnya tamat juga riwayat nyonya Ariesta yang terbakar hidup-hidup di dalam mobil itu.
Melihat musuhnya sudah musnah, Davin melanjutkan lagi perjalanannya sambil tersenyum puas karena sudah membalaskan dendamnya.
Para pengawal istana dan masyarakat yang sempat melintas di jalan itu di buat bingung dengan mobil milik Ariesta yang bisa keluar jalur rombongan dengan terguling ke samping dan meledak.
"Apa yang terjadi dengan nyonya Ariesta?"
Tanya mereka sambil menonton kepulan api yang menjulang tinggi hingga menghanguskan bangkai mobil itu.
"Dia sudah membayar hasil perbuatannya kepada calon ratu Yunani." Ucap sopir pribadi nyonya Ariesta yang sempat selamat dari mobil naas itu.
...----------------...
Langkah kaki Davin begitu cepat melewati beberapa kamar inap rumah sakit menuju kamar istrinya yang sedang menantinya. Pintu itu di buka secara cepat dan melihat dokter Samantha dan empat orang Suster lainnya sedang merayu calon ratu Yunani ini untuk makan.
"Sayang!"
Davin langsung memeluk istrinya dan memberikan rasa nyaman itu pada Camilla yang sejak tadi ngambek seperti anak kecil.
Harum tubuh suaminya dengan ciri khas parfum mahal yang membuat Camila melupakan sakitnya.
Davin merangkul wanitanya membuat dokter Samantha dan empat suster lainnya terlihat iri dan malu sendiri menyaksikan seorang prince Devino yang menjadi pusat perhatian gadis-gadis kota Yunani yang terkenal dengan ketampanan lelaki ini dengan segala pesona yang ia miliki kini hanya untuk satu wanita saja dalam hidupnya.
Para gadis Yunani harus merasakan patah hati karena tidak memiliki asa untuk mendapatkan perhatian pria tampan keturunan dewa Yunani ini.
Cinta beda negara ini seakan mengikis semua perbedaaan itu karena cinta sejati yang mereka miliki kini menyatu dalam sebuah ikatan suci pernikahan yang tak dapat lagi dipisahkan oleh siapapun karena takdir telah menyatukan cinta suci mereka.
Manik biru Davin dengan senyuman yang terukir sempurna melengkapi ketampanan lelaki Yunani ini yang membuat Camilla tidak ingin berbagi dengan siapapun.
Davin memagut bibir pucat istrinya seakan mengirim sedikit aura kekuatan yang di milikinya untuk wanitanya ini.
Melihat kemesraan pasangan pangeran dan ratu Yunani ini, mendesak dokter Samantha untuk meninggalkan kamar itu bersama empat Suster lainnya karena mereka tidak ingin menjadi nyamuk di antara pasangan romantis ini.
Davin memperdalam ciumannya pada istrinya dengan menyesap kan lidahnya untuk membelit lidah sang wanita yang selalu membuatnya mabuk hanya untuk urusan ciuman saja.
Keduanya saling mengecap dan bertukar saliva untuk menyalurkan kasih sayang dengan penuh cinta tanpa ada syahwat yang terselip di otak mereka.
Karena saat ini yang dibutuhkan keduanya saling menguatkan hati mereka, ditengah ujian cinta mereka yang saat ini sedang dipertaruhkan oleh kepentingan manusia lain yang serakah akan kekuasaan.
Puas menikmati ciuman, Camilla melepaskan pagutan nya dengan nafas tersengal. Davin tersenyum menatap wajah cantik istrinya yang mulai merona.
"Aku suapin makannya ya, sayang!" Pinta Davin di ikuti anggukan Camilla yang menurut seperti bocah yang baru di kasih hadiah besar.
Camilla tersenyum dengan mulut penuh makanan membuat Davin menarik nafas lega melihat lagi binar kebahagiaan istrinya karena hadir dirinya.
Hanya hadir dirinyalah yang dibutuhkan Camilla saat ini daripada obat apapun. ketiga janinnya turut bergerak lincah di dalam sana turut merasakan kebahagiaan orangtua mereka.
"Apakah kamu sudah merasa senang sayang, aku ada di sini lagi, hmm?" Belain lembut pada kepala Camilla membuat hati gadis ini makin berbunga-bunga.
"Hmm!" Gumam Camilla sambil mengangguk menatap penuh cinta pada sang suami yang tidak melepaskan pandangannya pada gerakan bibir gadis ini saat mengunyah makanan.
__ADS_1
"Makanlah yang banyak dan segera sehat! setelah itu, aku akan mengajakmu menikmati pesona alam Athena. Dan kita akan ke pulau kecil di pinggir pantai Athena. Kita bisa bercinta di sana sepuasnya. Apakah kamu mau, sayang?" Goda Davin membuat wajah Camilla bersemu merah.
"Tapi aku ingin satu bayiku harus sehat lagi agar aku bisa melakukan tugasku sebagai istrimu, kak Davin." Rengek Camilla makin manja pada prince Yunani ini.
"Iya sayang! Itu yang sedang kita prioritaskan." Ujar Davin dengan serius.
Suapan terakhir dari tangan Davin membuat Camila seakan menjadi wanita yang paling beruntung di muka bumi ini.
Yah, bagaimana Camilla tidak merasa beruntung ketika pertama kali melihat wajah-wajah cantik wanita Yunani tidak mampu menaklukkan hati seorang pangeran Yunani ini, justru lebih memilihnya untuk di jadikan istri daripada salah satu diantara mereka.
Bukan hanya ketampanan, baik dan seorang prince yang dimiliki oleh seorang Davin. Davin juga sangat hebat jika sudah berurusan dengan urusan ranjang yang membuat Camila begitu takut jauh dari lelaki ini.
Pikirannya selalu kacau jika ada perempuan lain yang sedang memikat suaminya jika sudah berjauhan dengannya. Padahal ia tidak tahu bahwa suaminya lah yang lebih posesif daripada dirinya.
Davin membersihkan sendiri tubuh istrinya dengan air hangat yang di siapkan oleh rumah sakit itu. Menggantikan pakaian dalam dan baju dress longgar untuk Camilla.
Menyisir rambut panjang Camilla dan menggulungnya hingga membentuk cepolan ala pramugari. Memakaikan parfum lembut pada bagian leher dan pergelangan tangan Camilla.
"Kak Davin, aku mau memakai lipstik." Pinta Camilla.
"Wajahmu akan menjadi nenek sihir kalau kamu pakai lipstik."
Davin tidak terlalu suka dengan benda ajaib untuk wanita itu menempel pada wajah istrinya. Sentuhan lipstik sedikit saja membuat Camilla menjadi pusat perhatian para lelaki dan itu membuat Davin tidak nyaman.
"Sekarang istriku sudah bersih dan harum. Dan tentunya sangat cantik. Mau jalan di taman rumah sakit, sayang?"
"Apakah boleh keluar dari sini?"
"Tentu saja, sayang!"
"Good idea, Baby!"
Davin menggendong Camilla dan mendudukkannya di atas kursi roda. Tidak lupa menggantungkan botol infus pada tiang kursi roda itu.
Keduanya berjalan di taman, di mana hamparan bunga-bunga indah yang menyejukkan pandangan. Davin memindahkan tubuh istrinya di bangku taman agar ia bisa memeluk gadis ini agar tetap selalu hangat dalam pelukannya.
Camilla bersandar di dada bidang suaminya. Sementara pelukan hangat dan usapan kedua tangan kekar sang pangeran pada perutnya membuat rasa nyaman yang dibutuhkan ibu hamil ini terasa sangat mahal.
Belum lagi leher jenjangnya mendapatkan kecupan lembut dari bibir se*si sang suami, membuat Camilla tidak lagi membutuhkan hal lainnya kecuali perhatian besar sang suami pada dirinya.
"Kak Davin!"
"Hmm!"
"Mengapa memilihku menjadi istrimu, sementara banyak gadis cantik yang ada di kota ini malah jauh lebih cantik dariku?"
"Aku tidak menemukan apa yang kamu miliki dan yang aku butuhkan pada mereka.
karena semua yang aku butuhkan hanya ada padamu, tidak peduli secantik apa mereka di mata orang lain. Tapi bagiku kaulah segalanya yang membuat hatiku bisa bernaung dalam keteduhan cintamu, sayangkuh RATU CAMILLA BINTI REZA." Ujar Davin sambil mengeratkan pelukannya pada sang istri.
"Emangnya apa yang aku miliki sayang? sehingga mengalahkan kandidat lainnya membuatmu memilihku sebagai istrimu, hmm?"
"Aku akan menjawabnya saat berada di atas arena pembaringan. Aku ingin kita bercinta yang lebih seru dan aku akan menjawab pertanyaan mu itu, sayang." Ujar Davin membuat Camila kembali merengek.
"Kak Daviiiin jahat!"
__ADS_1
.....
Vote dan like nya cinta 🙏🤗