
Usai bulan madu selama satu bulan, baik Camilla maupun Calista kembali lagi ke aktivitas mereka sebagai Aparatur Sipil Negara. Kedua prince ini mengantarkan istri mereka masing-masing ke tempat kerja istri mereka.
Sebenarnya Davin tidak begitu suka, jika istrinya kembali bekerja di tempat yang sama dengan Farhan walaupun Camilla sudah resmi menjadi istrinya, namun rasa cemburunya kepada pria itu masih menganggu ketenangannya.
Di tengah perjalanan menuju kantor, Davin terlihat diam dengan memasang wajah datarnya. Camilla yang tidak mengerti akan kegundahan hati suaminya, kurang peka dan memilih untuk memainkan ponselnya walaupun sebenarnya ia ingin ngobrol banyak dengan suaminya.
"Kenapa dia malah asyik bermain ponselnya? apakah dia tidak tahu dari berangkat nafasku saja rasanya sangat sesak melihatnya kembali bekerja." Batin Davin.
"Kak Davin Kenapa sih, jadi pendiam seperti itu, apakah dia masih ingin bercinta denganku hingga tidak rela lihat aku kembali bekerja dan ia merasa kesepian di villa sendirian tanpa aku disampingnya? Dia ini menyebalkan sekali." Lirih Camilla.
Sekalinya ingin bicara, keduanya serentak membuka mulut.
"Kak Davin!"
"Camilla!"
Keduanya sama-sama tersenyum dan mempersilahkan pasangan mereka untuk bicara terlebih dahulu.
"Kak Davin dulu yang bicara."
"Tidak! Kamu dulu yang bicara!"
"Tidak!" Kak Davin adalah imanku, suamiku, jadi kak Davin yang lebih berhak atas diriku." Dalih Camilla.
"Apakah tidak apa, jika aku yang bicara terlebih dahulu?"
"Iya sayang, sebaiknya menepi dulu mobilnya, kalau mau bicara serius." Pinta Camilla lembut.
Davin menuruti permintaan istrinya. Ia lalu membuka seat belt miliknya dan menghadap ke arah Camilla yang sedang menunggu apa yang disampaikan oleh suaminya. Davin meraih tangan lembut Camilla dan meremas lembut jari lentik itu.
"Sayang! Aku ingin kamu berhenti bekerja dan bekerjalah kepadaku.
Degggg....
__ADS_1
Aku akan membayarmu dengan cinta dan kasih sayangku." Pinta Davin dengan wajah sendu.
"Apakah tidak bisa nanti saja kalau aku sudah dinyatakan hamil oleh dokter, dengan begitu waktuku lebih banyak bersama dengan kak Davin."
"Itu terlalu lama sayang, sementara menunggumu saja saat memasuki waktu makan siang, rasanya kiamat di rumah sendirian."
"Bagaimana kalau aku berhenti bekerja, tapi sebagai gantinya kita berangkat ke Yunani untuk bertemu dengan kedua orangtuamu." Camilla memberikan pilihan yang cukup adil untuk dirinya.
Degg...
Davin tidak menyangka Camilla akan meminta persyaratan yang cukup memberatkan dirinya.
"Tidak bisa sayang!" Kita sudah membahasnya sebelumnya, bahwa aku akan membawamu ke Yunani kalau kamu sudah dinyatakan hamil.
"Kalau begitu, lupakan permintaan Jak Davin agar aku berhenti dari pekerjaanku. Aku tidak tahu kalau berada di rumah selain menjadi istrimu aku mau melakukan apa berada di rumah." Tukas Camilla kesal.
"Apakah aku tidak cukup menarik perhatianmu, sayang?"
Kalau mau kita jalan-jalan keluar negeri supaya aku tidak bosan hanya berada di Bandung apa lagi di tempat tidur." Keluh Camilla.
Davin tidak bisa melakukan apapun, untuk memenuhi permintaan Camilla sebelum ia berkoordinasi dulu dengan anak buahnya agar bisa membawa Camilla keliling Eropa.
"Baiklah. Kalau begitu tidak apa kalau kamu ingin bekerja dulu. Tapi kalau sudah hamil, aku harap kamu berhenti dan bekerjalah padaku." Ucap Davin terdengar tak rela.
Camilla menangkap raut wajah Davin yang kecewa atas keegoisannya. Sebenarnya, gadis ini tidak begitu suka dengan suaminya yang merahasiakan identitas pribadinya, entah itu apapun alasannya, Camilla merasa sangat penasaran.
Ia bisa saja meretas identitas pribadi Davin dengan ilmu yang ia kuasai, tapi rasanya seperti maling, jika dia nekat mencari tahu apapun tentang suaminya.
Mobil mewah itu kembali bergerak menuju arah kantor Camilla. Kebisuan kembali tercipta diantara keduanya.
...----------------...
Sementara itu di Jakarta, kejenuhan mulai menghampiri pangeran Fatih. Pria tampan ini tidak bisa melakukan apapun, kecuali membaca perkembangan laporan kerajaan.
__ADS_1
Dalam waktu tiga bulan jika pangeran Fatih tidak kembali ke negaranya, maka namanya akan di coret dari daftar kerajaan.
Haknya sebagai putra mahkota akan di serahkan kepada sepupunya pangeran Khalid. Sementara raja Hasan tidak mau menyerahkan tampuk kekuasaan itu kepada keponakannya, karena selama ini, semua urusan kerajaan jatuh pada anak pertama dari setiap pewaris kerajaan, mulai dari kakeknya, menuruni ayahnya, lalu jatuh pada dirinya dan sekarang harus jatuh pada pangeran Fatih.
"Apakah kalian sudah menemukan keberadaan pangeran Fatih?" Tanya raja Hassan pada para utusannya yang menyelidiki pria tampan itu berada saat ini.
"Kami sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan prince saat ini, Tuan Hasan. Pangeran sedang berada di negara Asia tenggara. Kabar yang beredar yang kami dapatkan, antara negara Malaysia, Brunai dan Indonesia karena tiga negara itu yang memiliki populasi Islam terbanyak di Asia tenggara."
"Persempit pencarian terhadap pangeran. Cari tahu dengan siapa pangeran terakhir berhubungan. Apakah aku mengenal gadis itu?" Tanya raja Hassan penuh selidik.
"Setahu dari penyelidikan kami, pangeran Fatih selama ini tidak pernah menjalin kasih dengan gadis manapun kecuali seorang gadis kecil yang pernah menjadi gurunya saat pangeran berada di Bogota Kolombia untuk melanjutkan pendidikannya.
"Apaa...? Astaga!" Tidak mungkin putraku bersedia menanti pertumbuhan gadis itu untuk bisa ia nikahi. Walaupun aku banyak dengar tentang kehebatan gadis itu yang mengungkapkan banyak kasus kejahatan yang merugikan negaranya." Ucap raja antara kagum dan cemas.
"Yang muliaaa!" Kerajaan ini tidak akan menerima status ratu dari kalangan rakyat jelata walaupun ia seorang yang jenius." Ucap salah satu menteri kerajaan dalam menyampaikan pendapatnya.
"Yang mulia! Jika pangeran sudah menikahi gadis itu, sebaiknya jadikan gadis itu sebagai selir raja dan kita bisa mengatur ulang perjodohan pangeran Fatih dengan putri kerajaan lain demi kekuatan kerajaan ini." Ujar Menteri kerajaan Affan.
Tekanan demi tekanan politik kerajaan sudah menjadi makanan hambar yang terbiasa dilahap begitu saja oleh raja Hasan, walaupun ia harus menekan perasaannya untuk mendapatkan makanan lezatnya sendiri.
Ia merasa bukan hanya dirinya sendiri yang harus menguburkan impiannya, bahkan cintanya yang pernah bersemi dengan seorang gadis di kalangan rakyat jelata yang harus ia lupakan demi sebuah tahta hingga gadis itu bunuh diri atau dibunuh oleh pihak kerajaan yang berani mendekati dirinya sebagai putra mahkota saat dirinya seusia pangeran Fatih.
Ada rasa kecemasan yang begitu mendalam sebagai seorang ayah yang sangat mengerti tentang arti cinta tulus itu sendiri, tapi demi rakyatnya dia harus menutupi kebenaran tentang kisah cinta itu menjadi suatu yang tidak penting karena ia bisa melaluinya selama ini dengan penuh penderitaan sampai ia bisa mendapatkan dua orang pewaris yaitu pangeran Fatih dan putri Noralia.
"Fatih! Jika kamu ingin mempertahankan cintamu yang besar untuk gadismu, sebaiknya jangan pernah muncul di publik agar apa yang kamu impikan akan berakhir dengan kebahagiaan.
Ayah tidak bisa menolongmu nak, kecuali dirimu sendiri yang harus mempertahankan cinta sejati yang kamu punya untuk gadis itu.
Ayah doakan semoga kalian bahagia karena ayah sendiri sudah lelah melewati perjalanan panjang untuk mempertahankan hierarki kerajaan ini." Batin raja Hassan dalam diamnya.
.......
Mohon like dan vote nya cinta 🙏🤗.. terimakasih.
__ADS_1