PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
113. Keisengan Davin


__ADS_3

Davin mengembalikan air mancur itu kembali tenang, setelah melihat dua pelayan yang sedang membawa baki makanan menuju saung milik Camilla dan Farhan. Ia juga tidak lupa membangunkan Farhan dari tidurnya.


"Permisi nona!" Ucap pramusaji itu sambil menghidangkan makanan milik pasangan ini.


"Silahkan teteh!" Ucap Camilla.


"Apakah disini baru dibuat air mancur di tengah kolam ikan itu?" Tanya Camilla pada dua pelayan itu.


"Maaf nona! di sini tidak ada air mancur." Ucap pelayan itu.


"Tapi, barusan aku melihat ada air mancur ditengah kolam itu." Ujar Camilla sambil menunjukkan kolam ikan yang ada di bawah pondok saung nya.


"Maafkan kekasih saya! mungkin saat ini dia sedang kelelahan hingga membuat matanya berhalusinasi." Ucap Farhan yang ingin menghentikan perdebatan antara pelayan dan Camilla.


Farhan tahu betul kalau Camilla tidak akan mengalah jika argumennya dirasakannya benar, untuk itu Farhan mengakhirinya dengan memberikan alasan yang cukup masuk akal kepada kedua pelayan itu.


"Permisi nona, tuan!" Ucap keduanya lalu meninggalkan Camilla dan Farhan untuk menikmati makanan mereka.


"Kamu kira aku pembohong?" Tanya Camilla tidak terima.


"Sayang sudahlah, kamu dengar sendiri pelayan itu bilang apa?"


"Iya sayang, tapi itu nggak penting, yang penting kita makan siang." Ujar Farhan.


"Sayang, cobain deh baby fish ini!" Ucap Farhan seraya menyuapkan ke mulut Camilla, namun belum sempat tangannya itu mencapai mulut Camilla, tangannya dibuat kaku oleh Davin.


Tangan itu malah berbalik menyuapkan ke mulutnya sendiri membuat Camila merasa dipermainkan oleh Farhan.


"Kenapa kamu jahat sekali Farhan, padahal aku sudah membuka mulutku untuk siap makan dari tanganmu." Ucap Camilla lalu mengambil ikan gurame kecil itu sendiri dan melahapnya.


Farhan merasakan keanehan pada dirinya dan ia juga tidak bisa membantah tuduhan Camilla pada dirinya.


"Aneh!" Kenapa tanganku jadi terasa kaku saat ingin menyuap ikan kecil ini pada Camilla?" Batin Farhan sambil menikmati makanannya.


Iapun masih belum yakin dengan perasaannya dan ingin mencoba l menyodorkan lagi minumannya pada Camilla agar gadis ini meminumnya.


"Camilla, ini jus alpukat di sini sangat enak, apakah kamu mau sayang?" Tanya Farhan sambil menyodorkan sedotan kearah Camilla dan lagi-lagi Davin membuat juz itu kembali ke arahnya dan menumpahkan ke pangkuan Davin, hingga membuat Camila merasa kekasihnya ini seakan sedang kerasukan setan.


"Ya Allah!" Farhan, kamu tidak apa sayang?" Tanya Camilla berusaha membantu Farhan, namun Farhan merasa sangat malu pada Camilla karena miliknya dibawah sana sangat dingin diguyur jus alpukat.


Ia pun segera bangkit dan langsung menuju mobilnya dalam keadaan marah tanpa memperdulikan Camilla yang berusaha mengejarnya.


Camilla buru-buru ke kasir untuk membayar makanan mereka, namun kasir mengatakan bahwa makanan milik mereka sudah dibayar.

__ADS_1


Camilla mengira yang membayarnya adalah Farhan dan iapun langsung keluar ingin menemui kekasihnya Farhan. Namun apa yang terjadi, Farhan malah meninggalkan restoran Sunda itu dengan membawa mobil mewahnya.


"Kenapa Farhan menjadi aneh seperti itu?" Batin Camilla merasa bingung. Iapun menghubungi taksi online untuk mengantarnya pulang ke kosnya.


Camilla menunggu dilobi restoran dan tidak berapa lama mobil milik Davin sudah membunyikan klakson sebagai mobil taksi online.


Karena mengira itu mobil pesanannya, Camilla langsung masuk ke dalam mobil itu seraya menyapa sopirnya yang tidak lain Davin sendiri.


"Siang pak!" Sapa Camilla sambil memperhatikan wajah sopir taksi yang sedang memakai masker dan topi di tambah kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.


"Siang nona!" Balas Davin.


"Aneh sopir taksi online yang ada kota ini, masa penampilannya sudah seperti perampok bank." Ucap Camilla dalam bahasa Jerman agar sopir taksinya tidak mengerti namun cukup membuat Davin ingin ngakak.


"Aku bukan mau merampok bank sayang, tapi aku mau merampok lagi hatimu saat ini. Kamu sudah membuatku cukup kesal karena lunch dengan buaya itu." Batin Davin sambil melirik wajah cantik Camilla yang tengah asyik menatap ponselnya, entah apa yang sedang menarik perhatian gadis itu di dalam ponselnya.


Davin sengaja memperlambat laju kendaraannya agar bisa bersama dengan wanitanya lebih lama.


Tidak terasa, mobil Davin sudah berada di depan pintu gerbang kost Camilla. Gadis ini turun dari mobilnya dan memberikan uang satu lembar merah untuk Davin.


"Ambil saja kembaliannya pak!" Ucap Camilla.


Davin memperhatikan Camilla sampai gadis itu masuk ke dalam rumah besar itu. Iapun menghubungi pengawalnya untuk menjaga kost itu agar Camilla tidak lagi ke manapun walau saat ini belum waktunya jam pulang kantor.


...----------------...


Perwira polisi yang sedang menangani kasus itu menunggu hasil laporan dari Calista.


"Apa yang sudah kamu temukan nona Calista?" Tanya Kepala Bareskrim polri kepada Calista.


"Luka yang terdapat di fisik korban adalah, selaput darah sobek. Ditemukan tiga cairan sp**ma yang terdapat di dalam inti korban, yang menyimpulkan bahwa korban diperkosa ada tiga orang.


Terdapat gigitan pada dua puti*Ng korban hingga disimpulkan bahwa korban dianiaya sedemikian keras.


Terdapat luka sobek pada bibir korban dan korban dicekik setelah tiga pelaku sudah menuntaskan hasrat binatangnya." Ucap Calista dengan gambaran yang lebih luas lagi, hingga sangat akurat dan mendetail setiap hasil laporannya.


AKBP Farrel merasa sangat kagum pada kehebatan Calista yang memecahkan kasus tersebut hingga dalam tempo dua hari pelaku dapat di tangkap dan dibekuk oleh petugas dengan hasil laporan penelitiannya yang sangat akurat baik sebagai tim ahli forensik maupun sebagai tim pengacara.


Diam-diam Farrel menaruh hati pada Calista, namun gadis ini terlihat cuek dan tidak begitu mempedulikan kehadiran Farel yang terus berusaha mendekatinya.


"Terimakasih nona Calista untuk laporannya!" Kita akan segera menyerahkan hasil laporan ini kepada pengadilan untuk diproses secara hukum pada terdakwa." Ucap Kepala Bareskrim Adi Murti.


"Baik pak kalau begitu saya pamit pulang." Ucap Calista lalu mengambil tas kerjanya.

__ADS_1


"Nona Calista!"


"Iya pak Farel!"


"Apakah kamu punya waktu untuk minum kopi bersama ku?"


"Saya tidak suka minum kopi."


"Yah setidaknya, kita bisa ngobrol sebentar sambil minum minuman yang kamu sukai dan memesan cemilan sebagai teman ngobrol." Pinta Farrel.


"Apakah kamu sedang mengajak aku berkencan?" Tembak Calista pada pemuda tampan yang ada di depannya ini.


"Anggap saja begitu nona Calista."


"Maaf!" Aku tidak menyukaimu." Itu jawaban penolakan dariku untukmu pak Farrel." Ucap Camilla acuh.


"Apakah kamu sudah memilki kekasih?"


"Memang sekarang belum ada, namun sebentar lagi akan ada."


"Berarti, belum ada yang memiliki hatimu, bukan?"


"Sayangnya aku sudah menjaga hatiku untuknya selama sepuluh tahun ini dan sekarang berhentilah menggodaku karena kamu bukan tipikal pria yang aku sukai." Ucap Calista di depan mabes polri sambil menuruni anak tangga.


"Apa maksudmu Calista, menjaga hatimu selama sepuluh tahun?" Tanya Farel tidak mengerti ucapan ambigu dari Calista.


Tidak lama kemudian, seseorang memanggilnya sambil membawa satu buket bunga tulip merah, kuning dan biru ditengahnya terselip juga bunga lili putih dan krisan.


"Nona Calista!" Ada yang mengirim bunga untuk Anda." Ucap lelaki remaja yang tidak dikenal Calista.


Calista menerimanya dan belum sempat ia menanyakan siapa pengirimnya, remaja tanggung itu sudah berlari. Calista memperhatikan bunga itu dan ingatannya kembali kepada masalalu di mana pangeran Fatih selalu memberikan bunga yang sama seperti yang ada dalam genggamannya saat ini, setiap kali ia datang mengajari pangeran tampan itu.


Degggg...


"Pangeran Fatih!" Gumamnya lirih lalu berlari ke arah jalan raya untuk mencari sosok lelaki yang selama ini selalu hadir dalam lamunannya.


"Ya Allah. Apakah saat ini dia berada di Indonesia?" Bulir bening itu sudah memenuhi kelopak mata indahnya.


"Pangeran Fatih!" Aku sangat merindukanmu." Ucapnya lirih sambil mencium buket bunga itu.


....


vote dan like nya cinta 🙏🤗

__ADS_1



Tampilan Calista


__ADS_2