PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
96. Tercengang


__ADS_3

Pemainan game itu hanya berlangsung lima menit yang dimenangkan oleh Calista. Pangeran Fatih hanya tercengang melihat kemahiran Calista bermain game dalam keadaan tenang.


Tidak seperti dirinya yang terlihat sangat emosi untuk mengalahkan Calista.


"Cukup mainnya tuan!" karena kamu sudah kalah. Sekarang rapikan alat-alat permainanmu pada tempatnya dan kita mulai pelajarannya!" Titah Calista memasang wajah datar seperti mamanya Andien.


"Pelayan!" Panggil pangeran Fatih.


"Eits!" Aku meminta anda untuk merapikannya bukan pelayan karena kamu yang berantakan kamar ini dan aku tidak suka barang-barang tercecer di hadapanku."


"Itu sudah tugas mereka untuk melayaniku." Geram pangeran Fatih yang tidak suka diperintah oleh gadis kecil itu.


"Itu benar, tapi perjanjian awal kita yang sudah kamu sepakati, bahwa kamu akan menuruti semua aturan ku yang akan aku terapkan kepadamu. Jadi, jangan membantahku atau aku pulang?"


"Tidak..tidak!" Jangan!"


"Baiklah. Aku yang akan merapikannya." Pangeran Fatih melakukannya tugasnya dengan cepat dan meletakkan semu pada tempatnya namun masih terlihat kurang simetris di mata Calista.


Calista membetulkan tata letaknya sehingga terlihat rapi seperti semula saat ia baru datang ke kamar ini.


"Aiss!" Kenapa dia sangat terlihat perfeksionis sekali." Batin pangeran Fatih lalu mengambil buku-buku pelajarannya.


"Jurusan apa yang ingin kamu tekuni nanti saat masuk perguruan tinggi?"


"Hukum, sama sepertimu."


"Mengapa kamu ingin mengambil hukum?"


"Aku ingin menjadi raja yang di adil saat mengadili rakyatku. Aku ingin mengetahui hak-hak rakyatku yang selalu ditindas oleh keluarga bangsawan lainnya yang ingin memperkaya diri dan masih banyak lagi keinginanku untuk menegakkan hukum di negaraku dengan tidak tebang pilih.


Jika aku mengusai wilayah ilmu tentang hukum, maka tidak yang bisa memanipulasi diriku dengan laporan-laporan fiktif untuk memenangkan orang-orang berkuasa yang memiliki kepentingan." Ujar pangeran Fatih tegas.


Calista hanya tercengang dengan tujuan mulia seorang pangeran Fatih yang memiliki kepribadian luhur berbeda dengan apa yang dia dilihat sebelumnya.


"Ternyata niat tulusnya malah di bungkus dengan sifat keras kepalanya dan terlihat seperti seorang yang sangat arogan. Aku harus mencari tahu apa penyebab pangeran tampan ini menjadi seorang pembangkang." Batin Calista.


Keduanya melanjutkan proses belajar mengajar dengan baik selama dua jam. Setelah itu Calista pamit pulang.


"Aku akan mengantarmu Nona Calista. Aku ingin mengetahui di mana rumahmu." Pinta pangeran Fatih.


"Tidak tuan! jangan lakukan itu!" Cegah Calista.


'Kenapa tidak boleh?" Bukankah kamu seorang anak kecil yang butuh perlindungan dariku?"


"Terimakasih untuk perhatiannya, tapi aku tidak ingin menjadi gunjingan para pelayanmu yang mengira aku menyihir mu, karena kamu mau menerimaku sebagai gurumu. Lain kali saja karena kedua orangtuaku sudah menjemputku." Ucap Calista.


"Baiklah!" Terimakasih untuk pelajaran berharga mu untukku hari ini. Selama ini tidak ada yang berani mengomentari sifat keras kepalaku dan juga berani mengaturku. Hanya kamu yang mampu menjinakkan aku. Apakah aku sudah menjadi manusia seutuhnya?"


"Belum!" Aku belum sepenuhnya memanusiakan manusia seperti anda pangeran.


Kita lihat saja nanti bagaimana hasil dari tangan dinginku bisa mengubah mu menjadi calon raja yang bijak. Saya permisi Tuan. Assalamualaikum."


Pangeran Fatih ingin ngakak mendengar jawaban Calista namun ditahannya karena tidak ingin melihat Calista mengamuk lagi.


"Aku akan menunggu kedatangan mu besok, nona Calista."


"Ok!" Calista melambaikan tangannya lalu berjalan cepat menuju mobil ayahnya yang sudah menunggunya di halaman istana.


Pangeran Fatih hanya melihat Callista dari atas balkon saat ayahnya Reza menyambut putrinya Calista dengan menggendong tubuh kecil itu ala bridal style.

__ADS_1


Tawa bahagia Calista dalam gendongan ayahnya membuat pangeran Fatih merasa cemburu dengan ayahnya Calista.


"Cih!" Ternyata benar, dia hanya seorang putri ayahnya. Aku akan merebut tempat ayahmu Calista karena aku akan menunggumu hingga kamu berusia remaja." Lirih pangeran Fatih sambil tersenyum melihat mobil Calista yang sudah meninggalkan kediamannya.


Ia lalu memanggil pengawalnya.


"Cari tahu tentang guru baruku itu. Aku ingin mengetahui dirinya dan juga seluruh keluarganya!" Titah pangeran Fatih.


"Siapa tuan?"


"Calon istriku. Gadis kecil itu." Ucap pangeran Fatih terlihat berbinar.


"Hahhh ..?"


"Apakah kamu tidak dengar permintaanku?"


"Baik Tuan!"


Pengawal pribadinya langsung tercengang melihat perubahan drastis pangeran Fatih.


"Apakah tuan mudaku baik-baik saja?" Tanya Pengawal Hamid.


"Emang kenapa?"


"Tidak apa-apa tuan muda. Saya akan segera mendapatkan informasi nona muda itu, untuk anda." Pengawal Hamid memerintahkan staff kerajaan untuk mencari tahu informasi tentang Calista.


...****************...


"Bagaimana pertemuan mu dengan pangeran Maroko itu, Calista?" Apakah dia menyusahkan mu?" Tanya Andien cemas sambil memperhatikan wajah putrinya.


"Alhamdulillah, akhirnya dia luluh juga denganku mama. Hampir satu jam kami berdebat dengan saling menjatuhkan satu sama lain, tapi pada akhirnya dia mengalah dan mau menerimaku sebagai gurunya itupun dengan persyaratan bodoh yang diajukannya.


"Keren putri ayah! Bisa menjinakkan pangeran Fatih." Ucap Reza.


"Siapa dulu dong gurunya?" Mamaku yang paling cantik ini yang bisa membuat ayah bucin." Tawa mereka terdengar renyah sepanjang perjalanan menuju mansion.


Sementara di kamar, Camilla sedang menerima telepon dari Davin.


"Kenapa kamu tidak pernah terlihat di kampus lagi Camilla?"


"Urusanku di kampus sudah selesai, kak Davin. Aku hanya menunggu wisuda saja."


"Emang kamu tidak ada revisi skripsi?"


"Apa yang mau direvisi, kalau nilai ku saja Cumlaude yaitu 4.00."


"Apaaa....?" Pupil mata biru itu langsung melebar dengan mulut setengah terbuka, merasa tak percaya apa yang didengarnya.


"Kenapa kak Davin?" Hallo!"


Davin masih tercengang dengan pikirannya menerawang merasa kecil dihadapan Camilla.


"Apakah kita tidak bisa bertemu lagi?" Mengapa kamu tidak mengambil lagi kuliah S2.


"Aku sudah mendaftarkan pendidikan lanjutannya. Tenang saja kak Davin kita selalu bertemu nantinya." Ucap Camilla membuat hati Davin merasa lega.


"Mengapa tiba-tiba kak Davin ingin aku kuliah lagi?"


"Oh itu!" Aku lebih senang bertemu dengan orang Asia seperti kamu Camilla." Dalih Davin.

__ADS_1


"Tapi sekarang lagi liburan, sekitar dua bulan lagi baru kuliah. Apakah kak Davin mau menghadiri wisuda kami nanti?"


"Kapan wisudanya Camilla?"


"Dua pekan lagi."


"Apakah orangtuamu mengijinkan aku mendampingimu?"


"Pasti boleh, kita kan temanan. Lagi pula kak Davin orang Indonesia, jadi ayahku pasti senang bertemu dengan kak Davin.


"Baiklah. Sampai nanti Camilla."


Keduanya mengakhiri percakapan mereka.


"Aku kira kamu mau mengundang aku main ke rumahmu Camilla." Davin menarik nafas gusar.


Saat malam tiba, bulan mengeluarkan pesona cahayanya untuk memikat insan bumi yang sedang menikmati rupanya.


Pangeran Fatih menatap bulan itu sambil mengenang pertengkarannya dengan Calista.


"Kenapa waktu terlalu lama untuk berlalu. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan si jenius cantik itu.


Semua buku pelajaran terasa asyik jika belajar dengan guru kecilku. Lucu juga punya guru seorang gadis kecil.


"Permisi Tuan muda!"


"Ada apa?"


"Informasi tentang ibu guru anda, sudah saya dapatkan."


"Tolong bacakan untukku!"


"Nama lengkap Putri Calista. Putri dari pasangan Reza Mahardika dan Eliza Andien Khasanah. Putri pertama dengan saudara kembar empat...?"


"Tunggu!" Calista anak kembar empat?"


"Iya Tuan muda."


"Lanjutkan!"


"Nama saudara kembar yaitu, Ratu Camilla, Sultan Alfarizi dan pangeran Al-Ghifari.


Keempatnya telah menamatkan pendidikan tinggi mereka dengan nilai Cumlaude. Keempatnya tergolong anak jenius dan Calista merupakan orang kepercayaan tuan penguasa karena bakatnya yang telah menciptakan aplikasi secret Detektor untuk kalangan terbatas.


Ia memiliki seorang ayah yang merupakan pengusaha muda dengan memiliki kerajaan bisnis yang berada di Asia dan Eropa.


Seorang ibu yang bekerja di negara ini sebagai ahli IT.


Degggg.....


"Pantas saja jenius, terlahir dari wanita hebat dan sudah menjadi asisten tuan penguasa. Keren guru kecilku." Batin pangeran Fatih.


"Ikuti saja jejak hidupnya sampai ia menginjak usia remaja dan awasi dirinya secara diam-diam dan jangan biarkan satu laki-laki pun mendekatinya kecuali orang terdekatnya, jaga dia untukku!" Titah pangeran Fatih penuh posesif pada Calista.


"Tapi, ada satu hal yang harus anda ketahui tentang nona Calista, tuan muda!"


"Apaa..?"


"Nona Calista memiliki cacat mental yaitu spektrum Autisme.

__ADS_1


Duaaarrr....


__ADS_2