
"Calista!" Tolong jelaskan kepada mama!" Apa yang kamu ketahui tentang paman Leo?" Tanya Andien dengan lembut.
"Sayang?" Tolong jangan menekannya!" Biarkan ia yang menceritakan sendiri." Bisik Reza yang tidak ingin Calista mendapat intervensi dari istrinya.
"Mama!" Apakah mama masih ingat kejadian di kantor mama, dua tahun lalu saat kita dijemput paksa dari Jakarta?"
"Iya sayang!" Lantas apa hubungannya dengan Tuan Leo?"
"Paman Leo yang menyewa seorang pemuda jenius yang bisa meretas keamanan negara hingga satelit negara ini bermasalah terutama dokumen penting milik negara mampu diretas orang itu.
Saat keberadaannya ketahuan oleh sistem yang bisa menangkap alamat tempat tinggal orang itu, tuan Edgar memerintahkan petugas interpol untuk menahan lelaki itu.
Namun sayang, sebelum ia kabur, paman Leo menyuruh anak buahnya untuk menghabiskan pemuda malang itu. Berkat aplikasi Secret Detektor, para interpol bisa menangkap dalang dari perintah pembunuhan pada peretas itu, yaitu paman Leo sendiri.
"Ya Allah!" Apa motif tuan Leo melakukan hal sekeji itu?" Tanya Andien lirih.
"Entahlah mama, lagi pula tuan Leo ditangkap di kediaman orang tuanya di Bali, negara mama dan ayah, juga negara kita." Ujar Calista.
Ketiga saudara Calista terlihat syok dengan berita ini. Andien tidak ingin melihat anak-anaknya terpengaruh dengan berita tentang tuan Leo.
"Bagaimana kalau kita main di rumah pohon sambil baca buku dan makan di atas sana." Ajak Andien menyuntikkan energi positif pada anak-anaknya.
"Benarkah?" Wah ide mama keren." Ucap keempatnya serentak.
Kalau begitu kalian persiapkan semuanya di bantu oleh pak Abdullah dan lainnya, sisakan tempat untuk mama dan ayah.
Satu jam lagi harus sudah siap. Mama dan ayah mau ke kamar dulu." Ucap Andien lalu mengajak suaminya ke kamar.
Reza memeluk lagi Andien dengan perasaan cemas. Ia tidak bisa membayangkan jika Andien menikah dengan lelaki phisikopat itu.
"Sayang!" Mengapa tuan Leo melakukan kebodohan yang merusak reputasinya yang sudah ia bangun dengan susah payah selama ini?" Tanya Reza yang masih memeluk istrinya.
__ADS_1
"Entahlah sayang, aku tidak menyangka lelaki itu tega melakukan perbuatan buruk kepada orang lain.
Bolehkah aku menemuinya sayang?" Tanya Andien.
"Untuk apa Andien?" Itu sangat bahaya." Ujar Reza.
"Tolong ijinkan aku mas Reza!" Aku banyak berhutang budi padanya. Setidaknya aku harus memberikan sedikit perhatianku juga padanya ketika dia dalam kesulitan." Pinta Andien dengan sedikit memelas kepadanya.
"Baiklah sayang. Karena perhatian dia kepada keempat anakku selama aku bertemu kalian, aku ijinkan kamu menemuinya, tapi apapun motif dibalik pembunuhan itu, tolong sampaikan itu kepadaku juga." Reza meminta balik pada istrinya.
"Insya Allah mas, aku mencintaimu!"
"Benarkah?" Sebesar apa..?" Goda Reza yang mulai lagi dengan aksi nakalnya.
Jika sudah begini, Perasaan Andien kembali menggeliat. Suara berat nan berhasrat, membangkitkan libido Andien untuk menerima setiap serangan nakal suaminya pada aset berharganya.
"Ummm!" De**h Andien dengan tubuh terus menggeliat menerima setiap rangsangan dari kecapan nikmat dari sang suami.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Tiga hari kemudian, Tuan Leo sudah berada di kantor polisi untuk menjalani penyelidikan. Reza mengantar istrinya untuk menemui tuan Leo di ruang interogasi di kantor polisi tersebut. Andien berbicara sebentar dengan kepala kepolisian meminta ijin menemui tuan Leo.
Andien masuk ke ruang interogasi di mana Leo sudah duduk dengan tangan diborgol. Wajah tampannya terlihat muram dengan jambang halus memenuhi setengah wajahnya.
Tuan Leo mengangkat wajahnya menatap wajah cantik Andien yang selama ini ia rindukan. Wajah cantik itu yang dulu menjadi penyemangatnya dan mau melakukan apapun untuk bisa meluluhkan hati perempuan yang keras kepala ini.
"Andien!" Seru tuan Leo dengan suara parau.
Andien berusaha senyum namun hatinya juga merasakan sakit setelah melihat keadaan tuan Leo yang begitu miris.
Andien duduk di hadapan lelaki itu dengan tetap menatap lelaki yang telah menolong hidupnya selama masa sulitnya.
__ADS_1
"Mengapa kamu tega menghancurkan hidupmu dengan menentang pemerintah?" Padahal kamu memiliki segalanya. Apa yang kamu cari?" Apa yang kurang dalam hidupmu tuan Leo?"
"Heh...!" Senyum miring yang terlihat diwajahnya menatap wajah cantik Andien.
"Bagaimana kalau aku mengatakan semua itu bermula dari penolakanmu. Aku punya segalanya, tapi hatiku merasakan kesepian walaupun aku berada di sisimu.
Bukan lagi uang dan popularitas yang menjadi incaran, tapi kamu Andien!"
Aku lelah mengejarmu dan terus memohon agar kamu mau menerima cintaku, tapi apa kamu terus menolak diriku hingga aku merasa frustasi.
Aku lelah untuk menggapai hatimu yang tak jua ku raih, hingga aku memutuskan untuk mencari cara agar kamu hancur, agar kamu tidak berguna lagi di negara ini, jika kamu tidak berdaya aku rela melakukan apapun untuk membuat kamu menjadi milikku.
Kamu begitu dekat denganku saat masih tinggal bersamaku, tapi pikiranmu selalu pada lelaki bajingan itu. Kau bahkan tidak pernah memberiku kesempatan untuk menunjukkan bahwa aku bisa menjadi apapun yang kamu inginkan!" Teriak Tuan Leo dengan wajah menyalang namun penuh kesakitan dari setiap ucapannya.
Ia lalu menangis karena telah kalah bersaing dengan ayah si kembar.
"Tuan Leo!" Andien menyebut nama itu dengan suara bergetar.
"Kau, kau bahkan berani bertemunya di hotel dan entah apa yang kamu lakukan di dalam sana. Aku mulai putus asa karena melihatmu begitu murahan untuk menyerahkan dirimu pada lelaki yang sama yang telah membuat menderita. Cinta apa yang kamu punya untuknya?" Dan kelebihan apa yang di miliki olehnya hingga tidak pernah menganggap aku ada dan juga tidak tersentuh sedikitpun dengan banyak cinta yang aku berikan." Suara tuan Leo melemah. Pria malang ini tidak lagi memperhatikan dirinya Hanya karena cinta wanita yang tak terbalas.
"Aku tidak peduli bagaimana sakitnya yang kurasakan ketika mas Reza mengabaikan diriku. Karena setiap kali membuang bayangannya menjauh bahkan berusaha membencinya, justru sakit akan kehilangan itu terus menggerogoti jiwaku.
Bagaimana mungkin aku memutuskan semua rasaku, sementara cintanya tetap bertahan di hatiku yang enggan untuk pergi meninggalkanku.
Bukan aku tidak berusaha melupakan dan membencinya tuan Leo. Aku ingin memutuskan semua hal yang berhubungan dengannya, tapi hatiku tetap berteriak bahwa aku sangat mencintainya lebih dari hidupku, lebih dari kesakitan yang ia berikan kepadaku.
Putus cinta itu memang mudah, masalahnya kalau sudah putus malah makin cinta itu yang aku tak bisa lakukan. Maafkan aku tuan Leo! Terimakasih sudah mencintai aku dengan rasa perhatianmu begitu besar pada aku dan kembar empat" Andien segera keluar dari ruangan itu.
"Andiennnn.... Andiennnnn...!" Lebih baik aku mati daripada hidup tidak bisa memilikimu.
Akkkkkk!" Teriak Tuan Leo histeris membuang kekesalannya yang makin menghimpit dadanya.
__ADS_1
Reza yang ikut mendengarkan perbincangan antara istrinya dan tuan Leo merasa terguncang mendengar perjuangan yang cukup sulit yang dilakukan tuan Leo hanya untuk mendapatkan cinta istrinya.