PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
83. Aksi Kembar Empat


__ADS_3

"Andieeennnn!" Pekik Reza kesal saat Andien menyebutkan kata cerai.


"Bisa nggak sayang, kamu bicara baik-baik tanpa menyebut kata yang menakutkan itu.


Orang pintar mengucapkan kata itu karena belum merasakan akibatnya karena dalam keadaan marah dan merasakan kehidupannya telah sia-sia.


Tetapi, sejalannya waktu kadang orang menyesali dengan keputusan bodohnya itu walaupun sebagian yang lain merasa lega karena terbebas dari belenggu kesengsaraan karena pasangannya yang tidak bisa lagi ia harapkan untuk berubah." Ucap Reza menasehati Andien.


"Aku tidak peduli mas!" Yang jelas aku menginginkan bayiku tetap tumbuh di rahimku dengan cara Allah menjaganya.


Tidak peduli seberapa besar sakit yang akan aku derita nantinya, yang jelas, aku ingin melihat mereka hadir di bumi Allah dengan segala hikmahnya." Ucap Andien sambil menangis.


"Sssstttt!"


"Jangan menangis sayang!" Baiklah kita akan menjaga mereka bersama-sama.


"Kuncinya adalah kamu sendiri Andien. Jika kamu menjaga kondisi tubuhmu tetap stabil maka, kamu bisa melewati masa kehamilanmu dengan baik atas ijin Allah.


Tapi kalau kamu mengabaikan kesehatanmu mereka juga lah yang akan kena imbasnya dari kelemahan daya tahan tubuhmu.


Sebaiknya kita konsultasi langsung dengan dokter Remon, mungkin dia punya solusi untuk itu. Sekarang di Bogota saat ini waktunya menunjukkan sekitar jam sepuluh siang, berarti beliau sudah berada di rumah sakit.


Mudah-mudahan dia belum melakukan visit pada pasiennya." Ujar Reza sambil menempelkan benda pipih itu ke kupingnya. Tidak berapa lama berselang, suara alto dari seberang sana menyapa Reza.


Keduanya saling menanyakan kabar mereka masing-masing hanya untuk sekedar basa-basi sebelum masuk ke percakapan inti.


"Begini dokter Remon, saat ini keadaan isteri saya kurang sehat dan kabar baiknya istri saya Andien sedang hamil saat ini." Ucap Reza.


"Apaaa...?" Anda tidak sedang bercanda bukan?" Tanya dokter Remon terdengar syok.


"Benar dokter istri saya sedang hamil...?" Reza menatap istrinya sesaat.


"Berapa sayang?"


Reza menanyakan usia kandungan Andien dengan sedikit menjauhkan ponselnya dari mulutnya. Andien mengangkat tiga jarinya.


"Sekitar tiga Mingguan dokter." Ucap Reza terbata-bata.


"Astaga!" Resikonya terlalu berat bagi nona Andien mengandung di saat ini, ia tidak bisa mengkonsumsi obatnya jika sudah ada janin dirahimnya.


Jika dilakukan aborsi juga akan membahayakan jiwanya, jadi mau tidak mau ia harus bertahan sampai enam bulan ke depan karena di masa itu jaringan sel kankernya mulai berkurang tergantung imun tubuh pasien itu sendiri.


Oke, selamat tuan Reza atas kehamilan istri anda!" Tapi untuk sementara waktu kalian harus menjaga frekwensi hubungan intim anda dengan istri agar kandungannya tetap aman di tiga bulan pertama ini.

__ADS_1


Selebihnya terserah anda." Ucapnya pada Reza lalu mengakhiri pembicaraan mereka dengan janji konsultasi bye phone Minggu depan.


Andien langsung menanyakan apa saja yang dikatakan dokter Remon kepada suaminya.


"Dokter Remon melarang kamu meminum obat lagi karena akan membahayakan janin mu dan tetap jaga kesehatan agar daya tahan tubuhmu tetap kuat, hanya itu saja pesannya, sayang." Ucap Reza tanpa ada kata-kata konsekuensi yang akan diterima istrinya jika melanjutkan kehamilan anak mereka.


"Alhamdulillah terimakasih mas!" Aku yakin tidak ada sesuatu yang Allah ciptakan disisiNya menjadi sia-sia. KuasaNya meliputi isi langit dan bumi, berarti mudah bagiNya menjadikan ciptaan makhluk kecil yang ada di rahimku ini akan kokoh dan kuat dalam pemeliharaanNya.


Itulah makna dari ayat ke dua surah Al-fatihah. Allah Maha pemelihara dan Maha merawat suatu yang ia ciptakan baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi.


Dokter hanya memprediksi bukan menentukan takdir hidup mati seseorang. Tugas kita hanyalah tetap berikhtiar, selebihnya adalah tawakal. " Ucap Andien penuh khidmah.


"Aaamiin!" Ujar Reza lalu keduanya saling berciuman mesra.


Tangan Andien sudah hampir menyapa bagian bawah perut suaminya namun dicegah oleh Reza.


"Jangan ke bawah sayang!" Resikonya akan beda. Kamu masih sakit, nanti saja kalau kamu sudah baikan.


Andien terlihat sangat malu karena menginginkan suaminya namun Reza menolak melakukannya.


Namun tangan Reza sudah berada di balik t-shirt miliknya. Membuat Andien menggelinjang.


"Mas tanganmu?"


"Kamu tidak adil." Keluh Andien gemas. Bagian atas perutmu masih wilayah kekuasaan ku, ini sangat membuatku suka." Ucap Reza yang sudah membenamkan wajahnya di belahan dada sang istri.


Andien mendesis merasakan saat benda kenyal miliknya sudah di permainkan oleh tangan dan mulut sang suami.


Keduanya kembali tenggelam dalam sentuhan yang ringan tanpa ada penyatuan fisik malam itu.


"Aku sangat mencintaimu, Andien sayang." Ucap Reza dengan suara yang makin berat.


Sementara di luar sana gema takbir makin semarak disertai pukulan beduk bertalu merdu. Keempat anak Andien menikmati suasana takbir bersama teman sebaya mereka yang sedang membaur bersama tanpa melihat status sosial, menyingkirkan segala kejeniusan mereka sebagai anak yang terlihat berbeda di kalangan masyarakat.


Yang ada di pikiran mereka saat ini, hanya ingin meleburkan diri bersama anak-anak tetangga omanya sebagai makhluk sosial sesuai dengan usia mereka.


Adam, Agam, Jody dan tuan Handoyo memperhatikan empat kembar sambil mengumandangkan takbir.


Sementara di rumah nyonya Yuni, Rania dan maminya membantu nyonya Yuni membereskan makanan untuk persiapan besok menyambut sholat Ied.


"Akhirnya keempat cucu kita merasakan suasana lebaran di kampung omanya." Ucap Nyonya Susan.


"Tahun depan bakalan lebih ramai kalau Rania dan Andien menambahkan anggota baru menjadi enam orang cucu, berarti sepuluh orang cucu, wah kaya apa ya nanti suasananya yang kita rasakan jeng." Imbuh nyonya Yuni.

__ADS_1


Ketiganya terkekeh bersama menikmati kebersamaan mereka sambil menunggu keluarga lain pulang dari mesjid.


...****************...


Keesokan harinya, dua keluarga besar itu berangkat ke lapangan guna mengikuti sholat Ied bersama, termasuk Ratih yang ikut membaur saat ini.


Sholat Ied disambut mereka dengan suatu kesedihan karena begitu takut tidak lagi bertemu dengan lebaran akan datang. Tangis tuan Handoyo merasa bahagia bercampur sedih saat ini.


Usai sholat, keluarga itu saling bersalaman satu sama lain di kediaman nyonya Yuni. Setelah itu menikmati masakan lebaran berupa rendang, ketupat sayur dan opor serta lauk yang lain sebagai pelengkap.


Di saat bagi-bagi angpao, keempat anak Andien dan Reza terlihat berbeda. Rupanya anak-anak ini menyiapkan angpao berupa mata uang dollar Amerika, yang setiap amplopnya berisi seratus ribu dollar, jika dirupiahkan sekitar 1.500jt/ amplopnya.


Setiap warga yang datang khususnya teman sebaya mereka di bagikan mereka sendiri amplop itu, yang akhirnya menjadi rebutan saat mengantri ketakutan tidak mendapatkan bagian.


Beruntunglah ketiga paman mereka langsung mengamankan keadaan itu dan ikut mengawasi kembar empat yang sedang membagikan angpao mereka pada anak tetangga dalam keadaan tertib.


Sesaat kemudian para anak tetangga itu, malah merasa asing dengan uang yang mereka dapatkan dari kembar empat dan kemudian bertanya dengan wajah nyalang.


"Apakah kalian sedang menipu kami dengan uang mainan ini?" Tanya mereka kompak seraya menunjukkan uang dolar itu ke arah kembar empat.


Ketiga paman mereka baru tercengang saat mengetahui yang dibagikan ponakan kembar mereka, bukan uang rupiah melainkan dollar Amerika yang asli.


Ketiga paman mereka hanya menepuk jidatnya karena sangat malu pada keempatnya.


Mereka sendiri memberikan uang angpao pada kembar empat tidak sebesar kembar empat kepada teman-teman sebayanya.


"Uang itu asli mata uang Amerika dan bisa di tukar di tempat khusus untuk penukaran uang dan tanyakan saja pada kedua orangtua kalian." Ucap Agam dalam bahasa Jawa kepada anak-anak tetangganya itu.


Mereka akhirnya pulang dengan wajah berbinar saat tahu itu uang dollar asli Amerika.


Ketiga paman tampan itu bertanya pada keempatnya dari mana mereka mendapatkan uang itu. Jawabannya cukup mencengangkan bagi mereka bertiga.


"Sayang dari mana uang sebanyak itu yang kalian dapatkan?" Tanya paman Adam.


"Uang itu dari hasil kerja keras kami selama ini karena telah menciptakan aplikasi Secret Detektor dan masih banyak sumber halal lainnya saat kami memecahkan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh perusahaan yang membutuhkan jasa kami hingga rekening kami penuh dengan uang entah berapa nominal yang ada di setiap rekening kami." Ucap Calista.


"Apaaaaa....?" Tiga paman tampan ini hanya termangu mendengar kehebatan si kembar empat.


Sementara wajah keempat bocah ini hanya tersenyum menyebalkan karena membuat kegaduhan kampung tetangga lain yang mulai berdatangan meminta uang yang sama pada si kembar empat karena sudah mengetahui besarnya uang itu.


"Aduuhh...parah si kembar empat pembuat onar."🙈


......................

__ADS_1


vote dan like cinta 🙏🤗


__ADS_2