
Andien dan keempat bayinya sudah berada di apartemen baru mereka. Andien membeli apartemen itu dengan uang yang diberikan oleh kedua orangtuanya Reza sebagai penjamin untuk keempat anaknya.
Andien memang tidak munafik karena sangat membutuhkan uang itu untuk membeli apartemen di ditengah kota dengan view yang sangat indah.
Baby sitter yang direkomendasikan tuan Leo sangat berpengalaman dalam mengurus bayi kembar. Bayaran yang tidak sedikit untuk baby sitter dan pelayan itu membuat mereka sangat semangat untuk melakukan apapun dalam melayani nyonya muda mereka.
Andien menghabiskan masa liburannya bersama bayinya yang sebentar lagi akan berakhir. Itu berarti sebentar lagi ia harus kembali ke kampus untuk menimba ilmu.
Banyak sekali yang harus ia pelajari dari baby sitter cara mengurus bayi. Baby sitter yang bernama Anna itu begitu cekatan mengurus keempat bayi itu tanpa membuat satu sama lain terganggu.
" Suster Anna!" Anda sangat hebat mengurus mereka berempat, apakah kamu punya pengalaman mengurus bayi kembar?" Tanya Andien.
"Aku sudah terlatih untuk mengurus bayi kembar, tapi aku belum pernah mengurus bayi kembar empat, nona Andien." Ucap suster Anna yang sudah berusia empat puluh tahun ini.
"Apakah kamu merasa kerepotan mengurus mereka?" Tanya Andien kuatir pada Anna yang mungkin saja bisa kelelahan menjaga putra putrinya tanpa bantuan yang lain.
"Tenang saja nona Andien, saya sangat menyukai bayi kembar dan keempat bayi ini membuatku sangat tertarik dengan mereka. Kaki beruntung bisa melahirkan empat bayi dalam satu waktu dan tidak semua wanita akan mendapatkan kesempatan yang sama seperti dirimu." Ucap suster Anna sambil memberikan bayi itu susu formula karena keempatnya tidak cukup mendapatkan ASI dari ibu mereka.
"Baiklah suster Anna, semoga kamu betah bekerja denganku. Sampai saja apa yang kamu butuhkan padaku dan jangan sungkan akan hal itu."
Andien meninggalkan kamar bayinya lalu bergegas ke dapur.
"Hai bibi Lana!" Sapa Andien pada wanita berusia lima puluh itu.
"Hai nona Andien?" Balas nona Lana sambil menyajikan menu masakannya hari ini pada majikan mereka.
__ADS_1
"Sebaiknya kita bersama di meja ini karena kita hanya bertiga tinggal di sini. Tolong perlakukan aku seperti anak atau adik kalian, dengan begitu kita akan merasakan ikatan persaudaraan antara kita." Ucap Andien sambil mengupas apel sebelum mulai makan siang.
"Astaga nona muda!" Kami ini dibayar untuk melayani anda bukan untuk menjadi teman anda." Ucap bibi Lana.
"Mungkin kalian bekerja di tempat lain bisa membedakan hubungan itu karena berdasarkan status sosial, tapi aku tidak ingin ada jarak antara kita karena kita diciptakan sama yaitu sama-sama manusia yang memiliki setiap rasa, entah itu sedih maupun senang." Ucap Andien penuh kelembutan.
"Nona muda, kami tidak mau berurusan dengan tuan Leo jika kami terlalu dekat denganmu." Ujar bibi Lana.
"Kalian bekerja denganku, bukan dengannya, jadi aku mohon tolong jangan persulit diriku yang sangat membutuhkan kalian karena aku jauh dari keluargaku dan juga tanah airku." Ucap Andien dengan wajah sendu.
"Nona Andien, tolong jangan sedih seperti itu karena nona tidak boleh stress memikirkan hal-hal yang sangat sepele.
"Tapi, kami ingin nona Andien berjanji untuk tidak bersikap akrab jika ada tuan Leo saat mengunjungi si kembar." Ucap bibi Lana.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Memasuki hari ke lima, Andien ingin melakukan upacara aqiqah untuk bayinya yang akan jatuh di hari ke tujuh. Ia pun mencari komunitas Islam yang ada di Bogota Kolombia untuk melaksanakan niatnya itu.
Andien bertemu dengan para muslim yang selalu melakukan ibadah sholat fardhu. di mesjid Istambul di Bogota Kolombia yang rata-rata berasal dari penduduk imigran yang kebanyakan berasal dari timur tengah yaitu Palestina, Suriyah dan Lebanon yang merupakan negara-negara yang terlibat konflik perang di tanah kelahiran mereka.
Andien menyampaikan niatnya itu kepada imam mesjid. Ia menceritakan tentang keempat bayi kembar empat yang membutuhkan enam ekor kambing. Imam mesjid menyanggupi permintaan Andien untuk melakukan aqiqah pada bayinya di mesjid tersebut.
Iapun memberikan sejumlah uang yang dibutuhkan. untuk enam ekor kambing yang sudah di masak oleh salah satu pengusaha catering yang biasa mengurus urusan aqiqah para bayi umat muslim yang ada di Bogota.
"Tulislah semua nama bayimu beserta bin atau nama ayah mereka." Ucap imam mesjid yang bernama syeh Mohammad Salleh seraya memberikan selembar kertas.
__ADS_1
Andien tertegun mendengar permintaan syeh Muhammad untuk menulis nama ayah di setiap nama belakang mereka.
"Ya Allah, bagaimana ini?" Aku saja belum menikah dan nama ayah mereka harus disemaikan pada anak-anakku. Bukankah anak yang lahir diluar nikah milik ibunya?" Gumam Andien membatin.
"Ya ukhti, mengapa kamu malah melamun?" Bukankah aku memintamu untuk menulis setiap nama bayi kembar empat itu?" Tanya syeh Muhammad.
"Apakah bayi yang lahir diluar nikah mendapatkan nama boleh belakang ayahnya?" Tanya Andien terus terang atas kasus yang. menimpa dirinya saat ini.
"Apa....?" Jadi keempat bayimu...?" Syekh Muhammad tidak bisa meneruskan kata-katanya. Ia cukup paham dengan apa yang saat ini sedang menimpa Andien.
"Tulislah nama belakangmu pada keempat bayimu karena mereka adalah milikmu, saudaraku." Ucap syeh Muhammad dengan bijak.
Andien menamai anak dua anak lelakinya dengan nama: Alfarizi dan Alghiffari. Untuk anak perempuannya bernama Calista dan Camilla. Nama belakang anaknya dengan nama dirinya sendiri.
Andien tak kuasa menahan air matanya yang terus mengalir karena sangat menyakitkan baginya melahirkan anak kembar empatnya tanpa kehadiran seorang ayah. Wajah Reza terlintas jelas di pelupuk matanya.
Hatinya begitu remuk redam menahan malu dan sakit yang datang bersamaan. Andien menyerahkan nama keempat anaknya melalui secarik kertas pada syeh Muhammad Shaleh.
Syeh itu memberikan tausiyah sedikit pada Andien sekedar untuk mengingatkan Andien bagaimana hukum bagi anak yang dilahirkan di luar nikah.
"Saudaraku, ketahuilah jika anak perempuanmu menikah, ia tidak akan mendapatkan wali dari ayahnya karena ayahnya tidak bisa menikahkan putrinya dan sebaliknya saudara laki-lakinya juga tidak bisa menjadi wali nikah mereka.
Begitu pula dengan harta warisan dari ayah apabila sang ayah telah meninggal dunia, mereka juga tidak akan mendapatkan hak mereka karena mereka anak yang lahir di luar nikah. Itulah peraturan agama Islam untuk menghukum para pelaku dosa zinah." Ucap Syeh Muhammad Shaleh pada Andien yang hanya tertunduk sedih menyimak setiap perkataan yang di dengarnya.
Ini memang sangat menyakitkan baginya, tapi syariat Allah harus ditegakkan di atas bumi ini demi kemaslahatan umat Islam khususnya.
__ADS_1