PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
81. Kembar Empat Lagi...


__ADS_3

"Astaga!" Sudah dua pekan ini aku tidak mendapatkan haid.


Jangan-jangan aku hamil.


Ya Allah.. bagaimana ini?" Aku dilarang hamil dalam enam bulan ke depan oleh dokter Remon. Apa yang harus aku lakukan ya Allah?


Obat yang aku minum memiliki dosis tinggi dan itu akan membunuh janinku." Andien terlihat syok tapi ia tidak ingin suaminya mengetahui ini.


"Mas Reza tidak boleh mengetahuinya. Dia akan lebih memilihku hidup dan tidak akan mengizinkan aku mempertahankan janinku karena penyakit ini." Tukas Andien lalu mengusap wajahnya agar tidak mudah di curigai anggota keluarganya yang lain.


Reza masuk ke kamarnya dan menemui istrinya yang ingin keluar dari kamar.


"Kamu mau ke mana sayang?" tanya Reza yang melihat saat ini sudah terlalu malam untuk Andien keluar lagi walaupun ini hanya ke dapur.


"Aku lapar mas. Aku mau makan."


"Kamu mau makan apa sayang?" Biar aku yang ambilkan. Makan saja di kamar. Kamu tidak usah ke dapur, hmm!"


"Aku mau makan nasi dan lauk pauk."


"Ini sudah malam sayang, kenapa makan makanan yang berat?"


"Aku masih lapar mas!" Tolonglah!" Jangan menceramahi ku saat ini, apakah kamu takut aku gendut?" Andien mulai ngambek dan Reza mulai ketakutan.


"I..iya sayang, aku ambilkan. Tolong jangan pasang wajah cemberut, nanti aku bisa mimpi buruk saat menjemput malam Lailatul Qadar." Canda Reza sambil nyengir.


"Kenapa aku merasakan hal yang sama saat mengandung kembar empat yang setiap saat harus makan?"


Apa jangan-jangan..hahh?" Andien menutup mulutku dengan wajah tercengang.


Astaga, bagaimana kalau aku hamil kembar empat lagi?" Apakah akan ada perang dunia ke tiga karena anakku bertambah menjadi delapan?"


"Delapan apa sayang?" Tanya Reza yang sedang mendengar istrinya bicara sendiri dengan menyebutkan kata terakhir delapan.


Andien berbalik lalu mengubah ekspresi kaget dengan tersenyum mesra pada suaminya.


"Bulan Syawal besok, kembar empat akan merayakan ulang tahun mereka yang ke delapan lho mas." Ucap Andien sedang ngeles dari suaminya.


Andien mulai menikmati makanannya dengan lahap yang ditemani oleh Reza yang sedang makan buah anggur.


"Oh iya sayang, kamu tahu nggak tadi kembar empat minta apa padaku?" Tanya Reza sambil senyum-senyum genit depan sang istri.


Andien hanya menggeleng kepalanya karena mulutnya sedang penuh makanan.

__ADS_1


"Mereka ingin merayakan hari jadi mereka di Denpasar Bali. Mereka ingin melihat pulau Dewata yang menjadi objek wisata yang merupakan salah satu kebanggaan Indonesia karena sudah mendunia.


Dan lebih hebohnya lagi mereka meminta hadiah yang tidak harus diberi secara langsung saat ini, tapi mereka berharap itu menjadi salah satu kenyataan yang hanya bisa diwujudkan oleh kerja sama kita berdua sayang." Ucap Reza membuat istrinya tidak mengerti dengan arah pembicaraan yang terkesan berbelit-belit.


"Apakah mas bisa menjelaskan intinya saja tanpa membuatku bingung?" Pinta Andien seraya mengambil gelas minumannya untuk ia teguk.


"Mereka pingin punya adik kembar empat, sayang."


Sontak saja Andien hampir menyembur air yang sedang di minumnya di depan wajah Reza.


"Uhuk...uhuk ...uhuk!" Andien batuk karena berusaha menelan air dengan paksa dalam keadaan kaget.


"Kenapa kamu jadi semangat sekali sayang mendengar permintaan kado hebat dari anak-anak kita?"


Apakah kita bisa langsung membuatnya sekarang?" Canda Reza sambil mengusap punggung istrinya dengan lembut.


Batuk Andien mulai mereda, ia lalu menatap wajah suaminya dengan intens.


"Apa yang mau kamu buat, mas?" Pesanan keempat anakmu saja sedang diproses pembentukannya oleh Allah karena hasil perbuatanmu yang setiap saat tidak bisa melihatku tidur tenang." Batin Andien


"Kenapa sayang, hmm?" Apakah kamu menginginkannya?" Tanya Reza dengan suara mulai berubah intonasi yang menggoda.


Andien meletakkan piringnya di nakas lalu mengambil buah anggur untuk mencuci mulutnya.


Seketika terpampang pemandangan indah terbentang didepan matanya dengan melihat dua bukit dan lembah yang masih terbungkus rapi dengan warna senada.


Warna merah kesukaan Reza yang kini mulai menggoda hati Reza yang sedari tadi mempertahankan miliknya yang mulai mengetat dibawah sana untuk menemukan liang lembab yang menawarkan berjuta-juta kenikmatan.


Bibir se*si atas bawah milik Andien mulai terkuak menantangnya untuk menikmati aroma khas membangkitkan rasa gairah yang kian menggebu untuk di cumbuinya satu persatu.


Tatapan mata mengiba milik Andien membuat wajah Reza makin memerah memandang setiap lekuk tubuh milik istri yang sangat memabukkan dirinya setiap saat.


"Andien, sayang...!"


"Mas Reza...!"


Saling memanggil disertai kecupan dan hisapan membuat gairah keduanya sudah tidak bisa lagi terkontrol kala pendakian saat ini sedang berlangsung sengit di malam dingin yang makin beranjak larut menambah semarak sensasi yang kian menyengat tubuh keduanya,


saat lembah basah milik Andien memijat hangat pusaka sang suami yang makin menikmati liukan tubuh sang istri menggeliat indah di atas tubuhnya hingga terdengar erangan erotis mampu menaklukkan hati Reza yang terbungkus kepuasan mengagumi pelayanan istrinya menawarkan rasa yang membuatnya menagih ingin lebih.


Dada sekang yang makin mekar tak luput dari kedua tangan nakal Reza, meremasnya gemas.


"Akkhhh..sayang!" ini sangat membuatku gila. Please Andien, Hurry up baby!" I'm almost there. We should go out together." Titah Reza mengimbangi setiap hentakan sang istri sambil mencengkram kedua paha Andien untuk melakukannya lebih cepat.

__ADS_1


Keduanya memekik bersamaan kala merasakan getaran hebat milik Andien menghimpit benda pusaka sang suami saat menemui titik tumpu yang mengharapkan kepuasan yang akan mereka raih.


Andien menghempaskan tubuhnya di atas dada bidang Reza yang sudah bermandikan peluh dibawahnya.


Kecupan mesra untuk terakhir kalinya kepada sang istri yang sudah memuaskan dirinya yang tak pernah berkesudahan.


"Terimakasih sayang!" Tidurlah!" Aku akan menjagamu." Ucap Reza.


"Tapi milik mas masih di dalam sini." Protes Andien.


"Aku masih ingin menikmatinya." Tidurlah sayang!" Biarkan aku yang bekerja sendiri." Ucap Reza dengan mengeksplorasi permainan ringan dengan mulut dan tangannya pada milik Andien yang masih membangkitkan gairahnya untuk membilas bersih milik sang istri.


Andien pun tidur tanpa ingin membantah lagi dengan posisi telentang dengan kedua paha melebar tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya untuk memanjakan sang suami yang tak ingin mengakhiri permainannya.


...****************...


Keesokan harinya, Andien ingin ke pasar dengan ibunya untuk belanja persiapan lebaran yang akan dirayakan dua hari lagi.


"Ibu!" Apakah Andien boleh tinggal sebentar ibu belanja. Ada yang ingin Andien cari di toko sebelah sana." Pinta Andien.


"Baiklah!" Nanti biar bik Inna yang akan bawa belanjaan ibu. Pergilah!" Ucap ibunya setelah turun dari mobil yang dikendarai Andien.


Andien langsung menuju rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya yang mungkin saat ini sedang hamil.


"Dokter!" Bagaimana dokter?" Apakah saya hamil?" Tanya Andien ketar-ketir melihat layar USG tiga dimensi itu.


"Selamat Bu Andien!" Saat ini anda hamil kembar empat. Usia kandungan anda memasuki tiga minggu." Ucap dokter Rena membuat mata Andien melebar tak percaya bahwa dirinya ternyata hamil kembar empat lagi.


Degggg ...


"Kembar empat lagi .. dokter?" Tanya Andien dengan perasaan takjub.


"Apakah anda sudah memiliki anak kembar empat?"


"Iya dokter!"


"Berarti anda ibu yang sangat beruntung!" Ucap dokter Rena lalu membersihkan gel yang menempel di perut Andien.


"Alhamdulillah ya Allah!" Tapi apakah aku mampu menjaga mereka dengan tubuhku yang masih butuh perawatan medis?" Keluh Andien menahan sesak di dadanya.


.....


Vote dan like nya sayangkuh🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2