
Usai belanja, Al dan Qia, saling memberi nomor ponsel mereka. Keduanya berjanji akan bertemu lagi di Indonesia, selepas ibadah umroh sebelum berpisah di Mall tersebut.
Al sangat bahagia karena dia sudah memantapkan hatinya untuk menjatuhkan pilihan jodohnya pada Qia, gadis cantik yang sangat sholeha menurut pandangannya.
Iapun buru-buru ke kamar orangtuanya untuk menyampaikan niatnya itu kepada kedua orangtuanya. Setibanya di kamar kedua orangtuanya, Al mengetuk pintu kamar itu dan ternyata, kedua orangtuanya sedang ngobrol dengan keluarga mamanya.
"Al, dari mana saja kamu?" Tanya paman Adam.
"Dari toko parfum, lagi cari oleh-oleh untuk teman-teman di perusahaan." Ucap Al sambil menunjukkan beberapa paper bag kepada keluarganya lalu menaruhnya di lemari mamanya untuk dititipkan sebentar.
Al duduk bersama keluarganya itu dan mulai menceritakan apa yang baru saja ia alami di toko parfum yang ada di Mall yang menyatu dengan hotel tersebut.
"Ayah, mama! apakah Al boleh menikahi gadis itu?"
"Ayah dan mama sangat setuju dengan pilihanmu. Insya Allah, kita akan melakukan pertemuan dengan keluarganya terlebih dahulu sebelum melamar gadis itu untukmu." Ucap Reza membuat Al sangat bahagia.
"Al! mencari gadis cantik dan cerdas itu gampang tapi mendapatkan seorang gadis sholehah di jaman sekarang ini sangatlah sulit, sayang.
Mungkin di tanah haram ini, Allah sengaja mempertemukan kalian berdua agar bisa berjodoh. Dan tanah haram sebaik-baiknya tempat terindah di mana Rosulullah bertemu dengan beberapa istrinya di tanah haram ini terutama kisah cintanya yang paling fenomenal adalah ibunda Hadijah dan ibunda Aisyah." Timpal Oma Yuni.
"Iya Oma seperti kisah cinta ayah yang mendapatkan wanita Sholeha seperti mama Andien." Ujar Al tanpa memperdulikan masalalu kedua orangtuanya.
Baru saja mereka saling bercerita satu sama lain, tiba-tiba ada suara bel kamarnya Reza berbunyi.
Al segera membukanya dan melihat wajah om Jody yang terlihat panik.
Jody langsung menyerobot masuk ke kamar Reza dan menyampaikan sesuatu yang membuat keluarga itu langsung syok.
"Ada apa Jody? Kenapa wajahmu tegang seperti itu? Tanya Reza langsung berdiri lalu diikuti semuanya.
"Mas Reza! Ayah dan mami meninggal dunia secara bersamaan." Ucap Jody terbata-bata karena gugup.
"Apaaaa...?!"
__ADS_1
Reza langsung keluar dari kamarnya menuju kamar kedua orangtuanya. Rendy membuka pintu kamar itu untuk Reza.
Di kamar itu sudah ada kedua adiknya Rania dan Ratih yang sedang menangis histeris di depan jenasah kedua orangtuanya.
"Apa yang terjadi pada mami dan ayah Rania?"
"Entahlah, mas Reza!"
Tadi kami ingin main ke sini karena tahu mami dan ayah baru masuk ke kamar mereka usai bermain di kamarnya anak-anak.
Saat Rania menyembunyikan bel kamar berkali-kali, tidak ada yang membuka. Rania coba hubungi ponsel ayah dan mami, namun tidak ada jawaban juga.
Akhirnya, Rania meminta tolong pada petugas hotel untuk membuka kamar ini dan saat Rania masuk, ayah sedang memangku kepalanya mami dan bersandar di tempat tidur tapi keduanya sudah tak bernyawa." Rania menceritakan kronologi kejadian saat menemukan kedua orangtuanya meninggal.
Reza memeluk maminya terlebih dahulu lalu ayahnya. Andien pun tidak kalah sedihnya sama seperti yang keluarga Reza rasakan saat ini.
Adam langsung melaporkan pemimpin jamaah umroh yang mereka ikuti untuk mengurus keluarga dari kakak iparnya itu.
"Innalilahi wa innailaihi rojiuun!" Ucap Nyonya Yuni merasakan kehilangan besannya.
Dalam waktu dua jam, proses pemakaman ke duanya yang sudah dimakamkan di Baqi' kota Mekkah Al-Muqoramah.
...----------------...
Keluarga besar itu, langsung bertolak ke Indonesia setelah dua hari bertahan di tanah suci Makkah. Duka mendalam yang dirasakan oleh keluarga Reza, tidak bisa mereka sampaikan kepada Calista karena gadis itu juga saat ini berada dalam masalah besar.
Mereka tidak ingin Calista sedih dan langsung drop dengan banyak persolan istana yang harus di tanganinya bersama mertuanya raja Hassan dan suaminya. Apa lagi saat ini usia kandungannya masih muda.
Banyaknya para pemberontak pendukung para menteri kerajaan yang siap membantai keluarga raja Hassan terutama nyawa Calista yang sedang mereka incar, karena gadis ini yang telah mengusik ketenangan hidup mereka yang sudah berjalan aman selama ini.
Seluruh keluarga menteri kerajaan yang korupsi harus mengembalikan kekayaan mereka kepada istana dan barang-barang berharga yang ada di rumah-rumah mereka, di sita oleh pihak istana.
Status mereka sebagai bangsawan di hapus oleh raja Hassan dan hidup mereka berakhir menjadi rakyat jelata.
__ADS_1
Kehadiran Calista memang membawa perubahan dalam istana sekaligus, kehadirannya Calista juga menjadi ancaman bagi rakyat yang kini menjadi sasaran dari pemberontak pendukung menteri kerajaan yang sekarang sedang di tahan di penjara bawah tanah, di istana kerajaan milik raja Hassan.
Keluarga kerajaan tetap tenang dengan gejolak pemberontakan di luar istana karena sudah ribuan para prajurit istana di kerahkan untuk menumpas para pemberontak.
Pemukiman penduduk di jaga ketat oleh para blokade prajurit istana agar rakyat tidak lagi menjadi sasaran empuk kemarahan para pemberontak tersebut.
Sementara di Jakarta, Reza belum bisa move on dari dukanya, setelah kehilangan kedua orangtuanya.
Walaupun sudah larut malam, ia hanya duduk tafakur di balkon sambil menggenggam tasbihnya, beristighfar kepada Allah untuk kedua orangtuanya.
Andien keluar menemani suaminya dan memeluk tubuh kekar itu yang masih tertunduk sambil mengusap air matanya berkali-kali.
"Mas Reza! Apa yang kita miliki di dunia ini semuanya adalah titipan, yang suatu saat nanti akan Allah ambil satu persatu dari hidup kita.
Entah itu harta, jabatan, kekuasaan, sahabat, keluarga, anak dan orangtua, semuanya akan di ambil oleh Allah.
Apa lagi orang yang paling kita cintai dalam hidup kita yang akan pergi meninggalkan kita sendirian di dunia ini. Tapi yang perlu kita tanam di hati kita bahwa semua yang kita cintai itu akan mati dan meninggalkan kita namun Allah tidak akan pernah mati apa lagi meninggalkan kita.
Saat hidup kita susah, saat semua pintu pertolongan di dunia ini kau ketuk, saat sahabat yang kau kira akan menangis bersamamu di dalam duka atau saudara sekandungmu yang melihatmu terpuruk karena kehilangan hartamu, mereka hanya peduli kepadamu cuma sesat, selebihnya kau harus berjuang sendiri dan di situlah Allah sedang merindukan rintihan mu.
Allah ingin Dia yang kamu panggil. Allah ingin dengar permohonan tulusmu dengan doa, pujian untukNya dan istighfar mu yang akan menjadikan kekuatanmu. Di saat itulah kita hanya butuh Allah tidak yang lainnya.
Jika Allah tidak menguji kita dengan berbagai ujian hidup, kapan kita akan merindukan diriNya. Kapan kita ingin bersujud di sepertiga malamNya. Sementara setiap saat Allah memanggil hambaNya di setiap hambaNya terlelap tidur.
Allah akan memanggil hambaNya dengan perkataan yang lembut
"Wahai hamba-hamba Ku! Adakah yang kalian butuhkan dariKu? Jika ada yang berdoa meminta sesuatu kepadaKu akan aku kabulkan.
Jika hamba Ku ingin bertobat kepada Ku akan aku ampuni. Dan jika mas Reza ingin minta Allah untuk dihibur, Insya Allah, Allah akan menggantikan apa yang Dia ambil dari kita dengan sesuatu yang lebih baik.
Allah akan menggantikan kesedihan kita dengan kehadiran lima orang cucu dari kedua putri kita." Ucap Andien menghibur suaminya.
....
__ADS_1
Maaf episode sebelumnya proses review nya sangat lama padahal sudah di kirim dari jam 4 subuh. 🙏🙏