Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Pernikahan Raka dan Anna


__ADS_3


Pukul 7 pagi Abel dan Gala kompak dan sepakat untuk mandi bersama dengan anak-anak mereka. Ya selain seru, ini juga untuk menghemat waktu. Karena mereka harus menemani Raka mengantarkan seserahan.


Setelah selesai mandi pun juga sama, dengan masih berbalut bathrobe Abel dan Gala bergotong royong untuk merapikan si kecil. Gala yang mengurus Alano dan Abel yang mengurus Alana.


"Papaa, rambut anaknya jangan digitu-gituin ih jelekk!" Protes Abel saat Gala menata rambut Alano menjadi messy hair.


"Bagus, Mama. Keliatan ganteng anaknya," ucap Gala dengan senyum bangga.


"Ck, gak ada. Anaknya udah ganteng gini tanpa perlu diapain lagi. Iyakan sayang, kan?" Kata Abel yang merapikan rambut Alano. Sementara bayi itu hanya tersenyum sambil mengoceh pelan melihat pertengkaran kedua orang tuanya. Ya kalau soal penampilan Abel selalu ingin anaknya terlihat rapi.


Aaaaawwaawaw


Gala berpindah menghampiri Alana yang sudah bisa protes kalau dirinya merasa diabaikan. Menggunakan baju gaun dan juga bando, membuat Gala gemas sendiri dan menciumi pipinya. "Cantiknya anak papa, wangi. Ana mau kemana?"


"Papaa anaknya udah rapi jangan digemesin gitu," peringat Abel.


"Mamanya bawel ya sayang padahal papanya mau ciumin anaknya," bisik Gala yang membuat anaknya ini ikut terkekeh.


"Kamu siap-siap gih, biar mereka aku susuin dulu. Biar gak rewel, habis itu baru aku siap-siap," ucap Abel.


"Papanya engga dikasih kalsium, Mama?" Goda Gala sembari memeluk Abella dan menciumi bibirnya.


Abel mengusap wajah Gala pelan. "Ishh, jangan mesum pagi-pagi! Cepet siap-siap nanti kita telat Papanya Alano Alana!"


Gala terkekeh, lalu mencium pipi Abella. Kalau istrinya sudah bersabda ya harus segera dilaksanakan. Kalau tidak dia bisa ngambek seharian.


Abel duduk ditepi ranjang lalu mulai menyusi Alano terlebih dahulu, tidak lupa juga dia mengajak Alana bicara. Ya begini repotnya terkadang, apalagi jika Gala tidak ada. Karena meskipun masih kecil, mereka sudah paham jika diabaikan mereka akan merengek atau menangis. Jadi sebagai ibu dia harus paham-paham bagaimana memperhatikan keduanya tanpa ada yang merasa terabaikan.


Sesekali Abel melirik ke arah Gala yang sedang berpakaian untuk sesekali berkomentar. "Mas, gak usah pake jas. Bagus pake kemejanya aja."


"Kenapa?"


"Gapapa, kalau pake jas kaya formal banget menurut aku. Tapi kalau mau pake juga gapapa."


"Banyak rekan bisnis di sana, Sayang," ucap Gala memberi pengertian.


"Oh yaudah kalau gitu pakai aja," kata Abella sambil tersenyum.

__ADS_1


Gala sudah selesai, dia dan kedua anaknya menunggu di ruang tengah. Karena sudah pasti Abella akan sangat lama untuk berdandan. Kalau diganggu oleh kedua anaknya akan semakin lama menurut Gala.


Abell memoles make up dan menata rambutnya, setelah itu dia memakai outer dari gaunnya. Gala memang sengaja meminta desain seperti itu, apalagi Abell ibu menyusui, ya untuk mempermudah kalau menyusui nantinya.


Abella keluar kamar, terlihat Gala sedang bermain dengan kedua anaknya. Moment yang selalu Abella suka karena ya menurutnya lucu saja. "Ayok, aku udah selesai."


Gala melirik ke arah Abel lalu mengangguk. Perlahan Abella menggendong Alana dan mereka pun segera bersiap-siap untuk pergi. Nampak seperti keluarga harmonis lah dengan pakaian yang seragam seperti ini.


Abel beryukur sih, Alano dan Alana tidak rewel kalau diajak pergi kemana-mama. Mereka bisa dengan anteng duduk di carseat tanpa rewel, cukup memberikan mereka mpeng, mereka akan bekerja sama dengan baik.


.


.


.


Selesai dengan prosesi adat dan akad nikah, sekarang acara prosesi resepsi sudah di mulai. Gala dan Abel menghampiri Raka dan Anna di pelaminan. Mereka menjadi pusat perhatian sih, begitu serasi. Apalagi mereka membawa anak kembar, sangat terlihat lucu.


"Annaaa," panggil Abella yang langsung bersalaman dengan Raka dan juga Anna.


"Happy Wedding, Bro. Cepet-cepet buatin Alano sama Alana adik," ucap Gala sembari beradu tos dengan Raka.


"Aa gemes banget ini si gemoy Alano sama Alana, semoga anak gue cakep kaya gini," kata Anna sembari mengunyel-unyel pipi kedua bayi itu.


"Makasih tante Anna. Mereka emang lagi suka ngoceh mau banyak bisa," ucap Abel sambil terkekeh.


"Ekhm kenapa gue berasa jomblo di sini ya?" Degas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bahkan mereka baru menyadari kalau ada Degas di sana.


"Makanya cari jodoh!" Peringat Gala.


"Cari sih gampang, tapi banyak yang ga mau sama gue. Kurang miris apalagi?"


"Dinda tuh Dinda, dia belom bisa balik. Tapi kejar lah," kata Raka.


"Ogah!"


Mereka semua terkekeh, memang pada dasarnya acara seperti ini ya yang paling terasa adalah kebersamaannya. Mereka sudah bersama sejak SMA dan sekarang tidak terasa satu persatu mulai mempunyai kehidupan masing-masing.


Ya apapun itu Abel berharap kalau mereka semua memiliki kehidupan yang sama baiknya dengan apa yang dia jalani bersama Galaxy. Terutama untuk Dinda, dia ingin sekali melihat Dinda juga bisa menemukan pasangannya. Tapi jika dia memilih untuk menata masa depan dulu, ya Abel pasti suport.

__ADS_1


Selesai berphoto, kini Abel dan Gala memutuskan untuk cari makanan. Lumayan melelahkan juga ternyata meskipun bukan mereka yang menikah. Gala juga banyak menemui rekan bisnisnya, sukses di usia muda membuatnya menjadi sorotan di kalangan pembisnis. Abel juga diperkenalkan, tapi ya dia tidak mengerti pembahasan mereka.


Jadi Abel berjalan ke stan makanan untuk mengambil ice cream sambil menggendong Alana. Cukup repot sebenarnya membawa Alana yang kerap kali ingin mengambil sendok eskrim seperti sudah besar saja.


Tiba-tiba ...


"Abella," sapa seseorang.


Abel mengalihkan pandangannya ke sumber suara. "Oh hai, El."


"Sama Galaxy?" Tanya Elzard.


"Iya sama Gala, tuh dia lagi ngobrol sama rekan bisnisnya. Jadi gue melipir dulu," jawab Abel sambil terkekeh.


"Lo berubah banyak, ya?" Ucap El menyunggingkan senyumnya.


"Berubah gimana? Ya mungkin emang karena lahiran anak kembar kali ya jadi agak gendutan," kata Abel sedikit insecure.


"Bukan ... Bukan itu maksudnya. Maksudnya lo tetep cantik, cuma lebih friendly aja sekarang. Beda sama Abella di sekolah dulu."


"Owalahh, ya kan semua orang harus bergerak maju dan yaa saat gue sama Galaxy dia banyak kasih gue pembelajaran untuk lebih terbuka dengan orang lain," ucap Abel bangga sembari menatap ke arah Galaxy.


Abbwuhhh Abwuhhh ....


Alana menatap Elzard keheranan, mungkin ya aneh saja Ibunya berbicara dengan pria tapi bukan ayahnya. Alana yang memainkan air liurnya itu juga menarik atensi Elzard.


"Ini anak lo? Siapa namanya?" Tanya El.


Abella mengangguk. "Alana, kalau kakaknya Alano."


Elzard terkekeh melihat Alana yang nampak senang bertemu orang-orang baru. Terlahir dari orang tua yang dingin ya syukurnya itu tidak menurun pada mereka. "Mbull, boleh gendong?"


Tentu saja boleh, lagi pula apa yang pernah ada diantara Abella dan Elzard juga masa lalu. Ya berteman jadi tidak ada salahnya juga, kan? Jadi Abella memberikan akses untuk Elzard menggendong anaknya. "Dia berat, udah mau 8 kilo."


Elzard terkekeh sembari menciumi Alana, gemas sekali ternyata ada manusia kecil yang menjadi anak mantan gebetannya dulu. Dia saja sekarang masih berstatus mahasiswa, jadi ya masih tabu soal pernikahan.


"Alana kalau mau apa-apa nanti bilang sama Om, Ya? Kalau udah besar terus mamanya marah ke rumah Om aja, Oke?" Ucap Elzard.


Di sisi lain Gala yang selesai berbincang mencari Abella dan ya matanya tepat menatap kebersamaan Abella dan juga Elzard. Apalagi Alana yang kini dalam gendongannya, sebenarnya dia marah sih. Tapi saat akan melangkahkan kakinya dia berhenti.

__ADS_1


Elzard pernah menyukai Abella tapi bukan berarti dia harus menutup akses pertemanan Abella, kan? Apalagi Abel memang jarang sekali berteman, jadi yang dia lakukan sekarang adalah mencoba mengerti situasi. Lagi pula Abel memilihnya, bahkan sudah berhasil mencetak anak-anak yang cantik dan tampan. Jadi dia biarkan saja Abel berbincang sejenak. Meskipun tetap saja cemburu.


__ADS_2