Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Kabar Bahagia


__ADS_3


Genap memasuki kehamilan 6 bulan lebih, Abel dan Gala kini melakukan kontrol rutin sembari ingin mengetahui jenis kelamin dari anak mereka. Ini adalah hari yang mereka tunggu-tunggu.


Meskipun Abella inginnya perempuan dan Gala inginnya laki-laki, tapi mereka akan menerima apapun hasilnya. Yang terpenting bayi dalam kandungan Abella baik-baik saja dan tidak mengalami gangguan.


Abel mengggenggam tangan Gala saat dokter mulai memeriksa perut Abella dengan alat transducer. "Tenang, dia pasti baik-baik aja," ucap Gala menenangkan. Tangannya menggenggam Abella dan satunya kini mengusap surai cantik istrinya.


Dokter nampak sedikit kaget saat melihat monitor. Gala yang tidak mengerti jadi bertanya-tanya. "Kenapa, Dok? Apa terjadi sesuatu pada kehamilan istri saya?"


"Sebentar, Pak Galaxy. Biar saya cek kembali," ucap Dokter Galen.


Abel mulai berkeringat dingin, Gala bisa merasakannya dari genggaman tangan mereka. Jujur saja mereka takut sekali jika di kehamilan kali ini terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Wahh, saya ucapkan selamat ya, Pak galaxy. Ibu Abella mengandung bayi kembar, mereka berdua sepasang," ucap dokter Galen yang turut bahagia. Ya bagaimana pun juga dokter Galen tau perjalanan mereka berdua.


Gala dan Abella saling menatap, kembar dan sepasang? Ini jauh di luar dugaan, pantas saja kehamilan Abella kali ini membuat perutnya lebih terlihat besar, ternyata ada dua janin di sana.


"T-tapi kok bisa, Dok? Waktu awal pemeriksaan kemarin di USG adeknya cuma satu," ucap Abel.


"Iya, Bu benar. Karena mungkin adiknya bersembunyi dibalik kakaknya, jadi tidak kelihatan. Ini memang kerap terjadi dan dalam istilah lain dinamakan Hidden twins."


"Kenapa bisa tidak terdeteksi, Dok? Tapi mereka berdua baik-baik saja?" Tanya Galaxy.


"Hidden twins bisa karena beberapa hal, bisa jadi karena mereka berbagi kantung ketuban atau memang posisinya tersembunyi. Apa yang terjadi pada Ibu Abella ini karena janin perempuannya berada dibalik janin anak laki-laki dan menyelinap masuk ke celah rahim."


"Tidak berbahaya, untung saja terdeteksi dan bisa kita periksa. Keadaannya juga baik-baik saja dengan berat badan yang ideal, yang terpenting Ibunya juga baik-baik saja," Jelas dokter Galen.


"Alhamdulillah," ucap mereka bersamaan.


Ada perasan lega, bahagia dan senang menghampiri Galaxy dan juga Abella. Mereka kehilangan anak dan sekarang langsung diberi dua. Rasanya mereka diberi kebahagiaan berlipat ganda.


Setelah memberi penjelasan dokter meninggalkan mereka sejenak untuk memeriksa berkas kehamilan dari Abel. Gala tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih pada Abel. Kebahagiaan yang Abel berikan hari ini tidak ada siapapun yang bisa menggantikannya.

__ADS_1


"Makasih ya sayang, Mas bahagia banget anak kita kembar," ucap Gala tulus.


Abella menganggukan kepalanya, jujur saja dia masih tidak menyangka. Dia hanya meminta bayi perempuan tapi sekarang dia diberi sepasang.


"Maafin papa ya, papa kira kamu sendiri. Ternyata ada adiknya di sana. Pantes mamanya berat kalau di gendong, ternyata ada anak-anak papa di sana," kata Gala sembari mencium-ciumin perut Abell.


"Kayanya malu baby girlnya, Sayang. Makanya dia ngumpet," balas Abel tertawa.


"Iya pemalu kaya mamanya, tapi galak. Di dalam sana harus jagain adiknya ya, Boy! Harus keluar duluan biar adiknya mudah nanti keluar," ucap Gala pada sang bayi.


Abel tersenyum melihat itu, dia jadi tidak sabar untuk kelahiran kedua anaknya. Pasti di rumah akan sangat ramai nantinya.


.


.


.


Dia sudah membeli kembali box bayi untuk anak perempuannya. Tidak hanya itu, tapi dia juga membeli yang lainnya termasuk baju serba kembar. Pokoknya semuanya dia berikan yang terbaik untuk anak kembarnya.


Abella tersenyum melihat Gala yang sedang sibuk memasang rangkaian box dan dia juga sedang merapikan pakaian-pakaian bayi di lemari.


"Mas padahal anaknya lahir 3 bulan lagi, tapi kamu semangat banget dari sekarang," ucap Abel sambil terkekeh.


"Tiga bulan itu sebentar lagi, Sayang. Mas udah gak sabar liat mereka lahir, pasti lucu nanti kita urusnya," kata Galaxy yang masih fokus dengan pekerjaannya.


"Yaudah iya-iya, aku juga gak sabar nunggu mereka lahir, kamu udah kasih tau Mama sama Bunda belum?" Tanya Abel.


"Udah, Sayang. Nanti sore mereka ke sini, gak akan berebut lagi Oma-Omanya karena semuanya terpenuhi," jawab Gala.


Abel tertawa mendengarnya, dia memang merasa gemas saja kepada kedua orang tuanya. Kalau merek berkunjung pasti berdebat soal jenis kelamin anaknya. Tapi sekarang pasti tidak akan berdebat lagi karena benar kata Gala semuanya terpenuhi.


"Mas ini-"

__ADS_1


Ucapan Abel terhenti saat ponsel Gala berbunyi, jadi dia biarkan saja dulu Gala mengangkatnya.


"Iya?"


"Baik, setengah jam lagi saya sampai di sana."


Gala mematikan ponselnya lalu menatap ke arah Abell yang menatapnya keheranan. Ya karena ini kan hari libur, tapi kenapa Gala harus pergi juga?


"Mas gak akan lama, Mas izin ke luar dulu ya," ucap Gala sembari mengecup bibir istrinya dengan lembut.


Abel tidak mengiyakan, dia justru menahan lengan Gala agar tidak pergi. "Ada urusan apa?"


"Kamu selalu bilang ada urusan, tapi kamu gak pernah jelasin ke aku urusan apa yang bikin kamu harus keluar saat hari libur kaya gini." Tidak, Abel tidak marah. Dia bertanya baik-baik, dia sudah terlalu jengah karena Gala selalu tidak memberinya jawaban.


"Aku bukan mau selalu tau apa yang kamu lakuin, tapi emangnya aku gak penasaran ya setiap kali kamu pergi? Bukan karena pingin kamu selalu sama aku, Mas. Aku cuma mau tau kamu kenapa aneh?"


Gala terdiam dan menghela napasnya. "Kali ini mau ketemu investor, kamu percaya ya?"


Abel tidak tau harus apa, tapi perlahan dia melepaskan lengan Gala. Perasaannya belum tuntas, jadi dia hanya menganggukkan kepalanya pelan. Gala tau kalau Abel butuh jawaban, dia juga tau kalau sekarang istrinya sedang bersedih. Jadi yang paling utama adalah meyakinkannya.


"Jangan mikir macem-macem, pikirin kehamilan kamu sama anak-anak kita. Aku gak mau kalian kenapa-kenapa." Sekali lagi Gala mengecup bibir istrinya agar dia lebih tenang, barulah setelah itu mengambil kunci mobil dan tancap gas.


Dia merasa bersalah karena lagi-lagi harus membohongi Abella. Tapi tidak ada pilihan lain selain ini. Sejauh ini semuanya berjalan baik-baik saja dan Gala tidak mau merusak itu semua. Setidaknya sampai benar-benar selesai atau setelah Abella melahirkan baru dia akan jujur.


Entah Abella yang sudah mulai dewasa atau karena kepercayaannya pada Galaxy. Meskipun dia berat hati ya sudah. Dia tidak memikirkan apapun yang bisa membuatnya stress nanti.


Tapi dia juga seorang istri, ada perasan di mana dia ingin mencari tau apa yang membuat Gala telat pulang atau pergi setelah menerima telepon dari seseorang.


Abel sering kali menciumi jas suaminya, mencari sesuatu dalam tas atau dalam ponsel Galaxy yang tidak pernah di pasword, memang tidak ada apa-apa. Tapi tetap saja dia butuh tau Gala kenapa.


"Aku harap kamu gak akan rusak kepercayaan aku sama kamu, Gal," gumam Abel.


Abel berusaha mengalihkan pikirannya dengan kembali menata beberapa barang di kamar bayi mereka. Benar memang apa kata Gala, dia harus fokus pada kehamilannya. Dia cukup harus percaya pada Galaxy kalau apapun itu Gala tidak akan pernah melukainya.

__ADS_1


__ADS_2