
Setelah menjenguk Hendra, Gala dan Abel kini harus kembali ke rumah. Sebenarnya Abel sudah meminta izin untuk menginap, tapi kedua orang tuanya melarang. Jadi mau tidak mau ya dia harus pulang. Nia bilang kalau mereka sendiri lah yang punya kewajiban lebih untuk menjaga Hendra. Lagi pula Nia tau kalau anaknya sedang program kehamilan, dia tidak mau kalau Abel sampai kelelahan.
Kaki Abella masih sakit, sakit sekali bahkan jika digunakan untuk berjalan. Tapi dia bukan orang yang suka merajuk. Jadi dia paksa saja. Sampai-sampai Gala memaksa untuk memapahnya. Karena Abel tidak mau digendong dengan alasan malu di rumah sakit. Padahal Gala sudah bilang agar tidak mendengarkan pandangan orang lain, tapi memang pada dasarnya Abel itu keras kepala.
Gala memperhatikan istrinya yang jalan terpincang-pincang sambil terus memapahnya. "Kamu kenapa gak hati-hati sih, Sayang? Kasian kakinya tuh kesakitan. Harusnya kamu jalan pelan-pelan aja. Lain kali hati-hati, kamu suka kebiasaan ceroboh."
"Tadi aku buru-buru makanya kepeleset. Jangan marah-marah, harusnya kamu perhatian gitu istrinya kaya gini," sungut Abel.
"Ya ampun siapa yang marah, Cantik? Mas gak marah, Mas cuma nanya kenapa bisa sampe keseleo," ucap Gala melembut dan entah kenapa dia kini malah menyebut dirinya 'Mas'.
"Tapi tadi nadanya kaya marah," balas Abel.
Gala menghela napasnya, memang harus banyak mengalah kalau sudah berurusan dengan Abel seperti ini. Dengan lembut dia menggendong Abella ala brydal. "Yaudah iya, Mas minta maaf ya, Sayang."
Abel yang merasa digendong, langsung mengalungkan tangannya di leher Galaxy. Tidak tau kenapa Gala lebih manis saat menyebut dirinya Mas seperti itu. Lebih enak didengar di telinga Abel.
"Gak mau, aku jadi badmood," ucap Abel merajuk.
"Jadi mau apa hm? Wanna eat something sweet?" Tanya Galaxy sambil menatap ke arah istrinya yang mendadak manja seperti ini. Tidak malu lagi kalau mereka di tatap oleh orang-orang di lorong rumah sakit ini.
"Give me some ice cream, please," jawab Abel yang mengeluarkan puppy eyesnya. Bukannya bagaimana, tapi Gala selalu melarangnya makan eskrim karena katanya suka berlebihan. Padahal itu adalah kesukaannya.
Gala terkekeh, rasanya dia ingin mencium istrinya sekarang juga. Tapi dia sadar kalau ini masih di rumah sakit. Jadi ya dia harus sabar-sabar menahan. "Siap, Tuan putri."
__ADS_1
Gala mempercepat langkahnya dan sekarang mendudukkan Abella di jok mobil. Dengan lembut juga dia mengecup bibir Abella sekilas karena sedari tadi sudah tidak tahan ingin menciumnya.
Abel sih senang diperlakukan seperti itu oleh Galaxy. Dia yang dulu merasa bisa mengatasi apapun sendiri, sekarang jadi merasa lengkap jika ada Galaxy. Dia yang tadinya sekeras batu tapi sekarang gampang melting jika diperlakukan manis oleh suaminya. Rasanya waktu memang benar-benar bisa memutar balikan keadaan.
Saat Gala sudah melajukan mobilnya, Abel sekarang menatap ke arahnya. "Mas, aku sayang banget sama kamu." Satu kalimat yang keluar dari bibir Abella mampus membuat jantung Gala berdebar dua kali lipat.
"Mas juga sayang sekali sama kamu, Cantik." Gala mengelus lembut punggung tangan Abella.
"Kamu pasti pelet aku ya? Kenapa malah aku yang jadi bucin ke kamu?" Tanya Abella.
Gala terkekeh. "Iya pelet high quality, wayoloh. Kamu bakalan susah lepasnya kalau kaya gitu," goda Gala.
Abel memukul lengan Gala pelan lalu tertawa mendengar kata yang Gala lontarkan. Mereka memang sedekat ini untuk saling menggoda sekarang. Berbeda sekali dengan pertama kali mereka menikah yang selalu banyak ributnya.
Ternyata benar, anggur yang semakin lama disimpan akan semakin manis rasanya. Sama seperti hubungan mereka sekarang. Ada banyak pelajaran dan memori indah dalam perjalanan kisah mereka. Mungkin suatu saat nanti ini akan menjadi kisah yang menarik untuk anak mereka kelak.
"Mas, kamu lupa kita mau ke toko eskrim?" Tanya Abel kesal.
Gala tidak menjawab, dia malah turun dan kembali menggendong Abella masuk ke rumah. Pasti Gala tidak memperbolehkan dia makan eskrim lagi. Benar-benar pemberi harapan palsu! Gerutu Abel dalam hatinya.
Gala gemas melihat istrinya diam tapi sembari menggerutu pelan. Gala membawa Abel ke dapur lalu mendudukkannya di meja bar mini mereka. "Mas mau kemana kok aku ditinggal di sini?" Tanya Abella yang melihat suaminya melenggang pergi begitu saja.
Gala mengambil gelas dan menyekop beberapa eskrim dari kulkas. Setelah itu dia kembali menghampiri Abell dengan eskrim vanilla di tangannya. Abel sedikit melihat sih kotak besar yang Gala keluarkan dari kulkas tadi. Apa dia sengaja membelikannya untuk Abella? Pasalnya Abel tau kalau suaminya tidak suka makanan manis.
Mata Abel berbinar saat melihat itu. "Kamu beli eskrim sebanyak itu dikulkas buat aku?" Tanya Abell. Gala hanya mengangguk. Dia menaruh eskrim di meja lalu membawa Abel dalam pangkuannya.
__ADS_1
"Nih, makan lah," ucap Gala sembari merapikan helaian rambut Abella."
"Makasih ya, Mass. Kamu tau aja kesukaan aku."
"Apa yang gak Mas tau dari kamu?" Ucap Gala percaya diri. Membuat Abel terkekeh lalu mencium pipi suaminya.
Abella menatap eskrimnya dan fokus memakan makanan kesukaannya itu. Sementara Galaxy hanya menatap gadisnya yang sesekali menggerakkan kepalanya karena senang. Sisi lain dari Abella yang baru dia ketahui setelah menikah ini sering kali membuatnya gemas.
Gala memegang dagu Abella lalu mengarahkan wajah gadis itu padanya. "Kenapa, Mas? Mas mau?"
"Jangan fokus gitu makannya cantik, Mas gak suka diduain kaya gitu. Fokus sama Mas aja," ucap Gala.
"Tapi kan ini eskrim doang?"
"Iya jangan fokus kaya gitu liatinnya. Mas jadi kalah saing. Jadi kamu lebih suka sama eskimnya daripada Mas ya?" Tanya Gala.
Abel tertawa, masa Gala cemburu dengan eskrim yang dia makan? Tapi entah kenapa dia malah gemas sendiri melihatnya. Dengan perhatian Abell menaruh eskrimnya di meja dan mengusap kedua pipi Gala. "Mas itu tetep yang paling aku suka, jangan cemburu kaya gitu."
Abella mencium-ciumi bibir suaminya dengan senyum. Dia suka sekali melakukan ini kalau Gala sedang mode manja seperti ini. "Kamu tau gak, kamu itu my vanilla icenya aku?"
"Kenapa gitu?" Tanya Gala penasaran dan mengeratkan pelukan pada pinggang Abel.
"Kamu itu dulu dingin, cuek, tapi mengenal kamu sampai sekarang aku jadi bisa liat sisi manis kamu. Vanilla itu memang jarang ada yang bisa suka rasanya sampe se hype itu, tapi itu kesukaan aku. Mau seberapa banyak pilihan rasanya aku bakalan tetep pilih itu. Sama kaya kamu."
Gala memeluk Abella gemas, memangnya hanya dia yang bisa baper saat diberi kata-kata manis oleh pasangannya? Gala juga sama. Sekarang dia sudah salting sendiri kalau Abel tau.
__ADS_1
Baru kali ini Gala merasakan jatuh cinta setiap hari pada orang yang sama. Jadi tidak ada kata bosan sebenarnya. Abella selalu membawa suasana baru yang membuatnya menjadi laki-laki paling beruntung karena memilikinya.
Gala berjanji, dia akan terus menjaga Abella sampai rambut mereka sama-sama memutih. Ya anggap saja ini mereka menghabiskan waktu bersama dan puas bermanjaan satu sama lain. Karena kalau nanti mereka punya anak pasti akan lebih sulit.