Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Menghindari Gala


__ADS_3


Malam pun tiba, setelah makan, belanja dan menghabiskan waktu seharian, Abel pun kembali membersihkan dirinya. Dia keluar dengan menggunakan baju tidur berwarna pink kesayangannya. Jangan harap malam ini dia akan memakai lingerie, tidak akan pernah!


Gala mengulum tawanya, gadis itu sejak tadi memang berusaha menghindarinya dan sekarang dia keluar memakai baju tidur biasa. Padahal seingat Gala, Ibunya telah mengeluarkan baju itu dari koper.


Tidak ada reaksi dari Gala, biasa saja. Yasudah, Abel memulai untuk skincarean. Sesekali dia melirik Gala yang sedang asik dengan ponselnya di kasur. Dia curiga, apa Gala sedang menonton yang aneh-aneh demi kelancaran malam ini? Dia mulai ketar-ketir, namun sebisa mungkin menetralkannya.


"Kamu lagi ngapain?" Akhirnya Abel memberanikan diri untuk bertanya.


"Gak boleh kepo, rahasia lelaki," jawab Gala yang masih tetap fokus pada ponselnya.


"Woiii ngapain?!!" Batinnya.


Setelah bersih dan wangi dia pun menghampiri Gala dan berbaring di kasur. Dia sengaja mepet ke ujung dan sebisa mungkin jauh dari Gala.


"Kamu kenapa tidurnya jauh-jauhan? Sini deketan," ucap Gala.


"Emm itu, apasihhh kan di sini panas ya. Jadi maksudnya kalau aku di ujung gini kakinya bisa ke lantai hehehe biar adem," kata Abel sambil nyengir.


"Kan ada AC, bentar aku nyalain." Gala mengambil remote AC lalu menyalakannya agar ruangan ini lebih sejuk.


"Sini." Gala menepuk-nepuk area yang kosong agar Abel mendekat.


"Kamu kan lagi main ponsel, nanti aku kena radiasi. Gapapa aku tidur gini aja. Nanti kalau kamu udah beres terus aku ketiduran tarik aja akunya biar deket," alibi Abel.


Gala menaruh ponselnya dan menarik Abel dengan lembut untuk mendekat. Abel memejamkan matanya erat dan perlahan memundurkan wajahnya dari Gala.


"Kamu kenapa?" Tanya Gala yang sejak tadi menahan tawanya.


"Hah? Engga, aku gapapa. Hahaha panas banget yaa ternyata di sini. Kalau pelukan nanti panas." Abel terkekeh.

__ADS_1


"Bukannya kamu bilang kalau dari kecil harus tidur di tempat hangat? Nanti kalau gak hangat kamu gak bisa tidur, waktu hujan aja kamu aku pelukin semaleman karena kebangun terus," kata Gala sembari menatap istrinya.


Benar juga, alasan konyol apa yang telah Abel buat malam ini? Dia merutuki kebodohannya sendiri sekarang. "Ya beda, kalau di sana kan suhunya rendah. Di sini deket pantai jadi panas." Abel berusaha melepaskan diri dari Gala.


"Ohh panas yaa, enaknya kita ngapain ya?" Tanya Gala asal.


"Ngapain apa?! M-maksudnya ngapain gimana?" Tanya Abel menertralkan rasa paniknya.


Gala terkekeh, perlahan dia mematikan AC lalu memeluk tubuh istrinya agar nyaman. Tidak lupa dia menarik selimut agar Abel tetap hangat. "Enaknya tidur, ayok tidur. Udah malem, besok kita kan mau keliling-keliling."


Abel mengembuskan napasnya lega. Ternyata Gala tidak memikirkan apapun. Sedikit agak menyesal telah menghindarinya sejak tadi sore. Dia berpikir kalau mungkin Gala memahaminya, jadi sepertinya dia akan aman selama di sini. Abel tersenyum lalu membalas pelukan Gala. Akhirnya dia bisa tidur pulas sekarang.


Gala melirik wajah Abel yang terlelap, sudah 30 menit sepertinya dia tertidur. Biarkan saja seperti itu, lagi pula Gala memang tidak berencana unboxing sekarang. Dia akan melakukannya ketika Abel merasa kalau dia sudah aman bersamanya dan secara tiba-tiba, agar Abel tidak stress duluan.


"Polos banget ternyata istri gue," gumam Gala.


.


.


.


Seperti sekarang ini, mereka sedang berada di sebuah toko kain Bali. Abel sangat suka memakai kain Bali, hanya saja kemarin dia lupa membawanya. Memang kalau wanita itu pasti akan lama untuk memilih. Baik segi warna, kualitas dan yang terpenting adalah harga.


"Ck, kamu mau cari yang gimana sih, Yang?" Tanya Gala.


"Cari yang bagus, yang murah. Kata kamu bagus yang warna apa?" Tanya Abel sembari memperlihatkan 6 kain yang berada di tangannya untuk Gala pilih.


Gala langsung mengambil semua kain itu dan membawanya ke kasir. Abel membulatkan matanya, haduh pria itu memang tidak mau ribet.


"Galaaa, pilih dulu," kata Abel sembari menarik baju Gala dari belakang.

__ADS_1


"Lama, beli semua aja. Jadi kamu bisa pakai semua," ucapnya enteng.


"Tapi buat apa, boros banget kamu!" Geram Abel setengah berbisik.


"Totalnya 600 ribu rupiah, Kak," ucap penjaga kasir.


Tanpa mempedulikan Abel, Gala mengeluarkan 6 lembar uang 100 ribu dan memberikannya pada kasir. Setelah selesai Gala memberikan paper bag itu pada Abel dan mengajaknya keluar dari toko.


"Gal buat apa coba belinya banyak gini? Tinggal pilih satu padahal," gerutu Abel.


"Ya kalau pakainya cuma 1, yang lainnya kan bisa dijadiin oleh-oleh. Make it simple," ucap Gala santai.


Oke, pelajaran baru untuk Abel hari ini adalah : Jangan menawarkan pilihan lagi pada Galaxy, karena dia tidak akan mau ribet dan akhirnya memilih semuanya.


Setelah selesai belanja, Gala mengajak Abel ke sebuah Beach Club Party. Mereka berdua memesan 1 bed menghadap ke arah pantai yang indah dan ditemani oleh alunan musik serta red wine yang menyempurnakan suasana sore hari ini.


Gala melirik Abel yang tersenyum menikmati matahari yang sebentar lagi akan tenggelam. "Kamu suka senja?"


"Engga, aku suka alam. Bahasa alam itu alamiah, bisa dirasakan oleh perasaan. Kaya kamu liat deburan ombak, merasakan hembusan angin dan langit yang sering merubah warnanya. Kalau dia biru cerah artinya langit sedang bahagia, kalau dia gelap artinya dia sedang bersedih dan kalau dia berwarna orange itu artinya dia lagi tenang. Aku suka, Gal."


"Selama aku kenal kamu, kamu selalu pakai kata kiasan yang indah. Belajar dari mana sih, Bel?" Tanya Gala penasaran.


"Dulu, aku gak punya banyak orang buat bisa diajak bicara. Sampai akhirnya aku baca suatu quotes yang bilang. 'Kalau kita gak mampu buat mengutarakan, maka tuliskanlah' sejak saat itu aku suka menulis. Aku suka berkomunikasi sama hembusan angin, katanya itu bisa bawa keluh kesah kita sampai ke ke Tuhan lewat langit. Hahaha, aneh ya?


Gala menatap istrinya itu lembut dan menggeleng. "Gak ada yang aneh, setiap orang kan punya cara sendiri buat menikmati hidupnya dan mungkin itu adalah cara kamu. Terus apalagi?"


"Ya gitu aku juga banyak membaca, jadi kayanya kebawa aja setiap aku bicara. Ngalir aja karena terbawa suasana. Apalagi aku anaknya jarang banget bicara panjang lebar, ya sekalinya bisa jadi keluar deh kata-kata kaya gitu. Anak senja banget ya?" Tanya Abel sambil terkekeh.


"Gapapa, semua yang ada di kamu aku suka. Malah jadi daya tarik tersendiri. Banyak orang yang gak tau sisi kamu yang kaya gini dan aku beruntung karena jadi orang yang bisa liat itu, Bel."


"Udah ah, kamu suka gombal," kata Abel sembari memalingkan pandangannya mengarah ke arah pantai.

__ADS_1


Gala tersenyum, perlahan dia mengarahkan wajah gadis itu agar kembali menatapnya, matanya tertuju pada bibir Abel yang sangat menggodanya sekarang. Gala mendekatkan wajahnya pada Abel dan menautkan bibirnya. Menikmati manis alami dari bibir Abel dan rasa khas red wine membuatnya semakin menyukai bibir itu.


Mereka pun saling menyesap bibir satu sama lain di tengah pergantian siang dan malam itu. Membuat suasana yang tenang, menjadi semakin tenang.


__ADS_2