
Hari ini Gala pulang lebih cepat, dia sengaja menjemput Abel dari rumah orang tuanya. Setelah selesai mandi dan berganti baju, mereka pun kembali pulang ke rumah.
Abel memperhatikan Gala yang sedari tadi tersenyum, entah apa yang pria itu lakukan. Bahkan saat mereka turun dari mobil pun Gala tetap tersenyum. Untuk ukuran cowok irit senyum seperti Gala itu adalah sebuah keanehan.
"Kamu kenapa sih, Gal?" Tanya Abel keheranan.
"Kenapa gimana?" Tanya Gala berbalik.
"Ya kamu dari tadi senyum-senyum gak jelas gitu kenapa coba? Kamu lagi seneng?"
"Mau tau?"
Abel menyergitkan dahinya, tidak biasanya Gala bertanya seperti itu. Biasanya dia akan langsung memberikan setiap Abel bertanya. "Iyalah, oh kamu punya cewek baru ya?"
"Ngawur, gak boleh gitu ngomongnya," protes Gala.
"Ya habis pake nanya segala, biasanya juga langsung bilang aja," kesal Abel.
Gala terkekeh, dia hampir lupa kalau istrinya ini galak dan cuek. Ya terbiasa dengan Abel yang sering bermanja kemarin membuat Gala lupa fakta. "Gapapa, aku cuma mau nunjukin sesuatu sama kamu," kata Gala.
"Nunjukin apa?"
Gala dengan lembut menggenggam tangan Abel, akan kasian juga jika dia berlama-lama overthinking. Abel menurut saja dan mengikuti Gala, entah apa yang aja dia lakukan sekarang membawanya ke taman belakang.
"Kejutan," ucap Gala sembari memperlihatkan apa yang sedari tadi dia ingin tunjukan.
Abel tersenyum melihat taman yang sudah Gala sulap menjadi tempat camping itu. Ada tenda dan hammock, tempat barbeque dan juga dihiasi oleh lampu-lampu kecil. "Kok bisa?" Tanya Abel tak percaya.
"Apa yang gak bisa buat kamu? Suka?"
Abel mengangguk lalu memeluk leher suaminya, Gala pun balas memeluk pinggang Abel. "Suka, suka banget. Makasih ya," ucap Abel sambil menatap mata Galaxy.
"Sama-sama, Cantik. Aku seneng kalau kamu suka."
__ADS_1
Abel tersenyum dan mengecup bibir suaminya, karena malu dia pun langsung melepaskan pelukannya dan berlari masuk ke tenda. Gala terkekeh, dia cukup kaget. Karena dia tau kalau istrinya ini si ratu gengsi, bisa dihitung jari kapan Abel menciumnya duluan.
Gala berjalan mengikuti Abel masuk ke dalam tenda, Abel nampak menikmati apa yang sudah di siapkan oleh suaminya ini. Sudah lama rasanya Abel tidak pergi berkemah dan sekarang Gala mewujudkannya.
Tendanya luas, Gala sengaja mempersiapkan tenda mewah beserta kasur di dalamnya agar mereka bisa tidur nyaman di sini. Iya, mereka memang benar-benar akan berkemah di taman rumah yang luas ini.
Abel dan Gala duduk di depan tenda menggunakan matras, angin malam di sini sangat bersahabat. Langitnya pun dihiasi oleh bulan dan bintang-bintang. Sangat mendukung bukan?
Mereka berdua sedang mempersiapkan beef slice untuk mereka makan bersama malam ini. Gala tau kalau Abel juga suka korean barbeque, jadi dia memang sengaja mempersiapkan semuanya demi membuat istrinya senang.
"Kenapa kamu buat kejutan kaya gini? Kita kan gak lagi ngerayain apa-apa?" Tanya Abel.
"Emang kalau mau bikin kamu bahagia harus ada acaranya dulu ya?" Tanya Gala berbalik.
Kenapa coba Gala harus bicara seperti itu, kan yang ada Abel malah salah tingkah. "Ya gak ada, cuma jadi mikir aja kalau aku ngerasa di treat like a queen."
"Emang kamu ratunya Galaxy, you deserve it." Gala tersenyum, dia senang melihat Abel bisa tersenyum lagi. Memang kemarin-kemarin Abel sudah tersenyum, namun menurut Gala itu tidak benar-benar dia rasakan dan baru sekarang dia melihat Abel tersenyum karena bahagia.
"Udah ah kamu kalau ditanya gombal terus," kata Abel mengalihkan percakapan.
"Intinya aku cuma mau buat kamu seneng. Biar gak stress juga, rutinitas kamu sebulanan ini cuma di rumah, main juga kadang karena kamu suka ngerasa gak enak sama aku, padahal gapapa. Jadi ya udah aku yang ajak kamu main." Gala menaruh beef yang sudah dimarinasi ke grill pan.
Gala melirik ke arah Abel yang sedari tadi mengulum senyumnya, tapi dia tau kalau Abel sedang salah tingkah, hanya saja dia terlalu gengsi. "Nih sumpit kamu." Pria itu mengulurkan sumpit pada Abel dan Abel pun menerimanya.
"Kamu kalau salting bilang aja, jangan ditahan-tahan gitu. Aku bakar daging tapi merahnya di pipi kamu," ucap Gala yang sontak membuat Abel melirik ke arahnya.
"Apa?"
Abel memukul lengan Gala dan itu membuat Gala terkekeh. "Love language kamu physical attack ya? Suka banget mukul."
Abel tertawa mendengar penuturan Gala. "Ya gimana, suka aja. Tapi masa physical attack sih namanya. Ngaco." Abel mengambil daging di grill pan dan membungkusnya dengan selada. Dia menggerak-gerakan kepalanya saat makanan itu masuk ke mulutnya.
"Kenapa kalau cewek makan suka gerak-gerak gitu kepalanya?" Tanya Gala yang kini memakan makanannya.
"Soalnya seneng, kaya reflek aja. Kenapa nanya yang gak penting?" Tanya Abel berbalik.
__ADS_1
"Ya kenapa cewek kalau makan harus gerakin kepala, terus kalau ketawa sukanya nabok, kenapa gak cium suaminya aja? Kan lebih bagus."
"Kalau cium kamu ya itu keenakan di kamu," cibir Abel.
"Mulai galaknya, padahal kemarin manja banget. Siapa tuh yang minta cium terus kemarin," kata Gala balas mencibir.
"Loh kapan, aduh aku lupa ingatan. Aku anemia." Abel memegang kepalanya seolah terasa pusing.
"Amnesia, Sayang," ralat Gala.
"Protes aja, diem aku lagi makan."
Gala kembali tertawa melihat reaksi Abel, dia pun mengelus rambut istrinya dengan lembut. "Yaudah makan yang banyak, udah lama kamu makannya gak banyak."
"Kamu gak mau liat aku badannya bagus kaya sekretaris kamu yang oke itu? Nanti kamu malah lebih suka liatin dia lagi daripada aku," ucap Abel tanpa sadar.
Gala menyerngitkan dahinya. Kenapa tiba-tiba Abel membahas Meta? "Kamu cemburu?"
Abel memejamkan matanya, kenapa bisa dia keceplosan soal sekretaris Gala? "Engga, itu cuma pengandaian atau semisal." Abel kembali menyuapkan makanan pada mulutnya.
"Gak ada semisalnya kaya gitu, jangan suka bicara aneh-aneh."
"Loh aneh di mana, kan aku bener?"
"Salah besar, Abella. Lagian kamu compare diri kamu sama orang lain. Udah jelas lah di mata aku cuma kamu doang yang cantik. Mau kamu hitam atau putih, kurus atau gemuk, mau makannya banyak atau dikit. Kalau kamu aku nikahin ya berarti aku sukanya sama kamu."
"Emang aku ada ngeluh soal penampilan kamu? Engga, kan? Jangan insecure. Sekelas Abella yang dulu banyak secret admirernya ternyata bisa insecure. Gak mungkin juga udah cape-cape dapetin hatinya terus lirik cewek lain," lanjut Gala.
Abel terdiam, ya benar. Hanya saja entah kenapa dia merasa takut kalau suaminya tergoda wanita cantik. Padahal Meta tidak melakukan apa-apa tadi. Apa pengaruh sensitif yang akhir-akhir ini dia rasakan ya?
"Udah, jangan mikirin yang lain. Kota lagi seneng-seneng jadi fokus aja buat hari ini. Kamu udah terlalu banyak berpikir. Meta sama kok kaya Brenda." Gala menangkup pipi Abel dan tersenyum ke arahnya.
"Senyum dulu," ucap Gala.
"Gak mau senyum, aku lagi makan."
__ADS_1
"Pelit banget, senyum dikit aja aku suka liat kamu senyum, Bel," pinta Gala lagi.
Abel mengalah dan akhirnya tersenyum ke arah Gala. Dengan lembut Gala mencium bibir Abel. "Udah, makan lagi. Makan yang banyak."