Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Sebuah Rasa Rindu


__ADS_3


Abel sedang tertidur di kamarnya, dia merasa bosan sekali hari ini, hingga hanya menghabiskan waktu di kamar sambil menonton netflix sampai ketiduran. Dia seharian menunggu Gala, tapi pria itu belum datang juga.


Tiba-tiba tubuhnya merasa terusik kala seseorang memeluk dan menciumi pipinya dari balik punggung. Abel mengerjapkan matanya dan menatap pada si pelaku.


"Gala." Abel membulatkan matanya lalu duduk dan memeluk pria itu.


Gala terkekeh lalu mengusap punggung Abel dengan lembut. "Kangen ya?"


Abel tidak menjawab dan memilih untuk mengeratkan pelukannya pada Gala. Dia tidak mau mengatakannya, nanti Gala bisa terlalu percaya diri.


"Gue tau lo kangen, jadi gue bilang sekarang kalau gue lebih kangen sama lo dan gue menang," ucap Gala.


Abel melepaskan pelukannya dan menatap Gala dengan berbinar. "Serius? Demi apa lo menang?"


"Demi lo." Gala membuka ponselnya dan memperlihatkan foto-foto kemenangannya di sana. Abel tersenyum lebar melihat Gala yang maju dan membawa trophy. Dia benar-benar menepati janjinya.


"Kok gue bangga ya sama lo," gumam Abel.


"Harus, lo harus bangga punya suami kaya gue. Jadi, gue udah menang, apa hadiahnya?" Gala membuka telapak tangannya di hadapan Abel.


"Emang ada perjanjian hadiah-hadiah gitu ya?" Tanya Abel bingung.


"Gak ada, tapi gue berjuang menang demi lo. Jadi gue mau minta hadiah," jawab Gala sambil tersenyum.


"Oke, mau hadiah apa?" Tanya Abel sambil melipat tangannya di dada.


"Cium yang lama," jawabnya enteng.


"Yang lain ajaa, masa minta itu. Gak mau, mending lo minta gue masakin atau apa gitu. Gak mau cium," tolak Abel.


Senyum jahil terukir di bibir Gala, kedua tangannya langsung menggelitik perut Abel, seketika dia tertawa tetapi juga kesal karena pergerakan Gala yang tiba-tiba.


"Hahahahahaha Gala jangan gelitik gue pleasee," ucap Abel memohon sambil terbahak.


"Gak mau, cium dulu baru gue berhenti," kata Gala yang tertawa melihat Abel tidak berdaya seperti itu.

__ADS_1


"GALL, hahahaha stop it!! Yaudah iya iyaaa, udah ampunnn." Abel benar-benar pasrah jika sudah seperti ini.


Gala tersenyum puas mendengarnya, tentu Gala akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Perlahan dia mengukung tubuh istrinya itu seraya menatap wajahnya cantiknya.


"Lo itu harus banyak senyum sama ketawa kaya gini, cantik," puji Gala sembari merapikan helaian rambut Abel.


Abel masih mengatur napasnya dan tertawa kecil sambil menatap ke arah Gala. "Kalau gue senyum sama ketawa terus itu namanya gila."


"Bel, bisa gak romantis dikit? Ini ceritanya lagi romantis, jangan merusak suasana," ucap Gala. Melihat Abel di bawah kukungannya ini membuat Gala rasanya ingin langsung mencium bibir gadis itu.


"Yang suka nonton drakor gue, kenapa yang mau romantis-romantisan jadi lo? Gue anti romantis," kata Abel terkekeh.


"Gue suka film action, tapi kalau sama lo maunya genre romantis. Gimana dong?" Tanya Gala sambil mengelus pipi istrinya itu dengan lembut.


"Yaudahlah," jawab Abel pelan.


"Yaudah apa?" Tanya Gala lembut.


"Yaa, yaudahh lakuin lah," jawab Abel menahan malu.


"Oh jadi ini kode atau lampu hijau?" Goda Gala yang semakin membuat pipi Abel merona.


"Marah-marah terus, lo tau gak gue liat suami istri di hotel itu pada romantis-romantisan, istrinya manja gitu ke suaminya. Kok istri gue beda sendiri malah galaknya melebihi kucing lahiran," ungkap Gala sambil tertawa.


Entah kenapa Abel malah ikut tertawa mendengarnya. "Hahaha kenapa sih ngomong kaya gitu? Ya emang lo maunya gue harus kaya gitu? Lo salah nikahin cewek berarti."


"Bukan salah, cuma belum luluh aja. Lo udah jatuh cinta belum sama gue, Bel?" Tanya Gala.


Abel berpikir, dia saja tidak pernah merasa jatuh cinta, bagaimana dia bisa tau kalau dia mencintai Gala atau tidak? Dia hanya tau kalau sekarang dia mulai bisa menerima kehadiran dari Gala.


"Gak tau, tapi gue nyaman," jawab Abel pelan.


Gala tersenyum mendengarnya, mendadak gadis itu begitu menggemaskan saat ini. "Iyalah, suami lo Galaxy Putra Alaric. Siapa juga yang gak akan nyaman."


"Sebel banget ih kalau udah dateng percaya dirinya, gue tarik aja boleh gak sih kata-katanya?" Kesal Abel sambil menahan tawanya.


"Gak boleh, itu namanya PHP lo itu cewek pemberi harapan palsu ya? Gak boleh gitu sama suami, dosa," peringat Gala.

__ADS_1


"Ya habis lo nyebelin sih, bisa gak gausah nyebelin sehari gitu. Tadi katanya mau gue romantis-romantisan sekarang malah lo yang jayus abis."


Gala hanya terkekeh dan perlahan memajukan wajahnya semakin mendekat pada Abel. Mereka sama-sama memejamkan matanya saat sedetik lagi bibir mereka sampai.


"Kak, kalian-"


Abel dan Gala kaget, mereka langsung mengubah posisi mereka menjadi duduk. Gala yang panik langsung membuka ponselnya, sementara Abel malah membuka laci di samping kasurnya dengan tiba-tiba.


"Oh maaf, Bunda gak ketuk dulu. Yaudah kalau mau pulang nanti bilang dulu ya, Bunda mau kasih makan monyet dulu," ucap Nia sembari menutup kembali pintu kamar anaknya. Meskipun Abel panik, dia masih sempat berpikir, sejak kapan Ibunya memelihara seekor monyet?


Mereka berdua sama-sama menghela napas, lalu mereka saling menatap dan tertawa tiba-tiba. Entah mengapa mereka merasa konyol sendiri, seperti dua remaja yang sedang kepergok berbuat yang iya-iya, tapi bedanya mereka dibiarkan begitu saja.


"Lo sih, minta cium-cium segala. Kepergok bunda kan jadinya," gumam Abel.


"Loh sebenernya gapapa, Bel. Orang kita udah sah, tapi gue mendadak panik aja, berasa ketauan apa-apain anak orang," balas Gala tertawa.


"Yaudah gue mau beresin barang-barang aja, habis itu kita pulang. Lo mau tunggu di sini atau mau di luar?" Tanya Abel.


"Mau di sini aja, emang gak mau lanjutin yang barusan? Belum juga mendarat, batal nih?" Tanya Gala menggoda Abel.


"Batal, gak ada kesempatan kedua. Udah hangus penawarannya, udahlah lo di luar aja daripada gangguin gue. Soalnya pekerjaan gue banyak," jawab Abel sembari memasukan barang-barangnya ke koper.


"Yaudah ayok pulang cepet-cepet biar bisa lanjut di rumah Lebih bebas, bisa di kamar mandi, bisa di tangga, di mobil, di dapur, di kamar apalagi," ucap Gala.


"Apasih mesum banget! Cowok emang kaya gitu semua apa ya kalau udah nikah. Ambigu terus ngomongnya, gue tendang juga masa depan lo," kesal Abel.


"Lo yang kejauhan Travelling nya, orang gue ngajakin ngobrol. Kan kalau di rumah bahasanya lebih bebas mau ngomong apapun. " Gala tertawa melihat wajah Abel yang terlihat kesal karenanya.


Tanpa bicara Abel melempar boneka miliknya ke arah Gala. Benar-benar menyebalkan sekali seseorang yang berstatus suaminya itu. Jelas-jelas dia yang memancing keambiguan di dalam otak Abel.


"Aduh galak banget istri, yaudah gih beresin biar kita bisa ngapa-ngapain," ucap Gala.


"GALAXY!" Pekik Abel sembari menyerang pria itu dengan brutal. Apalagi kalau bukan memukulinya.


"Hahhahaha, Bell. Sakit, sakit brutal banget langsung di serbu, sabar, harus pelan-pelan biar sama-sama enak."


"GALA!!" Abel semakin memukulinya tanpa ampun, pria itu benar-benar membuat pipinya memanas sekarang. Abel merasa kalau otaknya ini mulai tercemar sampai-sampai selalu berpikir ambigu untuk setiap perkataan Gala.

__ADS_1


Gala tertawa puas, mengerjai istrinya yang galak adalah kepuasan tersendiri. Apalagi melihat pipinya yang merona seperti buah tomat. Semakin gemas saja melihatnya.


__ADS_2