Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Kepolosan Alano dan Alana


__ADS_3


"Halo, Mas? Kenapa?" Jawab Abel saat mengangkat panggilan dari suaminya.


"Masih di rumah sakit?" Tanya Galaxy yang kedengarannya seperti sedang menyetir.


"Iya, Masih. Baru beres makan siang. Kenapa, Mas?"


"Mas baru selesai pertemuan dengan client di dekat rumah sakit, sekalian pulang biar Mas jemput kalian ya? Tunggu di loby utama, Mas bentar lagi sampai," ucap Galaxy.


"Oke, Mas. Hati-hati."


Abel langsung mematikan sambungan teleponnya, ya syukurlah. Jadi tidak perlu repot memesan mobil online. Alana dan Alano menatap ke arah Abella. Sepertinya mereka bosan menunggu, ya karena mereka menuruni gen dari Galaxy. Yang maunya cepat dan tidak ingin ribet.


Tak lama dari itu sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mereka. Langsung saja Galaxy menghampiri mereka dan memeluk kedua anaknya.


"Yayy pulangna sama papa!" Sorak keduanya.


"Iya , Sayang. Ayok masuk ke mobil, nanti kita cerita soal hari ini," ucap Galaxy sembari membukakan pintu belakang untuk Alano dan Alana.


Setelah menutup pintunya tidak lupa dia merangkul Abella dan mencium keningnya. "Merepotkan ya mereka hari ini?"


Abel menggeleng dan tersenyum. "Engga, aman kok."


"Ya udah kita pulang." Gala tersenyum dan membukakan pintu untuk Abella, setelah semuanya masuk Gala menyusul ke dalam dan melajukan mobilnya.


Di sisi lain Elzard menatap kepergian keluarga kecil itu, sedikit tersenyum getir sebenarnya. Namun dia bahagia kok melihat kalau Gala memang memperlakukan Abella dengan baik. Setidaknya Abella memang berada di tangan orang yang tepat.


Sepanjang perjalanan Alano dan Alana mengoceh. Menceritakan perasaan senang dan apa saja yang mereka lakukan hari ini kepada Ayahnya.


"Papa, besok Ana mau periksa gigi lagi. Soalna Om dokterna baik," ucap Alana.


"Alan juga, Alan diajak main tadi sama Om dokterna," timpal Alano.


"Oh ya? Bagus dong, jadi anak papa gak takut lagi ke dokter gigi. Tapi ke dokter giginya jangan setiap hari, Sayang. Nanti lagi kalau udah waktunya," ucap Gala memberi pengertian.


"Yahh, gak bisa ketemu Om dokter lagi," kata Alano kecewa.


"Om dokternya baik sekali sampai Alan sama Ana mau ke sana lagi?" Tanya Galaxy.


"Om dokterna ganteng papa, temenna mama kaya om bayi sama om jomblo. Tadi mam bareng juga, iyakan Alan?" jawab Alana polos.


"Benarr! Om dokter baik!" Jawab mereka antusias.


Abel menelan air liurnya susah payah, kalau begini yang ada memicu perang dunia ketiga. Gala melirik Abel dengan tatapan curiga, sementara Abel hanya tersenyum canggung. "Siapa om dokter ganteng?"


"Elzard."


Mobil tiba-tiba ngerem mendadak, yang benar saja Abel dengan polosnya menjawab Elzard. Membuat penumpangnya semua kaget karena apa yang Galaxy lakukan.


"Papaaaaa!!"

__ADS_1


"Oh, iya sayang-sayangnya papa maaf, tadi gak sengaja mau nabrak guguk!" kata Galaxy yang kembali melajukan mobilnya.


"Kasian gugukna mau ditabrak papa," gumam Alana.


"Guguknya jelek, Sayang," balas Galaxy sembari melirik ke arah Abella.


Abel menghela napas, ini nih seharusnya dia duluan yang menjelaskan perihal soal Elzard tadi. Tapi dia lupa kalau anak-anaknya sangat pintar dan aktif jadi mereka secara tidak langsung menjadi informan untuk kedua orang tuanya.


"Ngapain Elzard di sana?" Tanya Gala datar.


"Omnya dokter gigi, dia lagi intership. Jadi dia ikut nanganin Alan sama Ana," jawab Abel.


"Harus makan siang bareng? Kenapa gak bilang dulu sama Mas boleh atau gak?"


Abel menghela napas, masalahnya ya posisinya dia salah di sini. "Tadinya aku mau nolak, tapi Alan sama Ana ngerengek mau makan, aku makin susah nolaknya. Jadi ya aku pikir gapapa, makan like a friend aja, kan? Aku juga mau bilang sama kamu tapi ternyata anak-anak seantusias itu cerita sama papanya. Jadi keduluan."


"Alan, Ana, tadi Om dokter bilang apa aja sayang waktu makan siang?" Tanya Gala pada kedua anaknya.


"Katana Om dokter mamana Alan cantik," kata Alano.


"Mamana Anaaa!"


"Oh cantikk, kan istri papa!" Ucap Gala mempertegas.


"Kalau Papa sama Om dokter gantengan siapa, Sayang?" Tanya Gala lagi.


"Papa!" jawab mereka serempak.


.


.


.


Sudah dia duga kan, kalau pertemuan ini akan menjadi perang dunia kedua baginya dan Galaxy. Sejak tadi siang Galaxy mendiamkannya dan menyibukkan diri di ruang kerjanya. Abel yang tau Galaxy jika marah harus didiamkan terlebih dahulu memilih untuk tidak mengganggunya sekarang.


Mungkin setelah menidurkan anak-anak dia akan mencoba bicara lagi pada Galaxy. Karena ya beginilah ritual sebelum tidur. Alano dan Alana pasti meminta untuk dibacakan dongeng. kalau tidak, mereka tidak akan bisa tidur dan pasti sangat rewel.


"Mama jadina, serigala jahat?" Tanya Alana.


"Jadina yang makan semua domba pak gembala itu serigala?" Tanya Alano.


"Iya sayang, jadi ... Serigalanya ketauan sama pak gembala. Perutnya juga jadi sakit karena makan dombanya kebanyakan hahaha," jawab Abella yang mengundang tawa ketiganya.


"Jadi Alan sama Ana kalau mau sesuatu gak boleh mencuri, karena gak baik daaaaaan jangan serakah. Nanti sakit perut kaya serigala," jelas Abel.


"Jadi kalau Ana mam eskrim 10 engga boleh?" Tanya Alana.


"Iya gak boleh sayang, nanti sakit gigi karena serakah."


"Kalau beli mainan 10 boleh engga mama? Kan engga di mam," tanya Alano logis.

__ADS_1


"Tetap gak boleh sayang. Kalau beli kebanyakan nanti Alan bawanya gimana? Nanti jatuh," jelas Abella.


"Oh iyaa, jadi satu aja ya mama?"


Abel tersenyum lalu mengangguk. "Betul, biar engga kaya serigala. Nah sekarang kan udah Mama bacain dongeng. Jadi sekarang Alan sama Ana tidur ya?"


"Tapi Mama, kok Papa engga cup-cup dulu ke sini?" Tanya Alana.


Abella terkekeh, ya memang Abella dan Gala selalu melakukan kecupan sayang saat mereka akan tidur, tapi berhubung Gala marah jadinya dia lupa.


"Papanya lagi sibuk, Sayang. Nanti kalau papa gak sibuk cup-cup kalian kalau kalian udah bobo. Sekarang cup-cupnya sama Mama aja ya?" Abel berusaha menjelaskan sebaik mungkin.


Mereka berdua memajukan bibirnya, tapi ya mau bagaimana lagi. Gala juga sedang marah padanya, dia bisa apa? "Sayang, ada kalanya kita harus mengerti kalau papa lagi sibuk. Kan papa cari uang buat Alan, buat Alan. Buat beli eskrim sama mainan."


"Tapina kata papa cup-cup berarti papa sayang Ana, berarti papa engga sayang Ana sama Alan lagi kalau engga cup-cup?" Tanya Alana.


"Tetap sayang dong, kan anak-anaknya. Walaupun cup-cup nya gak setiap hari, tapi sayangnya Mama sama Papa sepanjang masa sampai nanti, sampai nantinya lagi sampai selamanya," jelas Abel sembari memeluk mereka berdua.


"Beneran, Mama?" Tanya Alano.


"Bener dong, kapan Mama bohong sama Alan dan Ana? Engga pernah, kan? Nanti hidung mama kaya Pinokio dong!"


Mereka bertiga tertawa, resiko memiliki anaknya pintar ya begini. Abel harus mencari cara bagaimana menyampaikan beberapa hal agar mereka nantinya tidak salah paham. Karena pasti akan berpengaruh pada pemikirannya di masa depan.


Abel menggendong Alana untuk pindah ke kasurnya. Setelah itu dia membenarkan selimut kedua anaknya. Alano menatap ke arah Ibunya. "Mama jangan lupa bilang ke papa nanti cup-cup ya!"


Abella mengangguk. "Iya nanti Mama bilang Papa ya. Sekarang-"


Pintu terbuka, Galaxy masuk ke kamar dan menatap kedua anaknya. "Kenapa harus nanti? Kan sekarang bisa."


"Papaaa!!!"


Gala terkekeh karena antusias mereka dan langsung saja menghampiri keduanya. "Kenapa, Sayang? Udah didongenging Mamanya?"


"Udahh!! Papa katana sibuk jadi engga bisa cup-cup," kata Alana polos.


"Buat Alan sama Ana, mau papa sesibuk apapun pasti dilakuin." Gala mendekat ke arah Alano lalu mencium pipinya, setelah itu dia menghampiri Alana dan mengecup pipinya.


"Udah cup-cup, kan? Sekarang tidur lah anak-anak Papa," ucap Galaxy.


"Mama belum!" Kata Alano.


Abel terkekeh mendengarnya. "Oh iya Mama belum ya? Oke."


Abella menciumi anaknya bergantian dan mengusap rambutnya, setelah itu dia tersenyum. "Selamat tidur Prince and Princessnnya Mama. Have a good dream."


Alano dan Alana memejamkan matanya, setelah itu Abel dan Galaxy mematikan lampu kamar mereka dan keluar dari kamar. Abel melirik ke arah Galaxy. "Masih marah ya?"


"Gak marah, cuma cemburu." Galaxy mengusap kepala Abella dengan lembut, setelah itu dia berjalan mendahului Abella.


Abel menghela napasnya, ya kalau begitu artinya Galaxy masih marah padanya.

__ADS_1


__ADS_2