Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Papa Serigala!


__ADS_3


Abella segera menyusul Galaxy ke bawah lalu memeluknya dari belakang. Sejauh ini memang itu cara yang paling ampuh untuk membuat Galaxy tidak marah lagi. "Mas, ngambek ya?"


"Iya ngambek," jawab Galaxy.


"Iya aku salah, besok-besok aku langsung bilang kamu kalau kaya tadi lagi. Gak mau didiemin," ucap Abel sembari mengecupi punggung suaminya dengan lembut.


Gala melepaskan pelukan Abella lalu berbalik menghadap wanita itu. "Ceritain."


"Kamu cemburu tapi minta diceritain detailnya, nanti malah makin panas. Padahal aku gak ngapa-ngapain."


Gala tidak mengindahkan ucapan Abella, dia menarik tangan istrinya dan duduk di sofa membawanya untuk duduk di pangkuan. Abel kaget sih, dia sampai harus meredakan debaran jantungnya. Gala memeluk pinggang Abell dan membawanya semakin dekat. "Dia bilang apa aja?"


"Ya setelah pulang pemeriksaan dia ngajak aku makan siang, aku gak biasa juga diajak makan siang sama cowok kecuali kamu, Raka sama Degas. Tadinya aku mau nolak tapi anak-anak mau makan sama Om Dokternya. Jadi aku gak ada alasan nolak. Kasian juga mereka lapar," jelas Abel.


"Terus maksudnya bilang cantik ke istri aku apa?" Tanya Galaxy to the point.


"Ya dia bilang aku pinter ngurus mereka, aku bilang ya karena kamu suport aku, ikut turun tangan juga makanya aku bisa ngurus Alan sama Ana. Terus aku tanya dia kapan menikah, dia bilang .... "


"Apa."


"Gak mau, gak jadi."


"Apa, Sayang!"


"Dia bilang masih belum bisa lupain aku, tapi aku pura-pura ga denger jadi dia bilang aku cantik. Selebihnya gak ngomongin apa-apa selain soal keseharian kamu sama aku, kerjaan dia. Gitu," ucap Abel ragu-ragu. Tapi dia memang harus jujur sih, karena mau apapun itu dia tidak ingin menyembunyikannya dari Galaxy.


Gala terdiam, ya cukup kaget sih. Perasaan Elzard bisa selama itu pada Abella, berarti perasaannya besar kan? Cukup menjadi ancaman jika dia terang-terangan seperti itu. Gala memeluk Abella dengan posesif. Abel juga mengalungkan tangan di lehernya. "Jangan jalan bareng dia lagi, Mas cemburu."


Abel mengusap punggung Gala dengan lembut dan mengangguk kecil. "Kalau kamu cemburu gak akan aku lakuin lagi, maaf ya?"


"Tapi Mas gak mau kamu mikir Mas larang kamu ini dan itu, Mas gak masalah kamu berteman sama siapa aja. Tapi kalau dia udah menunjukkan ketertarikan Mas gak mau kehilangan kamu," ucap Galaxy jujur sembari mengecupi bahu Abella.


Abell menjauhkan dirinya dan menatap Galaxy, perlahan dia mengusap pipi pria yang katanya suaminya itu. "Kehilangan apa? Aku jatuh cintanya sama kamu, kita bukan suami istri aja, Mas. Kita orang tua, akan selalu ada Alano dan Alana yang jadi kunci antara mama sama papanya."

__ADS_1


"Tetep aja-"


Abel mengecup bibir Galaxy dengan lembut. "Aku maunya kamu aja, kenapa harus cari yang lain? Kamu udah kasih segalanya buat aku. Aku kasih tau ke kamu, aku gak pernah jatuh cinta sama siapapun sejak dulu, kamu tau itu kan?"


"Dengan kesempurnaan Elzard yang pinter, ya sedikit ganteng, Ketua Osis. Siapa coba orang terganteng kedua di sekolah setelah kamu kalau bukan dia? Tapi aku gak bisa sama dia, karena aku gak bisa jatuh cinta sama Elzard."


"Pada akhirnya aku jatuh cinta sama cucunya temen kakek aku, yang super duper nyebelin, cuek, suka ngajak aku berantem, yang berantakan kalau ngerjain apapun, yang manja, yang suka lupa dunia kalau ngerjain sesuatu, anak bungsunya keluarga Alaric, papanya Alano sama Alana. Suami aku," kata Abel terkekeh.


"Kamu kenapa gak nyebut baik-baiknya aku kaya nyebutin Elzard tadi?"


"Yang baik-baiknya itu bonus. Aku gak sebutin yang baik-baiknya aja aku udah jatuh cinta sama kamu loh apalagi kalau aku liat kamu dari sudut paling baik di mata aku? Berarti kamu juga cinta pertama aku setelah Ayah. Yah namanya cinta pertama itu pasti berkesan dan kamu berkesan buat aku. Udah gak mau yang lain pokoknya!" Ucap Abell sembari menggesekkan hidungnya pada hidung milik Galaxy.


"Beneran?" Tanya Galaxy.


Menurut Abel gemas sih, kelakuan Galaxy ini persis seperti Alano dan Alana kalau sudah merajuk. Apalagi kini dia menatap Abella dengan manja seperti ini. "Bener dong, Papanya Alano sama Alana. Kapan Mamanya pernah bohong?"


"Cium dulu," pinta Galaxy.


"Mau dicium dimana hm?"


"Itu kecup, Baby!" Protes Galaxy.


"Loh kan sama aja."


"Beda, ciuman itu gak gitu. Ciuman itu yang biasa kita lakuin!"


"Gimana?"


"Pikir lah!"


"Gatau ah!" Kesal Abel.


Geram sekali memang Gala pada Abella yang tidak peka apa maksudnya. Perlahan Gala menarik tengkuk Abel lalu mencium bibirnya dengan lembut, ciuman itu perlahan menjadi sebuah sesapan yang menyiptakan bunyi yang memperindah suasana malam ini.


Ciuman itu semakin intens, membuat keduanya sama-sama larut dalam permainan lidah masing-masing. Perlahan tangan Galaxy dengan liar menjamah tubuh istrinya, membuat Abell melenguh merasakan sensasi yang sudah lama tidak dia rasakan.

__ADS_1


Gala menjauhkan wajahnya dan menatap Abella. "I want you," ucap Gala dengan suara seraknya.


Abel mengangguk. "I'm yours."


Mendengar kalimat itu Gala seolah ter-instruksi untuk melakukan lebih, wajahnya kini sudah terbenam di leher jenjang milik Abella. Dengan tetap santai dia memainkan lidahnya di sana, mengecupinya dan sesekali mengigit pelan untuk kemudian menyesapnya dengan kuat


"M-mass, pelan-pelan ahhh." Abel meremas bahu Galaxy.


Gala tidak mengindahkan perkataan Abella, dia malah semakin semangat melakukan lebih. Tangannya kini pun sudah bermain di kedua bukit kembar Abella dan meremasnya seperti sebuah squisy. "Eunghh, Masss emhhh."


"HUAAAAA PAPA JADI SERIGALAA!!" Teriak Alano dan Alana dari atas tangga sambil menangis.


Abel dan Gala langsung menghentikan aktivitas nakal mereka. Begini nih memang kalau mereka sedang melakukannya ada saja tingkah dari kedua anak kembarnya yang membuat itu terhenti di tengah jalan.


Alano dan Alana langsung berlari menarik Ibunya dan menjauhkan dari sang Ayah. Mereka memeluk Abella dengan erat karena takut di makan kembali oleh Galaxy. "Huaaa Papa jahat mau mam Mamaaa."


Galaxy menghela napasnya. "Engga sayang, tadi papa itu apa yaaa. Ngapain tadi, Ma?"


Abel berjongkok lalu menatap kedua anaknya yang menangis. "Itu papa periksa anting Mama tadi soalnya copot, kenapa Alan sama Ana nangis hm?" Abel menghapus air mata kedua anaknya dengan perhatian.


"Bohong, tadi Alan liat papa jadi serigala gigit Mama, tuhh gigit kan. Huaaaaa," kata Alano yang semakin menangis melihat tanda merah di leher Abella dan mengusapnya karena takut Abella kesakitan akibat ulah Ayahnya. Kalau Alano menangis semakin keras ya apalagi Alana.


Abel menahan napasnya, bagaimana dia harus menjelaskan ini pada anak umur 4 tahun? Abel menatap Galaxy kebingungan. Membuat Galaxy mencoba mencari kata-kata terbaik agar tidak terlihat berbohong di depan anaknya. "Ya tadi Papa emang gigit tapi karena gemes sama Mama. Papa kalau gemes sama Alan dan Ana juga suka gigit pipinya. Mama bikin papa gemes sih."


"Tapina papa gigitna engga sampe merah, kasian Mama huaaa," kata Alana.


"Ayok mama bobo aja, Alan sama Ana jagain Mama dari Papa biar engga digigit lagi," ucap Alano sembari menarik tangan Abella untuk masuk ke kamar.


"Loh Alan sama Ana gak mau tidur di kamar atas aja?" Tanya Abel.


Mereka berdua menggeleng dan tetap menarik Ibunya untuk tidur bersama mereka. Abel pasrah sih kalau sudah begini, tapi dia juga kasian pada Galaxy pasti dia harus menahan nafsunya yang tadi sudah bangkit.


Gala menyenderkan punggungnya ke sofa, ini bukan pertama kalinya. Untung masih di awal, kalau tidak dia harus bermain solo di kamar mandi. Ya resiko sih sebenarnya, karena sekarang mereka tidak berdua lagi. Tapi sudah mempunyai anak, pintar lagi.


Daripada dia memikirkan fantasi liarnya yang tertahan, lebih baik sekarang dia menyusul Abella ke kamar. Akan lebih baik jika dia tidur sekarang. Karena kalau semakin malam, akan semakin liar.

__ADS_1


__ADS_2