
Abel keluar dari kamar mandi, setelah Alano dan Alana pergi bersama Dinda dan Degas dia jadi bisa mandi karena memang tadi belum mandi. Sebagai Ibu rumah tangga banyak sekali pekerjaannya tadi.
Abel menatap ke arah Gala yang sepertinya ketiduran karena menunggunya mandi. Setelah selesai menyinsir rambut dan memakai sedikit parfum Abella langsung ikut berbaring di samping Galaxy dan memeluknya. Rasanya sudah lama dia tidak bermanja segini hari pada Galaxy.
Gala yang merasakan kehadiran Abella langsung menyambutnya ke dalam pelukan. Abel menaikan satu kakinya pada kaki Gala dan membenamkan wajahnya di leher Gala, sesekali dia mendusel di sana seperti kucing yang rindu kepada majikannya.
"Manja ya kalau gak ada anak," ledek Galaxy.
Abel terkekeh, ya bagaimana bisa dia bermanja pada Galaxy kalau ada anak-anaknya. Terlebih Alana yang terkadang sangat posesif pada Galaxy, susah untuk Abel jangkau. "Biarin, soalnya kalau ada Alana nanti dia marah papanya aku peluk kaya gini."
Gala tersenyum dan semakin mendekap Abella. Abella yang hanya memakai hotpant dan tank top hitam, membuat Gala bebas mengusap paha yang kini berada di atas kakinya.
Abel yang merasakan tangan nakal suaminya menatap ke arah Galaxy, Galaxy yang memahami arti tatapan Abella malah terkekeh. "Mas tangannya."
"Kamu sih, pake baju gak sopan gini sama suami. Mau program anak?" Tawar Galaxy.
"Gak, Alano sama Alana aja udah pusing. Emang kamu mau waktu manjaannya jadi makin sedikit karena ada bayi lagi? Mana ada gen kembar dari keluarga kamu, kan? Mau anaknya empat?"
Gala berpikir sejenak, benar juga apa kata Abella. Sekarang saja dia harus mencuri-curi waktu di saat tidak ada Alano dan Alana seperti ini. Kalau mereka tambah anak akan semakin sulit nantinya. Gala akhirnya menggeleng. "Udah, Alano sama Alana aja."
"Pilihan yang tepat!"
Gala terkekeh lalu mendaratkan kecupan pada bibir Abella. "Boleh lanjutin yang semalem gak? Gara-gara serigala nih jadi batal."
"Ya kamu serigala!" Ledek Abella sambil terkekeh. Ya lucu saja kalau dipikir-pikir, anak mereka pintar jadi ya menimbulkan drama semalam.
"Iya, Mas serigala yang mau nerkam kamu!" Gala mengubah posisinya dan mengukung Abella di bawahnya. Ah dia suka jika melihat Abella dari atas sini, apalagi melihat Abella tidak berdaya. Imajinasi liarnya jadi menjalar kemana-mana.
Tanpa pikir panjang lagi dia langsung menyambar bibir Abella yang sedari tadi menggodanya untuk diajak bermain. Abella yang memang sudah terbiasa kini mengalungkan tangannya di leher Galaxy. Bibir mereka beradu dan saling menyalurkan kerinduan satu sama lain.
__ADS_1
Beberapa menit mereka berciuman intens, tangan Gala yang tidak sabaran langsung merobek tank top yang Abella kenakan. Semakin liar karena kini dia tidak menyisakan apapun lagi yang melekat pada Abella.
Tangannya juga menjalar, menjamah apa yang bisa dia jangkau, begitu juga dengan Abella yang kini mulai berani membalas perlakuan Gala dan berubah menjadi hubungan yang menguntungkan satu sama lain.
Mereka hanyut dalam permainan mereka, sang serigala kini berhasil menyantap domba putih milik gembala-gembala kecil yang sedang tidak berjaga. Menikmatinya tanpa jeda dan menciptakan rasa puas dalam dirinya.
.
.
.
Gala kini menatap istrinya yang masih tertidur akibat permainan mereka tadi. Alano dan Alana masih belum pulang ternyata, masih ada waktu untuk saling bermanjaan bersama Abella.
Melihat punggung mulus tanpa sehelai benang seperti ini adalah pemandangan terindah menurut Gala. Membuatnya tersenyum lalu memeluk Abella dari belakang dan mengecupi bahunya.
"Emhhh ... Mass?" Abella yang merasa terusik sekilas menatap ke arah belakang. Menatap wajah Galaxy yang kini tersenyum padanya dengan sangat lembut.
Sejujurnya ya mereka saling merindukan , karena memang sangat jarang seperti ini. Kalau malam memang hanya berdua tapi ada saja gangguan. Entah karena Alano dan Alana yang tiba-tiba terbangun, atau karena ngantuk dan kelelahan. Pokoknya banyak sekali agenda.
"Nanti kayanya kita harus agendakan buat Alano dan Alana nginep di Oma Opanya seminggu sekali," ucap Galaxy.
Abel mengerutkan dahinya bingung. "Loh kenapa?"
"Biar papanya bisa dapet jatah, ya minimal seminggu sekali lah biar puas beronde-ronde," kata Galaxy.
"Isshh, jangan lohh. Kasian juga Mama sama Bunda, kamu nih. Kan bisa kalau malem, ya cuma harus pinter aja cari waktunya."
"Susah, Sayang."
"Gak susah." Abel mengecupi bibir Galaxy. Aneh memang dia dulu sangat gengsi tapi sekarang kalau bersama Galaxy dia tidak bisa melakukannya lagi. Yang ada dia ingin menunjukkan perasaan sayangnya setiap hari pada Gala. Gala sih sudah tidak aneh lagi, ya dia percaya yang namanya singa pasti jinak juga, jadi dia cukup menikmati hasil dari pernikahannya menaklukan singa.
__ADS_1
"Mas, peluknya ihh!!"
Gala terkekeh lalu mengeratkan pelukannya pada Abella yang tadi sempat dia lepaskan. Gala mengecupi wajah Abella, tidak ada satupun yang terlewat. Kalau Abella sedang mode manja seperti ini sudah pasti dia dinobatkan sebagai orang termanja yang ada di rumah ini.
"Kamu diet ya?" Tanya Galaxy pada Abell yang kini menatapnya sembari mengelus-ngelus garis hidungnya.
"Engga diet, kan gak boleh sama kamu," jawab Abella jujur.
"Kenapa kamu badannya bagus banget? Curiga," ucap Gala yang memang tidak mau kalau Abella harus melakukan diet ketat demi tubuhnya yang seperti ini.
"Engga diet, Mas. Aku olahraga aja, minum suplemen biar bugar. Udah gak gimana-gimana lagi. Emang dasarnya aku genetika dari Bunda kecil jadi gak bisa gemuk lama-lama karena melahirkan. Kenapa, Mas gak suka liat aku gini?"
Gala tersenyum dan menatap Abella lembut. "Suka, mau kamu kurus atau gemuk juga suka. Cuma mau muji aja karena kamu pinter ngerawat badan."
Gala tidak bohong sih, Abel benar-benar merawat tubuhnya dengan baik. Dari atas sampai ke bawah, Gala sampai heran sendiri karena semuanya selalu terlihat cantik. Semakin bangga saja dia memiliki Abella dalam hidupnya.
"Sayang, kita nikah lagi yuk! Bulan madu lagi, bawa anak-anak. Kemana pun kamu mau," ucap Gala.
"Kenapa mikirin nikah lagi?"
"Pingin aja, pingin kamu juga ngerasain jadi ratu semalam. Kamu kan belum pernah. Waktu nikah aja wajahnya ditekuk gitu, kaya korban perjodohan," ejek Galaxy.
Abel tertawa, ya memang benar mereka korban perjodohan sih. Tapi ada sedikit menyesal juga, foto mereka memang terlihat elegan tapi seperti rival, bukan seperti pengantin baru.
Abel memikirkan kata-kata sejenak. Ya kalau sudah menjadi Ibu, meskipun suaminya bisa mencukupi kehidupannya tetap saja ada hal yang memang harus dia pikirkan dan utamakan terlebih dahulu. Tapi setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya juga. "Boleh."
"Ya udah mau kapan?" Tanya Galaxy yang kini mengecupi pipi Abel.
"2 bulan lagi aja, bulan ini kamu lagi ada projek kan? Selesaiin dulu itu aja jadi kitanya santai," ucap Abella.
Gala mengangguk, Abella memang istri paling pengertian. Dia akan mengutamakan hal-hal mengenai Gala dan anak-ananya dibandingkan dirinya sendiri. Jadi itu kenapa acara pernikahan ini bukan karena memang ingin mengulang moment pernikahan saja, tapi apresiasi juga karena selama hampir 8 tahun mereka menikah Abella selalu menjadi yang terbaik dalam setiap perjalanan yang Galaxy ambil. Apalagi sekarang ada anak-anak mereka yang sudah pintar, membuat pernikahan ini akan menjadi hal yang paling berkesan nantinya.
__ADS_1
Iya Gala akan mempersiapkannya sebaik mungkin.