Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Om Dokter!


__ADS_3


Setelah berdiskusi dengan Galaxy, hari Abel mengajak Alano dan Alana untuk periksa gigi. Selain karena Alana yang semalaman merengek kesakitan, ya Abella memang rutin memeriksakan gigi mereka 6 bulan sekali.


Kali ini mereka tidak menggunakan mobil pribadi, karena memang mobil Abella sedang dalam perbaikan di bengkel, jadi dia menggunakan mobil online. Alana dan Alano nampak senang, tapi memang sedikit takut juga. Karena mereka pernah merasakannya dan sedikit sakit.


Setelah selesai registrasi, Abella kini duduk menunggu di panggil masuk ke ruangan dokter. Sekilas Abella menatap kedua anaknya yang ada di hadapannya. "Alan sama Ana takut?"


Mereka menggeleng, membuat Abel tersenyum dan mengusap pipi mereka dengan lembut. "Pinter, kalaupun sakit nanti jangan nangis di dalam ya? Harus kuat dan berani."


"Oke, Mama," ucap keduanya patuh.


Abel memang tidak akan berbohong soal apapun, termasuk untuk mengatakan kalau periksa gigi itu sakit. Abella akan mengatakan secara rinci, agar mereka juga percaya pada Ibunya jika nanti tidak sesuai dengan ekspetasi.


"Abella?" Tanya pria itu tak menyangka saat akan masuk keruangan.


Abel juga kaget saat melihat pria ber jas putih itu adalah orang yang dia kenal. "Elzard? Lo- maksudnya kamu dokternya?" Tanya Abella yang memang sekarang sudah meminimalisir untuk bicara tanpa menggunakan lo-gue. Karena takut dicontoh.


Elzard terkekeh, setelahnya dia menggeleng. "Bukan, aku lagi intership di sini. Dokter umum, tapi lagi bantu Om yang kebetulan dokter gigi anak di sini."


"Oh gitu." Abel mengangguk-nganggukan kepalanya paham.


"Ini anak kembar yang pernah aku gendong dulu?" Tanya Elzard.


Abel mengangguk dan tersenyum perlahan. "Iya, udah besar mereka sekarang. Suka makan eskrim, jadi sakit tuh giginya."


Elzard berjongkok dan menatap keduanya. Dia gemas sih melihat Alano dan Alana yang nampak malu-malu begini. "Halo, kenalin Om dokter namanya Elzard."


Abel terkekeh saat Alano dan Alana melihatnya. "Itu disapa om dokter, salam dulu. Itu temennya Mama."


Jika sudah mendengar penjelasan Abel ya mereka menurut dan langsung bersalaman dengan Elzard. Untuk Elzard ini gemas sih, dia memang suka anak kecil. "Haii anak kecil, jadi ini Alana ya?" Tanya Elzard sembari menunjuk Alano.


"Bukan Om Dokter ini yang Ana," protes mereka berdua.


"Oh salah ya, Om Dokter. Jadi Ini Alano, yang ini Alana?" Tanya El memastikan.


"Iya gitu, Om Dokter!" Seru mereka berdua.


"Oke-oke, kalau gitu ayok kita masuk ke dalam. Nanti biar giginya di periksa, ayok jagoan-jagoan!" Ajak El sembari menuntun keduanya.


Abel tersenyum melihat ketiganya dan ikut masuk ke ruangan. Untungnya ya Alano dan Alana bisa diajak kerja sama. Ditambah Elzard yang menemani mereka periksa gigi sambil sesekali memberikan lelucon. Alano dan Alana semakin suka lah dengan dokter barunya itu, karena pada intinya siapapun yang bisa mengajak mereka bermain, mereka akan menyukainya. Sehingga Abel ya hanya duduk santai di sebuah sofa sembari memperhatikan mereka.


.

__ADS_1


.


.


Selesai pemeriksaan, Abel menebus resep. Bukan obat sih, hanya sebuah obat kumur dan semprot ringan untuk anak 4 tahun. Karena mereka masih belum boleh meminum obat-obatan sebenarnya. Namun saat mereka akan pulang tiba-tiba Elzard menghampiri mereka.


"Halo Om dokter!" Sapa Alano dan Alana.


"Halo, Sayang. Mau pulang ya?" Tanya Elzard pada Alano dan Alana.


"Iya Om."


"Kalau Om Dokter ajak Alano, Alana sama Mamanya makan siang boleh gak? Nanti Om traktir," ucap Elzard yang kini malah melirik Abel meminta persetujuan.


Abel sedikit canggung sebenarnya, ya bagaimana pun kan dia dan Elzard dulu tahu kan keadaannya, tapi di sini lain dia sudah menganggap Elzard sebagai teman.


"Mama, Ana lapar."


"Alan juga, Mama."


Abel tidak tega menatap wajah Alano dan Alana yang memelas. Apalagi mereka bicara di depan Elzard, ya semakin mempersulit untuk menolak kan? Elzard tersenyum ke arah Abel. "Jadi?"


Abel mengangguk dan sedikit menipiskan bibirnya. "Ya udah boleh deh, yuk."


Namun dengan cepat Elzard menggelengkan kepalanya, seharusnya dia tidak boleh berharap. Apalagi sudah terlihat jelas label Galaxy pada kedua anak Abella yang mirip sekali dengan mereka berdua. Sesulit itu memang dia melupakan Abella.


Mereka duduk di salah satu tempat tepat di pinggir kaca. Ya karena Alano dan Alana suka sekali melihat orang berlalu lalang, jadi Abella memilih tempat di sana.


"Mama, Alan wanna some pasta carbonara," ucap Alano.


"Mama, Ana wanna some ice cream," kata Alana memelas.


"Inget apa kata papa?"


"Ahhh noo, some pasta with milkshake strawberry!" Ralat Alana dengan cengiran hasnya.


Abella terkekeh mendengar ucapan anaknya. "Oke Prince and Princess, with my pleasure. You will get it."


Abella akhirnya memesankan 2 pasta dan juga 3 milkshake untuk mereka bertiga ya karena Alana dan Alano pasti tidak akan habis. Sementara Elzard ya memilih makanan untuk dia sendiri.


"Mereka pinter ya, Bel," ucap Elzard sembari memperhatikan Alano dan Abella.


"Alhamdulillah mereka bisa diajak bekerja sama dalam apapun, termasuk belajar hal baru," jelas Abella.

__ADS_1


"Kamu keren banget didik mereka, aku jadi ikut bangga juga sama kamu, Bel," ucap Elzard memuji.


"Ini juga karena Gala kok, semua proses pertumbuhan Alano sama Alana Gala juga ikut turun tangan. Kayanya kalau aku sendiri gak akan sanggup," jawab Abel terkekeh.


"Kamu sendiri belum ada rencana menikah?" Tanya Abella.


"Belum, lupain kamu aja susah," jawab El spontan.


"Hah?"


"Engga, maksudnya kamu cantik."


Abel hanya tersenyum kecil sih, benar-benar canggung. Apalagi Abel mendengar jelas apa yang dibicarakan oleh Elzard sebelumnya Dia hanya berpura-pura tidak mendengar saja.


"Mama Alan emang cantik, Om. Tapi punya Alan," jawab Alan.


"Ih Mama punya Ana, Alan!" Alana memeluk Abella erat.


"Punya Alan!"


Abel terkekeh melihat pertengkaran mereka. "Punya kalian, udah jangan berantem. Malu diliatin Om Dokternya."


"Gapapa, kok. Seneng denger mereka aktif kaya gitu. Beda banget dulu sama mamanya yang jutek, galak, dingin," ucap Elzard.


"Ya gak usah diperjelas lah ya," kata Abel yang menimpali candaan Elzard.


"Om Dokter temenna mama?" Tanya Alano yang memang suka banyak bertanya mengenai orang-orang yang ada di sekitar orang tuanya. Apalagi Gala selalu bilang kalau sudah besar harus menjaga Abella dan Alana.


"Iya, Prince. Om Dokter temennya Mama Abella sama Papa Galaxy," jawab Elzard sambil tersenyum.


"Sama kaya Om bayi sama Om Jomblo?" Tanya Alana dengan polos. Ah gemas sekali, mereka seperti orang dewasa yang sedang mewawancarai orang yang dekat dengan Mamanya.


Abel menutup mulut Alana, ya kaget sih Alana bicara seperti itu di hadapan Elzard. "Sstt, gak boleh gitu."


"Om Bayi sama Om Jomblo siapa?"


"Raka sama Degas, mereka suka ke rumah kadang. Main sama mereka kalau ketemu Gala," jelas Abel.


"Oh iya, sama kaya mereka. Jadi kalian mau kan temenan sama Om juga?"


Mereka mengangguk senang. Entah kenapa Elzard ingin saja menjadikan manusia-manusia kecil itu sebagai sahabat. Karena dia memang suka anak kecil, apalagi ini adalah anak Abella. Semakin menarik tentunya untuk menjadi teman dekat Alano dan Alana.


Tak selang beberapa lama makanan mereka datang. Mereka makan siang sembari mendengar ocehan dari kedua anak kembar itu. Ya setidaknya membuat Abel tidak terlalu canggung lah dengan Elzard. Karena nampaknya Elzard terang-terangan kalau dia belum bisa melupakan Abella.

__ADS_1


__ADS_2