
Warning!! Area Dewasa!
Jadi kalau kalian gak suka atau di bawah umur skip aja. Maaf juga kalau gak ngefeel, sejujurnya aku juga gak tau malper itu gimana. Krisar aja ya~
Happy reading~
Sudah 3 hari Gala dan Abel menghabiskan waktu di Bali. Malam ini Abel melihat Gala yang sedang berenang di kolam renang pribadi kamar mereka. Tadinya dia ingin berenang, tapi masih mengumpulkan niat karena takut kedinginan.
Gala menepi dan menatap Abel yang masih setia duduk tanpa berniat untuk masuk ke kolam. "Tadi ngajakin renang, sekarang malah kamu yang gak mau masuk ke air."
"Takut dingin, Gal," balas Abel.
"Gak dingin, ini airnya agak hangat. Makanya kamu masuk, jangan bayangin dinginnya dulu," kata Gala.
Akhirnya Abel pun mengangguk. Perlahan dia membuka outer lace transparan dan kain bali yang melilit di pinggang rampingnya. Sekarang hanya menampilkan Abel yang mengenakan bikini hitam namun tidak terlalu sexy. Dia tidak suka yang terlalu terbuka.
Gala tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk membantu Abel masuk ke dalam kolam. Sesaat Abel masih beradaptasi dengan suhu airnya. "Oh iya gak dingin."
"Udah aku bilang gak dingin." Gala terkekeh, sebenarnya dia sedikit tertegun dengan penampilan Abel malam ini, bagaimana pun dia pria normal, bukan?
Gala terus menatap Abel yang kini berenang ke sana kemari, ternyata istrinya ini jago berenang. Melihat wajah Abel yang muncul dari dalam air membuat sesuatu dalam dirinya bangkit. Gala sampai menelan air liurnya dengan susah payah, ah Abel ini benar-benar membuatnya tidak karuan. Tapi gadis itu malah tetap santai melakukan aktivitasnya.
Setelah 30 menit mereka berenang, Abel memilih untuk membersihkan diri. Sementara Gala masih ingin berenang untuk menetralkan pikirannya yang sudah berfantasi ria.
__ADS_1
Abel keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan melihat Gala yang kini ada di hadapannya. "Sana mandi, tar kamu masuk ingin," ucap Abel perhatian.
Gala mengangguk, sekilas dia mencium pipi istrinya dan masuk kedalam kamar mandi. Abel bingung harus memakai baju apa, baju tidur yang dia bawa semuanya kotor. Akhirnya dia memilih memakai lingerie yang Ibunya berikan tapi yang tidak terlalu seksi.
Model chemise ini nampaknya seperti baju tidur pada umumnya, hotpants dan tanktop. Jadi tidak masalah untuk Abel. Lagi pula dia membawa kimono tidur, jadi dia bisa menutupi dengan itu.
Beberapa menit berlalu, Gala melihat istrinya masih berkutat di depan cermin. Setelah memakai bajunya Gala membantu Abel untuk mengeringkan rambut, dengan teliti dia memisahkan helaian demi helaian rambut istrinya. Abel sih tidak masalah, lagi pula pekerjaannya juga semakin ringan.
Abel mendekatkan wajah pada cermin, memberikan sentuhan lipbalm dan menyemprotkan parfum ke beberapa area.
"Kamu mau tidur aja cantik banget," ucap Gala sambil memandangi Abel lewat cermin.
"Loh biasanya kan gitu? Baru keliatan cantik sekarang?" Tanya Abel heran.
Abel berdiri dari kursinya, dengan perlahan Gala mendorong kursi itu agar masuk ke kolong meja rias. Gala terus menatap Abel dan mengunci pergerakannya. Abel bertumpu pada ujung meja, tenggorokannya terasa kering seketika.
"Emmhh, Gal geli," satu ******* berhasil keluar dari bibir Abel, membuat si pelaku makin bersemangat melakukannya.
Puas melukis, kini ciuman Gala naik dan meraup bibir Abel dengan lembut. Gadis itu mana mungkin tidak bisa menerima sentuhan-sentuhan Gala, logikanya kerap kali tidak sejalan dengan respon yang dia berikan.
Tangannya masih senantiasa melingkar di pinggang Abel, memberikan usapan-usapan erotis yang membuat gadis itu merasakan gejolak perasaan yang tidak biasanya. Bibirnya fokus untuk menyesap bibir Abella, sementara tangannya kini menarik tali kimono Abel, membuat kain berjenis satin itu terjatuh begitu saja dan menampilkan tubuh sexy Abel yang mengenakan lingerie. Tampaknya Abel sudah mulai terbiasa, walaupun awalnya dia menolak, tapi lama-lama dia terbuai.
Ciuman mereka jauh lebih menuntut karena kini lidah Gala telah berhasil menembus pertahanan, memainkan lidahnya di sana dan sesekali menggoda lidah Abel agar mau bermain dengannya. Hampir 5 menit mereka melakukannya, perlahan Gala melepaskan pagutan mereka dan menatap Abel yang berusaha mentralkan napas dan detak jantungnya.
"Bel, aku mau minta hak aku malam ini. I want more, more than kiss," ucap Gala sembari mengelus bahu Abel yang memang terbuka.
__ADS_1
Degh ....
Abel mengigit bibir bawahnya, apa yang harus dia lakukan sekarang? Gala semakin mendekatkan dirinya pada Abel. Dengan memberanikan diri Abel mengangguk. Entah apa yang dia pikirkan, padahal dalam batinnya dia sedang ketar-ketir.
Gala tersenyum melihat itu, tapi dia juga paham kalau istrinya ini takut. "Aku gak akan nyakitin kamu, aku janji kita mainnya perlahan." Gala mengecup bibir istrinya dengan lembut, setelah itu dia menggendongnya ala brydal, membiarkan kimono itu jatuh begitu saja dan langsung merebakan Abella di kasur.
Gala menaiki tubuh istrinya dan berlutut di hadapan Abel dengan posisi tubuh Abel yang berada di antara kedua kakinya. Gala lebih dulu menanggalkan kaos putih polos pada tubuhnya dan setelah itu membantu Abel menanggalkan atasannya. Hingga yang sekarang dia lihat adalah bra sport hitam milik Abel.
Abel benar ketar ketir saat itu juga, apakah dia akan benar-benar melakukannya malam ini? Gadis itu benar-benar terlihat gemetar, Gala juga tau. Tapi tidak ada waktu yang benar-benar akan membuat Abel siap sebenarnya, dia juga harus belajar, bukan?
Gala kembali mendekatkan wajahnya. "Aku janji kamu gak akan kesakitan lebih lama, kamu cuma perlu rileks."
Gala kembali mencium bibir Abel agar membuatnya tenang beberapa saat. Tangannya tidak hanya diam, dia menyelinap masuk dan mengelus paha Abel dengan lembut.
Tangannya menjalar naik dan menurunkan sleting bra milik Abel, setelah berhasil terlepas Gala pun membuangnya ke sembarang arah. Kemudian ciumannya turun dan kini bermuara di kedua bongkahan indah milik Abel hingga pucuknya yang mulai menegang karena ulahnya.
"Gall emmhh jangann dipe-gang," tahan Abel dengan tangannya. Namun Gala lepaskan tangan Abel dengan lembut agar tidak mengganggu aktivitasnya.
Perlahan Gala meremas benda indah itu tak lupa memainkan jari jarinya di sana sehingga membuat sang empu melayang merasakan rasa yang belum pernah dia rasakan. Ukurannya sangat pas di tangan Gala, dia menyukainya. Setelah puas dia memasukannya yang sebelah kiri kedalam mulutnya. Bak bayi yang kehausan, dia menyesapnya dan sesekali memainkan lidahnya di sana. Tangannya begitu lincah untuk sesekali mencubit bagian sensitif itu karena gemas.
"Ahhh, Gall. Eunghh stophhh itt!" Lenguh Abel. Sekali lagi ucapannya tidak sinkron dengan respon alamiah yang malah membuat Abel semakin membenamkan kepala Gala untuk melakukan lebih.
Gala mengabaikan permintaan istrinya, dia terus mencumbu dan menstimulasi Abella. Gala tau bagaimana melakukan foreplay yang baik agar istrinya tidak kesakitan saat melakukannya pertama kali.
Gala tersenyum mendapati Abel yang mulai menikmati permainannya. Ini pertama kalinya untuk mereka, tapi Gala yang lebih paham. Jadi tentulah dia yang harus lebih banyak bergerak.
__ADS_1
Suara gemuruh dari dua detak jantung yang berdetak menjadi alunan musik indah saat keduanya saling melepaskan hasrat masing-masing. Abel mencengkram sprei karena tidak kuat menahan sensasi yang dia rasakan sekarang seperti geli tapi enak secara bersamaan. Napasnya naik turun, apa berhubungan senikmat ini?