Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Takut Kehilangan


__ADS_3


Karena sudah terlanjur pergi jauh, akhirnya Gala dan Abel memutuskan untuk berlibur. Karena suntuk juga ternyata menjadi orang tua. Jarang liburan, sekalinya liburan ya karena kabur-kaburan.


Hari ini cuacanya mendukung sekali untuk berenang, Abel dan Gala memang mengajarkan mereka berenang sejak kecil agar mereka nantinya tidak takut air. Jadi Mereka bisa duduk tenang sembari memperhatikan Alano dan Alana berenang menggunakan pelampung.


"Mereka seneng banget keliatannya," ucap Abel tersenyum.


"Seneng, kita kayanya harus merencanakan liburan lagi setelah ini. Kamu juga pasti butuh liburan," balas Gala sembari merangkul pinggang Abel.


"Kamu tuh yang butuh liburan, kaya orang stress kerja terus," sungut Abel.


"Stress apalagi kemarin diajak main kucing-kucingan, mana jauh lagi ngumpetnya bisa-bisanya kamu mau lari dari Mas. Gak akan bisa!" Tegas Galaxy.


"Kalau Alano gak ada smart watch itu bisa kayanya, emang sekaget itu ya aku gak ada?" Ledek Abel.


"Yaiya, kenapa nanya?!"


"Papa! Jangan marah-marah sama Mama Alan!" Peringat Alano saat melintasi mereka.


Gala menyatukan kedua tangannya. "Iya ampun pangeran, maaf ya. Engga marah kok ini Papa sayang-sayang Mamanya." Gala membawa Abel dalam pelukannya dan mengecupi pipinya.


Abel hanya tertawa melihat interaksi anak dan ayah itu. Dia merasa mempunyai bodyguard pribadi kalau ada Alano. Memang dia sejak kecil diajarkan begitu oleh Galaxy jadi tidak heran dia yang paling tegas daripada Alana.


"Kasian dimarahin pangerannya aku," ledek Abel lagi.


"Alano galak, kaya Mamanya."


"Aku bahkan ajarin dia taekwondo, kalau Alana gak mau katanya. Yaudah aku gak maksa, dia lebih suka masak kayanya. Kalau aku masa dia selalu mau ikut, feminim banget," ucap Abel.


"Ya gapapa, Sayang. Kalau dia sukanya ke clubing baru aneh," kata Gala asal. Membuat lengannya menjadi sasaran empuk tangan ajaib Abel.


"Awwwwhh, sakit!"


"Ya kamu diajak ngomong jawabnya asal begitu. Mana ada coba anak yang suka clubing. Ngaco, gak bener emang kalau papanya kamu," kesal Abel.


"Serba salah," ucap Gala sembari memasang wajah sedihnya.


Abel hanya menggelengkan kepala sembari menahan tawanya. Memang meskipun sudah dewasa Galaxy kelakuannya ya seperti itu. Mirip sekali dengan anak-anaknya, untung saja Abel tidak stress.

__ADS_1


"Jadi rencana hari ini mau ke mana?" Tanya Gala.


"Ke mana? Gak tau, rasanya di hotel aja udah cukup, emang mau kemana lagi?" Tanya Abella.


"Kali aja kamu mau jalan-jalan, biar Mas temenin," kata Galaxy.


"Gak usah, lagian kalau mau jalan-jalan aku juga bawa mobil sendiri."


"Gak ada ya, Mas gak izinin kamu bawa mobil sendiri. Apalagi bawa anak-anak. Gak boleh!" Tegas Galaxy sembari mengeratkan pelukannya pada Abella.


"Loh kenapa? Kenapa gak boleh?" Tanya Abel setengah meledek.


"Nanti kamu ajak mereka main kucing-kucingan lagi, kalau kali ini beneran hilang pasti susah dicari lagi. Jangan yaa, sama Mas aja. Kemana pun harus sama Mas, nanti mobil kamu biar diurus orang buat kembali ke rumah. Pokoknya kamu harus sama Mas." Galaxy mencium bibir istrinya dengan lembut, tidak peduli juga dengan beberapa orang yang ada di sana.


"Jangan pergi lagi."


Abel terkekeh mendengar ucapan Gala, sebegitu takutnya kah Galaxy kalau dia akan kembali kabur? Padahal kemarin bersikap seolah dia paling dewasa, paling bisa mengatasi segalanya, tapi lihat sekarang? Dia malah seperti takut jika tidak ada Abella dia tidak bisa hidup. Memang ajaib sekali Galaxy.


.


.


.


Sebenarnya Abel masih mau di sini, tapi ya dia tidak boleh egois dengan mengorbankan pekerjaan suaminya. Bagaimana pun Gala memang harus bertanggung jawab atas apa-apa yang kemarin dia lakukan.


"Mama, Ana engga mau pulang," ucap Alana.


"Kalau engga pulang nanti Papa engga kerja dong, Sayang. Nanti Ana gak punya uang buat beli eskrim, gimana?" Tanya Abel sembari menatap mata sang anak dengan lembut.


"Tapina Ana suka di sini," kata Alana merajuk.


"Emmm gini deh, Mama sama Papa janji kalau nanti pekerjaan Papa udah selesai kita jalan-jalan lagi. Naik pesawat terbang, Mau?"


"Pesawat yang kaya punya Alan di rumah ya Mama?" Tanya Alano.


"Iya, Sayang. Bedanya ini besar, nanti kita naik itu."


"Mauuuuu!!! Teriak mereka antusias.

__ADS_1


"Kalau mau, sekarang berarti kita pulang dulu. Biar pekerjaan Papa cepat selesai, setelah itu kita liburan naik pesawat ya!"


Mereka menurut, namanya anak kecil terkadang memang rewel kalau sedang asik dengan apa yang dia suka. Tapi untungnya Alano dan Alana bisa mengerti. Abel dengan telaten mengurus kedua anaknya, setelah itu memakaikan mereka jaket agar tidak masuk angin. Sekilas dia melirik ke arah Galaxy yang salah memakai kemejanya. Abel berdecak, selama dia hidup apa masih belum bisa juga memakai kemeja?


Abel menghampiri Galaxy dan kembali melepas kancing kemejanya. Membuat Galaxy keheranan. "Kamu mau jatah jam segini? Ada anak-anak, Baby."


Abel menatap aneh kepada Galaxy dan menepuk kening Galaxy pelan. "Siapa yang mau minta jatah, ngaco! Kamu pake kemeja gak bener, jinjet sebelah kancingnya. Udah gede juga masih gak bisa pake kemeja."


Gala terkekeh sembari memandangi istrinya yang sedang menggerutu sembari membenarkan kemejanya, lucu sekali menurutnya. "Oh dikirain mau jatah, tapi kalau mau juga ayok, di kamar mandi biar gak diliat anak-anak," bisik Gala.


"Bisa diem gak?!" Abel menyipitkan matanya menatap suami, menandakan kalau dia kesal sekarang.


Abel mencubit lengan Galaxy, memang dia kalau sedang mode menyebalkan seperti ini bicaranya ngelantur kemana-mana, tidak tau saja kalau Abel selalu berdebar ketika Gala membahas hal-hal seperti itu.


Tapi sepertinya memang percakapan setelah menikah ya apalagi? Tidak jauh-jauh dari sana, apalagi untuk ukuran pria seperti Galaxy yang sibuk dengan pekerjaan, mungkin memang hiburan juga untuknya.


Gala terkekeh. "Galak, untung istri."


"Kalau gak untung mau apa? Mau diganti?" Tanya Abel asal.


"Gak mau ganti, mau kamu aja cukup." Gala memeluk Abel saat dia selesai memasangkan kemejanya. Setelah itu mencium-ciumi bibir istrinya.


Saking mesranya mereka tidak sadar kalau Alano dan Alana menutup matanya karena melihat orang tuanya berciuman bibir. Gala pernah bilang kalau mereka melihatnya harus menutup mata, benar saja mereka melakukannya.


"Mama Papa udah beluuummm?" Tanya Alano dan Alana bersamaan.


"Belum, Sayang Papanya masih betah," ucap Galaxy sembari kembali mengecupi bibir istrinya.


"Sekarang udahhh beluuumm?" Tanya mereka lagi.


"Belum, masih lama," balas Galaxy mempermainkan anak-anaknya. Dia memang merindukan Abella ya sekali-sekali kan menjahili anak-anaknya tidak apa-apa.


Abel terkekeh, pintar sekali memang anak-anaknya. Galaxy memang jahil sekali, ya beginilah kalau bayi mempunyai bayi lagi. Setelah selesai mereka berdua langsung checkout dan keluar dari hotel.


Gala benar-benar melakukan ucapannya, mobil Abel kini sudah di bawa pulang ke rumah oleh orang suruhan Gala dan mereka pulang menggunakan mobil Galaxy. Ya kalau begini Galaxy jadi tenang, Abel tidak akan bisa kemana-mana.


"Kamu gak akan bisa kemana-mana," ucap Gala bangga.


Abel menghela napasnya. "Iya yaampun, padahal aku gak ada berencana mau kemana-mana. Ketakutan banget."

__ADS_1


Gala terkekeh lalu mengusap puncak kepala Abella, setelah semuanya aman dia melajukan mobilnya untuk langsung pulang ke rumah.


__ADS_2