
Sorry ya aku baru update, kemarin aku fokus buat tamatin novel sebelah. Jadi ya sekarang aku juga mau fokus di sini. Happy reading ~
Abel masih terengah-engah saat mencapai pelepasannya yang pertama. Hanya dengan memainkan dua benda kesukaan Gala saja itu membuat Abel kewalahan. Melihat Gala yang masih utuh membuat Abel merasa tidak adil.
Sambil melanjutkan ciuman yang Gala pimpin jari-jari Abdk dengan lincah membuka satu persatu kancing kemeja suaminya. Gala tersenyum karena ternyata Abel mahir melakukannya. Tidak sia-sia dia melatih Abel menjadi seorang profesional.
Setelah terlepas Abel hanya bisa melihat tubuh Atletis Gala, dia memainkan jari-jarinya di dada bidang itu lalu perlahan turun ke perut, sedikit memainkan jarinya cukup lama, kini Abel merambat kebawah, mencoba membuka sesuatu dari sangkarnya namun sulit.
Gala terkekeh sejenak, dia belum mahir untuk itu ternyata. Dia mengigit bibir Abel pelan lalu turn dari kursi agar Abel lebih mudah membukanya.
Abel nampak kesal melihat kekehan Gala, dia seperti di remehkan kalau sepertu itu. "Kamu belum mahir, Sayang. Jadi aku bantu."
"Aku bisa, Mas. Cuma lagi sial aja," gerutu Abel yang kini duduk menghadap Gala.
Pelan-pelan dia membuka gesper dan kancing celana itu dengan lembut. Kemudian sepersekian detik berikutnya Abel menurunkan sleting beserta kain yang menghalangi jalannya. Abel terdiam memikirkan imajinasi yang pernah dia pikirkan sejak lama.
Saat Gala akan kembali mengukungnya, Abek menahan Gala agar tetap di posisinya. Gala menyerngit, tidak tau apa kalau dia sudah tidak sabar pada intinya? "Sshh kenapa, Baby?"
Tanpa bicara sepatah kata pun Abel memasukan benda milik Galaxy itu masuk ke bibirnya. Gala yang baru pertama kali merasakan sensasi itu. Entah bagaimana Abel mempelajarinya tapi itu membuatnya melambung. "Arghtt, kenapa kamu jago banget?"
Gala tidak pernah memaksa Abel, karena menurutnya adalah berhubungan itu adalah kenyamanan satu sama lain. Dia tidak pernah menduga kalau rasanya seluar biasa ini. Setelah beberapa menit melakukannya akhirnya posisi mereka sekarang seri. Abel berhasil membuat mereka imbang dan itu memang tidak pernah terjadi.
Gala masih menetralkan deru napasnya setelah pelepasannya. "Ck kamu udah mulai nakal ya!" Abel hanya tersenyum, dia tidak tau saja kalau bahaya sedang mengintainya sekarang.
Gala kembali menguasai tubuh istrinya dengan bermain-main di area bawah Abel dengan lidahnya. Dia juga harus unjuk gigi untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk memanjakan sang istri.
Ini gila, ini pengalaman pertama Abel. Gala benar-benar memberinya pengalaman baru yang tidak dia sangka nikmatnya sebesar ini. Sampai-sampai Abel dibuat kewalahan, Gala benar-benar balas dendam sepertinya karena terlalu lama berpuasa, membuat Abel benar-benar pening menghadapi gejolak perasaannya sendiri.
__ADS_1
"Nghh, Mass stapphh it!" Racau Abel sembari menjepit kepala Gala dan tanpa sadar meremas rambut suaminya. Tapi bagi Galaxy itu malah membuatnya semakin berhasrat.
Paha Abella terus menjepit kepalanya, membuat Gala sesak namun dia suka dengan reaksi Abel. Ada kepuasan ketika dirinya berhasil membuat Abel kelimpungan seperti ini. Abel mengerang saat dirinya sebentar lagi akan sampai, namun bersamaan dengan itu Gala menjauhkan wajahnya dari pusat inti istrinya.
"Masss, shhh kenapa berhentii," rengek Abell dengan manja. Dia meremas sofa. Gairah yang tertunda membuatnya sakit kepala karena hasratnya tidak tersalurkan.
Gala terkekeh, dia suka melihat respon Abell yang seperti ini. Dia mendekat kembali mengukung tubuh istrinya dan membisikkan kata-kata sensual di sana. "Jangan digigit bibirnya, Baby. Jangan harap kamu keluar sebelum tunggu aku di sana."
Gala kembali menciumi telinga hingga ke leher Abel. Benar-benar kali ini Gala menyiksanya dengan perasaan seperti ini. Sensasinya jadi berbeda, Abel tidak kuat. Dengan lembut Gala mengarahkan miliknya ke bagian inti istrinya, dengan satu hentakan dia berhasil memasuki milik Abel lagi setelah sekian lama.
Keduanya meraung kenikmatan, Gala tidak habis pikir kenapa ini sempit sekali. Rasanya dia seperti kembali ke masa malam pertama mereka. "Akhhh kenapa bisa sesempit ini, Sayang."
Gala mulai menggerakan miliknya di sana, membuat sang empu kini semakin belingsatan. "Masshhh, aku ... Mau-"
Gala mempercepat tempo permainan mereka, membuat miliknya dijepit di sana dengan erat seolah tidak memberi Bel kesempatan untuk bicara. Gala Gila, siksaan untuk Abella seperti tidak berhenti di sana, Gala kini malah menggigit ujung kedua bukitnya dengan gemas.
Abel pasrah, kenapa bisa suaminya ini menyiksanya sedemi kian rupa. Dia tersiksa dengan nafsunya sendiri sekarang, namun tidak dipungkiri kalau dia sangat menikmatinya.
Sampai pada akhirnya ketika mereka sudah tida bisa lagi saling menahan desakan yang sudah memuncak. Mereka berdua pun keluar bersamaan. Gala ambruk di atas tubuh Abella. Keduanya sama-sama merasa puas dengan permainan malam ini.
Gala membalikan posisi mereka, di tidak mau berlama-lama membebani istrinya, namun semuanya di luar dugaan. Abel malah kembali menggodanya dan akhirnya mereka melakukan itu sampai pagi menjelang.
.
.
.
Gala pagi ini bangun lebih dulu dari sang istri, yang di lihat adalah Abella dan tubuh polosnya yang dibalut selimut. Mereka benar-benar menggila semalam. Terlebih Gala yang sangat puas dengan service Abella semalam. Gadis polosnya ini ternyata sudah banyak belajar dan membuatnya menjadi seorang profesional, sampai membuat Gala kewalahan.
__ADS_1
Gala mencium pipi Abell, namun gadis itu semenjak hamil menjadi lebih sensitif dengan sentuhan dan itu membuatnya menjadi terbangun. "Mass."
"Iya, Sayang? Kenapa?" Tanya Gala sambil membantu istrinya untuk duduk.
"Haus."
Gala tersenyum lalu mengambilkan segelas air yang tersedia di nakas. "Nih, cape ya?"
Abel meminum air putih yang diberikan Gala, lalu setelahnya dia hanya mengangguk kecil. Bagaimana tidak cape kalau mereka main sampai shubuh? "Ya cape, kamu minta terus."
"Kamu sih mancing, aku kalau dipancing yang diladenin," kata Gala sambil terkekeh. Dia mengambil bathrobe dan memasangkannya pada tubuh Abell.
Fantasi liarnya semalam membuat baju Abella sobek, jadinya dia memesan beberapa pakaian untuk Abell pakai hari ini. Ya tapi harus menunggu beberapa jam lagi. Gala memeluk sang istri dan bermanja dengan menyenderkan kepalan di dada Abella.
"Kenapa semalem tiba-tiba minta jatah? Kamu lagi pingin? Kamu kebanyakan minum wine, Sayang." Bukan apa-apa, Gala sudah hafal sekali dengan gengsi yang ada pada diri Abel. Mana mungkin dia memintanya duluan.
Abell menggeleng. "Engga, aku sadar. Kalau bukan aku yang mulai, kamu gak akan mau."
"Terus kalau gak pingin kenapa bikin aku mau?" Tanya Gala yang kini mengadakan wajahnya pada Abel.
Abella dengan lembut mengecup bibir Galaxy. "Karena aku tau, jauh di lubuk hati kamu yang paling dalam. Kamu pasti pingin ada manusia kecil di dalam rahim aku lagi, Mas. Meskipun gak bilang tapi aku punya naluri. Aku gak terpaksa, aku cuma mikir ya mungkin udah saatnya kita mencoba lagi, katanya kalau melakukannya di masa subur aku bisa cepet hamil."
"Meskipun aku takut," tambah Abel.
"Kenapa takut?"
"Dokter Rinka bilang, kalau yang pernah mengalami keguguran punya potensi 20% buat keguguran lagi. Tapi katanya kalau kita jaga dengan baik, aku bakalan baik-baik aja."
Gala kini mengubah posisi dan membawa Abel ke dalam pelukannya. "Aku pasti jaga kamu lebih baik. Aku gak akan biarin kamu kenapa-kenapa lagi. Makasih ya, Sayang. Aku tau kamu melawan semua rasa takut hanya demi aku."
__ADS_1
Abel tersenyum, sebenarnya bukan hanya demi Gala. Semuanya juga pasti senang dengan keputusannya. Abel juga senang tentunya kalau mereka diberikan kepercayaan lagi. Ya semoga. Mungkin itu yang ada dipikiran Abel saat ini.