Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Hello, Bali!


__ADS_3


Tiga hari berlalu, kini mereka sudah berada di pesawat untuk perjalanan ke Bali. Orang tua mereka begitu repot menasehati ini itu namun Gala dan Abel hanya iya-iya saja. Lagipula Gala tau apa yang harus dia lakukan dan apa yang Abel butuhkan.


Dia mewanti-wanti pada Abel agar dia tidak memikirkan apapun. Selama bersama Gala dia harus relax dan jangan sampai stress.


"Perjalanan 2 jam, kalau kamu ngantuk tidur aja," ucap Gala.


Abel mengangguk seraya menunjukkan senyumnya. "Iyaa."


Sepanjang perjalanan Gala terus menggenggam tangan Abel seolah takut dia kemana-mana. Padahal sudah dipastikan kalau Abel tidak bisa kemana-mana. Memang pria itu begitu posesif dan pada akhirnya Abel ketiduran karena tidak bisa berbuat apa-apa.


Gala tersenyum, misinya sekarang adalah menyenangkan Abel terlebih dahulu. Dia tidak mau terburu-buru juga, mereka akan menikmati bulan madu mereka dengan enjoy.


📍Bandara Internasional Ngurah Rai


Setelah Landing, Gala terus menggenggam tangan istrinya agar dia tidak hilang. Sekarang tujuan mereka adalah resort yang mereka tuju. Orang tuanya sudah menyiapkan resort terbaik untuk mereka berdua, jadi tidak perlu repot-repot mencari.


Bali bukanlah tempat baru untuk Abel, tapi kali ini berbeda. Yang biasanya dia kemana-mana sendiri, sekarang dia selalu bersama Gala kemana pun. Perubahan yang dia rasakan setahunan ini terkadang membuatnya berpikir, kenapa saat bisa melakukannya sendiri rasanya biasa saja, sementara sekarang jika tidak bersama maka akan ada yang kurang.


Mereka sampai di sana siang, untung saja mereka mengambil keberangkatan pagi, jadi banyak waktu untuk bepergian kemana-mana hari ini.


The Seminyak Beach Resort and Spa. Abel menyukai tempat ini, dengan kamar Ocean View Villa dan kolam renang pribadi yang mewah bisa dipastikan tempat ini nyaman untuk mereka tempati 1 minggu ke depan. Apalagi kamar mereka juga bisa menembus ke pantai. Memang dipilihkan langsung oleh para ahli dalam urusan bulan madu, pikir Gala.


"Suka kamarnya?" Tanya Gala sembari memeluk istrinya.


Abel mengangguk. "Suka, suka banget. Makasih yaa."


Gala tersenyum dan perlahan mengecup bibir Abel. "Jadi hari pertama di Bali mau kemana?"


"Emmm, kita main ke pantai aja mau gak? Aku suka main air, aku suka pantai," tawar Abel.

__ADS_1


"Mau sekarang? Gak cape?" Tanya Gala.


"Engga, tapi kalau kamu cape ya nanti aja. Aku ngikut aja enaknya gimana," jawab Abel.


"Gak cape, yaudah ganti baju gih siap-siap," ucap Gala.


Abel mengangguk lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya, sementara Gala sedang asik mengotak-atik kameranya. Selama di sini dia harus mengabadikan banyak photo untuk dia ceritakan pada anak-anaknya kelak.


Beberapa menit berlalu, Abel keluar dari kamar mandi dengan hotpants jeans dan juga baju putih polos bermodel terbuka di bagian bahunya. Gala tersenyum melihat penampilan istrinya, herannya kenapa dia selalu cantik di setiap kesempatan.


"Ayokk," ajak Abel.


Gala mengangguk dan menggenggam tangan Abel untuk berjalan ke pantai. Untung saja jaraknya dekat, jadi tidak perlu repot kemana-mana.


Abel tersenyum, dia merasa di pantai miliknya sendiri, tidak ada siapapun di sana selain Gala dan dirinya. Abel berlari kecil dan menghampiri ombak. "Bagussss!!" Teriaknya pada Gala yang sedang sibuk memotret istrinya dengan kamera. Gala merasa kalau Abel benar-benar objek terbaik untuk dia abadikan.


Mereka benar-benar menghabiskan waktu di sana sampai berjam-jam. Entah mereka ber-selfie berdua, deeptalk, bicara banyak hal sampai makan-makanan manis yang sudah disediakan pihak hotel.


"GALAAAA LEPASINN INI AKU KEBALIK," teriak Abel seraya memukul-mukul pelan punggung Gala.


"Gak, kamu sih gemes banget kaya gitu." Gala membawa Abel lebih dalam ke air, perlahan dia mengubah posisinya menjadi memeluk pinggang Abel dan menjatuhkannya ke air.


Abel tertawa saat mendapati seluruh tubuhnya sudah basah dengan air. Saat melihat Gala berlari dia pun mengejar pria itu. "GALAXY CURANG!"


Gala dan Abel saling menyiram satu sama lain, mereka juga saling mengejar seperti anak kecil yang bermain kucing-kucingan. Tawa tak pernah luput dari keduanya, memang benar jika tujuan mereka bulan madu, karena meskipun sudah lama menikah mereka baru merasakannya sekarang.


"GAK BISA, KAMU GAK BISA TANGKAP AKU WLEK," Abel meledek ke arah Gala sembari menghindari dari pria itu. Dia berlari cukup kencang agar Gala tidak bisa menjangkaunya.


"Kamu nantangin ya? Kalau dapet gak akan aku lepasin," sebuah smirk terpampang dari sudut bibir Gala. Tentu gadis itu akan kalah karena langkahnya yang pendek. Gala pun kembali mengejar istrinya yang nakal itu.


Tidak butuh usaha keras, hanya sedikit mengeluarkan tenaga Gala mampu meraih tangan Abel dan memeluknya erat dari belakang. "Kena! Udah aku bilang kamu gak akan bisa menang. Sekarang mau ngapain, enaknya ngapain?"

__ADS_1


"Ahh curang lagi, kamu sih kakinya panjang. Ngapain apa? Jangan aneh-aneh ya, kamu? Ayok kita main air lagi aja," pinta Abel.


Gala mengeratkan pelukan pada istrinya. Abel tertawa dan mencoba melepaskan diri dari Gala, sialnya tenaga pria itu jauh lebih besar darinya. Gala menciumi bahu Abel yang terbuka karena model bajunya. "Udah mau sore, Baby. Kita kembali ke kamar aja ya?"


"Yahh padahal aku masih mau di sini," ucap Abel kecewa dan menatap Gala yang menaruh dagu di bahunya.


"Udah basah semua nanti kamu sakit, kan masih ada waktu seminggu buat main ke sini lagi, Right?" Gala mengecup bibir Abel karena gemas.


"Satu jam lagi boleh ya? Masih betah," pinta Abel.


"Liat tangan kamu udah keriput gitu, aku janji nanti kita ke sini lagi," kata Gala dengan sungguh.


"Yaudah iyaa, ayokk," balas Abel mengiyakan.


Gala mengajak Abel ke tepian dan memakaikan bathrobe pada tubuh istrinya. "Keliatan ngejiplak, gak boleh pamerin ke orang, aku aja belum pernah liat."


"Kamu juga gak boleh liat!" Abel memberi peringatan.


Gala hanya mengangguk-ngangguk kecil sambil mengulum senyumnya, tunggu saja waktunya. Bukan hanya cetakannya saja yang akan Gala lihat, tapi tubuh polos istrinya juga akan segera dia lihat.


Abel menatap curiga pada Gala, tingkahnya ini mencurigakan. "Kamu mikir macem-macem ya? Mikir apaa?!" Tanya Abel Galak.


"Gak mikir apa-apa, Sayang. Suudzon terus." Gala terkekeh dan memakai bathrobe miliknya lalu merangkul pinggang gadis itu dengan posesif untuk kembali ke kamar.


"Sana kamu mandi, keburu masuk angin. Nanti kita pesen makan aja ke kamar," ucap Gala.


"Atau mandi bareng? Hmm ide bagus," lanjut Gala.


Abel membulatkan matanya. Dia bergegas mengambil bajunya lalu berlari ke kamar mandi dan menutupnya rapat-rapat. Gala ini selalu saja membuatnya jantungan. Tapi bukankah tujuan mereka ke Bali memang untuk bulan madu? Gala terkekeh, sudah 1 setengah tahun menikah tapi Abel masih tidak ingin buka-bukaan dengannya.


"Ahhh, apa yang bakalan dia lakuin malam ini? Gak, gue gak siapp. Pokoknya harus cari cara biar malam ini gak terjadi apa-apa." Abel menghela napasnya.

__ADS_1


Perlahan dia memejamkan mata dan kemudian tersenyum. Sepertinya malam ini dia akan aman, lihat saja siapa yang lebih pintar antara dia dan Galaxy.


__ADS_2