Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Dia Menantu Saya!


__ADS_3


Setelah selesai berdandan dan menata rambutnya, Abel memakan dress putih yang Gala berikan, namun kesusahan. Sletingnya tidak bisa dia gapai dan dia harus berusaha menggapainya.


"Kok susah banget sihh?!" Abel sesekali melihat ke kaca untuk menggapai sleting itu, namun tidak bisa.


Tiba-tiba Gala yang sudah siap masuk ke dalam kamar dan melihat Abel sedang kesusahan. Bibirnya tersenyum tak kala melihat gadis itu sesekali mengaduh karena kesulitan tapi tidak ingin meminta bantuan padahal ada Gala. Perlahan Gala menghampiri Abel dan membantunya menarik sleting ke atas.


"Kalau kesusahan itu bilang, biar gue yang bantu," ucap Gala sambil memperhatikan wajah Abel dari kaca. Memang tidak salah pilih, Abel terlihat cantik malam ini.


Gala melepaskan kalung cincin pernikahan mereka dan memasangkan kalung berlian ke leher jenjang Abel. Memang selayaknya istri dari Galaxy Putra Alaric kali ini terlihat lebih glamour.


"Udah keliatan pantes belum buat ke acara kakek?" Tanya Abel.


"Udah, udah cocok juga jadi pendamping Galaxy," ucapnya bangga seraya memeluk Abel dari belakang.


"Bel," panggilnya.


Abel tersenyum sembari melirik Gala yang menaruh dagu di bahunya. "Hmm?"


Gala mengambil cincin yang masih menaut dengan rantai kalung milik Abel. Perlahan dia memasukan cincin itu ke jari manis Abel dengan lembut. "Malam ini gue mau lo pake cincin pernikahan kita."


"Kenapa? Nanti banyak yang curiga," ucap Abel.


"Gak peduli kata orang, di acara-acara spesial kaya gini lo harus selayaknya kaya istri gue. Kalau sadar juga ya bagus." Gala mencium pipi Abel lalu tersenyum.


"Yaudah iya-iyaa," balas Abel dengan senyum manisnya.


Gala melepaskan pelukannya dan menghadapkan Abel padanya. "Boleh gak sih kita ganti panggilan jadi aku kamu?"


"Kenapa emangnya kalau pake lo gue?" Tanya Abel.


"Masa mau lo gue, lo gue terus kaya ke temen aja," ucap Gala tak terima.


"Bel?" panggil Gala yang merasa tidak ada jawaban.


"Yaudah iya aku mau ganti panggilan," balas Abel sambil tersenyum.


Gala mengecup kening istrinya lembut. "Nah gitu, baru istri aku. Yaudah pake sepatu kamu, kita berangkat."


Perlahan Abel duduk dan memakai heelsnya, setelah selesai dia menerima uluran tangan Gala untuk pergi malam ini. "Ayok, udah siap."


Gala dan Abel saling menggegam, mereka nampak serasi sebagai tuan dan nyonya Alaric muda. Gala mempersilahkan Abel masuk kedalam mobilnya, setelah selesai barulah Gala menyusul lalu melajukan mobilnya.

__ADS_1


"Kamu cantik," puji Gala.


"Kamu udah bilang kaya gitu 10 kali aku hitung," balas Abel.


"Habis kamu cantik banget, bikin aku makin jatuh cinta." Gala terkekeh.


"Sebenernya aku gak pede tau dateng ke pesta," ucap Abel jujur.


"Aku jarang banget mau ikut ke pesta karena aku lebih suka di rumah. Jauh dari orang-orang dan berkutat sama duniaku sendiri. Jadi kalau misalnya aku agak kaku, maaf ya," lanjut Abel.


"Gak ada yang kaku kalau kamu sama aku terus." Gala menggenggam tangan Abel dengan lembut dan perlahan tersenyum. "Sekarang juga kamu harus fokus sama dunia kamu, karena sekarang di dunia kamu ada aku."


Abel terkekeh, Gala ini selalu saja berbicara manis. Dia jadi merasakan buttefly effect sekarang. Galaxy, lelaki pertama yang bisa membuatnya seperti ini. Memang ajaib.


.


.


.


"Selamat bertambah usia, Tuan besar Alaric. Semoga di usia bapak sekarang ini semakin sukses," ucap Antonius Grenda sembari menyalami Jonh.


"Wah terima kasih, pak Anton. Semoga bisnis kita kedepannya terjalin juga dengan baik," balas Jonh.


"Tentu, Pak. Apalagi proyek kali ini sangat besar, saya akan usahakan yang terbaik."


"Ahh perkenalkan ini putri saya, Jela," ucap Anton sembari memperkenalkan pada John, Dara dan Juga Ghani.


"Halo Granpa, Om, Tante. Aku Jela, aku pacarnya Gala," ucap Jela sembari menyalami mereka.


Dara kaget dan menyerngitkan dahinya. "Pacar Gala? Galaxy anak tante?"


Jela mengangguk. "Iya, kita satu sekolah tante. Tapi emang belum sempet ketemu aja sama Om dan Tante."


Ghani dan Dara saling menatap, Galaxy ternyata selama ini berhubungan dengan wanita lain. Apa yang harus dia katanya pada Nia yang kini ada di sampingnya.


Nia sebenarnya sudah tau soal Jela dan Gala, Abel pernah menceritakannya. Jadi dia dan Doni biasa saja, mereka tidak tau saja kalau besannya tengah panik karena kelakuan anak mereka.


"Ohh, udah berapa lama pacarannya?" Tanya Dara.


"Mau setahun, Tante," jawab Jela dengan ramah.


"Emm begini loh, Ghan, Ra. Kita kan sudah berteman sejak kuliah. Kebetulan juga anak-anak kita memiliki hubungan. Kalau begitu kenapa tidak kita jodohkan saja anak-anak kita agar hubungan kita juga semakin erat," ucap Anton.

__ADS_1


"Ahh begitu yaa, tapi sepertinya-"


Ucapan Dara terpotong saat melihat Gala dan Abel datang. Matanya berbinar melihat mereka yang nampak serasi berjalan ke arahnya. Namun, seketika dia tersadar dengan kelakuan putranya, saat ini dia tengah menanggung malu di depan Nia dan Doni.


Abel melewati Jela karena dia pun tidak tau kalau itu Jela, hanya melihat dari belakang. Abel tersenyum dan menyalami Jonh. "Kek, selamat ulang tahun. Semoga Kakek sehat selalu dan dipanjangkan umurnya."


Jonh tersenyum sembari mencium puncak kepala cucunya. "Terima kasih loh, Sayang."


"Ini kado buat kakek," Abel memberikan paper bag pada Jonh dan Jonh menerimamya dengan sangat senang.


"Padahal tidak usah repot-repot, kalian datang saja sudah senang."


Kini Giliran Gala yang bersalaman dengan Jonh dan Abel yang menyalami orang tua serta mertuanya. Jela menatap tak suka, sementara Anton mulai bertanya-tanya dengan situasi seperti ini.


"Gal, kok kamu sama dia?!" Tanya Jela tak suka.


Gala hanya menatap dingin, lagi pula apa urusannya. Bukannya mereka tak ada hubungan lagi? "Kenapa?"


"Aku pacar kamu! Gak seharusnya kamu sama dia?! Tante, Tante harus tau kalau dia godain Gala dan orang ketiga di hubungan aku sama Gala. Dia jahat!" Adu Jela pada Dara.


Dara hanya menatap Gala meminta penjelasan, sementara Gala hanya diam karena kelakuan gadis ini di luar dugaannya.


"Jelaskan sama papa, apa yang kamu lakukan. Kami malu di hadapan mertua kamu!" Ucap Ghani setengah berbisik.


"Jel kita udah gak ada hubungan, jangan rusak suasana. Sekarang gue sama Abel!" Tegas Gala.


Anton semakin bingung. "Bukankah kamu dengan Jela berpacaran?"


"Mantan, Om. Maaf saya harus mengatakan ini," jawab Gala.


Jela meremas gaunnya dan menghampiri Abel. "Emang lo gak tau malu ya pelakor!" Jela mengangkat tangannya dan berniat menampar Abel, namun Abel menahan tangan Jela.


"Jangan bikin gue kasar," ucap Abel dingin sembari menghempaskan tangan Jela.


Jela yang tak terima mengambil segelas minuman di sampingnya dan menyiramnya tepat ke wajah Abel. "Cewek murahan, gak tau diri!"


Dara yang geram melihatnya langsung menghampiri mereka dan menampar Jela dengan kuat. "CUKUP!"


"Tan, kenapa tante malah tampar aku? Tante perempuan juga, kan? Tante seharusnya bela aku sebagai pacarnya Gala. Gala udah ditawarin tubuhnya dia sampai buta, Dia bukan perempuan baik-baik dia-"


"SAYA BILANG CUKUP?!" Bentak Dara, dia sudah habis kesabaran dengan wanita ini.


"TAPI KENAPA, TAN? APA SALAH AKU?!" Balas Jela tak terima.

__ADS_1


"YANG KAMU SIRAM ITU MENANTU SAYA, Abella Gracia Alaric!"


Abel memejamkan matanya, mama mertuanya geram sampai melupakan kalau mereka menyembunyikan pernikahan Abel dan Galaxy.


__ADS_2