Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu

Pernikahan Putri Sulung Dan Putra Bungsu
Kebahagiaan Jonh


__ADS_3


Pagi ini Abel dan Galaxy terbangun di pagi hari dengan fresh. Memang suasana juga mempengaruhi pikiran dan batin memang. Jadi mereka memutuskan untuk lari pagi keliling Villa. Tentunya dengan meninggalkan Alano dan Alana bersama Opa Besarnya.


Abel menghentikan langkahnya dengan berjongkok dan memegang kedua lututnya. Sepertinya sekitar satu tahun lalu Abel lari pagi seperti ini, sebelum hamil Alano dan Alana.


Gala terkekeh melihat istrinya yang sudah kelelahan, perlahan Gala mengulurkan tangannya dan membantu Abel bangkit. "Kamu harus sering olahraga sih, biasanya paling kuat lari, sekarang kayanya kecapean banget."


Abel masih mengatur napasnya dan hanya mengangguk pelan. Memang benar sih, tubuhnya seperti berat rasanya. Efek jarang bergerak dan tubuhnya yang memang sedikit bertambah kiloannya.


Gala menggenggam tangan Abel untuk mencari tempat peristirahatan. "Apa aku harus buat tempat Gym di lantai dua biar kamu gak perlu repot keluar rumah?"


Abel melongo sih, ya dia tau kalau Gala mampu membeli apapun. Tapi menurut Abel berlebihan saja, dengan cepat Abel menggeleng. "Apaan, gak usah ngada-ngada!"


"Loh kenapa ngada-ngada, kamu pingin olahraga tapi gak mau ninggalin anak-anak. Ya solusinya buat tempat Gym sendiri."


"Gak, gak usah."


"Kenapa?"


"Boros tau! Kita harus pikirin asuransinya Alano sama Alana, belum lagi sekolah, mendukung minat dan bakatnya mereka juga, kebutuhan mereka, aduh Mas. Pikirin aja itu ah!" Omel Abel.


Gala hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya, membuat Abel mengerutkan dahinya. Ya tidak biasanya saja Gala hanya merespon seperti itu. "Oke, setelah kita pulang langsung buat Gym lengkap!"


Gala mengembangkan senyumnya, sementara Abel menepuk dahinya. Bukannya berpikir tapi Gala malah merasa ditantang. Ya tapi menurut Gala kalau bisa kenapa harus tidak? Semuanya pasti dia pikirkan, kalau alasan Abel karena boros ya tidak akan Gala terima alasan itu untuk menghentikan niatnya.


Gala menghentikan tukang jamu, Abel terkekeh melihat itu. Bukannya apa-apa juga, pasalnya Gala memesan jamu dengan serbuk untuk anak-anak. Berbeda dengan Abel yang meminta jamu untuk permasalahan Ibu hamil kepada si penjual. Ya if you know what i mean.


"Mas kamu kenapa sih, itu buyung upi buat anak-anak. Mana kamu pesen 3 gelas. Itu jamu bukan minuman instan," kata Abel sambil tertawa.


"Emang kalau minum jamu kebanyakan overdosis? Harusnya Mas bawa gelas kakek yang besar. Biar kerasa," ucap Gala asal.

__ADS_1


Abel tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran Galaxy, dia hanya mengangguk saja. Membiarkan Galaxy melakukan apa yang dia mau. Karena menjadi Galaxy mumet juga, harus bekerja, mengurus anak-anak juga, memikirkan masa depan mereka. Mungkin ini healing juga untuk Galaxy.


"Alano sama Alana pasti nyariin mama papanya," gumam Abel.


"Gapapa, bilang aja mama papanya pacaran. Soalnya kalau ada anaknya, papanya jadi nyamuk aja," balas Galaxy.


"Cemburu kamu sama anak sendiri?" Tanya Abel.


"Cemburu, untungnya anak aku. Jadi masih boleh lah, kecuali Elzard."


"Kayanya aku gak punya mantan deh, Mas. Harusnya aku yang cemburu sama kamu karena banyak mantannya. Ngomong-ngomong soal mantan, Jela apa kabar ya?"


Gala melirik ke arah Abella, kenapa juga dia kepikiran soal Jela? "Kenapa?"


"Ya dia pasti udah bebas gak sih? Dia masih gagal move on gak ya sama kamu?" Jawab Abel.


"Mau gagal move on atau engga bukan urusan kita, Sayang. Urusan aku cuma kamu. Abella Gracia Alaric."


Ya benar sih, mungkin ya memang karena selintas saja muncul dalam pikiran. Bagaimana pun Jela juga sih yang menyelamatkannya waktu itu, meskipun ya dia juga turut andil. Tapi rasanya Abel memang sudah berdamai dengan itu semua.


Saking antengnya Alano dan Alana bermain dengan Opa besarnya, mereka sampai tidak mau digendong oleh Abel dan Galaxy saat pulang jogging. Gala terkekeh sih melihatnya, lucu saja anak-anak mereka jika sudah tergelak seperti itu saat bermain dengan kakeknya.


"Alan, Ana. Papa sama Pulang ya?" Ucap Galaxy.


Namun Alano dan Alana tidak mengindahkan perkataan Galaxy dan melanjutkan tawanya dengan melirik ke arah Jonh yang kembali mengajak mereka bermain. "Mereka lebih suka main, jadi papa mamanya bisa pacaran saja."


Abel dan Gala tersenyum, tapi ini sudah waktunya Jonh untuk minum vitamin dan bersiap makan siang. Lagi pula Alano dan Alana juga belum dimandikan.


"Alan sama Ana mandi dulu yuk, nanti main lagi sama Opa besar," ajak Abel.


Alano dan Alana mengoceh seolah menolak permintaan Ibunya, membuat Abel pusing sendiri jika mereka sudah protes begini saat acara mainnya diganggu. Gala mendekat ke troli dan menatap keduanya. "Mandi dulu, nanti main lagi sama Opa. Ayok nurut sama Papa."

__ADS_1


"Kakek harus minum vitamin, Mba tolong disiapkan dan antar kakek ya," ucap Gala.


Kalau Gala sudah bertindak baik cicit maupun opanya ya menurut. Karena Gala mau agar kakeknya juga terkontrol. Agar tetap sehat dan bugar.


Abel yang tersenyum melihat itu pun langsung membawa Alano dan Alana masuk ke dalam. Gala juga membantunya mempersiapkan alat mandi dan Abel menyiapkan handuk serta baju si kembar.


Setelah selesai mereka membawa anak mereka ke taman belakang. Karena Gala menyiapkan mandi di outdoor, katanya biar beda saja suasananya. Apalagi di luar sana ada bak kecil dari kayu paten. Gala sendiri yang menguras untuk tempat mandi anak-anaknya. Lucu sih sebenarnya. Abel jadi ingin mempunyai ini juga di rumah.


Kali ini Gala yang bertugas memandikan anak, Abel yang bertugas untuk membukakan baju dan mengeringkan anak mereka saat nanti selesai mandi. Gala memang sudah handal sekarang untuk urusan memandikan bayi.


Abel terkekeh melihat Alano yang sekarang sudah bisa berontak saat di mandikan. Lebih lucu lagi karena ya senang saja melihat skin to skin anak dan ayah itu. "Udah gak bisa diem dia, Mas."


"Iya, berat juga. Dia kuat banget susunya ya?" Tanya Gala.


"Heem, lebih kuat dari Alana. Tapi kata dokter memang anak laki-laki jauh lebih kuat susunya sih, Mas. Jadi wajar." Abel menatap Alana yang kini menatapnya, tidak bisa dia diabaikan terlalu lama, kalau tidak pasti akan kesal.


"Bentar ya sayang, gantian sama Kakak Alan oke? Ana buka baju dulu." Abel membuka satu persatu kancing baju Alana, sambil sesekali mengajaknya bicara.


Setelah itu Abel menutupinya dengan handuk agar tidak kedinginan. "Tutupp, maluu." Alana tertawa saat diajak main seperti itu. Mungkin yang ada di pikirannya sekarang adalah merasa bahagia karena terlahir di keluarga yang harmonis. Itu sebabnya dia tidak berhenti tersenyum.


Setelah selesai Gala mengangkat Alano dari air dan memberikannya pada Abell. "Beresss."


Abel menangkap Alano dan langsung saja dibalut oleh handuk. Ah gemas sekali Abel melihat putranya yang memang lebih kalem ini daripada putrinya. "Kakak Alano udah selesai mandi, sekarang tunggu adeknya dulu ya."


Alano tertawa menuruti perkataan Ibunya, dia malah sekarang anteng berbaring di kursi mandinya. Setelah Gala selesai menguras dan mengganti air kini giliran Alana untuk di mandikan.


Ya karena Alana memang tidak bisa diam jadilah baju Galaxy sedikit basah, dia sudah bisa menggerakkan kakinya keras di dalam air, sehingga mengundang gelak tawa ayah ibunya.


Setelah selesai mandi Abel bersama Gala diam di kursi, di tempat matahari datang untuk menjemur keduanya karena masih lumayan pagi juga sebenarnya. Tidak lupa mengorek kuping dan membersihkan hidung mereka. Memang kompak sekali.


Jonh melihat kebersamaan itu dari dalam kamarnya, tenang sekali rasanya melihat mereka memang benar-benar bahagia menjalani kehidupan rumah tangga mereka. Dia berharap semoga ini akan berjalan sampai mereka memang-memang dipisahkan oleh maut.

__ADS_1


__ADS_2