
Kasih sedang bersantai di rumah, usai berjalan-jalan dengan Delon. Tiba-tiba dering handphone berbunyi rupanya Karenina menelponnya.
"Kasih, besok sore usai syuting pergilah ke stasiun televisi ini. Akan ada konferensi pers terkait pemberitaan negatif yang beredar," kata Nina.
"Hah! untuk apa klarifikasi? kan sudah jelas kalau itu cuma hoaks,"kata Kasih.
"Tetap harus di lakukan, karena kalau pamprmu jelek akan berimbas ke penjualan produk Mithanina,"ujar Nina.
"Baiklah sms saja ke Delon alamatnya, kami akan datang," kata Kasih.
"Okey sampai jumpa besok ya."
"Humm."
Kasih sibuk melihat majalah sampai akhirnya tertidur. Keesokan paginya dia kembali melakukan pekerjaan dan sore hari barulah ke salah satu stasiun televisi untuk tampil di talk show.
Seusai syuting, gadis itu berganti pakaian di ruang ganti dan langsung menuju ke sana. Di stasiun televisi ada asisten Karenina yang sudah menunggunya.
"Kasih kemarilah, kita akan briefing dahulu sebelum memulai acara," kata Sang asisten.
"Baik."
Selagi rapat dengan pihak media ,Bobi sang kameramen yang dulu menyelamatkan dia datang dan memberikan sebuket bunga.
"Untukmu,"kata Bobi sambil menyodorkan bunga Mawar merah.
"Makasih, kok kamu datang?" tanya Kasih.
"Karena di salah satu foto yang beredar juga ada saat kalian berdua makan malam," jawab Sang asisten.
"Oh begitu." Kasih menggangukan kepalanya.
__ADS_1
"Ayo kita mulai,"kata pembawa acara.
Untuk saja talkshow pertama ini berlangsung baik dan respon masyarakat pun bagus melalui interaktif di akun media sosial.
Begitu keluar dari stasiun televisi dan hendak menelpin Delon untuk menanyakan posisinya. Kasih agak terkejut katenarada yang menarik tangannya.
"Aww sakit, anda siapa?" tanya kasih.
"Kau lupa padaku, cantik?" Suara bariton itu malah balik bertanya.
"Siapa kamu?"
"Aku Chandra." lelaki di hadapannya membuka kacamata dan tersenyum.
"Mau apa kau di sini?" tanya Kasih sambil melepaskan genggaman tangan pria itu.
"Menjemput kekasihku yang sedang tampil eh malah melihatmu. Makanya ku samperin," kata Chandra.
"Hah, sana pergilah. Aku tak mau ada gosip butum lainnya,"ysir Kasih.
"Dasar gila," umpat kasih sambil memiringkan jari telunjuk di dahinya.
Chandra hanya tertawa dan berlalu pergi. Rypaya semua yang di lakukan Kasih mendapatkan pengawasan dai seorang pria.
"Banyak sekali pria di sekitarnya. Kurasa Oma salah besar kali ini," kata pria itu dan hendak menghampiri attis cantik itu untuk memberikan hadiah dari sang Oma.
Baru saja akan mendekat dia kaget melihat Kasih langsung berlari dan memeluk pria tampan lainnya.
"Aku kangen!"seru Kasih.
Deg, ada sedikit rasa sakit di dadanya melihat adegan tersebut. Terlanjur basah ada di sana maka dia memutuskan menyapa kedua pasangan itu.
__ADS_1
"Hallo Kasih, maf menggangu. Ini titipan dari Oma," kata Srven sambil menyodorkan sebuah kotak berisi cokelat.
"Hai Steven," sapa Kasih.
"Siapa dia?" tanya pria yang sedang di peluk wanita itu.
"Dia Steven, omanya kemaren aku dan Delon selamatkan saja ada orang jahat di mall dan dia juga teman Karenina," jawab Kasih menjelaskan.
"Oh begitu! Hai aku Davin, kakak lelaki Delon dan Kasih," ujar pria itu sambil mengulurkan tanganya.
"Kakaknya?" tanya Steven heran tapi menyambut jabatan tangan itu.
"Iya aku punya tiga orang kakak lelaki, merekalah yang menjagaku selama ini,"jawab Kasih sambil tersenyum.
"Harus di jaga karena si bungsu ini begitu aktif,"kata Davin sambil mengacak rambut adiknya.
"Oh ternyata begitu," ucap Steven sambil tersenyum.
"Kenapa? Kau pikir Kak Davin pacar Kasih ya," ujar Delon yang datang sambil membawa minuman dingin untuk adil perempuannya.
"Iya sih," sahut Steven.
"Sudahlah, ayo kita pergi makan aku lapar," kata Kasih.
"Baiklah, sampai jumpa Steven," ujar Davin.
Ketiga kakak beradik itu segera pergi meninggalkan stasiun televisi. Steven kmbali ke ruangannya sambil mengelus dada.
"Apakah aku sungguh menyukainya?" batin pengusaha muda itu.
Bersambung...
__ADS_1
Mata semu yang mengalihkan dunia emak.. si somplaks anak kedua pasangan Bu Kalina juga Pak Budi.