
❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨
Pesona Sang Diva
Sintia tak mampu berkata apapun lagi, lidahnya kelu. Tak bisa berkutik di depan orang-orang yang dia sayangi ini juga hormati. Om Gina nampak menyendokan nasi ke piring Suzy dan memberikan beberapa potongan rendang sapi. Gadis muda ini menjaga makanannya jadi menolak terlalu banyak lemak sedangkan Opa Heru sendiri asyik makan sayur asem dengan kerupuk.
“Jangan heran kalau papi hanya makan sayuran, memang kami menjaga makan karena usia menua,” ujar Mama Gina.
Terlihat wanita tua ini juga melajukan hal sama hanya saja dia juga memakan sepotong daging rendang. Cuma sedikit sekali.
“Oh begitu, saya mengerti,” kata Sintia.
Mereka semua makan dengan gembira sambil bercakap-cakap,nampaknya Oma Gina begitu menginginkan cucu dan sampai ingin melakukan banyak hal dengan Suzy. Melihat putrinya juga bahagia, Sintia membolehkan saja mereka jalan bertiga. Awan pun tersenyum melihat hal ini, memang benar pilihannya memilih wanita ini. Kehadirannya dengan sang putri mampu mengubah atmosfir rumah.
Sementara itu di tempat lainnya,
Tampak di sebuah halaman sebuah rumah tampak ada dua orang tengah bertengkar hebat, Rupanya itu adalah Genesis dan Almira. Kakak sulung Gunawan. Pasangan ini adu mulut, Mira tak terima karena Genesis hendak menceraikannya.
Mamanya tengah di rawat di rumah sakit akibat syok karena tagihan dan juga tuntutan pengacara untuk segera melunasi ke bagian administrasi Rumah sakit Kusuma. Jumlahnyabukan sedikit tapi sangatlah banyak.
__ADS_1
Ayah Almira sendiri sudah pergi ke beberapa agen properti untuk menjual aset beberapa tanah dan rumah agar bisa melunasi hutang di rumah sakit. Nyonya Gina, Ibunda Genesis memberikan jangka waktu hanya dua minggu, kalau tidak kasus ini akan masuk jalur hukum karena piutang tetunggak begitu banyak.
“Kau mau meninggalkanku saat seperti ini,” hardik Almira.
“Semua salah kalian sendiri makanya jangan mengali lubang apabila tak ingin jatuh,” kata Genesis.
“Apa maksudmu, cepat suruh tarik semua tuntutan hukum kepada kedua orangtuaku,” ujar Almira dengan egois.
“Tidak bisa, urusan rumah sakit bukan kewenanganku. Salah sendiri kenapa Ibumu membawa banyak orang hanya untuk pamer dan mencari pengobatan gratis. Kau pikir obat-obatan dan ahli medis bekerja secara sukarela, ingat baik-baik itu rumah sakit swasta bukan panti sosial,” kata Genesis lagi.
“K—Kau bagimana mungkin sebanyak itu?” tanya Almira.
“Aku tak mau bercerai,” kata Almira, alasannya kekukeh dengan pernikahan ini bukan karena cinta melainkan hanya karena jatah bulanan dan fasilitas besar yang dia dapatkan.
“Tidak bisa, pengacara ku sudah mengurus semua dan jangan kembali ke rumah, Pakaianmu akan di antar besok. Sebaiknya kau pikirkan cara membayar tagihan daripada rumah tangga kita yang sejak awal memang tak pernah ada,” ujar Genesis menambahkan.
“Kak cepatlah ke rumah sakit, ibu sudah sadar dan mengamuk,” ujar Adiknya mendesak.
“Masalah ini akan kita urus nanti, ini belum selesai,” kata Almira.
__ADS_1
“Tak ada lagi yang harus di urus, semua selesai sampai jumpa di pengadilan.”
Genesis meninggalkan rumah sang mertua dan memberikan sebuah amplop ketika bertemu mantan ayah mertuanya di depan lalu dia pergi meninggalkan rumah itu. Mobil milik Almira juga melesat di belakangnya hendak menuju rumah sakit bersama adik perempuannya.
Sampai di ruang tamu sang ayah membuka amplop pemberian menantunya tampak di sana , fotokopi pengajuan perceraian dan foto bukti peselingkuhan Almira dan siang tadi melakukan check ini dengan seorang pria. Lelaki tua itu rapuh dan hancur hatinya karena keluarganya sudah melakukan banyak hal salah.
Ulu hatinya sakit memikirkan kebobrokan ini, apa sebenarnya salahnya sampai semua jadi begini, sesalnya dalam hati.
Bersambung.....
******
iklan,
Hai semua gimana Bagus kan cerita PSD (Pesona Sang Diva), kamu masih pengen baca cerita lainnya ayo mampir kesini.
__ADS_1