
“Maaf? Kau pikir semudah itu? Kami hampir saja celaka,”hardik Darren dengan nada suara keras.
“Kenapa kau malah hendak menabrak mobil kami?” tanya Pak Budi sambil terus merekam.
“A—aku tidak sadar, mataku tidak melihat jika ada mobil di sana.”jawab sang sopir dengan gugup.
“Bohong!” seru Darren.
Tak lama polisi datang dan mulai mengamankan tempat kejadian. Meminta keterangan para saksi dan melihat kerusakan yang di derita korban. Garis polisi sudah di pasang dan tersangka di bawak ke polsek terdekat. Mobil milik Philip dan Alicia datang ke sana usai di telepon oleh Delon.
Philip lalu memeriksa kedua adiknya sedangkan Alicia mendatangi Darren lalu berujar “Kau harus selidiki hal ini. Sepertinya bukan Cuma kecelakaan biasa karena Nina selama beberapa hari sejak tiba di kota ini kerap kali mengalami hal aneh dan membahayakan. Kesannya seolah tak sengaja, namun menurutku itu sengaja karena terjadi terlalu sering.”
Darren menggangukan kepalanya dan seolah paham dengan maksud gadis bule itu. Di dalam hatinya dia berguman “Mungkinkah ada musuh lainnya?”
Philip berteriak Darren, ayo naik mobil bersama kami.”
“Baiklah.”
Mobilnya rusak di bagian bemper depan dan tengah di amankan pihak kepolisian dan asistennya ikut juga ke kantor polsek. Darren sudah menghubungi pengacaranya agar mendampingi sang asisten di sana dan menyerahkan proses ini kepada mereka berdua.
“Usahakan untuk cek siapa dalangnya,” ujar Darren melalui sambungan telepon ke sang asiosten.
“Baik, bos.”
__ADS_1
Sementara itu dalam mobil, mereka semua hanya terdiam dan sibuk dengan pikiran masing – masing lalu Philip mulai angkat suara “Kasih, apakah kau mau mundur dan tak jadi mengungkapkan identitasmu?”
“Lanjutkan saja, aku juga penasaran sebenarnya apa maksud semua kecelakaan yang menimpa Nina,” kata Kasih.
“Kita tidak memiliki musuh lain kan?” tanya Nina.
“Selain Bibi Anna yang emmebenci dan menginginkan harta peninggalan kedua orang tua. Kakak tidak tahu lagi siapa yang bisa jadi tersangka,” jawab Philip.
“Cecilia bagaimana?” tanya Darren.
“Tidak mungkin, karena saat ini dia sibuk merawat anaknya dan juga mengurus kepoanakannya anak dari Chandra. Perusahaan milik ayahnya di jalankan dengan baik oleh suami Cecilia dan bisa mendapatkan banyak keuntungan begitu juga dengan daeler mobil yang kini di urus oleh Enno. Mereka tidak ada alasan menggangu kita lagi,” jawab Philip menjelaskan.
“Ehmm kita memang belum tahu siapa, tetapi untuk saat ini berjaga – jaga saja,” lanjut Darren lalu melemparkan pandangannya ke luar jendela mobil melihat keadaan di luar.
“Benar sekarang musti berhati – hati dan Nina sebaiknya kurangi jalan sendirian atau ke tempat asing. Kau juga Kasih sebaiknya mulai cari asisten baru karena Delon kini sudah punya pekerjaan lain,” saran Philip.
“Baguslah, cepat dapatkan sebelum kau mulai beraktivitas di luar. Aku akan melarang kalain brdua banyak melakukan kegiatan seandainya memang cukup berbahaya,” ujar Philip dengan tegas.
“Kami mengerti, Kak.” Kasih dan Nina menyahut serempak.
Alicia yang menyupir beberapa kali nampak memperhatikan Darren dari kaca spion. Entah mengapa dia juga merasa sedih melihat ke khawatiran di wajah pria itu. Mobil mulai melaju dengan cepat karena bebrapa wartawan sudah tak sabar menunggu di dalam studio.
Stasiun televisi,
__ADS_1
Steven membawakan mawar buah Kasih juga sebuah kotakcokelat. Pemuda ini agak kaget melihat raut wajah si kembar yang masam terlebihlagi Darren. Pakaian mereka bertiga nampak berantakan. Oma Adimiharja menyuruh masuk ke ruang tunggu untuk re touch make dan perbaiki penampilan.
“Kenapa mereka berantakan?” tanya Steven ke Delon.
“Sebelum kemari, mobil kami hampir di tabrak truck. Untung saja bisa selamat.”
“Hah? Bagaimana bisa?”
“Entahlah, kini pihak kepolisian tengah menyelidiki kecelakaan tersebut.”
“Hal begini buat kuatir saja, besok aku akan menjemputnya saja,” kata Steven.
“Kamu tidak kerja malah mau antar jemput adikku?” tanya Davin yang tiba –tiba muncul.
“Kan ini perusahaan milik keluargaku. Waktu bekerja bisa di atur, fleksibellah,” sahut Steven.
“Jangalah, kami masuk dulu,” kata Davin.
Di dalam ruangan memang sudah penuh wartawan lalu Philip mulai membuka suara untuk mengumumkan Kasih sebagai adiknya. Awalnya menampilkan slide berisi foto masa kecil Nina dan Kasih sampai di masa remaja ketika wajah mereka masih sama.
“Gadis ini yang biasa kita kenal sebagai pendatang baru adalah adik kandungku, sebah peristiwa penyiraman air keraas mambuat wajahnya mengalami perubahan. Hasil test DNA telah membuktikan jika kami bertiga memang bersaudara,” kata Philip menjelaskan.
Bersambung...
__ADS_1
Yuk baca cerita di bawah ini sambil nunggu emak update PSD.