Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Fakta tentang Gunawan


__ADS_3

❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨


Pesona Sang Diva


 


“Mama, kenapa ada di sini?” tanya Suzy Park yang sedikit kaget karena kedatangan sang Ibu.


“Loh ,Mama yang seharusnya tanya untuk apa


kamu ada disini?” Sintia balik bertanya.


“Aku lagi sama Managerku, kesini untuk membicarakan produk minuman berenergi baru yang akan ku bintangi sebagai ambasadornya,” jwab Suzy Park menjelaskan.


“Masuklah dahulu, apakah kalian berdua mau terus berbicara di depan pintu rumahku,” ujar Gunawan dan terus masuk kedalam.


Suzy dan Sintia saling berpandangan dengan binggung.


“Mama, aku tak salah dengar kan. Dia bilang rumah? Apakah berondong Mama mulai berhalusinasi?” tanya Suzy Park.


“Sepertinya kita bedua tidak salah dengar ya, Dia bilang ini rumahnya? Apakah ini benar? Coba kita masuk saja ke dalam dan buktikan,” ajak Sintia kepada sang putri.


Kedua wanita ini masuk, di ruang tamu masih tampak manager Suzy yang sedang minum teh hangat bersama seorang pria tua. Di depan meja tampak beberapa lemba foto dan berkas juga beberapa kaleng minuman berenergi jenis baru. Kemungkinan itulah yang di maksud Suzy.


“Selamat malam,” sapa Sinti ketika memasuki rumah.


“Masuklah Sintia,” ujar lelaki tua pemilik rumah.

__ADS_1


Sang dokter pun tertegun dan dengan hati-hati duduk di sofa bersama sang putri.


“Opa Heru bagaimana bisa mengenal Mamaku?” tanya Suzy Park langsung tutup point.


“Bukankah dari awal sudah kubilang kamu adalah cucuku, tapi masih ngeyel juga,” kata Opa Heru.


“Maksudnya apa ya ,Pak? Bukankah kita baru pertama kali bertemu? Bagaimana bisa putri saya menjadi cucu anda?” tanya Sintia berusaha menahan sabar.


“Memang ini pertama kali kita bertatap muka dan saling bicara , tetapi saya sering melihatmu saat seminar di ruang serbaguna rumah sakit atau saat konfrensi para dokter, ketika di minta bantuan untuk menangani pasien dari rumah sakit Kusuma juga ketika menjemput anak bungsuku,” jawab Opa Heru.


“Astaga maafkan saya, Anda Dokter Gunadi Heru Kusuma kan. Dokter jantung terkenal itu dan pemilik Kusuma Medical Klinik Center,” kata Sintia.


“Sekarang sudah ingat ya,” kata Opa Heru sambil tertawa.


“Wah anda Dokter ya? Eh belum di jawab kok menyuruh aku panggil Opa dan kenal Mama,” tanya Suzy lagi.


“Kamu ini kurang teliti, bukankah tadi Opa sudah bilang menjemput anak bungsuku dan Mamamu adalah calon menantu jadi kamu adalah cucuku kan,” jawab Opa Heru langsung tutup point.


“Kenalkan ini istriku, ahli gizi dan juga pemilik brand minuman ini,” kata Opa Heru.


“Saya Gina, Suzy panggil Oma juga ya,” ujarnya sambil duduk di samping Suzy dan mengenggam tangan gadis belia itu.


“Awan ini apa maksudnya?” tanya Sintia kepada sang pemuda yang langsung duduk di sofa depannya.


“Wah mereka sudah ada panggilan sayang ya, sebaiknya di lakukan secepatnya. Bagaimana kalau bulan depan,?” ujar Oma Gina.


“Mereka adalah kedua orangtuaku, sudah ku sampikan sebelumnya akan pindah kerja. Nah itu karena akan mengambil alih kepemimpinan di Rumah Sakit Kusuma,” kata Pemuda itu sambil tersenyum.

__ADS_1


“Hah! Jadi maksudmu, kedua orangtua ini adalah ayah dan ibu kandungmu lalu kamu mau melamar mamaku?” tanya Suzy Park nyaris tak percaya.


“Tepat sekali, aku sudah berusia matang, tak mau banyak bermain. Hanya ingin serius dan memilih calon isteri, pilihan itu jatuh ke Ibumu dan keluargaku juga sudah setuju,” jawab Gunawan.


“Apakah kalian yakin? Perbedaan usia kami jauh? Lagipula aku punya anak?” ujar Sintia sambil menatap kedua orangtua Awan yang ada di hadapannya.


“Jangan kuatir, kami tidak pernah mempermasalahkan statusmu yang penting kalian bisa hidup bahagia dan berikan kami cucu secepatnya,” kata Oma Gina.


“Benar, Suzy sudah besar dan membutuhkan adik. Benar kan sayang, kamu pasti mau jadi cucu Oma,” lanjutnya.


“Kami bahkan sudah siapkan kamar khusus buatmu dan sudah di isi beberapa pakaian. Temani Opa dan Oma ya sayang,” ujar Opa Heru.


“Suzy mau saja, kau jadi cucu miliarder loh,” bisik Olga sang manajer.


“Diam! Dasar matre aku terserah mamaku,” kata Suzy Park.


Ehemm.. terdengar suara deheman dari Opa Heru, lalu Awan bangkit dan mulai….


 


bersambung ...


*******


Iklan.


Hai semua pembaca terimakasih sudah membaca sampai part ini, wuaa emak terharu oia kalau kalian butuh menbaca cerita lain bisa mampir nih ke karya salah satu teman emak.

__ADS_1


terimakasih.



__ADS_2